Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.123


__ADS_3

Sambil menunggu pesanan Reza melihat lihat obat yang ada di apotik, dan melihat sekeliling yang ada di sana. Tiba tiba seseorang ada yang memanggil Reza.


"pak Reza... lagi ngapain? beli obat juga ya...."


Reza melihat ke arah sumber suara, ternyata yang menyapanya ternyata teman Kalisa tapi dia lupa namanya.


"iya...beli obat juga?"tanya Reza.


"iya... untuk mama yang lagi sakit"jawab Nabila.


"oh... dengan siapa ke mari ?"tanya Reza


"sendiri pak naik taksi saya"jawab Nabila.


Apoteker apotik memanggil Reza.


"pak...ini semua pesanan nya, silahkan bayar di kasir "


"terima kasih mba..."kata Reza lalu ke kasir membayar semua belanjaan nya.


Setelah selesai Reza pun mencari keberadaan Nabila dan ternyata lagi ngantri untuk membayar."ajak gabung aja biar rame"kata Reza dalam hati.


Nabila pun sudah selesai membeli obat,lalu Reza mendekati nya.


"pulang sama aja , ada Kalisa di dalam mobil"ajak Reza.


"terima kasih, kita kan lain arahnya"kata Nabila.


"ada yang mau kami cari jadi sekalian saja"kata Reza meyakinkan.


Karena sudah malam dan ada Kalisa di dalam mobil, akhirnya tawaran dari Reza diterima Nabila.


Keluar dari apotik Reza jalan duluan dan di ikuti oleh Nabila.


Kalisa yang melihat ke arah apotik karena sudah bosan menunggu, seperti tak percaya ada Nabila di belakang suaminya.


"bang Aldo...coba lihat di belakang bang Reza itu kan Nabila?mama tau aqu salah orang"kata Kalisa.


Aldo yang lagi asyik main HP jadi berhenti sejenak karena permintaan adiknya yang hamil.


"mana...?"tanya Aldo yang belum melihat keberadaan Nabila.


"itu lho bang...di belakang bang Reza"kata Kalisa menunjuk.


"oh...iya...teman mu"kata Aldo.


Kalisa yang penasaran kenapa Nabila bisa dengan suaminya,.tapi di kontrol nya emosi.


Dekat mobil Reza membuka pintu mobil dan ngomong dengan Kalisa.


"ada teman mu ada di dalam jadi sekalian abang ajak pulang sama, kan masih ada yang mau di beli?"kata Reza


"oh...iya... enggak apa-apa, masuk Nabila..."kata Kalisa.


Nabila yang sebenarnya segan akhirnya masuk juga ke dalam mobil.


"Kalisa...apa kabar? "tanya Nabila dan melihat temannya yang lagi pucat.


"kamu sakit ya...?"tanya Nabila lagi sementara Kalisa belum sempat menjawab.


Kalisa tersenyum melihat sahabatnya.


"hanya pusing biasa kok"jawab Kalisa.


"oh... semoga cepat sembuh"kata Nabila.

__ADS_1


"a...min... kamu kenapa malam begini ke apotik?"tanya Kalisa.


"beli obat mama... sakit dia jadi ini lagi nebus obat "jawab Nabila.


Lampu jalan di malam hari sangat indah, panorama malam hari jadi indah di pandang mata. Kalisa yang sudah tidak pusing lagi,apa lagi di mobil bersama temannya.


Tanpa mereka sadari ternyata sudah sampai di depan rumah Nabila.


"Masih ingat dengan rumah qu bang Aldo?"kata Nabila.


"oh...iya karena sering lewat sini"jawab Aldo.


"kalau lewat sini lagi jangan lupa mampir ya..."kata Nabila.


"insha Allah..."jawab Aldo lagi


"besok bang Aldo lewat sini lagi kok, Nabila ada di rumah kan?"kata Reza.


Aldo jadi melihat ke arah adik iparnya yang sengaja menjawab.


"besok saya di rumah kebetulan dapat shift malam"kata Nabila


"wah... kebetulan sekali, besok bisa la singgah "kata Kalisa pula.


"tentu bisa...si tunggu lho kedatangan bang Aldo "kata Nabila.


Dengan berat hati karena terjebak, akhirnya Aldo menjawab.


"insha Allah saya datang kalau jadwal enggak padat "jawab Aldo.


"bisa kita atur besok Nabila "kata Kalisa.


"terserah...jadi malam ini enggak singgah?"tanya Nabila lagi.


"kalau malam ini... maaf Nabila, karena anak di titipkan dengan mama."kata Kalisa.


"ya sudah... terima kasih banyak sudah mengantar sampai di depan rumah "kata Nabila.


"enggak apa-apa titip salam dengan Tante, semoga beliau cepat sembuh "kata Kalisa


"a...min... hati hati di jalan "kata Nabila


Mobil pun berjalan di bawa oleh Aldo dan melihat ke arah Reza.


"Reza...kamu sengaja kan ajak Nabila?"tanya Aldo.


"iya bang karena hari sudah malam apa lagi dia seorang perempuan"jawab Reza


"kalau seperti ini pantas lah kalau bang Reza mengajak bersama kita."kata Kalisa dari belakang.


Mereka bertiga jalan menyusuri kota di malam hari dan Kalisa masih ingat dengan pesanan nya tadi.


"bang Reza... jangan lupa pesanan qu tadi"kata Kalisa


Reza yang memang lupa dengan pesanan Kalisa."aduh...tadi Kalisa pesan apa ya..."kata Reza dalam hati.


"iya...abang enggak lupa"jawab Reza yang masih berpikir.


Aldo yang melihat kalau Reza sepertinya lupa,tapi dia sengaja mengerjai iparnya itu.


Tapi di arahkan nya ke tempat pesanan Kalisa, mobil berhenti di depan tempat jual martabak Bangka dan martabak Mesir.


Reza mau turun dari mobil melihat Kalisa yang sudah tertidur."tadi Kalisa mau martabak Mesir atau Bangka?"tanya Reza pada Aldo.


"lupa... ingat nya martabak aja belikan saja keduanya"kata Aldo yang mengerjai Reza.

__ADS_1


"iya ya bang...rasa apa kalau martabak Bangka?"kata lagi.


"biasanya dia suka coklat keju"kata Aldo.


"oke... pesan ke duanya biar aman sampai rumah"kata Reza turun dari mobil.


Ke dua tempat jualan ramai yang beli, jadi langsung pesan ke dua tempat. Di rumah orang nya rame jadi Reza beli dua bungkus martabak Mesir dan dia bungkus martabak Bangka rasa coklat keju dan rasa coklat kacang.


Menunggu pesanan di siapkan , sampai memakan waktu tiga puluh menit. Setelah selesai dia membawa bungkusan nya.


"banyak kali beli nya"kata Aldo.


"biar semua dapat bang, aqu lupa nanya abang mau rasa apa?"kata Reza.


"maksudnya?"


"bang Aldo mau martabak Bangka rasa apa?"kata Reza.


"apapun jadi... sudah enak itu "kata Aldo.


Setelah pesanan di dapat maka mereka pun kembali ke rumah, jam menunjukkan pukul sebelas malam. Untung nya Aldo selalu membawa kunci pagar dan rumah,jadi enggak perlu di bangunkan.


Kalisa terbangun karena mesin mobil mati dan AC otomatis tidak menyala.


"sudah di mana kita bang?"tanya Kalisa


"sampai depan rumah, ayo kita turun "ajak Reza


Mereka pun turun dari mobil dan Kalisa ingat dengan pesanan nya.


"bang...mana martabak Bangka?"tanya Kalisa.


"ini... sudah di beli"kata Reza menunjukkan ada empat bungkus plastik.


"lho...kok banyak kali? sampai empat plastik?"tanya Kalisa.


"dua martabak Bangka dan dua martabak mesir"jawab Reza.


"oh... yang satu ternyata pesanan bang Aldo?"kata Kalisa sambil masuk ke dalam rumah.


Reza yang di belakang tersenyum."oh... ternyata bang Aldo yang mau, kenapa dia enggak bilang? malah ngerjain aqu"kata Reza dalam hati.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote...vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2