Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.55


__ADS_3

Lagi lagi Daniel menyesal telah kembali menyakiti hati adiknya dengan kesalahan yang sama, menuduhnya tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.Ia berusaha mengejarnya untuk meminta maaf tetapi langkahnya terhenti saat melihat Bastian yang tengah membantu Bening memakaikan helmnya.


Ia geram, ingin mengatai Bastian karena sikapnya yang menurutnya tidak sopan.Tetapi keduanya keburu pergi tanpa sempat ditahannya.Bening terlihat bahagia dari tawanya.Berbeda sekali saat bersamanya.Ia semakin merasa bersalah.


Keesokan harinya saat di sekolah Bening menyambut kedatangan Widya dengan senyum sumringah.


"Hey,Wid..."katanya lalu memeluk Widya erat.


"Hey..."jawab Widya seadanya.Senyumnya terkesan dipaksakan.Mendapati reaksinya yang tak semangat membuat Bening merasa aneh.Ia jadi teringat saat kemarin Daniel marah padanya dan menuduhnya memberi tahu bu Vitha tentang keduanya yang tidak datang ke sekolah.


"Kamu sudah sehat Wid...?"tanyanya yang mengira Widya tak datang dikarenakan sakit meskipun ia tahu Widya bolos hanya tak tahu apa alasannya yang sebenarnya dari gadis tersebut.


"Aku nggak sakit kok.. Emang ya, kalau sering sakit-sakitan itu pasti dalam pikiran orang,kalau nggak datang sekolah pasti alasannya karena sakit.Kamu juga mikirnya gitu kan,Ben?Makanya kamu langsung nanya aku udah sehat apa belum?aku baik-baik aja, aku sehat.."ujar Widya sinis.


Bening tak menyangka kekhawatirannya malah dijawab seperti itu.


"Oh, gitu... tapi aku sama sekali nggak berpikiran gitu kok,Wid... hanya lebih khawatir saja, kamu ada apa apa..."Bening duduk kembali di tempat duduknya.


"Thank you,Ben...tapi aku punya permintaan, boleh nggak?"tanya Widya saat ikut duduk di samping sahabatnya.


"Iya,tentu Wid... boleh..."jawab Bening menutupi kegundahan hatinya.


"Jika besok besok saya bolos lagi atau pergi berdua dengan Daniel, tolong jangan bilang ke mami ya... please..."Widya memohon seolah-olah apa yang ia bilang benar adanya.


Ternyata bukan hanya Daniel yang menuduhnya demikian, Widya juga.


"Iya Wid...Tapi sebelumnya saya harus jelasin, soalnya kak Daniel juga bilang hal yang sama ke aku.Aku nggak pernah bilang ke tante Vitha tentang kalian berdua, hubungan kalian,ke mana kalian pergi.Kemarin memang benar,tante nelpon katanya beliau dihubungi bu Nining kalau kamu nggak ke sekolah.Tante Vitha cuma mau mastiin kebenarannya ke saya.Ya, saya hanya bilang bener kamu nggak sekolah.Itu doang.."Kembali Bening menjelaskan hal yang sama seperti kepada Daniel.


Ia ingin bersumpah tetapi rasanya sungguh keterlaluan jika sahabatnya itu tidak mempercayai penjelasannya.Widya diam tak menyanggah lagi, entah ia merasa bersalah atau tidak tetapi yang jelas Bening hanya berharap ia mempercayainya.


"Ini ada tugas untuk kita kemarin..Aku, sudah ngerjain juga buat kamu... Tapi kalau kamu nggak mau karena hurufnya yang berbeda nggak apa-apa.. biar kamu salin aja lagi... Semalam aku minta bantuan mbak Yuyu sih buat nulis yang punya kamu..."Bening menyerahkan pekerjaan rumah yang sudah disiapkannya.


"Oh... kenapa kamu nggak bilang aja Ben?Biar aku kerja sendiri aja..?"ujar Widya tak langsung saja berterima kasih.

__ADS_1


"Kemarin aku telpon kok,Wid... tapi kamu nggak angkat? Aku juga sebenarnya mau ke rumah kamu sih, setelah pulang dari si kakak tapi karena cuaca mendung kemudian hujan jadinya batal,deh..."Widya mengakui dalam hatinya bahwa kemarin ia sengaja tak mengangkatnya karena berpikir Bening pasti hanya mau mencari tahu kenapa ia bolos dan ke mana ia pergi dengan pacarnya.Mendengar cerita Bening yang pergi ke rumah pacarnya, membuatnya kembali cemburu.Ia berpikir apa yang sudah mereka lakukan saat di luar hujan.


"Makasih ya, Ben..."kata Widya pada akhirnya bahkan ia tak menyalin kembali tugasnya lantaran waktu yang tak banyak.Sebentar lagi pelajaran akan dimulai.


Ketika jam istirahat tiba seperti biasanya Bening akan ke kelas kakaknya membawa bekal untuknya.


"Ini buat kamu Wid..."katanya dengan tersenyum mengabaikan rasa kecewa yang sempat mendera.


"Makasih Ben.. tapi boleh nggak aku minta satu hal lagi sama kamu?"Bening mengernyitkan dahinya saat ia sudah berdiri hendak pergi.


"Ada apa,Wid?"tanyanya dengan perasaan cemas.


"Mulai sekarang jangan bawa bekal lagi ya,buat Daniel..biar nanti aku yang bawain dan untuk hari ini juga udah aku siapin kok..nih..."Widya menunjukkan sekotak makanan.


"Aku pikir aku harus ambil alih tugas kamu,Ben...kan aku udah jadi pacarnya.Aku bawain nasi goreng.Kalau kamu mau, aku akan bawa buat kamu juga."tambah Widya membuat Bening syok.


Bagaimana mungkin kebiasaan yang sudah terjadi bertahun-tahun lamanya hari ini harus berakhir.Kesedihan yang amat mendalam tiba tiba melandanya.Haruskah ia menuruti semua permintaan Widya?Ia merasa tersudutkan.


Tapi ia harus apa? Mungkinkah karena ia pacar kakaknya maka ia berhak mengatur semuanya? Atau karena ia cemburu?


"Iya,Wid..ini buat kak Bastian kok.. aku ke kantin dulu ya...Dia pasti sudah menunggu saya di sana..."Bening segera melangkah pergi dengan membawa kotaknya.Bastian yang merasa bahagia menerima pesan dari gadis pujaannya yang memintanya untuk menemuinya di kantin langsung bergegas tak membuang kesempatan.


Daniel melihat ke arah pintu.Ia menunggu Bening datang membawa sarapan untuknya apalagi tadi pagi dirinya sengaja tidak sarapan agar bisa melahap bekal yang dibawa adiknya itu tepat di depannya agar gadis itu senang.


Beberapa menit menunggu seseorang pun datang tetapi bukan yang diharapkannya.Widya membawa sesuatu untuknya.


"Kok gitu lihatnya?Kayak nggak seneng gitu aku datang"Widya memanyunkan bibirnya.


"Enggak kok..akur cuma takjub aja kamu bawain aku sarapan..."kata Daniel.


Widya duduk membukakan kotaknya sementara Daniel masih terus melihat ke arah pintu.


"Silahkan dimakan..."ujarnya.

__ADS_1


"E...aku mau ke toilet bentar ya,Wid..kebelet pipis..tapi nggak lama kok... kamu nunggu di sini ya."ujarnya berbohong.Padahal dirinya hanya ingin memastikan rasa penasarannya.


"Oh, gitu.. Jangan lama lama"teriak Widya sebelum sang pacar menghilang di balik pintu.


🌾🌾❤️🌾🌾


Bening duduk berhadapan dengan Bastian di kantin.Pemuda itu dengan lahapnya mengunyah roti yang dibawa oleh gadis itu.Ia tak menyangka hari ini kembali menerima kotak berharga tersebut.


"Enak banget beb.. sumpah.. Kemarin aja saat pulang ke rumah aku sampai nggak mau makan loh..."ujar Bastian.


"Kenapa?Masa kenyang hanya dengan dua potong roti?"tanya Bening.


"Bukan hanya kenyang beb... tapi aku nggak mau sisa sisa rasanya hilang jika aku makan nasi.."cerita Daniel kocak.


"Astaga...kak Bastian ih... ada ada aja.."Bening terkekeh mendengarnya.


Daniel yang melihat kejadian itu, bukan hanya tak suka tapi ia juga marah kotak makan yang sangat ia kenal kini ada di hadapan musuhnya bahkan isinya pun dilahap oleh Bastian.Ia berbalik menuju ke kelas,tak mau Widya menyusulnya jika dirinya terlalu lama.


"Kamu pasti masih marah dek..Sampai kotak bekal buat aku kamu kasih ke orang lain..."gumam Daniel merasa bersalah.Semalaman ia mencoba menghubunginya dan mengirimkan pesan maaf.Tapi hingga pagi menjelang tak ada respon dari adiknya tersebut.


Bening berkaca-kaca saat melihat Bastian menghabiskan sarapannya.Andai yang dihadapannya adalah Daniel, kakaknya.Kebahagiaanya pasti terasa berbeda.Semua kata kata Widya terngiang kembali di telinganya membuatnya rasa sedihnya kian mendalam.


Sementara itu bu Vitha berpapasan dengan ibunya Daniel di depan ruang guru saat keduanya telah menghadap wali kelas anak mereka masing-masing .


"Ibunya Widya,kan?saya Melia,maminya Daniel,bu..."kata Bu Melia memperkenalkan diri.


"Iya, bu.. kebetulan sekali saya bisa bertemu ibu di sini.. tolong nasihatin anak ibu agar tidak memberi pengaruh yang buruk kepada putri saya.Kalau bisa putusin saja Widya.Semenjak putri saya berpacaran dengannya banyak hal buruk yang ia lakuin.Termasuk yang terjadi kemarin.Keduanya kompak untuk bolos dan ini pertama kalinya Widya ngelakuin hal itu.Tolong bu..."ucapnya lalu pergi meninggalkan bu Melia yang tak sempat berkata apa apa.


Semenjak hari itu Bening menghindari Daniel karena Widya terus mengingatkannya agar tak terlalu dekat dengan dengan sang pacar bahkan ia berterus terang bahwa dirinya cemburu.Bening kesulitan membantah.


Ia tak menyangka Widya bisa memperlakukannya seperti itu.Dirinya tak bisa lagi mengenal karakter Widya yang sesungguhnya.Sangat jauh berubah dari yang biasa ia kenal selama persahabatan mereka terjalin.


Bu Vitha juga semakin hari semakin akrab dengan kekasihnya bahkan ia tak segan lagi membawa pak Andre ke rumahnya walau putrinya tidak suka dan tak menyetujui hubungan mereka.

__ADS_1


Ada rahasia yang disembunyikan oleh pria itu di tengah menjalin hubungan dengan bu Vitha,diam diam ia mencari tahu semua informasi tentang bu Melia.Mendapat kabar tentang perceraiannya yang sedang berproses di pengadilan dan mengetahui bahwa suaminya sedang pulang ke negara asalnya membuatnya merasa memiliki kesempatan yang besar untuk bisa kembali merebut hati wanita yang pernah menjadi tunangannya dulu.


__ADS_2