Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.99


__ADS_3

Bening yang melihat kedatangan Daniel langsung menghentikan tawanya.Lagi lagi ia kembali bertemu dengan Daniel.Rasanya,dunianya begitu sempit sehingga harus bertemu dengan pemuda itu terus.


Menyadari Bening yang tiba tiba saja diam, Malvin pun menoleh.


"Elu kok ke sini?"tanya Malvin pada sahabatnya.


"Ada yang mau gue omongin.. penting...lu nggak nyuruh gue duduk?"tanya Daniel sedangkan Malvin merasa tak enak dengan Bening.


Ini adalah pertemuan perdana mereka setelah menunggu dan melalui berbagai cara.Jauh jauh hari ia sudah mengimpikan hari ini terjadi tentunya sesuai dengan harapannya, mereka memiliki waktu berdua yang hikmat untuk bisa saling mengenal satu sama lain.


"Mau ngomong apa?Kenapa nggak lewat Wa aja?Kan gue udah bilang esok gue ke tempat lu.."Malvin tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya.Ia menyesal telah memberi tahu Daniel tentang keberadaannya.


"Kalau bisa diomongin di wa ngapain gue mesti nyamperin elu di sini,penting makanya gue datang..."ucap Daniel.


"Ben, sorry ya... sorry banget,mungkin kamu nggak merasa nyaman..ini teman gue namanya Daniel..dia dari Bali juga lho..."Malvin mencoba memperkenalkan sahabatnya.


"Hai.."Bening memilih mengatupkan kedua tangannya sambil tersenyum untuk berkenalan karena tak mau berjabatan tangan dengan Daniel.


"Hai..."Daniel membungkukkan badannya sebagai tanda ia sangat menghormati gadis itu seperti yang dilakukan oleh orang Jepang saat bersalaman.


Daniel yang tadinya berniat jika gadis dalam foto yang dikirim Malvin adalah gadis yang sangat ia kenal dan cintai,ia akan langsung bilang ke sahabatnya tersebut tentang hubungan mereka.Dialah gadis pencinta kopi yang sering ia ceritakan.Tapi saat memandang wajah Bening, semua niat itu sirna.


Apalagi melihat Bening yang menghiasi wajahnya dengan make-up meskipun minimalis,bergaun dan mengenakan high heels, yang artinya gadis itu memiliki niat yang sungguh-sungguh untuk bertemu Malvin.Siang tadi Daniel diam diam mengikuti Bening dan melihat apa yang dibelanjakan adiknya tersebut.Ternyata untuk pertemuan ini.


Meskipun Daniel cemburu karena gadis itu berdandan untuk pria lain tapi ia juga tak ingin membuatnya kecewa jika merusak suasana yang ada toh adiknya terlihat nyaman berbicara dengan Malvin.Dia juga tak mungkin langsung mematahkan semangat dan suasana hati Malvin yang telah lama mengimpikan hari ini.


Malvin mengernyitkan dahinya melihat tingkah sahabatnya.


"Oh iya,bro...gue udah ketemu sama adek gue..Dia ca..aa..ntik banget..."Ujar Daniel tapi matanya memandang pada adiknya dengan tatapan yang sangat tulus.Sejak tadi ia ingin memuji penampilan dan kecantikannya karena itu sebaik mungkin ia mengatur kata katanya agar tak ada yang tersinggung.


"Oh ya, gadis pencinta kopi itu?"tanya Malvin.


"Iya.. gue jadi semakin jatuh cinta tahu nggak lu..."wajah Bening kembali merona karena kata kata itu seperti ditujukan padanya.

__ADS_1


"Oh iya,kak... aku lupa cerita,aku adalah anak tunggal.. nggak ada adik ataupun kakak.Tapi yang aku anggap seperti kakak aku sendiri ada yaitu kak Bastian yang tadi aku ceritain di awal.."Ucapan Bening seperti menampar pipi Daniel.


Ia tahu, Bening sengaja mengatakannya untuk menyakitinya.


"Oh,ya? Kalau saya,cuma punya satu adik..yaitu teman kamu..."Cerita Malvin.Keduanya tersenyum bersama.


"Bro,gue duduk di sana ya..pegal juga dari tadi berdiri.. Gue nungguin lu sampai selesai..."kata Daniel.


"Sorry bro, kursinya cuma dua di meja ini..."kata Malvin.


Setelah Daniel menjauh dari keduanya, mereka pun melanjutkan obrolan.Malvin juga memberi tahu bahwa dialah pemuda pencinta kopi yang ia ceritakan tadi yang hendak diajaknya untuk ngopi bareng.


Daniel yang terus mencuri pandang ke arah keduanya menjadi tak tahan dengan situasi yang ada.Tak ada gunanya juga menunggu mereka hingga selesai,toh dirinya juga tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.


πŸŒΎπŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸŒΎ


Bening melepas sepatu high heels karena betisnya terasa pegal.Ia membungkuk memijat kakinya.Betapa kagetnya ia, saat hendak masuk ke apartemennya karena sebuah suara.


"Astaga...."Bening memegang dadanya karena kaget.


"Maaf, udah ngagetin kamu..."ucapnya merasa bersalah.


"Ada apa lagi? Kenapa muncul terus?"tanya Bening dengan kesalnya.


"Saya mau bicara.Boleh saya minta waktu kamu sepuluh menit aja.."pintanya dengan wajah mengiba.


"Mau bicara apalagi? Kenapa kamu nggak ngerti juga sih?Aku udah bilang..."


"Jangan datang menemui kamu sendirian...Kan ada mbak Yuyu jadi kita nggak cuma berdua..."potong Daniel.


Meskipun marah tetapi Bening berharap setelah itu Daniel akan menjauhinya karena itu ia pun memberinya kesempatan untuk berbicara, sepuluh menit lamanya.


Ia membuka pintu dan mempersilahkan pemuda itu masuk.Keduanya pun duduk.

__ADS_1


"Sepuluh menit dari sekarang..."Ucap Bening membuat Daniel kelabakan.Gadis itu benar-benar mengujinya.


"Saya minta maaf soal malam itu karena tidak kembali ke kamar untuk menemui kamu,dek.. Selama sepuluh tahun saya terus dihantui oleh rasa bersalah atas semua yang saya lakukan ke kamu.Malam itu saat keluar hendak meminjam kertas untuk kesepakatan itu saya berpapasan dengan Widya di pintu.Dia menguping semua pembicaraan kita."Daniel pun menceritakan semuanya mulai dari saat ia keluar dan bertemu dengan Widya, bagaimana Widya mengancamnya hingga kejadian yang menimpa bu Vitha dan juga permintaan bu Vitha terhadapnya.


Daniel juga tak lupa bercerita kalau dirinya menemui pak Andre yang telah memberinya cerita bohong.Daniel bercerita sambil melihat waktu pada jam tangannya sehingga alurnya tak beraturan.


Bening yang semula kesal dan tak mau menatap wajah kakaknya kini menjadi sedih mendengar semua ceritanya.Ia menatap wajah Daniel yang sungguh menyesali sikapnya.


"Itu semua bukan rekayasa kamu kan?"tanya Bening membuat Daniel kaget.


"Saya mungkin bisa membohongi orang lain tapi tidak untuk orang yang saya cintai.."ucap Daniel dengan mata berkaca-kaca.


"Sudah hampir sepuluh menit..."Bening mengingatkannya.Ia tak ingin fokus ke kalimat yang diucapkan Daniel meski hatinya bergetar mendengarnya.


"Saya dan Widya sudah putus sebelum saya berangkat ke New York.Kami tidak pernah memiliki hubungan apapun dan Daniah itu bukan anak saya.Saya melindunginya karena permintaan ibunya sebelum tak sadarkan diri hingga meninggal.Tapi sekarang saya sudah bebas.Tadi sore saya mengunjungi makamnya dan melepas tugas saya untuk menjaga putrinya.Widya sudah dewasa dan memiliki anak.Bu Vitha juga tahu saya jatuh cinta sama kamu karena saat dia menanyakan alasan kenapa saya memutuskan Widya saya mengatakannya dan ternyata dia tahu.Jika Widya menemui kamu dan mengatakan sesuatu, saya mohon kamu mengingat semua cerita saya ini dek..."Daniel ingin bercerita sedetail mungkin tapi waktu yang diberikan untuknya tidaklah cukup.Karena itu ia mengambil intinya saja.


Bening merasa pusing mendengarnya.Ia ingin menanggapinya tapi lidahnya terasa kelu.Padahal ia ingin menanyakan isi video yang membuat bu Vitha syok sehingga menyebabkannya mengalami serangan jantung dan stroke.Ia juga ingin bertanya siapa yang sudah mengirim video itu.


"Dek..."panggil Daniel.


"Iya..."jawabnya gemetar.Ia hendak berdiri tapi karena tidak seimbang Bening hampir saja terjatuh jika saja kakaknya tidak siaga menangkapnya.


Daniel yang sangat rindu untuk memeluknya tak membuang kesempatan lagi dan memeluk gadis itu erat.Ia tak peduli lagi bagaimana reaksi Bening.


"Lepasin aku kak..."akhirnya gadis itu memanggilnya kakak dan membuat Daniel tak kuasa menahan air matanya.


Bening terus saja meronta dan memukuli dada bidangnya untuk melepaskan diri.Ia pun menuruti kemauan gadis itu.


"Waktu kamu sudah selesai.. Silahkan pulang.."ucap Bening.Daniel pun memilih untuk tidak membantahnya.


"Terima kasih sudah membuat kesepakatan itu dan menjalaninya untuk saya..."kata Daniel saat hendak keluar.


"Aku membuatnya untuk diri aku sendiri.Kamu terlalu percaya diri...Oh iya,aku juga nggak peduli mau kamu punya hubungan atau enggak sama Widya,mau Daniah itu anak kamu atau bukan aku nggak peduli.Kalian adalah cerita untuk masa lalu saya.."Ucap Bening lalu menutup pintu.

__ADS_1


__ADS_2