Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.109


__ADS_3

Para pelayan mulai menjamu mereka.Berbagai menu barbeque tersedia di atas meja seperti yang disukai gadis itu dulu.


"Tadi sebenarnya aku pengen ngajak kamu untuk barbequean.Tapi karena kamu kelihatannya buru buru, jadi batal deh..."Awalnya Daniel sempat percaya diri menyiapkan semua menu dinner yang disukai Bening, bahkan ia berpikir untuk kembali mengulang semua hal yang dulu selalu mereka lakukan bersama sama.


"Oh,gitu? Maaf, aku emang nggak bisa lama lama kak..."ucap Bening.


"Iya, nggak apa-apa dek,biar lain waktu aja..."Sahut Daniel dengan percaya dirinya.


"Aku nggak bisa janji sih, untuk itu kak.."Bening langsung mematahkan harapannya.


"Oh... nggak apa-apa dek.."ucap Daniel sembari menunjukkan senyum terbaiknya meski dalam hatinya ia merasa sedih.


"Suka nggak sama menunya? Kalau nggak suka,bisa diganti kok.. atau mau makan apa?Ada chef yang nanti masakin menu requestnya..."kata Daniel.


"Nggak usah kak... nggak usah repot-repot..ini semua sudah lebih dari cukup... lihat aja udah suka, pasti nanti lebih suka lagi kalau udah coba..."jawab Bening bijak.


Jika dibandingkan dengan Widya, Bening terlalu jauh berbeda dari karakter dan attitudunya dan hal itu yang membuat Daniel tak mau membuang buang waktu lagi untuk memiliki hatinya.


"Baguslah kalau gitu...Biar masih bisa datang lagi nanti kalau kangen sama menunya..."Daniel tak hentinya berharap mereka akan sering memiliki waktu bersama.


"Ayo, dimakan dek..."tawar Daniel.


"Makasih,kak..."ucap Bening saat pemuda itu dengan telatennya mengambilkan satu persatu menu dan diletakkannya di piring gadis itu.


Daniel begitu terpesona saat Bening tak langsung memakannya.Ia menutup matanya dan mulai berdoa.Semilir angin segar meniup wajahnya hingga rambutnya yang terurai tersibak.Pemandangan itu sungguh menyejukkan hati yang menatapnya.


Perlahan Daniel pun menutup matanya dan mulai berdoa juga.Bening yang terlebih dahulu membuka mata tersenyum memandanginya.


Keduanya mulai mencicipi hidangan yang ada.


Di bawah langit Jakarta,keduanya akhirnya memiliki waktu untuk dinner dengan suasana yang sangat romantis setelah sekian lamanya.Meskipun situasinya demikian tetapi Bening tak ingin terlena dan tetap pada keputusannya.

__ADS_1


"Aku suka banget tempat ini kak.Tempatnya sangat bagus.. Aku yakin nanti setelah diresmikan, akan banyak orang yang tertarik dengan tempat ini dan melakukan banyak acara spesial di sini..."kata Bening di sela makannya.


"Syukurlah kalau kamu suka dek... Tapi aku nggak kepikiran buat jadiin tempat ini untuk umum sih.Tapi semua tergantung kamu,dek..."ucap Daniel.


"Maksudnya?Kok tergantung aku?"celetuk Bening.


Daniel hanya tersenyum tanpa memberikan penjelasan.Dari awal ia berencana membangun hotel itu, dirinya hanya ingin menjadikan tempat itu sebagai tempat yang private, yang inginnya hanya digunakan olehnya dan orang terdekatnya yang istimewa untuknya malah ia ingin menghadiahkan hotel itu untuk Bening sebagai tanda permintaan maafnya.


"Malah senyum..."protes Bening sambil terus mengunyah makanannya.Keduanya pun tertawa bersama.


"Dulu aku pernah bertanya pada seorang gadis yang sangat cantik dan baik hati tentang konsep sebuah hotel yang bagus dan dia memberi ide hotel impiannya.Ide itu, selalu aku ingat dan syukurnya sekarang aku bisa bangun seperti yang diimpikannya.Dia sangat istimewa dan penting untuk aku bahkan buat keluargaku.Meskipun aku telah melukai perasaannya tapi aku dia gudangnya maaf dan aku sangat sangat mencintainya dan akan mendedikasikan seluruh hidup aku untuknya mulai dari sekarang.Aku yakin kamu pasti tahu siapa gadis itu kan,dek?"sontak saja wajahnya merona mendengar tuturan Daniel.


Tak ingin terlalu percaya diri tapi dulu ia pernah bercerita pada Daniel tentang hotel impiannya persis seperti yang sekarang sedang ia pijak.Ia sangat tersanjung karena ternyata pemuda itu masih mengingatnya.Ditatapnya Daniel dengan penuh haru hingga matanya berkaca-kaca.Tapi ia segera menyadarkan dirinya sendiri dan kembali ke komitmen semula.Apalagi,mungkin saja ada orang yang lain yang pernah menceritakan konsep yang sama padanya.


"Makasih kak,karena kamu dan Widya udah pulang dan menemui aku.Maaf untuk semua kata kata dan sikap aku dari awal kita bertemu lagi bahkan sampai tadi pagi aku masih nunjukin sikap yang nggak sopan buat kakak.Aku pernah menangis panjang karena kalian dan bahkan pernah berpikir untuk tidak akan pernah memaafkan juga bertemu dengan kalian lagi.Tapi aku menyadari Tuhan yang punya konsep untuk hidup kita, Tuhan yang menentukan takdir kita masing masing karena itu aku memaafkan kalian.Aku harap kalian juga bisa memaafkan aku..."kata Bening.


"Tapi kamu nggak punya salah dek..."Bening tersenyum mendengarnya.


"Tapi aku pernah menyumpahi kalian..."ungkap Bening sambil terus tersenyum.


"Maksudnya?"Bening merasa penasaran dengan celetukannya.


"Selama bertahun-tahun hidup aku nggak tenang bahkan sampai harus dilarikan ke rumah sakit gara gara overdosis caffeine.. Ternyata, karena ada yang nyumpahin.."kenang Daniel sambil terus tersenyum.


"What?Masa sih sampai segitunya?"dari wajahnya terpancar rasa bersalah.


"Enggak cuma becanda kok.Tapi emang,aku pernah diopname karena kecanduan kopi.Nggak ada kaitannya sama sumpah kamu itu dek...Aku juga yakin kamu nyumpahinnya nggak serius..."keduanya pun tertawa.


"Well, anyway...,kita udah tahu cerita kita masing masing dan pastinya sekarang udah punya pilihan juga dalam hati kita gimana ke depannya.Aku udah nentuin pilihan juga dan akan pergi menemui pilihan aku itu..."Bening kembali melihat pesan yang masuk dari Bastian.Pemuda itu menunggu untuk bertemu dengannya.


"Maksudnya,dek..?"tanyanya dengan perasaan yang tak karuan.

__ADS_1


"Aku mau menjalani komitmen dengan orang lain.Mulai dari sekarang, mari kita berdamai dengan jalan kita masing masing dan saling mendoakan yang terbaik..."meski berat tapi Bening tetap mengatakannya.


"Tapi dek,apa yang kamu dengar dari Widya itu nggak semuanya benar..."bantah Daniel.


"Ssst...aku nggak mau bahas itu lagi.. Apapun dan bagaimanapun kebenarannya tetap nggak ngerubah pilihan aku,kak.. Jadi jangan jelasin apa apa lagi,ya... please.... aku mohon...kasih kesempatan aku untuk menjalani pilihan aku sendiri..."Bening sampai berlinang air mata.


Daniel tak percaya melihat keseriusan adiknya.Meskipun masih banyak sekali yang mau ia katakan tapi hatinya luluh karena air mata gadis yang sangat dicintainya itu.


Daniel mengangguk anggukkan kepalanya perlahan sambil menutup matanya. Ia juga berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan dirinya dan mengendalikan perasaannya.


"Siapa dia,dek?"tanyanya lembut.


"Aku pulang dulu ya,kak.. Terima kasih untuk makan malamnya.Aku pasti merindukan tempat ini lagi.."kata Bening lalu membungkuk memberi hormat pada kakaknya dan mulai melangkah.


"Tunggu dek,aku antar..."ujar Daniel.


"Tapi aku nggak langsung pulang ke apartemen.Aku mau ke suatu tempat..Aku naik ojek online aja..."gadis itu tak pernah berubah.Selalu tak ingin membuatnya repot dan hal itu semakin membuatnya bertambah sedih.


"Nggak apa-apa, tadi kamu datangnya sama aku.. Jadi pulangnya juga sama.Aku akan antar kamu ke mana pun tujuan kamu."kata Daniel bersungguh sungguh ingin melakukan yang terbaik buat Bening.


Sepanjang perjalanan keduanya lebih banyak diam.Pikiran Daniel benar benar kacau.Ia tak yakin akan sanggup melihat Bening dengan pria lain.Tapi ia tetap ingin menghargai keputusan gadis itu.


Hingga mereka tiba di sebuah restoran yang tampak sepi.


"Makasih kak..."Kata Bening lalu turun dari mobilnya.


"Sama sama dek.. Aku nungguin ya..."ucapnya.


"Nggak usah..nanti aku pulangnya sama dia..Kakak duluan aja..."Bening terus berdiri untuk memastikan bahwa Daniel benar-benar akan pulang.


"Oke..good luck ya..."Daniel segera melajukan mobilnya.Melihatnya menjauh, Bening pun segera melangkah ke dalam restoran.

__ADS_1


Suasana tampak sepi.Seorang pegawai menuntunnya ke ruangan VIP.


"Hai by..."ucap Bastian membuatnya sedikit kaget.Pemuda itu berdiri dengan senyumnya menyambut kedatangan Bening.


__ADS_2