Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.58


__ADS_3

"Kamu?" ujar bu Melia tak percaya.


Pria itu tertawa.


"Kenapa?kamu kaget saya bisa tahu semuanya?Kamu pasti lebih kaget lagi kalau saya tahu bahwa sebenarnya gugatan perceraian kamu disetujui oleh pengadilan, bahkan keputusannya sudah keluar.Hanya saja bule itu tidak terima lalu mengajukan banding ke pengadilan.."jelas pria itu dengan santainya.


Bu Melia mencoba untuk berpikir cermat.Ia sadar pria yang berada di hadapannya sekarang berbahaya dan bisa membawa masalah baginya dan keluarganya karena itu ia ingin bersikap siaga terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi.Ia pernah bertunangan dengannya jadi ia tahu bagaimana perawakannya.


"Saya tidak kaget kalau kamu tahu dan saya tidak peduli tentang itu.Semua orang punya masa lalu, punya masalah bahkan sampai akhir hayat.Karena Tuhan sudah menganugerahkan hidup dan nafas secara gratis maka kewajiban seorang manusia adalah menyelesaikan setiap masalah dalam hidupnya..."bu Melia sebisa mungkin mengatur nada bicaranya agar tak terkesan gugup.


"Wow... kamu religius ya sekarang...?setelah hampir dua puluh tahun, kamu banyak banget perubahannya,makin cantik, ****.."pak Andre bertepuk tangan dan menatapnya dengan tatapan menggoda membuat bu Melia merasa tak nyaman.


"Tapi sayang sekali,bule itu malah selingkuh..ck..ck..ck... kasihan banget kamu,Mel..by the way saya nggak ditawari minum?"tambahnya.


"Selamat sore bu..."sebuah suara menyapa, mengagetkan keduanya.


"Pak Richard... selamat sore..."bu Melia merasa lega asisten pak Daniel tersebut datang di saat yang tepat sehingga dia tidak merasa sendirian.


"Selamat sore bu.."jawab pak Richard santun.


"Saya sudah baca dokumennya... Makasih ya... saya senang sekali dengan isinya..."ujar bu Melia.


"Saya boleh ambil dokumennya,bu?"tanya pak Richard.


"Oh iya, boleh... saya ambil dulu ya...pak Richard silahkan duduk..."bu Melia segera beranjak dari situ sedangkan pak Richard menggantikan posisinya.


Ia tak peduli lagi dengan keberadaan pak Andre di situ.Semoga dengan demikian pria itu bisa segera pulang karena tak ada yang menghiraukannya.

__ADS_1


Saat bu Melia pergi pak Richard memanfaatkan waktunya baik baik untuk berbicara dengan tamu yang datang ke rumah bosnya yang ia lihat di CCTV yang sudah terpasang di beberapa titik di rumah itu.


Di malam pergantian tahun, saat pertama kalinya pak Andre bertemu bu Melia, bosnya melihat ada yang mencurigakan dari cara pak Andre menatap bu Melia.Ia pun meminta asistennya untuk mulai mencari tahu tentang pria yang pernah menjadi tunangan sang istri.Dari awal ia datang ke Bali, tujuannya untuk apa dan kenapa secara kebetulan ia menginap di hotel milik mereka.


Atas anjuran pak Darwin, timnya memasang CCTV di rumah tersebut untuk memantau gerak gerik pak Andre.Ternyata ketakutan pak Darwin terbukti juga.Pria itu nekad datang ke rumah untuk menemui istrinya.


Pak Darwin tak pernah menyebut bu Melia sebagai mantan istrinya karena keputusan banding dari pengadilan belum keluar sehingga ia masih merasa bahwa bu Melia adalah istrinya.Itu yang selalu ia katakan kepada orang terdekatnya yang ia percayai.


"Apa kabar Win property,pak?"pak Richard mulai melakukan aksinya.Sedangkan pria yang saat ditinggal bu Melia asyik dengan rokok yang dihisapnya itu menjadi kaget.


"Anda siapa?"tanyanya.


"Saya Richard..asistennya pak Darwin Scott yang rencananya akan bekerjasama dengan Win property milik pak Andre untuk pembangunan luxury hotel di daerah Jimbaran?Atau saya salah ya?"pak Richard berbasa-basi membuat pria itu hampir menelan semua asap rokoknya.


"Jadi pak Darwin itu?"pak Andre mulai penasaran.


Ya, dia adalah orang yang diutus dari perusahaannya untuk menemui pak Darwin.Karena terlalu terobsesi dengan bu Melia membuatnya tak fokus pada tujuan utamanya.Sampai ia lupa untuk mencari tahu karena dipikirnya masih ada waktu apalagi dirinya datang lebih cepat dari jadwal pertemuannya.Entah bagaimana ia akan bertanggung jawab terhadap kesalahannya.


"Maaf... maaf, sebenarnya saya tahu pak Darwin Scott itu orang yang akan saya temui hanya saja saya tidak tahu kalau beliau adalah istri dari mantan tunangan saya.. Soalnya jadwal pertemuan saya dengan beliau masih minggu depan.."pria itu berdalih.


"Jangan mimpi, pak.Pertemuan itu tidak akan terjadi.Anda salah start.."tegas pak Richard.


"Tidak bisa seperti itu,pak?Kita sudah ada jadwalnya.Masa batal hanya karena urusan pribadi? Saya akan tetap menemui pak Darwin dan berbicara dengannya.. "sanggah pak Andre tak terima dengan penjelasan pak Richard.


"Saran saya lebih baik jangan ngotot,pak.Bos saya tidak akan mentolerir orang yang sudah mengusik kehidupan pribadinya apalagi keluarganya.Lagian anda juga sudah mencari tahu di mana pak Darwin sekarang.Lebih baik anda pulang, fokus pada kekasih anda,mumpung masih di sini, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk rencana anda bersama kekasih anda.Kasihan dia, jika tahu anda hanya mempermainkannya.."pak Andre berdiri.


Ia geram dengan ucapan pak Richard yang tahu semua kartunya.Sedikitpun ia tak berniat untuk meminta maaf.

__ADS_1


"Satu lagi.Jangan pernah datang ke sini lagi atau mengganggu bu Melia.Mata saya ada di mana mana untuk mengawasi anda.So,jika tak mau kenyamanan anda diusik jangan pernah mengusik kehidupan orang lain.Saya serius dengan ucapan saya.. Tolong anda pertimbangkan sebaik mungkin. "pak Andre melanjutkan langkahnya tak mau menanggapi ucapan tersebut.


"Oh,iya..anda melupakan rokok anda.. Tempat ini bebas polusi, pak.."tambah pak Richard.


Terpaksa pria itu mengambil barangnya yang tertinggal.Ia tak menyangka bisa kehilangan harga diri dengan datang ke tempat itu.


"Heh... rumah bebas polusi tapi pemiliknya penyakitan.. kalian pikir saya saya kalah?Saya tidak akan takut sama ancaman receh..Kamu harus bantu saya mendapatkan kerjasamanya Mel...Jika tidak kamu akan menerima akibatnya..."tekad pak Andre dalam hatinya setelah keluar dari rumah itu.


"Ini dokumennya pak..Maaf tadi lama... telponan sama daddy soalnya..." bu melihat sekitar.Mencari sosok pria yang tadi menjadi tamunya sebelum kedatangan pak Richard.


"Dia sudah pulang,bu..."pak Richard tahu siapa yang tengah dicari bu Melia.


"Oh, syukurlah.."wanita itu menghela nafas lega.


"Nanti kalau dia datang lagi atau menemui ibu dimanapun itu tolong segera hubungi saya"bu Melia mengangguk.


Daniel datang ke rumah Bening setelah bolak balik mengantar Widya.Ia merasa harus berbicara dengan adiknya tersebut.Tetapi langkahnya berhenti saat melihat motor milik Bastian terparkir di depan rumah.


"Loh,Daniel? kenapa berdiri saja nak?Ayo masuk..."ajak bu Livia yang melihatnya hanya berdiri.


"Iya,tante... makasih..."jawabnya santun.


Tampak Bening sedang dilatih bermain gitar oleh Bastian.Telinganya terasa panas saat melihat Bastian sedang memegang jari tangan Bening.Ia marah karena Bening tak menolak sedikitpun dengan sentuhan itu.


"Ben..ada Daniel..."ujar sang bunda mengagetkan putrinya.Serentak, Bening melepas gitarnya seperti orang yang tertangkap basah.


"Ayo, duduk kak..."kata Bening canggung.

__ADS_1


__ADS_2