Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.71


__ADS_3

Pak Cahyo kini memikirkan alasan apa yang akan ia katakan kepada putrinya bahwa ia esok paginya akan terbang ke Jakarta.Ia juga tak mungkin untuk tidak menghadiri pemakaman ayah mertuanya.Jika ia mengungkapkan alasannya maka istrinya pasti syok dan tak dibayangkan bagaimana reaksinya anak tercintanya kecelakaan.


"Nggak apa-apa mas,biar saya saja yang jagain,Ben.. Saya akan berada di sampingnya dua puluh empat jam..Jadi mas nggak usah khawatir.."bukan karena bu Vitha ingin membalas kebaikan pak Cahyo yang telah menemani pak Darwin berobat tetapi ia juga sudah menganggap Bening sebagai putrinya.Bila dibandingkan dengan kasih sayang yang diberikan oleh keluarga pak Cahyo untuk keluarganya tidak akan sebanding.


Apalagi pak Cahyo tak sengaja meninggalkan Bening.Dia tidak mungkin tega jauh jauh darinya dalam kondisi seperti itu.Teman seprofesinya yang menangani Bening pun telah berjanji akan terus mengontrol kondisi gadis itu selama ia di Jakarta.Lagipula pak Cahyo bertekad akan segera kembali setelah proses pemakaman usai.


"Makasih,Mel...saya sebenarnya sangat berat untuk pergi tapi kalau saya dan Ben tidak muncul apa kata keluarga dan ibu mertua saya.Livia juga pasti kecewa,dikira saya lebih mentingin pasien pasien saya.Udah saat sakitnya tidak ada,kalau pemakaman juga tidak hadir,pasti mereka akan kecewa dan mungkin saja mikirnya ada apa lagi.Padahal kalau waktu itu Ben berangkat sama mamanya saya tinggal nyusul saja..Tapi ceritanya berbeda.."curhat pak Cahyo saat mengantar bu Melia ke luar ruangan karena janjinya besok pagi-pagi sekali bu Melia akan datang ke rumah sakit menemani Bening.


"Iya mas...saya mengerti..mas berangkat aja.Saya minta maaf.Jika saja Daniel tidak menahannya untuk pergi mungkin kejadiannya tak seperti ini.."ungkap bu Melia dengan wajah sendu.


"Yah.....tadi waktu pertama tahu Ben kecelakaan saya marah sekali dan berandai-andai juga..Tapi semua sudah terjadi bahkan di luar dugaan dua peristiwa sedih ini terjadi di hari yang sama.Walau sangat kecewa,tapi saya hanya bersyukur karena anak saya masih bisa selamat.Itu saja..Tapi jika nanti saat Livia tahu kejadiannya kemudian dia marah dan kecewa sama Daniel tolong kamu paham ya.. Setiap orangtua, reaksinya pasti berbeda-beda.Saya yakin kamu paham lah, bagaimana sahabat kamu itu..."pria itu bergidik ngeri saat membayangkan sesuatu hal yang fatal terjadi pada putrinya.


"Iya,mas.."bu Melia bisa memahaminya.Apapun reaksi sahabatnya nanti, itulah reaksi seorang ibu yang amat sangat menyayangi buah hatinya.


"Tapi tadi Daniel juga nungguin kok mas,dia khawatir sekali dan sangat merasa bersalah.Hanya mungkin sekitar sepuluh menit sebelum operasinya selesai dia pergi"bu Melia ingin agar pak Cahyo tahu bahwa putranya benar benar merasa bersalah.Hati seorang ibu, walau anaknya salah tetap saja akan mencari sisi baiknya.


"Selamat malam om..."Daniel tiba tiba muncul dan mencium punggung tangan pak Cahyo.


"Malam Dan..."sahut ayah Bening tapi dengan wajah tak bergairah.Bu Melia terus memperhatikan interaksi keduanya.

__ADS_1


"Gimana kondisinya adek,om?"tanya Daniel khawatir.


"Baik.."jawab pak Cahyo singkat.


"Boleh saya lihat dia, sebentar om?"Daniel meminta izin.


"Gimana kalau lain kali aja,ya?Saat kondisinya lebih baik.Biar dia istirahat dulu.Soalnya masih di bawah pengaruh obat bius.Jadi sebaiknya jangan diajak bicara dulu"jawab pak Cahyo.Entah kenapa saat melihat Daniel rasa kecewa itu rupanya tak hilang sempurna.


Bu Melia yang sudah was was sebelumnya,tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu putranya.Entah pak Cahyo masih kecewa atau tidak tetapi pria itu punya hak penuh atas putrinya ditambah lagi dia seorang dokter jadi tahu yang terbaik untuk pasiennya.


"Oh...baik om.."jawab Daniel lesu.Padahal ia ingin sekali melihat kondisi Bening.Akhirnya ia pulang dengan perasaan gundah dan sedih.


"Iya my.. Lagian om Cahyo itu memang dokter kan?"ujar Daniel membuat ibunya tersenyum.


"Kamu itu,ya...."katanya sembari tertawa.


Setelah mengantar ibunya pulang, Daniel langsung pergi menemui temannya untuk urusan video di handphone Widya yang tiba-tiba hilang.Rasa ingin tahunya tak mampu lagi dibendung.Ia ingin segera mendapatkan jawabannya.


Usahanya membuahkan hasil.Videonya bisa didapat kembali.Cepat cepat Daniel membukanya.

__ADS_1


Ternyata apa yang dikatakan oleh Widya benar adanya.Ada empat buah video yang memperlihatkan pak Andre dan ibunya terlihat bersama.Walau tak terdengar jelas apa yang mereka bicarakan mungkin karena Widya merekamnya dari jarak yang jauh, tetapi bisa ditebak berdasarkan ekspresi dan gerakan tubuh keduanya.


Bu Melia tampak marah dalam setiap video itu,ia menarik tangannya saat pak Andre memegangnya dan meninggalkan pria itu begitu saja meski ia berlutut dan memohon mohon.Itu tandanya ibunya tidak suka dan ingin menghindar.


Daniel mengepalkan tangannya geram melihat sikap pak Andre yang tidak sopan karena berani menemui dan menyentuh tangan ibunya.


Ia menjadi penasaran bagaimana pak Andre dan ibunya bisa saling kenal dan apa sebenarnya yang telah terjadi di antara mereka sampai pak Andre bersikap seperti demikian.


Ia pun ingat saat pertama kali pak Andre datang ke rumahnya pagi itu.Bagaimana Daniel langsung menunjukkan ketidaksukaannya pada pria itu dan menganggap bahwa ia berbahaya.Mungkin juga karena Daniel ingin menjaga ibunya saat ayahnya jauh sehingga bersikap waspada terhadap orang-orang yang ingin menemui ibunya apalagi jika itu pria.


Daniel menggeleng gelengkan kepalanya saat pikiran pikiran negatif tentang ibunya kembali muncul.Ia benar benar bingung untuk mengambil langkah agar semuanya menjadi jelas.


Setelah lama berpikir ia pun memutuskan untuk menemui pak Andre dan berbicara.Jika ia tahu kebenarannya maka ia akan segera bertindak.Daniel tak ingin pak Andre mengusik ketenangan keluarganya atau mengganggu ibunya maka ia akan memberinya pelajaran dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.


Tapi jika terbukti bahwa ibunya memiliki hubungan khusus dengan pak Andre tanpa sepengetahuan ayahnya alias berselingkuh maka Daniel akan meninggalkan ibunya, menyusul ayahnya ke New York.Ujian akhir sudah selesai sehingga tak ada lagi alasan untuk dia tinggal apalagi kondisi ayahnya yang sedang sakit.


❤️❤️To my beloved reader's ❤️❤️


Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena masih setia membaca dan mengikuti ceritanya.Ini adalah novel perdana saya.Maaf kalau ceritanya terlalu lamban,dan tak sesuai ekspektasi tapi saya hanya mau berkisah tentang masa lalu para tokoh dalam novel menjadi jelas sebelum masuk ke cerita di sepuluh tahun kemudian.Harap bersabar untuk 10 tahun kemudian.Saya juga updatenya bisanya pada malam hari karena siang hingga sore saya sibuk kerja.Terima kasih dan mohon bantu saya untuk promo novel ini😍🤩🤭.

__ADS_1


__ADS_2