
Di perjalanan Aldo dan Reza hanya diam saja, kembali ke pikiran masing-masing. Tak berapa lama pun mereka sampai ke rumah, Kalisa sudah mandi bersama dengan salsa menunggu kepulangan Reza.
"Assalamualaikum...anak papa sudah wangi ya..."kata Reza
"Wa'alaikum salam...papa...eit... enggak boleh langsung cium,mandi sana..."kata Kalisa pada suaminya.
"oke...papa mandi dulu..."jawab Reza langsung masuk ke dalam rumah
Kalisa melihat ada abang nya yang ikut ke rumah nya."uwak Aldo juga ada... apa kabar wak? sehat kan...."kata Kalisa
"Alhamdulillah... sehat, sudah makin besar ya...salsa..."kata Aldo
"iya..bang Aldo malam ini nginap di rumah?"tanya Kalisa
"belum tau... rencananya sih seperti itu"jawab Aldo
"ya sudah... nginap di rumah saja, mandi sana ... sebentar lagi mau magrib"kata Kalisa.
"oke..abang mandi dulu, untung ada pakaian yang tinggal di sini"kata Aldo.
"ya sudah...bisa jumpa sama pak RT mana tau nanya tentang anaknya,ajak sama bang Reza kalau lagi ngobrol dengan pak RT"kata Kalisa memberikan dukungan.
"kamu bisa saja... bukannya sebentar lagi abang akan di jodohkan dengan anak Bu Mariana?"kata Aldo
Kalisa berpikir sejenak dengan jawaban Aldo."siapa Bu Mariana?"tanya Kalisa
__ADS_1
"ih...kamu itu... Mariana itu nama mamanya Nabila teman kamu"kata Aldo.
"astaghfirullah hal'azim...kok bisa lupa aqu nama mama si Nabila"kata Kalisa.
Melihat abangnya biasa saja, tidak ada pertanda kalau suka dengan Nabila tapi ingat dengan nama mamanya."cie...cie... sepertinya sudah ada lampu hijau dengan Nabila"kata Kalisa sambil masuk rumah mendekati Aldo.
"lampu hijau lalu lintas boleh jalan, kalau dengan Nabila kamu tunggu saja perkembangan selanjutnya"kata Aldo langsung masuk kamar tamu dan mau mandi.
Kalisa yang tinggal berdua dengan salsa akhirnya masuk ke dalam kamar mau melihat sang suami di kamar.Ternyata Reza sudah siap mandi dan mencari sesuatu di lemari."cari apa bang?"tanya Kalisa
"baju koko karena abang mau magrib di sana saja dan mau ajak bang Aldo"jawab Reza.
Salsa yang ada di gendongan di letakkan Kalisa ke dalam box baby."bentar ya gadis mama karena mau carikan baju papa"kata Kalisa pada anaknya.
Membuka lemari tengah karena di sana tempat baju yang di gantung."bang...ini bajunya..."kata Kalisa memberikan pada suaminya.
"sama sama..."jawab Kalisa.
Reza yang masih memakai handuk terlilit di pinggang, dia mau buka handuk tersebut sembarangan."bang... jangan kebiasaan seperti itu,salsa sudah bangun.walaupun dia masih bayi tapi tolong di jaga pandangan nya"kata Kalisa.
"oh...iya...iya... maaf...lain kali enggak abang buat lagi"jawab Reza.
Akhirnya Reza memakai pakaian dalam dengan balutan handuk, setelah itu baru singlet,baju dan sarung."wah...papa sudah keren ya...jadi terpesona melihat nya"kata Kalisa.
"wah...jadi tersanjung papa mendengar nya, sebelum ke mesjid...papa mau menggendong baby girl..."kata Reza mendekati dan menggendong Salsa.
__ADS_1
Seperti sudah mengenal sosok sang papa,dia riang di angkat oleh papa keluar dari kamar.
Di ruang keluarga ternyata Aldo sudah siap menunggu adik ipar dari kamar."bang Aldo sudah rapi nih...sama sama pakai baju Koko?"tanya Kalisa
"iya...ya... sebenarnya ini sengaja di tinggal di sini agar kalau ke sini enggak bawa baju lagi, pulang dari kantor ke sini sudah ada baju."kata Aldo.
Suara mengaji di mesjid sudah berkumandang, biasanya lima belas menit sebelum azan suara mengaji itu terdengar. jadi Reza dan Aldo pun berjalan kaki ke mesjid.
"kami jalan dulu ya...salsa sama mama lagi"kata Reza.
"sini anak mama...papa dan uwak mau ke mesjid."kata Kalisa mengambil anaknya salsa.
"salsa baik budi sama mama ya...."kata Aldo
"iya uwak...semoga ketemu dengan pak RT "kata Kalisa
Aldo hanya tersenyum dan geleng kepala,"bang Aldo kenapa senyum sendiri?ada yang lucu?"tanya Kalisa
"kamu itu yang lucu, doa nya cepat dapat jodoh kok malah ketemu pak RT"kata Aldo
"maksudnya gini loh uwak Aldo,jumpa pak RT mana tau bisa jadi menantu nya"kata Kalisa.
"sudah telat...mama lebih setuju dengan Nabila!"kata Aldo.
"oh... berarti sudah mau dengan Nabila?"kata Kalisa
__ADS_1
"terserah lah...abang ikut apa kata mama, bukannya doa orang tua bisa menembus pintu langit"kata Aldo yang langsung beranjak keluar rumah mengejar Reza yang sudah jalan duluan.
Reza memang sengaja jalan duluan karena kalau di tungguin abang dan adik itu tidak akan habis bicara nya,jadi kalau Reza sudah jalan tentunya Aldo akan mengikuti dari belakang.