
Pagi hari di rumah Kalisa sudah heboh karena pagi ini dia mempersiapkan sarapan untuk dua orang. Reza yang sudah selesai berpakaian mau pergi ke kantor bersama Aldo.
Reza keluar kamar membawa Salsa mau melihat ke dapur, apakah makanan sudah selesai atau belum."mama...di mana ?"kata Reza.
"mama masih di dapur...ada apa?"kata Kalisa.
Mendengar suara masih di dapur, Reza ke dapur melihat istrinya."sudah... panggil bang Aldo biar sekalian kita sarapan"kata Kalisa.
"oke...kita panggil uwak Aldo dulu ya salsa"kata Reza ke kamar tamu.
Belum sempat mengetuk pintu kamar ternyata Aldo pun keluar kamar."sudah siap juga ,yuk sekalian sarapan"ajak Reza.
"oh... sudah masak Kalisa?"tanya aldo.
"sudah bang...dia tunggu di meja makan"kata reza.
Mereka pun ke ruang makan dan Kalisa sudah menunggu di sana."salsa sama mama, biar papa sarapan dengan uwak"kata Kalisa mengambil dari tangan Reza.
Dua laki laki tersebut pun duduk di meja makan, dan Kalisa ikut duduk di antara mereka berdua."bang Reza tadi aqu dapat what's up dari puskesmas,kata mereka mulai besok aqu sudah bisa masuk."kata Kalisa
"wah...jadi kamu sudah kerja? sudah konsultasi dengan mama?"kata Reza.
"belum lah..."jawab Kalisa.
Aldo yang melihat sepasang suami istri itu lagi ngobrol,maka dia pun memberikan solusi."ya sudah Kalisa, telpon mama dan kabari dia. nanti pasti dapat solusi nya"kata Aldo.
"iya bang Aldo setelah salsa mandi lalu tidur baru di telpon"jawab Kalisa sambil melihat makan dan minum sudah lengkap.
"ya sudah... semua sudah lengkap jadi aqu mau mandikan salsa"kata Kalisa lagi.
Reza dan Aldo sarapan sementara Kalisa memandikan anaknya setelah itu dia pun memberikan susu."bulan depan kamu sudah di buat mp asi,wah...anak mama sudah mulai besar"kata Kalisa berbicara pada anaknya.
Tanpa di sadari ternyata Reza sudah di kamar karena mau permisi untuk pergi kerja, di lihat Reza istrinya lagi memakaikan baju salsa.
"Kalisa...aqu pergi dulu ya... hati hati di rumah"kata Reza.
"iya..."kata Kalisa mencium punggung tangan suaminya sementara Reza mengecup kening istrinya.
Kalisa ikut mengantarkan suami yang mau kerja sementara salsa di letakkan di box baby sebentar."hati hati di jalan ya..."pesan Kalisa pada dua orang laki laki.
"oke...kamu juga hati hati di rumah ya dek"kata Aldo.
Mobil berjalan di bawa oleh Reza karena itu memang mobil nya. Tak begitu memakan waktu lama jadi sampai kantor juga belum terlambat. Sampai di kantor ternyata sudah ada seseorang yang menunggu Reza.
"Reza..."
Yang di panggil menoleh dan ternyata dia mengenal orang tersebut dan Reza mendekati orang tersebut.
__ADS_1
"Nindy...ada apakah?"tanya Reza.
"aqu mau tanya tanya tentang rumah dan mau membeli nya"kata Nindy.
"oh... kalau itu sekarang bagian urusan abang ipar qu, sebentar di panggil kan"kata Reza
Tanpa menunggu jawaban dari ni Nindy,maka Reza mendekati abang ipar. Dia enggak mau berurusan dengan Nindy karena nanti akan jadi tambah masalah."bang Aldo, tolong itu teman qu mau beli rumah."kata Reza.
Aldo melihat orang yang di tunjuk Reza dan dengan tidak bersemangat menjawab."malas ah...dia mau sama kamu"kata Aldo.
"jangan begitu bang,, aqu enggak mau nanti jadi masalah."kata Reza.
"maksudnya apa Reza ? masalah apa?"tanya Aldo.
"aduh bang...abang mau kalau aqu dan Kalisa jadi bermasalah hanya karena dia"kata Reza.
Mendengar jawaban yang jadi masalah akhirnya Aldo mau membantu"nanti kamu jelaskan dengan qu ya... pasti dia pacar masa lalu mu"kata Aldo
"iya... aqu hutang penjelasan pada abang"kata Reza.
Mereka berdua pun mendekati Nindy yang lagi menunggu dan Reza pun memulai percakapan."Nindy... ini abang ipar qu yang akan membantu mu"kata Reza
"oh... sudah pernah kamu kenalkan pada qu"jawab Nindy.
"oh...iya... kalau begitu kami boleh tau ibu Nindy mau cari rumah tipe berapa? jadi biar bisa kita Carikan yang cocok untuk ibu"kata Aldo menjelaskan.
"tipe rumah 36 sampai tipe rumah 120 kami ada Bu, sekarang ibu mau cari tipe berapa?"tanya Aldo.
"saya mau cari dua rumah tapi bingung tipe berapa"kata Nindy.
Nindy yang sebenarnya sudah tidak berminat karena Aldo yang melayani nya."sebenarnya aqu sudah tidak berselera membeli rumah"kata Nindy dalam hati.
Setelah melihat satu persatu brosur perumahan, akhirnya Nindy pun permisi karena sudah tidak berselera."ya sudah pak...saya bawa saja brosur ini biar bisa diskusi dengan suami"kata Nindy.
"harus diskusi dulu, karena suami berhak tau lho"kata Reza.
"ya sudah Bu...kami tunggu berita selanjutnya, kalau berminat bisa hubungi nomor ini"kata Aldo menjelaskan dan memberikan brosur yang ada untuk di bawa pulang.
Nindy menerima brosur yang di berikan Aldo dan karena tidak ada lagi yang mau di tanyakan akhirnya dia pun pamit."oke lah kalau begitu, saya permisi dulu"kata Nindy sambil berdiri.
"iya Bu...kami tunggu kabar selanjutnya, kalau mau tanya tanya bisa hubungi nomor what's up yang tertera"Kata Aldo sambil menunjukkan nomor di sudut bawah kertas brosur.
"terima kasih Nindy,kami tunggu kabar selanjutnya"kata Reza.
"ya... pasti Reza, aqu hubungi kamu saja"kata Nindy.
Reza tidak menjawab dan Aldo pun diam saja."saya permisi dulu"kata Nindy.
__ADS_1
"terima kasih, silahkan"kata Aldo.
Setelah Nindy keluar maka ke dua laki itu pun menuju lift untuk menuju ruangan mereka, sambil berjalan Aldo menanyakan adik iparnya."dia itu pasti mantan pacar mu?"kata Aldo
"iya bang...tapi itu masa putih abu-abu, aqu sudah enggak respect dengan dia kok"kata Reza.
"tapi dia yang penasaran dengan mu?"kata Aldo.
"ya... sepertinya seperti itu, Kalisa sudah pernah jumpa dia kok"kata Reza.
"lho...kok bisa, reaksi Kalisa pasti cemberut dan marah!"kata Aldo
"marah enggak sih...tapi cemberut pasti lah, itu sih normal.kalau dia tidak cemberut atau cemburu aqu pasti sedih bang"kata Reza.
"apa yang kamu sedihkan? Kalisa pasti sudah cinta sama kamu."kata Aldo.
"Alhamdulillah... kalau begitu, aqu pasti orang yang beriman mendapatkan nya. apa lagi kalau Kalisa itu orang nya setia"kata Reza.
"makanya kamu harus bersyukur dan menjaga kepercayaan Kalisa terhadap mu"kata Aldo
"iya bang...insha Allah aqu akan menjaga kepercayaan nya"kata Reza.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
sekuntum mawar merah
secangkir kopi hangat di persembahkan untuk author
☺️☺️☺️.
dan juga
vote... vote... vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1