Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.35


__ADS_3

Pagi pagi sekali, bening bangun dan membantu ibunya menyiapkan sarapan.Berhubung sang bunda sedang tak enak badan,maka ia pun mengambil alih untuk menyiapkan semuanya dengan dibantu mbak Yuyu.Soup cream roti tawar coba dibuatnya karena selain itu menu kesukaannya saat sarapan juga menjadi sarapan favorit kedua orang tuanya.


Dengan bangganya gadis itu membawa semangkuk soup hasil dari racikan tangannya sendiri.Orangtuanya sudah duduk menunggu di meja makan.


"Wow.... pasti enak nih..."puji sang ayah.


"Amin.. mudah mudahan pa..."jawabnya sedangkan ibunya hanya tersenyum.


"Cobain dulu ma...kira kira apa yang kurang,biar bisa aku perbaiki.."pinta Bening yang ingin agar masakannya dinilai oleh yang aslinya punya resep.


"Jangan mama lah yang beri nilai.Biar papa aja.Kamu mau,dapat nilai C?"sanggah pak Cahyo.


"Apaan sih pa.. Memangnya ujian?"kata Bu Livia kepada suaminya.


"Kan mama lagi nggak enak badan...flu lagi..pasti rasanya akan hambar.Papa aja dibilang bau, padahal sudah mandi, sudah wangi"pak Cahyo menjelaskan maksud dari perkataannya tadi dan menggoda istrinya yang sedang tidak enak badan.


Bu Livia mempelototkan matanya mendengar suami tercintanya mencandainya.


"Iya...iya,benar juga pa...Jadi, gimana rasanya?"dengan harap harap cemas gadis itu menunggu hasil penilaian mereka.


"Ada ada aja..."Bu Livia menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya.


Ia sangat bahagia dengan keakraban mereka.Ia selalu bersyukur mempunyai suami dan ayah yang hebat seperti pak Cahyo.Dengan demikian, setiap harinya wanita itu selalu berusaha menjaga kesehatannya agar bisa memberi versi terbaik dari dirinya, melayani dengan kesenangan hati bagi keluarga kecilnya.


"Permisi pak...bu... Maaf saya mengganggu.Di luar ada temannya non Bening..."ujar mbak Yuyu.


"Siapa,mbak?"Bening penasaran siapa yang datang pagi-pagi menemuinya.


"Mas Daniel.."jawab Yuyu


Bukannya senang seperti biasanya,tapi kali ini gadis itu malah merasa tidak nyaman dengan kedatangan Daniel.


"Ya...udah suruh masuk aja,bi...biar langsung sarapan sama - sama"jawab pak Cahyo antusias.


"Bentar ya ma...pa...aku temui dia dulu..."ucap Bening lalu beranjak dari situ.


Kedua orang tuanya saling berpandangan.Mereka sepertinya bisa menebak apa yang sedang terjadi di antara kedua anak itu.Biasalah,masa muda,masa remaja.


"Pagi dek...."sapa Daniel dengan senyum sumringah.


"Pagi..."jawab Bening tapi tak berbalas senyum.


"Kok kayak nggak senang gitu,aku datang dek?"Daniel melihat ekspresi Bening yang tampak biasa-biasa saja dengan kedatangannya malah terlihat lebih ke arah tidak suka.


"Nggak gitu...cuma kan,aneh aja pagi pagi sudah ke sini"jawab Bening.


"Aku mau bawa ini..."Daniel menunjuk sebuah ikat rambut yang ketinggalan di rumahnya.Waktu Bening berganti pakaian kemarin, rambutnya yang awalnya dikuncir dibiarkan terurai saat mengenakan gaun pemberian Bu Melia.Ia lupa menyimpannya di dalam tas.

__ADS_1


Bening menerimanya.Ia tak percaya kakaknya itu menemuinya pagi pagi hanya untuk membawa ikatan rambut yang ketinggalan.Pasti ada keperluan lain yang lebih penting.


"Makasih kak.. Widya tahu nggak kamu ke sini?Aku kabari dia ya,biar dia tahu..."entah dorongan apa kini Bening berani berbicara seperti itu.Bukan bermaksud menyindir tetapi ia hanya tak mau salah paham lagi.


Daniel langsung paham akan maksud gadis itu.


"Maaf dek...aku udah keterlaluan.."pinta Daniel menyadari kesalahannya.


Bening memandangi wajah Daniel.Walau ia masih marah tetapi hatinya penuh dengan belas kasihan.


"Iya..."jawab Bening.


"Aku janji nggak akan marah marah lagi...maaf ya"Daniel mengangkat kedua jarinya.


"Udah nggak usah angkat dua jari segala...itu kayak sumpah.Kalau terulang lagi, gimana?"tanya Bening.


"Jadi? gimana cara minta maaf yang benar?"maklum saja apa yang ia lakukan kepada gadis itu, memarahi, mengancam adalah pertama kalinya ia lakukan.Jadi ia tak tahu caranya meminta maaf yang benar.


"Ya, udah yuk...kita sarapan.Papa sama mama nungguin kita"ajak Bening.


"Tapi maafin dulu dek..."katanya dengan wajah memelas.


"Emang aku bilang aku marah?"Bening melangkah meninggalkan pemuda itu.


"Terima kasih,dek..."Daniel tersenyum senang lalu mengikuti langkah adiknya.


"Pagi om..tante.. "jawab Daniel menyalami mereka.


"Ayo,duduk nak..."bu Livia mempersilahkan Daniel duduk.


"Makasih tan..."ucapnya santun lalu duduk di samping Sebening.


Seperti biasanya Bu Livia mengambilkan sarapan untuk pemuda itu sama seperti yang ia lakukan untuk suaminya dan Bening.


"Silahkan nak..."ucapnya.


"Makasih tan..."Daniel sangat senang masih dilayani Bu Livia padahal ia merasa tidak nyaman karena Bu Livia tahu ia berpacaran dengan Widya.


Entah kenapa, ia takut Bu Livia kecewa padanya.Tetapi melihat bagaimana Bu Livia memperlakukannya, perlahan rasa khawatir itu mereda.


"Nggak mau coba soupnya?"tawar Bening.


"Iya...dicobain nak...enak loh..."pak Cahyo langsung menyatakan penilaiannya karena tadi ia belum mengatakannya kepada putrinya.


"Beneran enak pa?Rasanya pas nggak?"tanya putrinya penasaran.Pak Cahyo mengacungkan jempolnya.


"Kamu yang buat dek?"tanya Daniel.

__ADS_1


Bening mengangguk tapi khawatir jika rasanya tak sesuai ekspektasi.


"Enak banget dek?"puji Daniel.


Bening sungguh bahagia,dua orang laki laki yang ia sayangi tampak sangat menikmati soup roti tawar buatannya.


πŸŒΎπŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸŒΎ


Dengan diantar Daniel, Bening berangkat menuju toko.Karena sang bunda yang sedang tak enak badan,maka ia pun menggantikan posisi ibunya berada di toko hari itu.


"Bastian, gimana kabarnya?"tanya Daniel ketika keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Sudah lebih baik katanya.Hanya harus benar benar dijaga makannya.Kan,masih dalam proses pemulihan.."Bening pun ingin menanyakan kabar pemuda itu.Diambilnya handphonenya, hendak mengirim pesan.


Ia ingat dari semalam belum mengaktifkan handphonenya.Banyak sekali pesan yang masuk dan nomor satunya adalah dari pemuda yang kini duduk di sampingnya sedang mengemudi mobil.


Satu persatu dibacanya.Hampir semuanya berisi tentang permintaan maaf.Daniel juga meminta Bening untuk mengaktifkan handphonenya karena ia mau menelepon dan berbicara.


Ia terharu ketika membaca pesan terakhir yang dikirimnya tepat jam 24.00.


"Saya meminta maaf, karena kamu adalah orang yang penting untuk saya dek...Saya yang salah.Saya minta maaf.The relationship that we had from then until now is important to me.So, please forgive me..."


Bening merasa terenyuh dengan tulisan tersebut.Ia tidak menyangka Daniel seniat itu melakukannya.


Mengakui sebuah kesalahan dan meminta maaf bukanlah hal yang mudah dilakukan.Tak sedikit orang yang memiliki ego yang tinggi, gengsi atau merasa benar sendiri sehingga tak bisa meminta maaf terlebih dahulu.


Mungkin tidak semua orang bisa merangkai kata-kata permintaan maaf dengan baik.Tapi kali ini Daniel sukses melakukanya.


"Terima kasih"Mata gadis itu sampai berkaca-kaca.


Daniel tersenyum menatapnya.


"Jangan nangis dong..."ucap Daniel lalu menepikan mobil.


Dihapusnya air mata yang sudah keluar mengaliri pipi adiknya itu.


"Aku ngerasa sedih aja kak.. tapi terharu juga..."jawab Bening kali ini tak bisa lagi menahan perasaannya.


"Maafin kakak ya,pasti kamu terluka banget dengan kata kata aku kemarin..aku sungguh menyesal telah melakukannya.Aku tidak pernah berpikir untuk melukai perasaan kamu dengan sengaja dek...I'm really sorry..."ungkapnya penuh dengan kesungguhan hati.


"Aku yang salah kak... Mungkin karena kebiasaan aku yang suka posting di media sosial sampai nggak sadar kalau sekarang kakak udah punya pacar.Ke depannya aku akan lebih selektif jika mengunggah sesuatu,apapun itu.Apa aku perlu menjelaskan ke Widya tentang bunga atau tentang special gifts itu?"tanya Bening membuat Daniel merasa tidak enak.


"Jangan... jangan dek.. udah beres kok..aku udah jelasin dan dia bisa terima.Tapi kamu jangan benci dia ya,dek.. Hanya kamu satu satunya teman baiknya..Pasti dia akan sedih banget jika kamu menjauhinya.Nggak kebayang gimana perasaannya nanti.Apalagi sekarang hubungannya dengan ibunya juga masih seperti itu, kamu pasti tahulah dek, gimana mereka.Padahal dia juga harus menghindari stress, karena dia asma.."Daniel sepertinya sangat menyayangi Widya, buktinya di tengah permintaan maafnya,ia masih sempat mengutarakan kekhawatirannya kepada pacarnya itu.


"Nggak ada alasan buat aku untuk membenci Widya kak..Dia sahabat terbaikku.Kakak sayang banget ya,sama dia?"tanya Bening meskipun sebenarnya ia tahu jawabannya.


"Aku juga sayang sama kamu dek...Kamu akan selalu menjadi adik kesayangan aku..."Daniel mengacak acak rambut gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2