
"Iya,mom.Kami pacaran"jawab Daniel tak berani melihat wajah ibunya.Bukan karena ia takut ketahuan,tapi ia merasa tidak nyaman saja jika ibunya tahu.
"Oh...gitu?sejak kapan?"bu Melia mulai mencari tahu.Ia duduk di samping putranya.
"Pokoknya belum genap sebulan kok mom.."jawabnya dengan malu-malu.
"Terus Widya sama Bening masih temenan,kan?Dia tahu kalian pacaran?"tanya sang bunda.
"Iya,masih mom..mereka masih berteman baik...adek tahu kami pacaran.."Daniel menatap ibunya.
"Terus kenapa Widya cemburu,sama si adek lagi..."bu Melia terus bertanya untuk mendapatkan jawaban yang sebenarnya juga untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan putranya.
Ia berharap putranya tetap mau berbagi dengannya meskipun itu tentang hubungan istimewanya dengan lawan jenis.Biasanya anak laki-laki akan lebih tertutup mengenai hal tersebut, tetapi wanita itu ingin agar Daniel bisa terbuka terhadapnya.
"Nggak tahu mom.Mungkin karena aku juga dekat sama si adek.."Daniel berbicara seadanya.
Sang bunda tersenyum mendengar jawaban Daniel.
"Mommy mau nanya sama kamu boy,siapa Bening buat kamu?"Daniel mulai bingung.
"Maksudnya,mom?"tanyanya.
"Ya,maksud mommy.. Bening bagi kamu itu adik,teman atau apa gitu?"sang bunda memberi contoh.
__ADS_1
"Dia itu kan udah aku anggap seperti adik sendiri,mom... mungkin lebih ke sahabat juga sih mom..."papar pemuda itu seperti masih ragu dengan ucapannya.
"Sister or friend?"tanya Bu Melia.
"Both of them..."Daniel meyakini jawabannya.
"Really?Are you sure?"Daniel berpikir sejenak.
Ia mengakui dalam hatinya sangat menyayangi adiknya tersebut.Mungkin seperti itulah semua kakak di dunia, akan menyayangi dan berusaha menjaga adiknya.
"Aku yakin mom...aku menyayangi si adek karena dia itu adik aku, saudari aku,yah...aku yakin cinta seorang kakak ke adiknya itu seperti yang sekarang sedang terjadi pada kami.Aku menyayangi Ben seperti dia juga menyayangi aku..Widya juga tahu itu..."jelas Daniel membuat ibunya malah tersenyum.
"Kalau Widya tahu,harusnya dia nggak cemburu dong... tapi semuanya tergantung kamu boy..., kamu pasti nggak mau kan nanti pacar kamu sama sahabat kamu ini jadi berantem atau salah paham gara gara kamu... Ingat, Widya sama adek itu sudah berteman lama juga, jadi sayang kan kalau hubungan pertemanan mereka jadi korban gara gara kamu..."bu Melia memberi nasihat kepada putranya.
"Terus,aku harus gimana mom?"Daniel menatap ibunya dengan serius.Ia ingin mendapat solusi dari ibunya.
"Susah mom..aku nggak tega sama adek..aku takut nyakitin perasaannya.."terlihat jelas dari semua perlakuannya selama ini terhadap adiknya, kalau ia begitu menjaga dan melindunginya.Sang bunda pun bisa melihat semua itu dengan jelas.
"Sahabat atau adik yang baik justru akan bahagia melihat sahabat atau kakaknya bahagia.Awalnya pasti ada rasa cemburu.Itu wajar wajar saja.Namun, ketika kamu terlihat benar-benar serius dan bahagia sama pacar kamu,pada akhirnya sahabat kamu juga akan ikut bahagia.Apalagi jika pacarmu adalah orang yang terbaik untukmu..."Daniel mulai diam dan merenungkan ucapan ibunya.
"Tapi gimana kalau nantinya si adek malah menjauhi aku,mom."Daniel bertanya lagi ketika dilihatnya ibunya hendak berdiri meninggalkannya.
"Kamu harus tahu dong,boy.Kira kira apa alasan si adek menjauhi kamu.Jangan nyakitin perasaannya.Terkadang,saking dekatnya malah bikin kalian juga sering berantem.Tapi pasti kalian tak akan tahan untuk bertengkar lama lama.Iya,kan?Sayangnya,kita sering menganggap remeh kehadiran sahabat kita karena saking sudah sangat akrab dan selalu bersama.Sahabat adalah orang yang selalu ada bersama kita pada saat apapun.Jadi,sebisa mungkin hargai keberadaannya, jangan sakiti perasaannya..."Daniel tertegun mendengarnya.Ia mulai dihinggapi perasaan bersalah mengingat semua perlakuannya selama ini yang sudah menyakiti perasaan gadis itu.
__ADS_1
"Aku takut mom..."Bu Melia memegang tangan sang putra untuk menenangkannya.
"Kalau kamu takut kehilangan si adek,berarti dia adalah orang yang berarti buat kamu..Tapi lebih takut mana, kehilangan pacar atau sahabat?"Daniel malah semakin bingung sekarang.
"Gini aja boy...coba lihat persahabatan antara daddy dan mas Cahyo.Bukan karena mereka sama sama laki laki lalu kamu menganggap berbeda dengan persahabatan antara kamu dan Bening.Tetapi lihat bagaimana mereka saling mensupport satu sama lain.Menjaga perasaan satu sama lain.Berkorban satu sama lain.Bagaimana mas Cahyo juga bisa membuat keluarganya menyayangi kita berdua selain daddy.Di saat daddy sakit pun dia tidak sedikitpun meninggalkannya.Bahkan dia bela belain akan mengantar Daddy nantinya.Persahabatan mereka benar-benar sejati.Mommy sangat sangat bersyukur, daddy punya sahabat sebaik mas Cahyo.Mommy harap kamu bisa mencontohi mereka.Bukan berarti harus sama persis.Tapi paling tidak kamu memiliki gambaran.Apa arti sahabat? Kurang lebih seperti Mas Cahyo dan daddy, dalam suka maupun duka,dari muda sampai tua.."Bu Melia menerangkan dengan begitu bangganya terhadap sang putra.
"Kamu tahu, dirawat pacar saat sakit itu,memang romantis,tapi apa kamu yakin pacarmu mau melihat saat kamu muntah,flu parah atau menret? Berbeda dengan sahabat.Kamu bebas untuk tampil seperti apa pun dalam kondisi apapun.Kamu paham kan maksud mommy?"Daniel jadi ingat saat Bastian diserang diare.
Ia ingat bagaimana Bening dengan setianya menemaninya, memberi bantuan tanpa ada rasa jijik sedikitpun bahkan sampai mengantarnya ke rumah sakit.Ia juga ingat tiga tahun lalu saat ia mabuk karena alkohol yang ia minum terlalu banyak.Ia sedih dan stress melihat orang tuanya bertengkar dan selalu membicarakan kata cerai.
Waktu itu dirinya muntah berkali kali bahkan mengenai pakaian yang dipakai oleh sebening, bukannya marah tetapi gadis itu malah merawatnya, menghiburnya,tak menyalahkan tindakannya bahkan menemaninya saat dirawat di rumah sakit.
"Mom,aku takut mengambil pilihan yang salah.Aku akan bersikap seimbang kepada keduanya,biar Widya nggak cemburu lagi..."tekad Daniel begitu bulat.
"Mommy yakin kamu pasti bisa,boy.By the way, beruntung banget ya,si Bastian.Punya pacar sebaik si adek"mendengar kalimat itu Daniel langsung meradang.Ia sungguh tak terima jika keduanya pacaran.
"Nggak lah mom.Mereka nggak pacaran.Aku nggak setuju...Si adek nggak boleh pacaran"kini giliran Bu Melia yang heran tapi dalam hatinya ia bisa menilai apa yang tengah terjadi pada putranya tersebut.
"Kenapa?"
"Belum cukup umur!!"tegas Daniel seadanya.
"Loh,udah 17 tahun kan dia?udah boleh..yang penting bisa jaga diri,kan?"kata sang bunda.Padahal ia hanya ingin memancing sang putra dan mendapat jawaban dari sesuatu hal yang ia yakini dan pikirkan.
__ADS_1
"Justru itu mom...Aku takut dia nggak bisa jaga diri...Dia boleh pacaran,tapi nanti saat umurnya pas untuk itu.Tunggu sampai usianya 25 tahun.."Daniel berkata seolah olah dia adalah orang tuanya.
"What?"tanya bu Melia tak percaya akan pernyataan Daniel.