Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.30


__ADS_3

Widya menjadi sangat gelisah.Amarah dalam hatinya bergelora.Ia ingin tahu siapa yang telah memberikan bunga tersebut.Setahu dirinya, Bening tidak sedang berulang tahun.Lalu apa yang dimaksud Bening dengan tulisannya special gifts?


Apa maksudnya?Rasa penasaran itu semakin bergemuruh.


Ia pun menghubungi sang pacar.Sudah tiga kali ia mencoba untuk menelepon tetapi Daniel tak mengangkatnya.Widya menjadi semakin kesal.Dikirimnya sebuah pesan yang mengatakan bahwa ia memiliki sesuatu hal yang harus dibicarakan segera.Karena tak kunjung mendapatkan balasan,ia pun kembali mengirim pesan yang berisi ancaman jika sampai jam 9 malam tak ada respon dari Daniel maka ia memilih untuk putus.


Sementara itu Bening, Daniel dan kedua orang tuanya tengah bercanda gurau di taman rumah mereka.Gelak tawa nan riuh terdengar di antara kebersamaan itu.Ingin rasanya semua hal yang indah itu tak cepat usai.


"Ma... udah telpon tante Livia belum?"tanya Daniel kepada ibunya.Sebab hari semakin sore, adiknya itu tetap berada di rumahnya.


"Udah kok.. Daddy udah telpon uncle Cahyo.. mereka akan ke sini tapi tunggu setelah prakteknya selesai.."jawab ayah Bastian.


Bening menatap mereka bingung.Ia ingin meminta penjelasan apa maksud pembicaraan mereka.Mungkinkah yang dimaksud Daniel adalah izin dari ibunya tentang dirinya yang berada di situ? Tetapi ia sudah mengirim pesan kepada ibunya kalau ia akan pulang terlambat dan bu Livia mengizinkannya.


"Mommy juga sudah telpon Via kok... Pokoknya beres.."tambah Bu Melia.


"Syukurlah kalau begitu.."ungkap Daniel dengan raut wajah bahagia.


"Maksudnya gimana,kak?"tanya Bening bingung.


"Ada dong... surprise..."sahut Daniel.


Bening mencebikkan bibirnya.Ia kesal dengan jawaban laki laki tersebut.


"Kalau begitu saya mau pamit pulang tan..."Bening merasa dirinya harus segera pulang ke rumahnya karena hari sudah sore.Walaupun ia sudah meminta izin untuk pulang terlambat tetapi bukan berarti harus sampai larut.Paling tidak ia tidak melewatkan waktu makan malam bersama kedua orang tuanya.


"Jangan dong ..kan papa sama mama kamu mau ke sini.Kita akan dinner bersama.Kebetulan hari ini juga ulang tahunnya Daddy Darwin..."Bu Melia melarang Bening untuk pulang.


"Oh ya? Beneran om?"Bening memastikan kebenaranya kepada yang bersangkutan.Pria paruh baya tersebut hanya tersenyum disertai anggukan.


"Selamat ulang tahun om.... semoga lekas sembuh, panjang umur dan bahagia..."Bening memeluknya sembari mengucapkan doa yang terbaik untuknya.


"Amin...amin..."Pak Cahyo pun mengamini semua doa itu.


"Kenapa nggak bilang tadi kak, waktu kita di jalan..biar bisa beli kado..."omel Bening kepada Daniel.


"Kadonya nanti nyusul aja dek.Lagian, kayaknya daddy nggak butuh kado.Nanti kalau aku yang ulang tahun kamu wajib memberi kado.."Bening semakin cemberut mendengar perkataan Daniel.


Pak Darwin tersenyum melihat keduanya.

__ADS_1


"Kan tadi kamu udah memberi doa yang terbaik buat daddy.. Jadi itulah kadonya"Pak Darwin menjawab bijak.


"Sorry dad..."jawab Bening.


"It's okay...tapi nanti malam sepertinya daddy akan meminta kado sama papa kamu.Dan dia harus ngasih"ungkap pak Darwin.


Bening hanya tersenyum karena dirinya tahu tentang persahabatan mereka yang terjalin sejak lama.Wajar jika keduanya tak lagi sungkan untuk saling meminta sesuatu.


Bu Melia pun kini memikirkan kado yang akan dia beri buat mantan suaminya.Ia sendiri bingung apakah harus memberikan kado atau tidak setelah 4 tahun permasalahan mereka.Jika ia harus memberikan kado, berarti ini pertama kalinya setelah status mereka yang baru.Meskipun ia sudah bertekad untuk melakukan yang terbaik sebelum pak Darwin pulang ke negaranya untuk berobat tetapi tetap saja hatinya dilanda risau.


"Well....saya mau ke dapur ya...mau masak buat dinner kita entar.Kalian lanjut saja ngobrolnya...."Bu Melia berdiri berpamitan kepada mereka.


"Ngapain masak,mom...kan tadi udah pesan?"tanya pak Darwin.


"Masak buat daddy..kan nggak boleh sembarangan makan.."Bu Melia mengingatkan.


"Oh...thank you mom.."Pak Darwin mengulum senyum haru.Ia bangga dengan perhatian yang diberikan oleh ibu dari putranya.Seandainya waktu bisa berputar kembali ia tidak akan melakukan kesalahan itu yang telah membuat Bu Melia terluka, tidak bisa mengampuni kesalahannya yang pada akhirnya memilih untuk bercerai.Tetapi ia tak ingin gegabah.Sebab untuk yang sekarang, dengan Bu Melia bisa berkomunikasi dengan dirinya saja sudah lebih dari cukup.


Ia juga bertekad dalam hatinya akan berjuang untuk sembuh dan setelahnya akan berjuang kembali untuk wanita yang menjadi pemilik hatinya.


Bening terharu melihat pemandangan itu.Ia yang sudah mengetahui apa yang telah terjadi pada mereka


"Tunggu tan...aku ikut.."Bening berdiri mengikuti Bu Melia masuk kembali ke dalam rumah.


Tinggallah Daniel dan ayahnya yang terpaku menatap langkah mereka.


"Gimana kabarnya Widya?"tanya pak Darwin kepada putranya.


"Baik dad.Aku malu ketemu tante Livia,dad"curhat Daniel membuat ayahnya tak paham.


"Kenapa?Emang ada masalah?"Daniel sejenak diam.Ia bingung bagaimana menjelaskannya.Menyadari hal itu,sang ayah mendekat dan menepuk-nepuk punggungnya lembut.


"Tante Livia tahu aku pacaran sama Widya..."Daniel menatap ayahnya dengan risau.


"Ya, terus kenapa? kenapa mesti malu?"timpal pak Darwin.


"Nggak tahu juga, pokoknya aku ngerasa nggak nyaman aja ditambah lagi dengan kejadian tadi, nanti kalau tante Livia tahu aku yang udah buat kakinya adek terluka, gimana dad?"Daniel benar benar dilanda kekhawatiran yang tinggi.


Ayahnya malah tersenyum melihat tingkahnya yang lucu.

__ADS_1


"Kok malah senyum dad?aku serius ini"protes Daniel.


"Iya..iya.. tapi coba kamu lihat Bening..dia malu nggak ketemu sama mommy dan daddy?Walaupun kami tahu bahwa dia pacaran sama Bastian...Dia biasa aja tuh.."sepertinya pak Darwin ingin melihat reaksi anaknya ketika ia berkata demikian.


"Apa?si adek pacaran sama Bastian?"Daniel mendadak kaget.


"Masa kamu nggak tahu.?"timpal pak Darwin dengan wajah datar sedangkan putranya kini tak tenang, gelisah dan marah.Sepertinya ia tidak terima dan tak rela jika adiknya itu dipacari oleh Bastian.


"Tapi beneran dad? emang adek bilang gitu?"sangkal Daniel.Ayahnya hanya tersenyum karena sesungguhnya ia hanya melihat reaksinya jika Bening dan Bastian jadian, walau kenyataannya tidaklah benar.


Karena tak mendapat jawaban yang pasti dari ayahnya, Daniel pun berdiri untuk bertanya langsung kepada adiknya.Pak Darwin hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


Daniel masuk ke dapur.Dilihatnya Bening dan ibunya sedang sibuk memasak sambil bercerita.Karena itu,ia mengurungkan niatnya untuk menanyai gadis itu dan melangkah ke kamarnya.


Perasaannya tidak tenang.Diambilnya handphonenya untuk mengirim pesan kepada Bening bahwa dirinya ingin bicara.


Tetapi saat membuka ponselnya ia kaget melihat banyaknya panggilan telepon juga pesan masuk dari Widya.


Sementara itu Bening yang sempat melihat Daniel, langsung meminta izin kepada Bu Melia untuk menyusulnya karena dari sorot matanya, sepertinya ia ingin menyampaikan sesuatu.


"Hallo Wid... selamat sore"sapanya lembut setelah telepon itu tersambung.


"Kenapa baru telpon sekarang?Dari tadi ke mana? ngapain aja?"omel Widya tanpa membalas sapaan dari pacarnya.


"Maaf...tadi nggak pegang handphone"dengan suara yang merendah Daniel menjawab.


"Kenapa nggak pegang? Kamu sengaja ya,biar nggak ada yang ganggu kebersamaan kalian?"Bening terus saja berceloteh.


"Maksudnya?"tanya Daniel masih dengan suara pelan.


"Kamu sedang bersama Bening kan?Kamu jujur saja, sebenarnya kamu suka kan sama dia, sampai ngasih dia bunga segala..?"Daniel kaget mendengarnya.Tetapi ia tak mau terpancing dengan semua tuduhan itu.


"Memang benar aku tadi ngasih dia bunga.Bening itu sudah aku anggap seperti adik aku sendiri.Jadi nggak mungkin kan aku suka sama dia.Kalau aku suka sama dia gimana bisa nembak kamu?Lagian kamu pasti tahu sedekat apa keluarga aku dengan keluarganya.Jadi please jangan negative thinking dulu"jelas Daniel.


"Terus kenapa dia bilang spesial gift?itu artinya apa,coba?"Daniel mengernyitkan dahi tak mengerti.


"Bening bilang begitu ke kamu...?"ujar Daniel.


"Tidak..tapi dia posting di Facebook seperti itu..coba aja kamu cek?"tantang Widya.

__ADS_1


Daniel terus memberi pengertian kepada pacarnya.Walaupun ia kesal dengan semua ancaman gadis itu, tetapi dirinya bertekad untuk lebih sabar mengingat banyaknya masalah yang dialami Widya juga kesehatannya yang harus menghindari stress.


__ADS_2