
"Daniah.......bukan anaknya Daniel..."Widya mulai bercerita.Ia sengaja tak menanyai Bening apakah Daniel sudah menemuinya atau tidak dan apa yang sudah Daniel ceritakan padanya.Widya yakin dan ia tahu Daniel telah menceritakan kebenarannya.
Tak terlihat ekspresi kaget dari wajah Bening yang membenarkan dugaannya kalau gadis itu sudah tahu cerita tentang Bening dan mungkin juga tentang hubungannya dengan Daniel.Karena itu, Widya pun berpikir untuk lebih hati hati menyampaikan ceritanya agar tak terlihat bodoh di depan Bening.
Yah,setelah beberapa tahun berlalu, Bening pasti sudah bisa menilai tentang dirinya dan dia pasti tak sepolos dulu saat mereka masih SMA.
"Sorry Wid,aku ada pesan dari rumah sakit..."Bening mengambil handphone-nya dan melihat puluhan panggilan dari Daniel juga pesan WhatsApp.Meskipun penasaran, tetapi ia mengabaikannya dan diam diam mulai merekam pembicaraan mereka serta membiarkan handphonenya tetap dalam mode senyap.
"Well,tapi Daniah anak kamu kan?"tanya Bening.
"Iya, benar.Dia lahir dari rahim aku.Daniel menebus rasa bersalahnya dengan membawa anak itu untuk dirawat oleh orang tuanya.."ujar Widya.
"Daniel bukan ayah biologis dari Daniah.Tapi dia menebus rasa bersalahnya dengan membiarkan Niah dirawat oleh orang tuanya.Maksudnya gimana?"secara terperinci, Bening mengurai kata kata Widya.
"Kami punya hubungan yang sangat kompleks.Semua bermula dari kematian almarhumah mami yang ternyata ada hubungannya dengannya.Mungkin kamu ingat,sebelum kecelakaan itu,aku sering bertengkar dengan mami karena aku nggak menyetujui hubungannya dengan pacarnya,om Andre yang ternyata adalah mantan tunangannya tante Melia.Kamu juga sudah tahu ceritanya Ben.Singkat cerita mami mengalami serangan jantung tepat saat menemui Daniel.Seandainya mami tidak menemui Daniel malam itu, mungkin ia masih hidup sekarang.Mami punya permintaan sama Daniel sebelum ia tak sadarkan diri lalu meninggal dan Daniel berjanji untuk memenuhinya sehingga jadilah hubungan kami seperti sepuluh tahun terakhir.Daniel membawa aku ke New York sebagai pemenuhan janjinya sama mami untuk menjaga dan melindungi aku.."Bening mengunyah makanannya sambil mendengarkan kisah Widya.
Meskipun masih ada trauma dalam hatinya tentang Widya tapi kali ini ia merasa bahwa penting untuk mendengarkan kisahnya versi dirinya walau tak bisa dipungkiri hatinya sakit mendengarnya.
"Aku senang,dia bertanggung jawab untuk janjinya sama mami kamu.Aku yakin sekali dia juga memenuhinya karena dia mencintai kamu Wid..."ucap Bening dengan senyumnya padahal ia pernah menangis dan merasakan kesedihan teramat dalam saat Widya berangkat ke New York untuk melanjutkan studinya karena permintaan Daniel.
"Thank you,Ben.Kamu benar,aku juga berpikir seperti itu awalnya kalau dia melakukan semuanya karena cinta apalagi aku nggak tahu sama sekali dia punya janji sama almarhumah mami.Meskipun dia tidak pernah mengungkapkan kata cinta tapi apa yang kami jalani sudah lebih dari cukup untuk membuktikannya.Kami tinggal di bawah atap yang sama dan melakukan banyak hal bersama sama termasuk itu...kamu pasti pahamlah maksud aku,Ben?"ujar Widya.
"Termasuk itu?Making love?"tebak Bening meskipun jantungnya berdegup kencang saat menyampaikannya.
"Iya.Aku bahagia karena dialah pria yang telah mengambil kesucianku seperti yang aku impikan.."Bening pernah berpikir seperti itu tentang mereka yang selalu membuatnya menangis apalagi dengan hadirnya Daniah.
__ADS_1
Sekarang saat Widya menceritakan detailnya rasa sakit itu kembali menyayat hati.Bening berusaha mengontrol perasaannya sendiri agar tak terlihat rapuh di depan Widya.
"Tapi meskipun hubungan kami sudah sejauh itu selama bertahun-tahun,aku tetap saja merasa tidak puas karena dia tidak pernah menceritakan hubungan kami akan dibawa ke mana dan dia juga tidak pernah lupa menggunakan pengaman saat kami berhubungan padahal aku ingin sekali mengandung anaknya.Alhasil aku pun memiliki ide untuk membuatnya cemburu.Malam kelam itu terjadi.Aku pergi bersama temannya yang bernama Dave ke sebuah party.Ternyata pria itu juga memiliki rencananya sendiri.Dia menjebakku hingga aku mabuk dan berhubungan intim tanpa menggunakan pengaman.Aku hamil dan lahirlah Daniah.Daniel sangat marah padaku.Ia pun mengatakan yang sebenarnya tentang janjinya pada mami dan memberitahu aku kalau dia tidak memiliki tanggung jawab apa apa lagi terhadapku..."Bening merasa dirinya mendadak diserang vertigo saat Widya dengan entengnya bercerita tentang perilakunya yang teramat bebas tanpa merasa malu dan risih sedikitpun.
Ia tak percaya Widya yang dulu dikenalnya kalem dan penurut sama ibunya telah menjelma menjadi penganut gaya hidup bebas.Bening mengelus elus tangannya sendiri karena merasa ngeri.
"Dave tahu kamu hamil?"tanya Bening.
"Tahu.."jawab Widya.
"Dia nggak dimintai tanggung jawab sama kamu?"ujar Bening.
"Dia mau bertanggung jawab,tapi akunya yang nggak mau.Dia seorang psikopat.Aku bilang ke dia kalau anak yang aku kandung adalah anaknya Daniel.Karena itulah akhirnya kami memutuskan untuk membawa Daniah ke Bali agar dia aman dan jauh dari Dave..."tutur Widya.
Sulit untuk dinilai apakah Widya mengatakan yang sebenarnya atau tidak.Tapi yang jelas rasa bencinya terhadap Daniel kembali muncul dan memenuhi seluruh hatinya karena ia menganggap Daniel benar benar pria rendahan yang tega merenggut kesucian Widya, berhubungan dengan wanita yang belum menjadi istrinya.
"Iya, tapi Dave tidak berani sama Daniel.Dia hanya takut pada kakakmu itu.Untuk itulah aku pulang menemui kamu,Ben.Hanya kamu yang bisa menolong aku untuk menyelesaikan masalah ini.Sebenarnya waktu itu aku mau bertemu kamu saat membawa Daniah pulang dan menceritakan semuanya tapi aku malu dan berpikir Daniel akan berubah pikiran dengan tetap bertanggung jawab atas aku dan Daniah. Boleh nggak, sekali lagi aku meminta bantuan kamu,Ben?Aku janji ini yang terakhir kalinya...tolongin aku sama Daniah.Hanya Daniel yang bisa ngelindungin kami dari Dave.."Widya memegang tangan Bening, memohon mohon dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maksud kamu?Dave itu bapak kandungnya loh...Terus apa hubungannya sama aku? Kamu mau minta bantuan apa lagi?"tanya Bening bingung.
"Kalau janji kamu saat kecelakaan waktu itu masih berlaku,aku ingin memintanya sekarang,Ben... Kamu masih ingat kan,janji kamu?"Bening semakin bingung dibuatnya.
"Janji?"Bening tak ingin memaksa otaknya untuk mengingat kecelakaan itu.
"Aku harap kamu belum lupa.Kamu pernah berjanji asalkan aku sadar dan selamat dari kecelakaan itu maka kamu akan merelakan Daniel untuk aku dan berhenti mencintainya"Bening terbelalak mendengarnya.
__ADS_1
Tak disangka, Widya masih bisa mengingat dengan jelas ucapannya waktu itu.Ia merasa sedih Widya masih saja bersikap egois.Dia tidak pernah memikirkan bagaimana perasaannya saat mengatakannya, bukan soal Daniel.
Jika dipikir pikir,dialah korban untuk kecelakaan itu,dia yang paling menderita, harus dioperasi agar tidak beresiko lumpuh tetapi sampai sekarang tak ada satu pun kata kata Widya untuk mengakui kesalahannya kalau dialah menyebabkan mereka mengalami kecelakaan.
"Gimana,Ben?"tanya Widya
"Tapi apa hubungannya,Wid?"cerca Bening.
"Daniel sepertinya menyukai kamu..."Bening langsung tertawa mendengarnya.
"Kamu lucu,Wid?Kalian hidup bertahun-tahun di bawah atap yang sama.Kamu pasti tahulah gimana memenangkan hatinya.Kenapa merasa terganggu dengan sesuatu yang tidak pasti..?"tantang Bening.
"Tapi dia memang mencintai kamu.Dia mengatakannya..."tutur Widya.
"Kapan dia mengatakannya?"ujar Bening.
"Waktu tahu apa yang sudah aku lakukan dengan Dave..."cerita Widya.
"Kamu tahu kenapa Daniel bilang begitu?Itu karena dia kecewa sama kamu.Kalau betul apa yang ia katakan,dia adalah pria brengsek.Mengaku cintanya sama orang lain tapi berani merenggut kesucian kamu..."Bening menggeleng gelengkan kepalanya.
Ia jadi murka dengan keduanya.
"Tapi emang benar dia yang telah merenggutnya.Aku punya bukti tentang hal itu"Widya langsung mengambil hpnya dan membuka foto foto kebersamaannya dengan Daniel dan menunjukkannya pada Bening.
Bening hendak menolaknya tapi ia juga perlu melihat buktinya.Hatinya semakin nyeri hingga memejamkan matanya apalagi saat Widya menunjukkan foto noda merah di sprei tempat mereka tidur.
__ADS_1
"Aku juga ada videonya.. Tunggu ya ..."ucap Widya.
"Stop Wid.. mau kamu nunjukin foto,video atau apapun itu aku udah nggak peduli.Itu adalah kehidupan kalian,privasi kalian yang seharusnya nggak perlu kamu tunjukkin ke siapapun.Cerita tentang kita kala itu adalah masa lalu.Sekarang kita punya kehidupan masing-masing.Tolong jangan mengusik aku lagi, karena aku pun nggak pernah mengusik kehidupan kalian..Well,aku pikir udah nggak ada lagi yang perlu kita bicarakan.Aku harus pulang... Terima kasih untuk pertemuan ini dan terima kasih untuk traktirannya..."Bening berdiri untuk segera pulang.