
"Thank you,kak..."ucap Bening saat Malvin menyiapkan kursi untuknya.
"You're welcome.."jawab pemuda itu dengan perasaan yang tak karuan.Meski dalam hatinya ia terus menyangkali fakta yang sudah ia ketahui tentang gadis yang selama ini diincarnya itu, tapi ia terus berharap dalam hatinya gadis itu berubah pikiran dan mau mencoba memberinya kesempatan untuk membawa hubungan mereka ke tingkat yang menjadi harapannya.
"Kamu mau makan apa?"tawar Malvin lalu mengambil daftar menu dan memberikannya pada Bening.
"Tapi aku yang traktir ya, kak?"Bening berpikir untuk melakukan hal yang bisa ia lakukan untuk memberikan ucapan terima kasihnya kepada pemuda itu.
"Oh,gitu?"Malvin tak kuasa menatap wajahnya yang mengiba saat menunggu jawabannya.Seumur hidup ia baru kali ini ditraktir oleh cewek yang menjadi targetnya untuk dijadikan teman hidup.
"Iya... mau ya,kak...aku tahu kakak mungkin malu ditraktir sama cewek dan punya berlimpah dolar, tapi hari ini aku gajian dan aku mau mensyukuri berkat ini bersama orang baik seperti kak Malvin yang sudah jauh jauh datang untuk menemui aku di sini.."ungkap Bening yang sangat berharap agar pertemuan mereka baik baik saja.
"Kamu nggak berniat buat nyogok,kan?"tanya Malvin dengan tatapan curiga.
"Nyogok?buat apaan?"sanggah Bening.
"Kali aja..."celetuk Malvin sedangkan Bening hanya tersenyum menanggapinya.
__ADS_1
Makanan yang mereka pesan pun datang.Bening mengambilkan sendok dan garpu dan meletakkannya di atas piring pemuda tersebut.
Malvin yang awalnya tidak bisa menerima pesan yang dikirim gadis itu semalam tentang statusnya, sempat berpikir untuk mendapatkan hati gadis itu dengan cara apapun.Tapi kini,ia malah terharu dengan apa yang dilakukan Bening untuknya.Gadis itu terlihat sangat tulus yang malah membuatnya semakin jatuh hati apalagi saat ia memejamkan mata untuk berdoa.
"Selamat makan..."ucap Bening setelah selesai berdoa membuat Malvin salah tingkah karena matanya terpaku menatap gadis tersebut.
"Iya...,ayo makan..."jawab Malvin terbata bata.
Selang beberapa menit mereka menikmati makanannya, Bening memberanikan diri untuk berbicara.
"Kak, boleh aku bicara?"Malvin mengangguk pelan meskipun hatinya mulai khawatir.
"Terima kasih sudah mau ke sini, bertemu dan mengenal aku.Untuk semua proses yang udah kakak lewati aku minta maaf jika ada yang mengecewakan termasuk yang aku sampaikan semalam.Hal itu benar adanya, aku sama kak Bastian udah jadian semalam..."cerita Bening.
Agak lama Malvin terdiam, mengambil nafas panjang.
"Oke,aku ujur ya,aku kecewa banget sih saat membaca WhatsApp kamu semalam tapi cuma kecewa kok, nggak sampai patah hati.Awalnya aku nggak percaya dan bahkan sampai saat sekarang masih nggak percaya, meskipun pacar kamu itu sudah sesumbar di media pagi ini,tapi setelah aku pikir pikir nggak apa-apa sih ya,wajar wajar aja..."jawab Malvin membuat Bening mengernyitkan alisnya.
__ADS_1
"Maksudnya?Sesumbar di media?"tanya Bening.
"Emang kamu nggak baca berita?Aku juga dapat dari Meva sih salah satu berita tentang penyanyi itu yang sudah mengumumkan statusnya pagi tadi..."Malvin menunjukkan berita yang sempat dibacanya sekilas.
"Aku tadi bilang aku nggak patah hati karena kamu hanya pacaran, bukan menikah dan aku pikir itu wajar wajar saja.Dan kalau pun dia mempublikasikan status barunya juga wajar sih,dia artis..Tapi yang aku suka adalah dia nggak menyebut siapa pacarnya."tambah Malvin menerangkan ucapannya sebelumnya.
"Maksudnya?"Bening memasang wajah seriusnya.
"Serius amat,dok?becanda kok.."ralat Malvin untuk mencairkan suasana.
"Jadi kakak nggak percaya kalau pacar kak Bastian itu aku, karena dia nggak menyebutnya? Pasti mikirnya aku ngarang ya?"tanya Bening
"Nggak kok, bukan gitu maksudnya..Aku percaya.Tapi bukan berarti dengan kamu punya pacar terus kita nggak bisa berteman kan?"jelas Malvin dengan senyumnya.
"Dulu, pertama kali masuk kampus orang yang pertama yang aku kenal adalah adiknya kak Malvin.Aku dan Meva sudah bersahabat lama dan dia sudah aku anggap seperti saudara demikian pula keluarganya.So,aku juga menganggap bahwa kak Malvin juga adalah keluarga aku.."Malvin ingin mencandainya lagi tapi ia mengurungnya daripada gadis itu malah menjauhinya nanti.
"Thank you..."Malvin memberikan senyum manisnya
__ADS_1
"Sama sama.Kalau gitu aku duluan ya,kak."baru saja Bening hendak berdiri seorang pemuda mendekati mereka dengan senyum yang bahagia.