
Bu Ros yang mengajak putri-nya mau membicarakan sesuatu, membuat Kalisa bertanya dalam hati"mama mau membicarakan apa ya..."
Di hadapan mertua nya sikap Reza biasa saja, seperti tidak terjadi apa apa. Waktu mau pergi bersama Aldo dia permisi terlebih dahulu pada Kalisa."kami pergi dulu ya... tolong salsa di jaga"kata Reza.
"hati hati di jalan, setiap hari juga salsa di jaga baik oleh mamanya"jawab Kalisa yang mencium punggung tangan suaminya.
Aldo yang dari kamar ternyata mengambil berkas yang mau di bawa ke Puskesmas."Reza...ayo kita jalan sekarang, mumpung masih pagi."ajak Aldo.
Mereka berdua pergi dengan mengendarai mobil yang di bawa oleh Reza.
Pak Dharma,Bu Ros dan Kalisa sudah ada di dalam rumah. Tapi Pak Dharma yang rindu sama cucu jadi dia yang gendong sampai dia tidak masuk kantor hari ini, begitu lah kalau cucu sudah datang lupa dengan yang lain.
Bu Ros dan Kalisa ngobrol berdua di kamar yang biasa Kalisa tempati."Mama mau bicara apa?"tanya Kalisa pada mamanya.
"mama mau tanya sudah berapa lama kamu menikah dengan Reza?"tanya Bu Ros.
"Hampir satu minggu, kenapa ma...?"tanya Kalisa yang tidak mengerti maksud dari pertanyaan tersebut.
Melihat anaknya yang tidak mengerti maksud dari nya."semalam Aldo nginap di rumah kalian, itu atas perintah mama"kata Bu Ros.
"oh... seperti itu, pantesan ok tiba-tib
main ke rumah"
"mama mau tanya apakah kamu sudah melaksanakan tugas sebagai seorang istri?"tanya Bu Ros lagi.
Kalisa menggelengkan kepalanya dan menunduk, tidak berani menjawab karena kalau di tanya seperti itu dia-lah yang bersalah.Bu Ros mendekati anaknya"Kalisa kamu tidak boleh seperti itu, dosa tau"kata Bu Ros.
"iya ma...Kalisa tau, tapi kami sudah ada kesepakatan. Tidak ada pemaksaan"kata Kalisa sambil menunduk.
Bu Ros tidak marah mendengar jawaban dari anaknya"mama tau kalian menikah belum mengenal satu dan lainnya, tapi mama dan papa tau siapa itu Reza. Apa lagi papamu sangat percaya dan sayang dengan dia"kata Bu Ros lagi.
"Dan kamu harus tau kalau Reza itu seorang duda, dia pernah merasakan surga dunia. menurut mama dia itu sangat sabar menunggu kamu sampai siap"kata Bu Ros tersenyum.
"ih...mama kok senyum gitu"tanya Kalisa.
"mama lucu aja, kalau dia kesal bisa aja dia cari perempuan di luar sana.kamu mau Reza melakukan hal itu?"tanya Bu Ros pada anaknya.
"mama itu jangan doa'in yang enggak enggak napa"kata Kalisa.
"Kalisa... orang tua pasti mendoakan anak nya yang baik baik"kata Bu Ros
"terima kasih ma...atas do'a-nya"kata Kalisa.
"jadilah istri yang baik, lakukan tugas mu sebagai seorang istri"kata Bu Ros lagi.
__ADS_1
"iya ma...insha Allah minggu depan karena Kalisa lagi halangan"jawab Kalisa.
"o...wa...lah...nasib mu lah Reza.... wkwkwkwk..."kata Bu Ros sambil tertawa.
"ih...mama enggak lucu ah..."
"mama bisa bayangkan bagaimana perasaan Reza melihat mu"kata Bu Ros lagi.
Mendengar Bu Ros tertawa pak Dharma yang lagi menggendong Salsa masuk ke kamar, penasaran dari luar terdengar suara tertawa istrinya."renyah kali tertawa mama... terdengar sampai keluar kamar"kata pak Dharma.
"bagaimana mama enggak tertawa mendengar cerita anak mu ini dengan Reza"kata Bu Ros.
"sudah sudah jangan di ceritakan, kasian Kalisa ,kan jadi malu dia"kata pak Dharma.
"iya ayah...ini rahasia ibu dan anak"jawab Bu Ros.
Pak Dharma meletakkan salsa di box baby yang ada di rumah,memang ada satu di rumah mereka karena kalau ke rumah ini sudah ada tempat tidur untuk nya."ma...minggu depan kita ada undangan pernikahan anak teman di Bali"kata pak Dharma.
"di Bali ? teman ayah yang mana?"tanya Bu Ros.
"itu pak Suryo...teman ayah waktu sekolah SMA dan sekarang jadi rekan kerja,anaknya menikah di Bali"kata pak Dharma.
"jauh juga ya... emangnya dia orang mana?"tanya Bu Ros penasaran.
"ya tinggal di kota ini juga, tapi anaknya itu selegram jadi dapat endors menikah di Bali. Ayah segan enggak pergi karena pak Suryo sering beli rumah kita, terakhir untuk anaknya yang selegram itu."pak Dharma menjelaskan.
"bisa juga itu, bagaimana Kalisa?"tanya pak Dharma.
"tapi ayah... Kalisa enggak bisa jawab sekarang, takut nya sudah masuk kerja"jawab Kalisa.
"itu masih di tanyakan Aldo dan Reza, apakah sudah sampai SK untuk bekerja di puskesmas atau belum"jawab pak Dharma.
"ya sudah kita tunggu saja mereka, apakah sudah sampai SK atau belum"jawab Bu Ros.
Jam menunjukkan pukul 12 biasanya pak Dharma kalau di rumah dia sholat dulu baru makan, karena hari ini mereka ngumpul semua jadi dia ke mesjid dekat rumah baru makan. Lagian Aldo dan Reza belum sampai rumah.
Jam 1 siang saatnya makan siang bersama, orang yang di tunggu juga sudah pulang"Alhamdulillah... kalian sudah pulang, jadi kita makan dulu baru nanti ceritakan bagaimana tadi keputusan dari puskesmas"kata pak Dharma.
Pormasi lengkap seperti ini sekarang ini jarang terjadi karena Reza dan Kalisa sudah pindah sementara Aldo yang selalu entah kemana rimba nya. Makan siang pak Dharma hari ini sangat lah puas, dia semangat untuk makan siang ini sampai nambah dua kali."wah...ayah...selara sekali hari ini"kata Kalisa.
"iya... mungkin karena lagi rame jadi makannya enak aja"jawab pak Dharma.
Reza yang nasinya sudah mau habis di piring ditanya Kalisa."bang mau nambah...?"
"mmmmhhhhh..."jawab Reza.
__ADS_1
Kalisa mengambil kan tambahan untuk Reza."terima kasih..."kata Reza.
Selesai makan siang bersama para lelaki duduk di ruang keluarga sementara Kalisa dan Bu Ros merapikan meja yang di bantu oleh mba yang kerja. Sudah rapi semua mereka ikut nimbrung di ruang keluarga.
Pak Dharma yang memulai percakapan,dia menanyakan soal Kalisa yang mau kerja di puskesmas."Aldo...Reza... bagaimana tadi di puskesmas? apakah sudah sampai SK Kalisa di sana?"
Aldo dan Reza saling pandang, tapi akhirnya Reza yang berbicara karena berurusan dengan Kalisa."tadi kami tanyakan belum sampai SK untuk Kalisa, ada tiga orang yang menunggu seperti Kalisa. jadi kemungkinan bulan depan baru sampai ke puskesmas"jawab Reza.
Pak Dharma dan Bu Ros saling pandang sementara Kalisa hanya diam saja."Syukur lah kalau begitu karena ayah ada tugas untuk kamu dan Kalisa"kata pak Dharma.
"apa itu ayah?"tanya Reza dan melihat Kalisa yang hanya menunduk.
"minggu depan ayah mendapat undangan pernikahan anak teman, jadi kalian berdua saja yang menggantikan"kata pak Dharma.
"ya sudah enggak apa kalau kami yang pergi"jawab Reza.
"besok kita urus tiket pesawat nya"kata pak Dharma.
"loh...kok sampai beli tiket pesawat, pesta nya dimana?"tanya Reza.
"Di Bali...jadi sekalian kalian bulan madu..."kata Bu Ros.
"iya...siap itu ada hasil ya....biar nambah cucu kami"kata pak Dharma.
Reza dan Kalisa saling pandang mendengar perkataan ke dua orang tua,"aduh...salsa aja masih bayi, kok mau nambah pula...",kata Kalisa dalam hati.
"Alhamdulillah... dapat mertua yang perhatian, minggu depan? berarti unboxing di Bali... memang indah pada akhirnya..."kata Reza dalam hati.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏