Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.94


__ADS_3

"Hallo dek.. selamat pagi..."ucap Daniel dengan senyum yang khas.Senyum yang sekian lama tak terlihat.Senyum yang dulu membuatnya jatuh hati.Senyum penghibur hati yang pada akhirnya memberi rasa kecewa.Senyum yang sekian lama hilang.


Bening tetap saja terkejut melihat kedatangannya, padahal ia tahu bahwa pemuda itu pulang.Persis seperti dugaannya kalau pemuda itu pasti akan datang lagi untuk menemuinya.


Daniel berdiri tegap di depan pintu dengan tubuh yang lebih berotot dan sudah berbeda tampilannya.Lebih tinggi dengan wajah yang semakin tampan dan senyum itu selalu terlihat sama.


"Selamat pagi..."jawab Bening tanpa membalas senyumannya.Ekspresi yang ia tunjukkan malah terlihat sedih dan takut.


Pemuda itu tertegun memandangnya.Memandang wajahnya yang Bening dan mempesona.Rasa rindu yang telah memuncak membuatnya ingin sekali memeluk adiknya tersebut tetapi melihat ekspresi wajah Bening yang seperti itu,rasa bersalah pun muncul.


"Dek..."Daniel hendak memeluknya tetapi Bening langsung mundur untuk menghindar.


"Maaf saya mau pergi.Ada perlu apa ke sini?"tanya Bening tanpa melihatnya.


"Dek...maaf..."ucapnya.


"Tolong langsung pada intinya.Ada perlu apa ke sini?Saya hampir terlambat.."ucap gadis itu.


Di luar dugaan Bening pemuda itu membungkuk dan berlutut hendak bersujud di kakinya


"Astaga,apa yang kamu lakukan?Tolong jangan seperti ini..."Bening berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya apalagi tangannya masih memegang secangkir kopi.Dengan terpaksa ia menelan sisa kopi tersebut daripada tumpah di kepala Daniel.

__ADS_1


Tingkahnya tersebut sontak membuat Daniel tersenyum gemas padanya.Daniek tahu,di tengah amarahnya ia masih bersikap hormat padanya terbukti dengan apa yang baru saja ia lakukan.


"Saya mau bicara dek.. tolong beri saya waktu..."mohon Daniel.


"Ok e, kalau begitu,ayo,berdiri.Saya nggak suka sandiwara.Apa yang kamu lakukan ini drama"kata Bening


"Nggak apa-apa dek.. saya seperti ini saja..."ucap Daniel.Ia tahu dengan Bening tak memanggilnya kakak menandakan gadis itu masih marah padanya.Karena itu ia ingin terlihat sungguh sungguh meminta maaf bukan drama seperti yang disebut Bening.


"Oke kalau kamu masih seperti ini,kita tidak bisa bicara..Lain kali saja dengan cara yang lebih sopan dan beretika"ungkap Bening membuat kakaknya langsung berdiri.


"Saya minta maaf kalau apa yang baru saya lakuin itu nggak sopan.I'm really sorry.Terima kasih karena masih mau membukakan pintu untuk saya, juga bicara dengan saya.Walau terdengar drama, tetapi saya sungguh sungguh.Saya akan menunggu waktu dari kamu dek, untuk kita bicara..."Bening diam mendengarnya.Sungguh ia tak percaya dirinya bersikap seperti itu sesuatu yang di luar dirinya.


"Oke.. secepatnya kita akan bicara.Sebentar siang jam 1,temui saya di depan rumah sakit.Saya bekerja di rumah sakit yang ada di sebelah apartemen ini.Baiklah, karena tidak ada lagi yang mau dibicarakan, jadi kamu boleh pulang karena saya juga mau berangkat sekarang..."ucap Bening membuat Daniel terbelalak tak percaya dirinya diusir dengan cara yang halus.


"Selamat pagi...maaf saya telat ya..?"dokter Rio tiba tiba saja muncul di antara keduanya yang tengah diam.


"Ada tamu?"Rio melirik ke arah Daniel.


"Oh, iya...ini suaminya teman saya dari Bali...Tapi sudah mau pulang kok dok..."ungkap Bening sontak membuat Daniel seperti tercekik.Tadinya ia penasaran bagaimana Bening akan memperkenalkan dirinya pada temannya.Tetapi ternyata tidak sama sekali.Malah untuk kedua kalinya ia mengusirnya dengan caranya.


Ia jadi paham kenapa adiknya menjaga jarak dengannya saat mereka berbicara.

__ADS_1


"Oh,gitu.. hallo..."sapa dokter Rio ramah.


"Jadi gimana?Maaf ya, udah buat kamu menunggu .."pinta Rio.


"Enggak kok,dok... masih ada waktu beberapa menit lagi.Mau berangkat sekarang?"tanya Bening tanpa peduli lagi dengan kakaknya yang berdiri di sebelahnya dan terus memandangnya.


"Boleh..tapi saya boleh ngopi dulu nggak?Kata nenek kopi buatan kamu enak banget.Boleh nggak aku coba?Oh iya,ini kemarin ada titipan dari nenek.."pinta Rio tanpa malu lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.Daniel geram mendengarnya.Ia berharap dalam hatinya, adiknya akan menolak permintaan pemuda tersebut.


"Oh gitu... boleh dong.. dengan senang hati saya akan membuatnya.Tapi nenek berlebihan.Maaf kalau nantinya nggak sesuai seleranya dokter Rio.."ucap Bening.Ekor matanya bisa menangkap rasa kecewa yang terpancar dari wajah kakaknya.


"Makasih... Saya benar-benar beruntung..."ungkap Rio membuat Daniel geli.


"Mari ... silahkan masuk..."ucapnya mempersilahkan dokter Rio masuk.


"Oh,iya.. titip salam buat Widya.Bilang sama dia saya punya waktu untuk bertemu karena kata kak Bas, Widya mau ketemu saya..."Daniel yang masih berpikir Bening akan mengajaknya masuk dan dibuatkan kopi juga harus menelan pil pahit karena lagi lagi harapannya nihil.


Bening pun masuk dan menutup pintu.Sedangkan Daniel menarik nafas dalam untuk mengumpulkan kesabarannya.


Bersama Rio bening berjalan menuju parkiran.Bening terus tertawa saat pemuda itu bercerita tentang dirinya yang kemarin datang ke rumah yang dulu pernah ditinggali Bening, rumah neneknya.Ia berkisah bagaimana ia dicecar dengan berbagai macam pertanyaan.Rio bahkan dengan lucunya menirukan gaya neneknya berbicara membuat Bening tak henti hentinya tertawa.


Daniel yang masih menunggu mereka di dalam mobilnya merasa iri dengan Rio yang berhasil membuat adiknya tertawa selepas itu.

__ADS_1


"


__ADS_2