Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.70


__ADS_3

"Gimana kondisinya?"tanya Widya.


"Baik..."Daniel menjawab singkat.


"Pasti dia nyalahin aku ya,atas kecelakaan ini? Untung dia baik baik saja.Kalau enggak,orang tuanya pasti marah banget sama aku dan nggak tahu deh gimana caranya menghadapi mereka..Dia nanyain aku, nggak? Ben,ngomong apa, tadi?"tanya Widya bertubi-tubi.Begitu besar rasa ingin tahunya meski hidungnya masih terpasang oksigen.


Gadis itu tak mengeluh sedikitpun.Tidak pusing, tidak nyeri meskipun Dahinya terluka dan dipasang perban.


Daniel hanya tersenyum karena sesungguhnya ia juga tak tahu persis bagaimana kondisi Bening.Yang ia tahu hanyalah bahwa gadis itu tengah menjalani operasi.


"Mami kamu,mana?"tanya Daniel berusaha mengalihkan pembicaraan.Ia tidak melihat keberadaan bu Vitha saat masuk tadi.


"Mami ke ruangan dokter.Ada yang mau mereka bicarain sekalian mau beli makanan.Tadi aku udah bilang ke mami kok.Jadi kak Daniel nggak usah takut.Malah tadi aku bilang kakak bakal nemenin aku di sini dan jagain..."Daniel merasa aneh.


"Terus,mami kamu bilang apa?"tanyanya tidak yakin.


"Mami bolehin.."Daniel mengernyitkan dahinya.Mungkinkah bu Vitha mulai menerimanya?Atau karena Widya lagi sakit jadi ia turuti saja permintaannya?


Daniel masih penasaran bagaimana ceritanya mereka sampai kecelakaan.Rasa bersalahnya terhadap Bening membuai ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya.Ia pun berpikir untuk menanyakannya.Mudah mudahan saja Widya tidak merasa tersinggung dengan jawabannya.


"Wid, kalau aku nanya sesuatu,kira kira kamu bakal tersinggung, nggak?"Widya mengernyitkan dahinya.Tapi ia tak bisa menebak apa yang akan ditanyai pacarnya.


"Tergantung.Kamu nanya apa dulu?Kalau nanyanya aku udah makan apa belum,masa tersinggung?Malah senang dong diperhatiin.."jawab Bening memberikan gambarannya.


"Aku mau nanya,kok kalian bisa kecelakaan itu ceritanya bagaimana?"Daniel harap harap cemas tapi ia harus tahu jawabannya segera.


Ekspresi wajah Widya mulai berubah, tapi ia tak langsung membantah pernyataan tersebut.Itu tandanya ia tak marah dan sepertinya akan bersedia mengisahkan kronologi kejadiannya.

__ADS_1


Benar saja,setelah mengatur posisi duduknya menjadi lebih nyaman,Widya pun mulai bercerita dari awal pak Andre ke rumah,perdebatan mereka, bagaimana bu Vitha tersulut emosi dan menamparnya.Tak ada yang ia lewati termasuk niatnya untuk menunjukkan kepada ibunya bahwa pak Andre bukanlah orang yang baik, termasuk bukti bukti foto dan video yang entah mengapa bisa hilang begitu saja dari handphonenya.


Lalu Bening datang tepat saat mereka berada di puncak perseteruan mereka.Widya dengan cermat nya meniru semua kata yang diucapkan pak Andre tentang Bening dan Daniel yang dianggap telah mengkhianati dirinya.Pak Andre bahkan hendak menunjukkan videonya sebagai bukti bahwa apa yang ia ucapkan benar adanya hingga Widya terpancing dan memaksa Bening untuk ikut bersamanya menemui Daniel agar semua tuduhan itu bisa dikonfirmasi langsung oleh Bening dan Daniel.


Daniel tak menyangka seperti itu kronologinya.Rasa bersalahnya semakin menjadi jadi dan kembali ia menyesal.Rasanya ia ingin segera berlari menemui Bening dan meminta maaf atas semua kejadian itu.


"Menurut kamu aku salah nggak sih?"Widya pun merasa menyesal.


"Iya,Wid... seandainya saja kamu tidak terpancing dengan kata-kata pak Andre.Kamu tahu dia bukan orang yang baik, kenapa kamu terpengaruh?Jika saja kamu bisa menahan diri mungkin semua ini tidak akan terjadi.. Kasihan Ben,dia jadi korban.."Wajah Daniel sangat muram.


"Tapi aku juga korban?Kami berdua sama-sama mengalami kecelakaan itu..."bantah Widya.


"Iya, tapi kamu?"Daniel tak melanjutkan ucapannya.Ia tetap memilih untuk tidak menceritakan kondisi Bening sesungguhnya


"Aku kenapa?"tantang Widya.Gadis itu menjadi marah.


"Jadi yang dibilang pak Andre itu benar kan?Ben sebenarnya suka kan sama kamu? Atau jangan jangan kamu lagi yang sebenarnya suka sama dia?"Daniel menghela nafas dalam.Ia kesal karena lagi lagi Widya mempermasalahkan hal yang sama yang pernah mereka bahas berulang ulang.


Ia juga kecewa,gadis itu sepertinya mudah sekali melupakan kebaikan orang lain untuknya terutama Bening.Padahal Bening sudah menganggapnya sebagai seorang sahabat.Buktinya gadis itu selalu ada saat Widya membutuhkannya.


Daniel jadi ragu jika Widya tahu bahwa Bening dioperasi mungkin saja ia akan senang.


"Jadi kamu menganggap aku bodoh?"Widya memulai lagi.


"Karena apa yang kamu katakan itu tidak benar.."jawab Daniel.


"Kalau nggak benar, kenapa kamu menahan Ben untuk membatalkan liburannya?Dia bilang ke aku, kalau ia harus berangkat ke sana karena kakeknya sakit dan sangat ingin bertemu dengannya.Bahkan dia menunjukkan tiketnya ke aku.Jika kemudian ia malah membatalkan keberangkatannya itu artinya kamu lebih penting daripada kakeknya?Apa itu artinya? Bukanlah itu berarti kamu adalah orang yang spesial untuk,Ben?Jadi sudah pasti juga kalau dia suka dong sama kamu,iya nggak?"Daniel hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Terserah kamu saja, yang terpenting tidak seperti itu kenyataannya.Sekarang lebih baik kamu istirahat.Aku mau ketemu mama,dia di sini untuk jenguk Ben..."kata Daniel lalu hendak berjalan pergi.


"Oh iya,ada yang aku lupa Tentang ibu kamu..."Daniel menghentikan langkahnya.


"Mungkin kamu perlu mengawasi ibu kamu.Sepertinya dia memiliki hubungan yang khusus dengan pak Andre di masa yang lalu bahkan bisa jadi sampai sekarang.Dan mungkin juga itu menjadi salah satu penyebabnya orang tua kamu bercerai.Itu yang dibilang pak Andre ke aku..."ucap Widya tanpa berpikir terdahulu.


Daniel menoleh dengan wajah garang.


"Jangan sembarang bicara kamu.."ucapnya.Widya baru kali ini melihat Daniel semarah itu, tergambar jelas di wajahnya.Telinga Daniel memerah.


"Sekarang kamu terpancing juga kan sama kata kata pak Andre?Aku hanya mengulanginya.Berarti kita sama dong?"Widya tak gentar sedikitpun.


"Karena kamu sudah membawa bawa orang tua saya..."tegas Daniel.


"Tapi apa yang dibilang pak Andre itu benar.."ujar Widya.


"Jadi kamu percaya? Kamu yang benarnya gimana? Kamu bilang pak Andre bukanlah orang yang bisa dipercaya?Lalu sekarang apa?"cerca Daniel.


"Aku ada videonya,Dan...Di situ jelas sekali mommy kamu berduaan sama pak Andre entah kebetulan atau tidak, tapi yang aku lihat pak Andre ngegombalin mommy kamu,megang tangannya bahkan berlutut di hadapan mommy kamu..Aku ada buktinya.Tapi nggak tahu kenapa, videonya tiba tiba saja hilang padahal semalam masih ada.Kalau kamu nggak percaya ini handphone aku.Coba nanti kamu minta pak Richard buat dapatin kembali videonya.."Daniel menjadi gerah.


Jantungnya berdebar mendengar semua penuturan Widya.Ia terpancing juga.Selama ini ia selalu bertanya tanya apa penyebab kedua orang tuanya berseteru tapi hingga sekarang ia belum menemukan jawabannya.


Daniel pernah berpikir dan menebak nebak mungkinkah salah satu dari antara mereka selingkuh? Mungkinkah ibunya? Ayahnya tahu lalu stres kemudian menjadi sakit?


Daniel merasa kepalanya hendak pecah.Bagaimana tidak,badai yang selama ini menghancurkan kebahagiaan mereka kini telah diketahui penyebabnya.Meskipun ia merasa masalahnya telah usai tetapi teka teki yang tak ia tahu jawabannya kini terjawab.Tapi mungkinkah itu jawabannya? Benarkah ibunya selingkuh?


Daniel mengusap kasar wajahnya.Ia mengatur napasnya.Setelah beberapa menit,ia berhasil menenangkan pikirannya.

__ADS_1


"Kalau aku percaya dengan mudahnya kata kata pak Andre,itu artinya aku akan berdosa terhadap mommy dan daddy.Karena itu aku terima tawaran kamu.Aku akan menemukan kembali videonya, setelah itu aku akan menemui pria tua itu..."Daniel mengambil handphone milik Widya dan segera membawanya pergi.


"


__ADS_2