Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.59


__ADS_3

"Kalian ada masalah?"bisik Bastian di dekat telinga gadis itu.Hampir tiga puluh menit duduk bertiga di ruang tamu, Daniel tak bicara sepatah kata pun.


"Nggak ada..."ujar Bening berbalas bisik.Ekor mata Daniel menangkap keduanya berbicara.


"Well...aku pulang ya,beb...Besok mau latihan lagi nggak?"tanya Bastian.Ia melihat Bening juga tidak nyaman dengan situasi yang ada.


"Boleh...tapi kalau kakak sibuk nggak usah.. masih ikut les tambahan kan?"tanya Bening.


"Iya.. masih.. tapi besok aku sempetin ya... soalnya sayang nanti kalau nggak rutin...bisa bisa kamu lupa lagi yang udah diajarin hari ini..."Bastian sesekali melirik reaksi rivalnya.Dia tetap pura pura tak bergeming padahal Bastian tahu amarahnya sedang membara.


Tetapi untuk melatih Bening bermain gitar ia lakukan secara tulus bukan hanya untuk membuat Daniel cemburu.


""Ya udah... terserah kak Bastian aja.Aku ngikut aja...kak, bentar ya...aku ke depan dulu..."Bening meminta izin kepada kakaknya.


"Duluan bro..."Daniel tetap tak menjawab.


"Wajib banget ya,dek... latihan gitar?"tanya Daniel ketika adiknya pulang mengantar Bastian.


"Nggak juga... cuma pengen aja tahu..."Bening duduk di sampingnya.


"Kamu yang minta diajarin atau dia yang nawarin diri?"Bening kini menatapnya heran.Pemuda itu terus saja mencari tahu.


"Harus ya,kak dijawab?"Bening malas untuk menjawab semua pertanyaan itu.


"Daddy akan dioperasi.."ujar Daniel ketika melihat raut wajah adiknya yang mulai kesal karena ia pun mengalihkan pembicaraan.


"Iya,aku tahu... tadi papa nelpon.. Dia akan pulang setelah om Darwin dibedah.semoga semuanya berjalan lancar.."doa gadis itu yang diamini oleh kakaknya.

__ADS_1


"Kamu pasti kangen banget ya,sama om Cahyo.?"tanya Daniel.Gadis itu pun menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.Selama ini,ia hampir tak pernah ditinggal ayahnya untuk waktu yang lama.Walau ia sangat merindukannya,tetapi ia tahu sahabatnya lebih membutuhkannya.Karena itu, setiap menelpon,ia tak pernah menanyakan kepada sang ayah kapan pulang.


"Sorry dek..."kata pemuda itu.


"Untuk?"Bening mengernyitkan keningnya.


"Yah...gara gara daddy kamu harus jauh dari papa kamu..."Daniel merasa bersalah.


"Enggaklah kak...Aku malah bangga,papa bisa spent time dengan om Darwin..Mereka kan, sahabat sejati...Semoga,om Darwin cepat sembuh dan secepatnya juga kembali ke sini..."Bening tersenyum mengingat bagaimana sang ayah dan sahabatnya.Keduanya pantas untuk disebut sahabat sejati.


"Aku sudah tahu kenapa kamu sangat baik dek...Itu karena om Cahyo sangat baik.Jadi nurun ke kamu"Bening malah tertawa mendengar ucapan Daniel.


"Makasih ya, tadi sudah bantu Widya buat nganter mamanya ke rumah sakit.."raut wajah Bening langsung berubah.


"Ya, aku cuma nemenin doang.. Kasihan Widya,dia pasti syok banget tadi ngelihat tante Vitha pingsan..Untung saja asmanya nggak kambuh.."ujar Bening.Ia kembali membayangkan bagaimana sahabatnya itu menjadi sangat takut ibunya tidak sadarkan diri.


"Karena itulah aku lebih banyak mengalah ke dia,dek..Beban hidupnya berat.Sebagai pacarnya, aku berharap bisa memberi kebahagiaan yang lain yang tidak ia dapatkan dari keluarganya.Aku sayang banget sama dia.Tolong kamu ngerti ya, kalaupun moodnya selalu berubah-ubah, mungkin karena tekanan yang ia dapatkan di rumah.Saya pernah ada di posisinya, jadi saya tahu gimana rasanya.Beruntung saja daddy sama mommy nggak jadi cerai, kalau nggak, nggak kebayang gimana hancurnya saya sekarang. .."jelas Daniel.


"Aku pamit ya dek?"ucapnya.Gadis itu hanya mengangguk.Ia tak beranjak dari tempat duduknya untuk mengantar pemuda itu seperti yang dilakukannya pada Bastian.


"Tadi katanya mas Daniel bakal nganterin non Bening.Maksa lagi.Tapi kok dianya malah naik taxi, pulangnya?"kata pak Abdi saat Daniel hendak masuk ke mobilnya.


"Oh, iya... astaga,aku lupa?"Daniel menepuk jidatnya.Semula,ia datang ke rumah Bening untuk meminta maaf atas hal tersebut dan semua kesalahannya yang lainnya tetapi malah tidak mengatakan apapun saat bertemu gadis itu.


"Lupa?"tanya pak Abdi.


"Bukan.. bukan itu maksudnya pak..tadi aku.."

__ADS_1


"Iya,mas... saya sudah tahu.Tadi non Bening cerita,mas mau nganterin cuman katanya kasihan non Widya kalau ditinggal.Tahu gitu tadi saya nunggu aja ya..."Rasa bersalah pun hinggap di hatinya.Tetapi ia kagum adiknya itu sangat bijak memberi jawaban.


🌾🌾❤️🌾🌾


Selama tiga hari dirawat di rumah sakit pak Andre tak menampakkan batang hidungnya.Ia hanya memberi alasan kepada bu Vitha kalau dirinya ingin sekali ke rumah sakit hanya saja dirinya tak nyaman jika bertemu Widya sebab gadis itu belum bisa menerimanya.


Bu Vitha pun percaya saja dengan kata-katanya padahal kalau pria itu benar benar peduli ia bisa pergi menjenguknya saat Widya berada di sekolah atau mengambil hati Widya dengan ia memberikan perhatian kepada ibunya di saat sakit, sehingga gadis itu bisa yakin kepadanya.Tetapi karena terlanjur bucin,maka dengan tak berlogika lagi,Bu Vitha mempercayainya.


"Selamat siang Mel..."ujar pak Andre.


"Astaga,kamu lagi..."bu Melia kaget pria itu tiba-tiba saja berada di dekatnya.Wanita itu tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan karena ada sesuatu yang ingin beli.


"Kamu sampai segitu kagetnya ngelihat saya,Mel... seperti melihat hantu saja.."ujarnya.


"Bener... saya memang takut bertemu kamu lagi.. Saya takut fitnah.."ujar bu Melia.


"Hah?kok sampai segitunya,Mel?"tanya pria itu.


"Iya, memang benar.Sikap kamu,cara bicara kamu nggak sopan sama saya.Kota ini sempit,gimana kalau ada orang yang kenal saya, ngelihat kita,dengar kamu bicara yang aneh bisa saja menimbulkan fitnah.Saya bukan artis yang gampang untuk mengklarifikasi lewat media.So,please... jangan menemui saya lagi.. nikmati saja liburan kamu jika kamu datang ke sini untuk liburan.."bu Melia berkata dengan sungguh-sungguh.


"Sorry Mel...saya minta maaf...Saya berjanji tidak akan bersikap seperti kemarin kemarin lagi.Saya sebenarnya hanya mau ngetes kamu,kira kira kamu tergoda nggak jika saya muji muji kamu setelah sekian lamanya tidak bertemu.Apalagi saya tahu bahwa pernikahan kamu bermasalah dan dulu kamu sangat mencintai saya..."


"Stop.. jangan diteruskan...kamu itu lucu ya...Kok bisa bisanya di usia kita yang sekarang masih punya pemikiran seperti itu? Pernikahan saya akan dipulihkan... Semuanya akan baik baik saja.."tegas bu Melia kemudian bergegas dari situ.


"Mel... tunggu... tolong maafkan saya..."ucap pak Andre sembari berlutut.


Wanita itu tak menyangka pria itu akan melakukan hal tersebut.

__ADS_1


"Astaga...pak Andre.. Kamu benar benar aneh.Memalukan.."bu Melia menggeleng gelengkan kepalanya lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan pak Andre yang jadi tontonan para pengunjung di situ tak terkecuali Widya.


Sepulang dari sekolah ia menyempatkan diri untuk membeli keperluan sang bunda tak menyangka akan melihat pak Andre di sana.Karena itu ia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk merekamnya agar bisa menunjukkan kepada ibunya bagaimana kelakuan pak Andre yang tidak ia ketahui.Tetapi di luar dugaan, Widya terperanjat saat mengetahui dengan siapa pria itu berbicara dan apa yang mereka bicarakan.


__ADS_2