Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.103


__ADS_3

Daniel resah karena panggilan teleponnya tak diangkat baik oleh mbak Yuyu maupun Bening.Sepanjang perjalanan ke apartemen gadis itu ia mengirim pesan WhatsApp untuk memintanya agar tak pergi ke manapun dengan Malvin atau Meva atau siapapun yang mungkin disuruh oleh Malvin.


Dirinya semakin kesal saat lift masih dalam perbaikan sehingga ia harus menaiki tangga menuju unit yang ditinggali adiknya.


"Astaga,mas Daniel??Itu mukanya kenapa mas?"mbak Yuyu memejamkan matanya sejenak karena kaget melihat penampakan yang ada di depannya.


"Adek,ada mbak?"tanya Daniel dengan nafas ngos-ngosan sambil kepalanya celingak-celinguk.


"Baru aja pergi..."jawab mbak Yuyu.


"Ke mana mbak?Sama siapa?"tanya Daniel mulai panik.


"Nggak tau mas, katanya dijemput sama temannya..."ungkap mbak Yuyu.


"Temannya?cewek apa cowok mbak?"urai Daniel.


"Nggak tahu saya,mas.. Tadi non perginya buru buru banget, jadi nggak sempat nanya banyak..."kata mbak Yuyu dan ia terus fokus memandangi penampilan Daniel yang berantakan.


"Oh my God..."Daniel tampak ketakutan lalu melangkah pergi.


"Mbak nanti kalau dia pulang tolong kabarin ya.."Daniel menoleh sejenak untuk mengatakan pesannya yang tadi lupa ia sampaikan.


"Itu mukanya diobatin dulu mas..."teriak mbak Yuyu seolah olah dia paham bagaimana menangani luka memar.Daniel tak peduli tentang keadaannya dan penampilannya yang berantakan.Dia hanya ingin mengetahui keberadaan Bening di , dengan siapa dia pergi, dan apakah dia aman aman saja.


"Sorry Bas,aku ganggu.Kamu di mana?Bening sama kamu nggak?"tanya Daniel saat panggilan telepon sudah tersambung.


"Enggak..aku lagi di studio,dia ada di apartemennya,lagi istirahat mungkin.Kenapa emangnya,Dan?"jawab Bastian.


"Enggak... enggak..tadi aku telpon nggak dia angkat soalnya,aku kira kamu masih sama dia."terang Daniel lalu mengakhiri pembicaraan.


Ia kembali menghubungi Bening tetapi gadis itu tak mengangkat teleponnya, pesan yang dikirim pun belum ia baca.


Daniel juga menghubungi Malvin namun panggilannya di luar jangkauan dan hal itu membuat Daniel merasa frustrasi.


"Awas aja kalo lu sampai ngelakuin yang aneh sama adek gue,gue akan bikin hidup lu menderita Malvin..."Daniel bersumpah dalam hatinya.


Ia kembali mendatangi rumah Malvin barangkali sahabatnya itu ada di sana.Meva yang tengah duduk di depan rumahnya berdiri ketika melihat Daniel berjalan ke arahnya.


"Selamat sore Mev..."sapanya.


"Sore kak..."alangkah kagetnya gadis itu saat melihat wajah Daniel dari dekat seperti baru saja dikeroyok warga.

__ADS_1


Meva sempat berdebat dengan Bening sebelumnya mengenai panggilan untuk Daniel.Bening merasa sahabatnya itu tidak sopan saat langsung saja memanggil namanya dengan sebutan Daniel.Bening bahkan mengancam Meva tidak mau berkomunikasi dengan abangnya Malvin jika ia tak sopan lagi memanggil Daniel.Karena itulah Meva memanggil Daniel dengan sapaan kakak.


"Malvin ada?"tanya Daniel tanpa basa-basi.


"Loh,bang Malvin kan tadi pergi sama kamu?sama kakak maksud aku..."Meva meralat ucapannya karena segitu inginnya ia melihat kakaknya bahagia sehingga apapun permintaan Bening akan ia turuti asal sahabatnya itu tidak mengecewakan kakaknya.


"Iya, tapi tadi dia udah pulang.. mungkin belum sampai kali..Ya, udah aku pulang dulu..."pamit Daniel tak mau membuang buang waktunya.


"Tunggu dulu kak..."ujar Meva lalu mendekati Daniel.


"Itu wajahnya kenapa?Kok memar gitu kayak kena tinju.Kakak baru habis berantem ya?Sama siapa? Karena masalah apa?"tanya Meva tak bisa menahan rasa penasarannya sehingga memborong beberapa pertanyaan untuk pemuda itu.


"Iya... kamu benar.Ini masalah cowok kok,biasa..."penjelasan Daniel terdengar gamblang dan semakin menambah rasa penasaran.


"Oh... tapi bukan sama abangku kan, berantemnya?"sekali lagi Meva ingin memastikan.


Tak menjawab, Daniel hanya tersenyum kemudian melangkah masuk ke dalam mobilnya untuk segera pergi dari tempat itu.


πŸŒΎπŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸŒΎ


Bening sudah berada di dalam sebuah rumah makan.Ia tengah mencari seseorang yang akan ia temui yaitu Widya.


"Hey...."Widya tampak mengangkat satu tangannya saat melihat Bening kesulitan.


Gadis itu berdiri menyambut Bening.Tubuhnya terlihat ramping bak model, dengan mengenakan gaun yang memperlihatkan lekukan tubuhnya juga makeup yang semakin mempercantik wajahnya.Bening menjadi risih dengan penampilannya sendiri.


"Ben....."seru Widya lalu membawa Bening dalam pelukannya.


"Iya,Wid ..."Bening membalas pelukannya.


"Miss you..."ujar Widya.


"Miss you too..."kata Bening.


"Wah .. kamu semakin cantik aja Ben..."pujinya lalu kembali memeluk Bening.


"Kamu yang tambah cantik Wid....**** lagi... orang orang nggak akan tahu kamu sudah punya Daniah.Dikira kamu masih gadis..."puji Bening seadanya.


"Kamu itu ya, dari dulu suka banget muji... nggak berubah tahu nggak..."elak Widya.


"Emang benar gitu... Gimana dong?"perasaan ragu dan kaku yang sebelumnya menghantui kini. perlahan hilang setelah bertemu Widya.

__ADS_1


"Thank you ya,Ben....ayo silahkan duduk..."ujar Widya.


Tak bisa dipungkiri, Bening sempat memikirkan apa yang akan ia lakukan jika kembali bertemu dengan kawan lamanya tersebut.Teman yang memiliki sejuta kisah pernah direnda bersama.Bayang bayang masa lalu terlintas, semua kisah yang pernah mereka alami baik suka maupun duka.


Bastian bahkan sempat ragu saat memberi tahunya kalau Widya ingin bertemu bahkan ia menawarkan diri untuk menemani Bening jika menemui Widya.Mungkin karena tahu bagaimana kisah mereka dulu dan hal itu membuatnya waspada tak ingin Bening merasa tidak nyaman atau Widya kembali berulah padanya.


Meskipun Widya telah memberinya pelajaran yang sangat berharga tentang persahabatan dan kisah cinta yang sempat membuat Bening sangat kecewa kepadanya karena merasa dikhianati dan tak dihargai.


Tetapi saat bertemu Widya semua rasa sakit dan benci menjadi hilang berganti rasa rindu dan bersyukur karena masih bisa dipertemukan kembali.


"Kamu, apa kabar?"tanya Bening setelah keduanya duduk.


"Baik...,, kamu sendiri?"Widya bertanya balik.


"Baik .. sehat..."jawab Bening dengan senyum sumringah.


"Wow, udah jadi dokter ya sekarang, spesialis lagi .. Selamat ya....maaf, baru ngucapin sekarang..."kata Widya sambil memegang tangannya.


"Nggak apa-apa, Wid... Kan kita juga baru ketemunya sekarang.Makasih ya.."Bening menepuk-nepuk tangan Widya lembut.


"Sorry....soal minggu lalu.Aku pulang ke Bali karena mau ketemu Daniah, mau bawain oleh oleh buat dia...Oh, iya titip salam dari dia..Dia cerita tentang kamu loh,Ben..."ucap Widya.


"Oh, ya?Dia bisa bilang apa?"tanya Bening.


"Dia bilang dia punya teman yang tinggal di Jakarta.Namanya aunty Ben, seorang dokter yang sangat cantik, baik.Pokoknya banyak banget,Ben.Anak sekecil itu loh, seusianya dia bisa cerita tentang kamu dengan sangat baiknya, bagaimana kamu memperlakukan dia.Aku, ibu kandungnya sampai iri,tahu nggak.Waktu mommy Mel cerita kalau dia sakit maunya diobatin kamu,aku jadi gimana gitu.Jadi keinget dulu.Daniah itu aku banget, dulu sering andelin kamu,eh malah nurun ke dia..."tawa lucu mengalun indah dari mulut Widya membuat Bening juga ikut tertawa.


Widya sedikitpun belum menyinggung tentang Daniel karena berpikir bahwa jika menyebut nama pemuda itu berarti pembicaraan mereka pasti serius dan kaku.


Handphone Widya, berbunyi.Nama Daniel terpampang di layarnya.Baru saja ia memikirkannya sekarang malah muncul dalam panggilan telepon membuat ekspresi wajah Widya seketika berubah.Ia membuat handphone dalam mode diam dan memasukannya ke dalam tas.


Ia tersenyum kikuk pada Bening kemudian berpikir untuk segera membicarakan hal penting pada Bening, sebelum Daniel menemukan mereka.


"E..kamu mau makan apa?Aku traktir ya, sebagai ucapan terima kasih aku karena sudah sayang sama Daniah"ungkap Widya.


"Apaan sih Wid... Daniah itu gemesin,lucu, menyenangkan, penghibur hati.Nggak sulit untuk menyayangi anak itu... padahal tadinya aku maunya,aku yang traktir loh,Wid..."meskipun belum lapar tetapi Bening juga tak enak hati jika menolak tawarannya.


"Oke ..oke,lain kali ya...Bu dokter traktir ya..."gurau Widya membuat keduanya tertawa.


"Kamu mau tahu nggak kisah tentang Daniah..."kata Widya saat keduanya sejenak diam.


"Boleh.."Bening mengangguk.Ia sudah mendengar tentang anak itu dari Daniel hanya versinya tidak lengkap dan tak ada data yang bisa membuktikan kebenarannya.

__ADS_1


Oleh karena itu,Ia juga ingin mendengar cerita dari Widya.Kisah tentang Daniel, Widya dan Daniah pernah membuatnya menangis dan kecewa teramat dalam.Tak ada salahnya jika ia mengetahuinya,toh hal itu selalu membuatnya penasaran selama bertahun-tahun.


__ADS_2