Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.96


__ADS_3

Daniel ingin mengejar Bening yang dengan langkah cepat meninggalkannya.Ia pun hanya memandangnya hingga tak terjangkau oleh matanya.Jika saja bukan di rumah sakit mungkin ia akan mengejarnya tapi ia tak ingin gadis itu malu dan menjadi tontonan teman temannya yang melihatnya.


Diambilnya amplop dan kotak tersebut lalu membayar minumannya.


"Sudah mas...dokter Bening tadi sudah membayarnya.."tolak pegawai kantin tersebut.


Daniel berjalan menuju mobilnya.Ia memukul mukul stir mobilnya untuk melampiaskan amarahnya.Ia marah pada dirinya sendiri yang telah bertahun-tahun melakukan hal bodoh.Ia marah karena menyakiti hati dan perasaan orang yang sangat dicintainya.Ia marah karena membiarkan Bening berjuang sendiri meraih cita-citanya.Ia marah karena malam itu tidak kembali.Ia marah dan menyesal karena tidak pernah menemui gadis itu selama sepuluh tahun.


Daniel menangis tersedu sedu.Hatinya merasakan sakit yang teramat dalam.Setelah meratap kurang lebih sejam lamanya tiba tiba ia teringat kata-kata orang tua Bening yang sudah ia temui.


"Cinta saja tidak cukup.Harus seimbang antara kata kata dan tindakan.."kalimat itulah yang diucapkan oleh orang tua Bening kemarin.Ia pun memejamkan matanya dan berdoa dalam hatinya untuk jodohnya seperti yang disarankan oleh mereka.


Daniel juga mengingat kesepakatannya dengan Bastian kalau mereka akan mengutamakan kebahagiaan Bening di atas kebahagiaannya.Terutama bagi dirinya yang bertahun tahun memberinya luka.Ia tak bisa bersikap egois dan mementingkan perasaannya.


Daniel membawa mobilnya ke hotel.Dalam perjalanannya ia berjanji akan memulai semuanya dari awal.Ia berjanji akan menjadi orang yang bisa dibanggakan oleh adiknya tersebut.Setibanya di sana ia mengambil makan siangnya saat lambungnya mulai terasa perih.


Daniel juga bertekad untuk menjaga kesehatannya dan menjalani pola hidup sehat agar bisa mengambil dan menjaga hartanya.


"Mev...kakak kamu sampai jam berapa di sini?"tanya Bening saat hendak pulang.


"Katanya tiba sore.Memangnya kenapa? Kamu udah nggak sabar ya, pengen ketemu?"goda Meva.


"Sembarangan aja.. bukan gitu.. berarti ketemunya besok dong,ya?"tanya Bening.


"Loh, kok besok? Harus malam ini lah..kata abang nanti setelah tiba dia bakal langsung jemput kamu buat dinner..."Meva begitu bersemangat menceritakan rencana kakaknya.


"Kakak kamu nggak capek apa?Perjalanan hampir 24 jam lho.Istirahat aja dulu.Masih ada waktu esoknya.Lagian aku nggak kemana mana juga..."terang Bening.


"Nggak capek kok.Buat ketemu kamu nggak ada alasan capek.Gitu katanya.By the way kamu nggak berencana menghindar lagi kan?Jangan gitu dong Ben.. Kasian abang aku kalau kamu batalin lagi ketemuannya.Memangnya kenapa malam ini? Kamu ada janji sama dokter Rio?atau sama kak Bastian?atau jangan jangan....."Bening mengernyitkan dahinya saat melihat ekspresi wajah Bening.


"Jangan jangan apa? Jangan mikir yang aneh aneh ya..."ujar Bening was was.


"Jangan bilang kalau kamu mau ketemu si bule emulsion itu.Dia ada di Jakarta kan?"tebak Meva.


"Namanya Daniel scoot aja,Mev...nggak pake emulsion..kamu itu suka banget pelesetin nama orang.Kalau dia tahu,dia marah lh..Kok kamu tahu dia ada di Jakarta? Jangan jangan tadi kamu ngintilin aku di kantin ya?"tanya Bening curiga.


"Biarin..biarin aja dia marah.Gara gara dia kamu nggak mau pacaran selama bertahun-tahun.Tadi kamu bilang aku ngintilin kamu?Apaan sih? Enggaklah.Ngapain ngintilin kamu sama orang itu lagi.Kalau sama kak Bastian mungkin.Eh, jadi tadi kalian habis ketemuan?Kok nggak cerita? Gimana tadi?"Bening mendadak penasaran.


"Gimana apanya?"ujar Bening membuat sahabatnya geram.

__ADS_1


"Ih....pura pura nggak ngeh.Gimana tadi reaksi kamu? Perasaan kamu setelah satu dekade nggak ketemu sama dia?Kamu terkejut, happy, nangis,peluk pelukan, cium ciuman atau gimana? Jangan bilang kamu terpesona?Dia kan ganteng, tinggi, tegap,berotot.. Kamu nggak jatuh cinta kan?"cerca Meva membuat sahabatnya bingung seolah olah dia pernah bertemu dengannya.


"Apaan sih?Cium ciuman, peluk pelukan.. Teletubbies?Eh, kamu kok tahu kalau dia ganteng, tinggi, tegap,berotot? Jangan jangan beneran tadi kamu..."tuduh Bening.


"Enggaklah.Aku udah ketemu dia,makanya aku tahu.Dia datang ke apartemen kamu waktu kamu pulang ke Bali.Tapi emang benar kan,dia seperti yang aku sebutin?"Ameva pun pada akhirnya bercerita.


"Oh... jadi kamu ada waktu dia datang? Kenapa nggak cerita?"cecar Bening.


"Ya ... ngapain? Nggak penting juga.."jawab Ameva ketus.


"Nggak penting tapi kamu bahkan deskripsiin dia sangat baik.Jangan jangan kamu yang jatuh hati sama dia..Love at the first sight..Dia suami orang loh..."goda Bening.


"Apaan sih,Ben? Hati aku cuma buat kak Bastian seorang.Nggak akan tergantikan oleh siapapun.Tapi Emang gitu kenyataannya.Beneran kamu nggak berubah pikiran setelah ketemu dia kan?"cecar Ameva.


Bening hanya tersenyum padanya.


"Jangan suka mikir yang aneh aneh..Nggak mudah jadi aku,Mev..tapi bukan berarti nggak bisa memilih... Baiklah,nanti kabari aku aja kalau kakak kamu udah sampai.. Kamu boleh kasih nomor aku ke dia..."kata Bening lalu bersiap untuk pulang.


"Uuuh...aku cuma pengen kamu bahagia aja Ben... Pacaran itu bisa bikin kita bahagia loh..."Ameva memeluk sahabatnya.


"Sok tau.. kayak ada pacar aja.."Bening memencet hidungnya.


"Makanya... jangan suka asal kalau ngomong..baca hati orang aja nggak bisa. . Udah ya,aku berangkat dulu.Kak Bastian udah jemput.."ujar Bening membuat sahabatnya iri.


"Biasa aja kali bibirnya.Kalau mau,kita pulang bareng aja...ayo.."ajak Bening.


"Mau...Tapi aku masih ada operasi.Satu lagi untuk hari ini.."Ameva terlihat kecewa.


"Ya udah,aku duluan ya..."Bening menunggu tempat Bastian menunggunya.


"Hallo kak...jam berapa sampai?"tanya Bening ketika sudah berada di dalam mobil.


"Sejam yang lalu by..."jawab Bastian.


"Belum sempat istirahat dong..?"tanya Bening dijawab dengan dengan senyuman oleh Bastian.


"Terus kenapa malah jemput?tau gitu aku naik taksi online aja tadi..."kata Bening merasa bersalah.


"Nggak apa-apa by.. Aku nanti jam 3 diundang ke reality show..Nanti aja istirahatnya sepulang dari sana..."kata Bastian membuat Bening lega.

__ADS_1


"Udah makan belum..?"Bastian menggelengkan kepalanya.


"Belum.Makanya mau ngajak kamu makan di luar.Mau sih makan di apartemen kamu,tapi bukan kamu yang masak,by..."ucap Bastian.


Bening tertawa kecil.


"Lain kali aku masakin deh... Maunya kapan?"tanya gadis itu.


"Tapi kamu capek by..."ujar Bastian.


"Enggaklah...nggak secapek kak Bas yang jadwalnya padat..."


"Sebentar malam, gimana?"potong Bastian.Ia rindu mencicipi masakan Bening.


"Sebentar malam aku ada janji sama kakaknya Meva..."Bastian jadi was was.


"Cowok apa cewek?"cecar Bastian dengan mode siaga.


"Cowok kak..Meva mau ngenalin aku ke kakaknya yang selama ini kerja di Amerika.Sebenarnya dari lama sih kak,cuma aku baru mau ketemunya itu sekarang.Nggak enak sama Meva kalau aku nolak lagi.. Nggak apa apa kan?"Bening mengamati reaksi Bastian.


Sesaat Bastian terdiam.


"Aku janji bakal jaga diri,kak.."kata kata Bening langsung membuat Bastian tertawa.


"Kok malah ketawa?"Bening mencebikkan bibir bawahnya.


"Kamu itu polos banget by...Rasanya kamu masih seperti anak SMA yang dulu waktu di Bali dan nggak berubah sampai sekarang.Maaf ya... kalau kamu jadi kesal karena aku tadi ketawa..."Bastian mengelus kepalanya dengan lembut.


Bening tersenyum.Mereka pun sampai di sebuah restoran Chinese food.


"Oh,iya... tadi pagi aku ketemu kak Daniel.Dia datang ke apartemen aku..."cerita Bening ketika mereka sudah duduk.


"Oh,ya?"Bastian sudah tahu Daniel pasti akan menemui gadis itu sehingga dirinya tidak kaget mendengar penuturan Bening meskipun dalam hatinya ia merasa takut.


"Iya... Akhirnya aku lega kak setelah bicara dengan dia..Aku nggak ada beban lagi sekarang.Udah benar benar bebas..."ungkap Bening dengan senyumnya.


Bastian memegang tangannya.Ia melihat aura gadis itu tak seceria senyumnya.Masih ada kegundahan saat ia berbicara tentang Daniel.


"Aku hanya ingin kamu bahagia by...Aku ingin lihat itu dari kamu..."ucap Bastian sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Selamat siang..."sebuah suara mengejutkan mereka.Bening menoleh karena ia mengenal suara tersebut dan ingin memastikannya.Ketiganya saling menatap satu sama lain.


__ADS_2