Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.113


__ADS_3

Bening memejamkan matanya sejenak untuk berpikir dan ia pun memilih untuk tidak meladeni pertanyaan sahabatnya meskipun ia ingin sekali untuk segera menjawabnya.


Ia tak mau membuat situasinya menjadi keruh saat dirinya baru memulai sebuah hal yang baru.Oleh karena itu, ia harus berbicara berdua saja dengan sahabatnya jika situasinya sudah pas.


"Boleh nggak aku jawab pertanyaan kamu nanti aja..aku mau segera pergi karena ada janji, penting banget..Aku janji akan cerita sama kamu setelah selesaiin semuanya.."Beni berusaha memberinya pemahaman.


"Tapi yang aku tanyain juga penting,Ben...ini mengenai kakak aku.."sanggah Meva.


"Yang mau aku temuin sekarang adalah kakak kamu, Mev..."jelas Bening.


"Ngapain? untuk apa kamu menemuinya?Toh kamu nggak akan ngerubah keputusan kamu,kan?"Meva benar benar tak bisa tenang.


"Bisa nggak kita bahas ini nanti aja...aku buru buru dan aku nggak mau berdebat sama kamu dulu.. please ngerti ya..."pinta Bening dengan wajah memelas.

__ADS_1


"Aku benar-benar sangat kecewa sama kamu,Ben...Aku kecewa bukan karena kamu jadiannya sama kak Bastian,sama siapapun itu aku tetap kecewa.Dan abang aku adalah orang yang paling dirugikan dalam hal ini.Aku pikir kamu orang yang paling konsisten.Ternyata aku salah"Meva terus berceloteh dan berusaha membuat sahabatnya merasa bersalah.


"Mev, perasaan itu nggak bisa diatur semau kita.Kamu tahu berapa tahun aku bersama kak Bastian dan baru semalam kami jadian.. Kamu juga melihat sendiri bagaimana proses yang sudah kami lalui.Bukan berarti aku mau bandingin sama kakak kamu yang baru saja aku kenal belum ada sebulan..."jelas Bening.


"Tapi abang aku jatuh cinta banget sama kamu,Ben.. Cukup kamu ngecewain dia waktu itu,aku nggak bisa lihat abang aku sesakit itu gara gara kamu..Dia udah jauh jauh ke sini hanya untuk kamu.,."ujar Meva.


"Tapi,cinta saja nggak cukup,Mev.Harus saling jatuh cinta."jawab Bening.


"Tapi kamu beneran cinta sama kak Bastian?"pertanyaan Meva benar benar menguji perasaannya.


"Tapi aku tetap kecewa sama kamu,Ben..."kata Meva.


"Nggak apa-apa.Aku ngerti kok..Aku pergi dulu ya, kasihan kakak kamu pasti udah nunggu dari tadi.."baru saja Bening hendak melangkah pergi,sosok yang mereka bicarakan muncul dan berjalan mendekati keduanya.

__ADS_1


"Loh,bang..kok ke sini?Tadi katanya abang lagi nunggu di cafe"sambut Meva.


"Maaf kak..aku baru aja mau ke sana..."ucap Bening.


"Nggak apa-apa.. karena kamu bilang akan pergi dengan gojek makanya aku ke sini..."kata Malvin dengan senyumnya.


"Tapi aku udah biasa kok.."Bening merasa bersalah.Seandainya saja Meva tidak menahannya, mungkin ia sudah berangkat dari tadi sehingga Malvin tak usah repot-repot menjemputnya.


Meva melirik ke arah sahabatnya dengan tatapan kecewa.Ia kecewa melihat sebegitu perhatiannya kakaknya pada Bening.


"Ya udah, kalau gitu kalian pergi gih sana..."kata Meva.


Keduanya pun berjalan beriringan ke tempat parkiran.Bening terlihat kaku dan salah tingkah saat Malvin berjalan di belakangnya dan ia merasa kalau pemuda itu membuat video atau mungkin memotretnya.Tapi Bening tak mau berpikir negatif dan ia pun terus saja melangkah sambil mengusap lehernya sendiri.

__ADS_1


"Cara kamu berjalan aja udah membuat aku jatuh cinta Ben.Kamu tampak dari belakang aja udah membuat aku terpesona dengan betis kamu yang indah banget.."ucapnya lalu menyimpan handphonenya sebelum gadis itu mengetahui apa yang ia lakukan.


__ADS_2