
Hari ini pak Dharma pulang lebih awal dan mengajak Aldo ikut bersama.
"Aldo... ayo kita pulang sekarang!"ajak pak Dharma yang dari tadi keberadaan anaknya,dan akhirnya berada di ruangan menantunya.
"ayah duluan saja... nanti Aldo menyusul"jawab Aldo.
"enggak bisa seperti itu, pokoknya sekarang dan kamu Reza juga pulang kasihan Kalisa sendiri di rumah"
"iya...ayah..."jawab Reza yang senang bisa pulang lebih awal.
Sementara Aldo yang malas pulang cepat karena masih betah di kantor.
Pak Dharma tetap mengajak putranya itu dan dengan sangat terpaksa aldo ikut pulang dengan ayahnya."seperti anak kecil saja... padahal di kantor masih seru"kata Aldo dalam hati.
Pulang ke rumah bersama pak Dharma, itulah yang di lakukan Aldo saat ini. Mereka berdua pulang dengan mobil pribadi pak Dharma dan yang menjadi driver adalah Aldo sendiri sementara ayahnya duduk di belakang."ayah...kita langsung pulang kan ?"tanya Aldo
"iya...mama mu dari tadi minta kita pulang lebih awal jadi ikuti saja"jawab pak Dharma.
Sampai juga di rumah terlihat Bu Ros sudah menunggu di depan rumah, dari tadi dia jalan dari dalam rumah sampai teras. Seperti gosokan saja. Melihat mobil di depan rumah dan dia tau kalau itu mobil yang dia tunggu.
Dengan cepat dia membuka pintu pagar lalu melihat Aldo yang juga ikutan pulang ke rumah."Alhamdulillah...kamu ikut pulang juga Aldo!"Kat Bu Ros.
"iya...ma...tapi kata papa kita mau keluar bertiga? mau ke mana sih ma....?"tanya Aldo
"nanti juga kamu akan tau...ya sudah mandi langsung pakaian rapi"pesan Bu Ros pada anaknya.
"ya ma..."jawab Aldo yang langsung masuk ke dalam rumah.
Pak Dharma yang sudah turun melihat tingkah istrinya dengan penuh tanda tanya."ma...ada apa? kenapa kok tiba tiba mau ngajak kami keluar? mau ke tempat siapa?"tanya pak Dharma.
"itu lho ayah...ke tempat temannya Kalisa...mama mau main ke rumah nya,ayah ikut ya...."kata Bu Ros.
Pak Dharma yang tidak mengenal keluarga Nabila dan juga masih tahap penjajakan, tidak mau ikut ke sana."aduh...ini urusan mama dan Kalisa, lagian masih tahap perkenalan.ayah enggak ikut."kata pak Dharma.
Apa yang di katakan pak Dharma itu ada benarnya juga,mana mungkin ikut ke rumah orang yang dia tidak kenal, pasti dia malu."ya sudah....mama,Aldo dan Kalisa saja yang pergi"kata Bu Ros.
"ya sudah kalau begitu,ayah mau ganti baju dulu...makan malam sudah ada kan!"kata pak Dharma.
"ada ayah..."kata Bu Ros masuk ke rumah mau mandi dan bersiap untuk pergi.
Aldo yang di dalam kamar sebenarnya malas untuk pergi, jadi masuk kamar dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Di atas tempat tidur Aldo pun memejamkan matanya dan tanpa di sadar dia pun tertidur.
Sementara di luar Bu Ros sudah mandi, ashar dan sekarang lagi bersiap untuk pergi.
Sudah rapi tentunya tapi,lalu Bu Ros pun keluar kamar dan menuju kamar Aldo.
tok...tok...tok...
__ADS_1
"Aldo...mama sudah siap ,kamu sudah siap juga kan?"kata Bu Ros sambil mengetuk pintu kamar.
Tapi pintu kamar tidak ada suara dan tidak terbuka juga, akhirnya Bu Ros memasuki kamar anak sulung nya itu.
"lho... enggak di kunci."kata Bu Ros dan memasuki kamar Aldo.
Berapa terkejut nya Bu Ros melihat anaknya malah masih tidur."astaghfirullah hal'azim... masih tidur? Aldo bangun...mama sudah siap nih"kata Bu Ros membangunkan anaknya sambil menggoncang badan Aldo
Aldo yang masih ngantuk pun membuka matanya"ma...ada apa? Aldo ngantuk nih..."kata Aldo.
"kamu lupa? kita mau pergi...ayo mandi, ashar dan bersiap.mama tunggu sekarang"perintah Bu Ros."ma...kita pergi besok saja ya...Aldo malas pergi nih..."jawab Aldo.
"enggak bisa...mama tunggu sekarang,mana mungkin di batalkan mama sudah janji dengan Kalisa dan Nabila"kata Bu Ros.
"iya....iya...mama tunggu di ruang keluarga,Aldo mau mandi dan siap siap"kata Aldo
"mmmhhh...mama tunggu di ruang keluarga, jangan lupa ashar..."kata Bu Ros.
"baik mama ..."jawab Aldo.
Bu Ros pun keluar kamar anak nya dan menunggu di ruang keluarga bersama pak Dharma yang sudah duduk di situ.
Sementara itu di rumah Kalisa yang lagi memandikan Salsa sebelum Reza pulang "ayo... sayang...kita mandi dulu, sebentar lagi papa pulang. jadi salsa harus wangi"kata Kalisa sambil memandikan anaknya.
Setelah mandi dan wangi tak berapa lama Reza pun sampai rumah.
"Assalamualaikum..."kata Reza sambil mengetuk pintu.
"wa'alaikum salam...papa sudah pulang..."kata Kalisa.
"sudah..."jawab Reza yang langsung masuk rumah.
Melihat anaknya sudah mandi dia pun bergegas masuk ke kamar."sebentar ya...papa mandi dulu,biar bisa pegang Salsa."kata Reza.
"oke papa"jawab Kalisa menirukan suara bayi.
Pulang dari kantor Reza harus langsung mandi kalau mau menggendong Salsa.
Reza pun mandi dan tak berapa lama dia sudah rapi dan mengambil Salsa dari gendongan Kalisa."sini sama papa...biar mama bisa mandi lalu ashar"kata Reza.
Kalisa memberikan salsa pada suaminya."abang sudah ashar?"tanya Kalisa.
"sudah di mesjid yang di lewati"jawab Reza.
"oh... sudah ngantuk salsa... bentar mama buatkan susu dulu..."kata Kalisa
Dengan cepat Kalisa membuatkan susu untuk anaknya dan lalu memberikan pada Reza ."bang...ini susu Salsa, aqu mandi dulu ya..."kata Kalisa.
Reza mengambil susu dari tangan istrinya."ya sudah kamu mandi sana... yang wangi ya..."kata Reza.
__ADS_1
"ya..."jawab Kalisa langsung masuk kamar mandi di kamar.
Di dalam kamar mandi Kalisa mandi seperti biasa."tumben nih...bang Reza minta aqu mandi yang wangi"kata Kalisa dalam hati sambil mandi.
"ya sudah lah... yang penting sekarang mandi yang bersih dan wangi"kata Kalisa lagi dalam hati.
Setelah mandi Kalisa melihat Reza yang ternyata sudah di tempat tidur sambil memberikan susu pada salsa."syukur lah ternyata bang Reza tidur, jangan di tanya nanti bisa bisa enggak jadi sholat.
Kalisa tidak mau menanyakan dia langsung sholat di ruang sholat.
Setelah melaksanakan sholat ashar Kalisa kembali ke kamar dan memindahkan salsa ke box baby karena Reza pun sudah tertidur.
"Kalisa...mau ke mana?"tanya Reza karena Kalisa mau ke dapur untuk memasak.
"mau masak nasi, kirain abang tidur"kata Kalisa.
"nanti saja masak nya, temani abang tidur"kata Reza.
"mmmhhh..."jawab Kalisa sambil mendekati suaminya."ini bukan nya tidur, pasti ujung ujungnya... sadar Kalisa...ini ladang ibadah.."kata Kalisa dalam hati.
Kalisa mendekati suaminya dan memijit badan."yang bagian ini saja di pijit plus-plus,abang rindu dengan kamu"kata Reza sambil menunjuk ke arah bagian s*n*i*i* dan tangan nya sudah bergerilya di dalam daster istrinya.
"lain kali kalau sore ke malam di rumah enggak usah pakai b*a, biar gampang..."kata Reza.
"ahm...ahm...iya bang..."kata Kalisa yang sudah mulai menikmati sentuhan suaminya.
Ladang ibadah yang hanya tinggal di nikmati saja, jadi istri memang harus mengikuti perintah suaminya, apa lagi bagian di ranjang.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
secangkir kopi hangat
bunga mawar yang bermekaran
serta
vote... vote...vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏