Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.110


__ADS_3

"Hey...maaf ya, udah buat kakak nunggu.."ucap Bening lalu berjalan mendekatinya.


"Nggak kok.. justru aku yang minta maaf karena udah biarin kamu nunggu tadi di rumah.Maaf ya,bi..... "Bastian menarik sebuah kursi yang berhadapan dengannya untuk mempersilahkan gadis itu duduk.


"Nggak apa-apa...toh nunggunya juga nggak sampai seribu tahun lamanya..."canda Bening seperti kata lagu yang acap kali didendangkan oleh Bastian.Pemuda itu tertawa mendengar candaannya.


"Tapi tetap aja disebut nunggu by.Tadi pagi waktu berangkat itu, handphone aku lagi dicas,pas mau berangkat lupa dicabut.Sumpah aku nyesel banget untuk kejadian itu,pake lupa bawa handphone segala.Kamu tahu,by... tadi waktu aku pulang aku diomeli bi Mila.Baru juga turun dari mobil dia langsung cerita tentang kamu.Aku digiring ke meja makan dan melihat buktinya.Masakan kamu masih tertata rapi di sana karena awalnya aku sempat nggak percaya..."cerita Bastian.


"Astaga,bu Mila sampai segitunya.Heboh amat."celetuk gadis itu dengan senyumnya.


"Tapi tadi itu aku happy banget by, entah kenapa rasanya bahagia..... banget..kayak mimpi tahu nggak?Yah, walaupun kamu pernah ngelakuin itu tapi tetap saja perasaan yang tadi beda banget.Aku panik banget setelah aktifin handphone,buka Wa dan lihat beberapa panggilan dari kamu juga pesan yang kamu kirim,duh... rasanya pengen lari aja dan cepat cepat ketemu kamu,by.."Bastian tampak serius menceritakannya sedangkan Bening tak henti hentinya tersenyum mendengarnya.


"Masa sih?"goda Bening sembari tersenyum.


"Mana pernah sih aku boong sama kamu,by..Aku juga udah habisin semua makannya tadi..Tapi janji ya, nggak akan pernah kapok buat masak lagi di rumah...?"pinta Bastian.


"Iya,aku janji setelah ini bakal lebih sering masak buat kakak.."ucap Bening.


"Serius?"Bening mengangguk berkali kali sambil tersenyum saat ditanyai tentang keseriusannya dengan ucapannya.

__ADS_1


"Yes!!!!!Thank you by..."ucapnya tak henti hentinya tersenyum.


"You,re welcome..."jawab Bening.


Keduanya pun sejenak diam.Bening yang sudah kenyang hanya bisa ingin minum air putih.


"Aku bahagia banget by...Saking bahagianya sampe takut rasa bahagia ini akan hangus dan nggak bertahan lama..."curhat Bastian.


"Ya, kalau gitu jangan dipercikin api dong, biar nggak hangus dan gimana caranya biar rasa bahagianya bisa bertahan lama.."Bastian mengernyitkan dahinya mendengar ungkapan gadis yang ada di depannya.Ia merasa terpancing juga untuk mencoba berani demi perasaannya.


"Tapi kebahagiaan aku itu kalau lagi sama kamu By..."kata Bastian.


"Maksudnya?By......?"Bening hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban apapun.


Bastian berdehem.Ia mulai mengambil sikap.


"By.... sorry banget, kalau pertanyaan aku nggak sopan.. Mungkin nggak sih kita bisa lebih dari ini?"baru kali ini Bastian menanyakannya lagi.Meski pertanyaan itu mengambang tetapi Bening tahu apa maksudnya.


"Mungkin aja..."jawaban gadis itu sontak membuat perasaan pemuda itu bergemuruh.

__ADS_1


"By.....???? Apa itu artinya kita bisa saja jadian?"Bastian masih berhati-hati mengatakannya.


"Maybe yes...maybe no...Kan nggak pernah nanya?"mendengar hal itu, Bastian tak mau menyia-nyiakan kesempatan.


Ia bangun dari tempat duduknya dan sedikit membungkuk di hadapan Bening.


"Mau nggak jadi aku,By? Bening mengernyitkan dahinya.


"Kalau kamu mau, kamu akan memesan makanan tapi kalau nggak mau kamu akan milih air putih saja?tanya Bastian membuat Bening tertawa terbahak-bahak.


"Apaan sih,ini?Masa pertanyaan gitu?Dari semua hal yang lumrah dilakukan oleh seorang cowok saat nyatain perasaannya, nggak pernah kayaknya seperti ini? Nggak romantis amat..."Bening menggeleng gelengkan kepalanya merasa lucu.


Bastian pun melihat ke sekelilingnya untuk mencari ide.Secepat kilat disambarnya bunga yang tersimpan di sebuah vas.Diambilnya sekalian dengan tempatnya karena saat hendak mengambil setangkai saja ternyata tidak tidak bisa.


"Sebening embun Gautama, mau nggak jadi pacar aku?"Baning menggeleng gelengkan kepalanya karena gemas dengan cara yang dipakai pemuda itu.Nyali Bastian menjadi ciut.Wajahnya sendu.


"Iya, aku mau..."Bastian langsung melompat kegirangan mendengarnya.


"Yes..... akhirnya....thank you God..."ucapnya sembari mengatupkan tangannya.Bening hanya tersenyum memperhatikan ekspresinya.

__ADS_1


Sementara itu seorang pemuda yang sejak tadi hanya diam memperhatikan mereka dari balik persembunyiannya kini telah merasakan kesedihan yang teramat mendalam.


__ADS_2