
Ba'da Ashar Kalisa sudah memandikan Salsa, sehingga dia sudah wangi dan cantik. Selesai itu baru Kalisa mandi, sehingga mereka berdua sudah rapi hanya menunggu Reza pulang dari kantor."mana ya...papa Salsa?kok belum sampai juga?"kata Kalisa.
Tak berapa lama kemudian, orang yang mereka tunggu pulang juga. Kalisa dan Salsa sudah menunggu di ruang keluarga, tempat favorit semua anggota keluarga."Assalamualaikum..."kata Reza yang langsung masuk karena pintu depan memang sudah terbuka, sengaja di buka karena Kalisa juga mau pergi.
"wa'alaikum salam..."jawab Kalisa yang lagi bersalawat untuk Salsa.
"maaf agak telat, aqu ganti baju dulu"kata Reza sedikit sungkan karena Kalisa sudah menunggu nya.
Kalisa melihat kedatangan Reza dia hanya tersenyum mendengar perkataan nya.
Reza masuk kamar dan untuk mandi, sholat dan berpakaian rapi. Dia terburu buru melakukan nya, karena di tunggu orang membuat Reza sedikit panik. Selesai semua dia-pun keluar.
Ada mama dan pak Dharma yang lagi menggendong Salsa, mungkin karena cucu pertama dan hanya Salsa yang paling kecil di rumah ini jadi rebutan seisi rumah."eh... papa -nya sudah siap, jadi mau jalan jalan cucu oma"kata Bu Ros.
Kalisa mengambil Salsa dari tangan mama-nya"kami pergi dulu oma... opa..."kata Kalisa permisi pada orang tua nya.
"kami keluar dulu ayah...mama..."Reza permisi pada mertuanya dan di ikuti Kalisa dari belakang mengikuti Reza.
Kalisa bingung juga mau mengambil posisi duduk di mobil"kalau di belakang nanti di kirain Reza adalah supir, kalau di depan nanti di kirain istrinya. aduh....Kalisa jangan ge er,biar Reza yang menentukan kamu duduk di mana"kata Kalisa dalam hati.
Reza membukakan pintu mobil belakang karena supaya Kalisa lebih nyaman dan bisa menidurkan salsa kalau capek menggendong. Karena di bukakan pintu mobil Kalisa masuk sambil membawa Salsa.
Setelah Kalisa masuk ke dalam mobil, Reza ke depan untuk menjalankan mobil.
Tin
tin
Di bunyikan Reza klekson mobil menandakan mereka jalan pada pak Dharma dan Bu Ros.
Di jalan Reza melihat Kalisa dari kaca spion untuk melihat keadaan nya, ternyata Kalisa lagi melihat salsa yang masih tertidur."Kalisa kalau capek,salsa letakkan saja di kursi mobil."Reza memulai percakapan
"enggak apa kok bang, sudah biasa"jawab Kalisa.
"oh... ternyata duduk di belakang biar aqu dan Salsa duduk nya nyaman"kata Kalisa dalam hati.
"Tadi sudah Qu daftarkan pada dokter melalui telepon bang, jadi jangan ngebut jalan mobil nya"kata Kalisa
"iya..."jawab Reza sambil konsentrasi membawa mobil."mana mungkin aqu ngebut apa lagi bawa Salsa anak qu"kata Reza dalam hati.
Tidak ada banyak percakapan di antara Kalisa dan Reza, karena mereka juga belum akrab.Kalisa bertemu dengan Reza pada saat makan malam sebelum kejadian kecelakaan, jadi belum pernah almarhumah Dewi menceritakan sifat suaminya itu.
Sampai di sebuah klinik praktek dokter l yang kalau sore para dokter praktek di situ, ada dokter anak dan dokter kandungan. Kalisa yang membawa Salsa turun dari mobil bersama dengan Reza. Mereka menuju ke bagian dokter anak yang ternyata berada di bagian depan, Reza mendaftarkan pada perawat yang bagian administrasi.
"ada yang bisa saya bantu pak?"tanya perawat.
"mau konfirmasi, tadi kami sudah daftar melalui telepon"
__ADS_1
"atas nama siapa?"tanya perawat
Reza bingung menjawab, dia mencari keberadaan Kalisa atas nama siapa di daftar.
Karena kebingungan perawat menyarankan."coba tanya istrinya pak, tadi daftar atas nama anak atau ibunya"kata perawat.
Di lihat nya di kursi tunggu, Kalisa tidak ada. jadi dia kembali ke tempat pendaftaran."suster coba lihat atas nama Kalisa atau Nabila Salsabila"kata Reza.
Perawat mencari di bagian komputer, ternyata ada salah satu nama di sana."ada pak atas nama Kalisa,ini nama anak atau ibunya?"tanya perawat.
"nama bunda nya"jawab Reza sedikit gugup.
"mohon di tunggu sebentar pak, karena masih ada pasien di dalam"kata perawat.
Setelah pendaftaran Reza mencari keberadaan Kalisa dan Salsa ada di mana. Ternyata mereka berada di gang sebelah."Sudah di daftarkan bang"tanya Kalisa
"sudah sebentar lagi kita di panggil"
"ya sudah kita ke sana aja, iyakan salsa?"kata Kalisa sambil melihat anaknya.
Duduk di ruang tunggu dokter anak, sebelum di panggil Reza melihat Kalisa yang seperti mamanya Salsa,"begitu sayang nya Kalisa pada salsa, aqu sebagai papa-nya seperti tidak sedekat itu"kata Reza dalam hati.
Kalisa sengaja berjalan di rumah sakit supaya Reza tidak canggung bila mereka dekat.
15 menit kemudian perawat memanggil mereka."ibu Kalisa, silahkan ke dalam"kata perawat.
"ya suster"jawab Reza dan mendekati kalisa untuk masuk ke dalam.
"oh...iya bang"kata Kalisa
Mereka pun masuk ke dalam ruang pemeriksaan bersama.
Di dalam dokter spesialis anak yang cantik sudah menunggu."silahkan duduk bapak & ibu"kata dokter
Mereka berdua pun duduk mendengar perintah dokter."sudah berapa umur baby-nya"tanya dokter
"lebih kurang dua minggu dokter"Kalisa berinisiatif menjawab pertanyaan.
Dokter mencatat di sebuah buku kecil, atas nama Nabila Salsabila.
"oke berarti pulang dari rumah sakit belum ada imunisasi lain"tanya dokter lagi.
"belum dokter , berarti sekarang imunisasi polio dan BCG kan dokter?"kata Kalisa
Dokter mengerutkan keningnya mendengar jawaban Kalisa"iya Bu... seperti nya ibu juga seorang yang kerja di medis?"tanya dokter
"saya hanya bidan kok dokter"jawab Kalisa.
__ADS_1
"oh...ayo dek...ke tempat tidur, tapi sebelumnya di timbang dulu. Suster tolong di timbang, lingkar kepala"perintah dokter
Perawat memeriksa Salsa sesuai dengan perintah dokter, setelah itu di beri imunisasi polio dan baru BCG. Saat suntik BCG Salsa menangis, Kalisa menggendong dan memberikan susu formula."setiap bulan di kontrol ke sini ya... kalau bisa jangan sering diberikan susu formula"kata dokter.
Deg
Hati Kalisa mendengar kata dokter, sebenarnya dia tau tapi tak di jawab nya"mungkin karena tidak tahu kejadiannya sebenarnya"kata Kalisa dalam hati.
"pak tolong di dampingi istrinya, biar lancar ASI nya"kata dokter
"iya dokter"jawab Reza singkat dari pada dokter banyak pertanyaan.
"sudah selesai, bulan depan kita jumpa lagi ya Salsa"kata dokter mendekati Kalisa mendekati bayi tersebut.
Setelah semua selesai mereka pun keluar dari ruangan dokter, Kalisa menggendong Salsa dan Reza membawa tas perlengkapan bayi. Mereka seperti sebuah keluarga kecil yang baru membawa anak untuk kontrol di rumah sakit.
Siap semua saat nya mereka pulang"Kalisa kita singgah ke mall dulu bisa?"tanya Reza
"mau ngapain bang? sudah malam, besok saja bisa?"kata Kalisa
"oh...iya kasian salsa sudah malam, besok aja kita keluar lagi beli perlengkapan salsa. Dan mana tau ada yang mau kamu cari"kata Reza
"oh...iya besok saja yah...ada yang mau Kalisa cari"
Reza tak menjawab tapi hanya tersenyum dan mengangguk. Pas mau keluar rumah sakit
"Kalisa..."
Reza dan Kalisa menoleh kebelakang,
ada seseorang yang memanggil nya
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit
komentar yang membangun
serta jangan lupa
vote... vote... vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏