
Daniel dan Widya fokus membaca list makanan yang ada.
"Kamu mau makan apa?"tanya Bastian pada Bening yang tak bicara sedikitpun sejak ia duduk di dekatnya.
"Aku mau dessert aja, yang ada apa aja ya?"tanya Bening tanpa melihat List menu.Rupanya ia iseng ingin melihat bagaimana Bastian bisa menghafal menu menu yang ada dan mempromosikannya.
"Ada cream brulie, gourmet coffee, chocolate Panna cotta, atau mau coba yang spesial yaitu chocolate pondant....tapi kan kamu nggak suka ama coklat beb... atau jangan dessert lah....Ya....., nggak kenyang nanti.. pesan makanan yang lain aja gimana... ?" Bastian kembali menunjukkan perhatiannya kepada gadis itu.
"Sama aja....Nanti juga kalau pesan makanan yang lain tetap gak bikin kenyang... mewah,mahal... tapi porsinya mungil..." Bastian sontak ketawa mendengar ocehan Bening.
"Ya iyalah dek.... karena mewah dan mahalnya, makanya porsinya sedikit...." Daniel greget untuk menjawab.
"Aku yakin kamu tau lah beb... apa alasan di balik porsi yang mungil itu... terkadang tampak tidak adil, ketika sudah bersantap di restoran mewah dan membayar mahal untuk porsi makanan tetapi makanan yang disajikan dalam porsi sedikit.Pasti kesal apalagi kalau perut belum kenyang.Salah satu alasannya adalah karena semua makanan di restoran menggunakan bahan premium yang harganya fantastis.
Bahkan demi menjamin kualitas dan tampilannya, harga bahan makanan itu tentulah berbeda jauh dengan yang kualitasnya biasa.
Tak hanya itu,bahan bahan berkualitas tinggi itu juga kebanyakan bahan import.
Porsi yang lebih kecil akan lebih mudah ditata saat penyajian.
Makanan juga akan terlihat lebih elegan bagi pelanggan yang menyukainya.
Tampilan penyajian makanan yang elegan ini mengundang selera lewat pandangan pertama sang pelanggan.Jika mata sudah jatuh cinta maka selanjutnya selera juga akan tergugah sehingga tak sabar ingin mencicipinya..." jelas Bastian seperti sedang mempresentasikan makalah di depan kelas.
"Terus, setiap makanan juga diracik khusus oleh chef profesional kan? nggak kebayang tuh digaji berapa..."timpal Widya.
"Yes....! you are absolutely right...!" tambah Bastian dengan mengangkat jempolnya.
Bening dan Daniel hanya melongo mendengar penjelasan Bastian.
Terutama bagi seorang Bening yang selama ini dekat dengannya, selalu sisi humornya yang ia tunjukkan.Mungkin baru kali ini ia terlihat serius mengutarakan sesuatu.
Matanya melotot tak percaya.
"Kok, ngelihatinnya kayak gitu beb....kagum atau gimana?"Bastian merasa terusik dengan cara Bening memandangnya.
"Yes,to be more precise...I'm amazed...Diajarin papa kamu ya,kak? pasti baru tadi ya belajarnya? makanya lancar banget " Bening menerka nerka.
"Yah seperti kamu belajar tentang cita cita kamu dari papa kamu, saya pun mengikutinya.Biar kita selevel.seiring...sejalan....."Bastian mulai menggoda.
"Trus jadi kenangan" sambung Bening.
"Apaan sih beb? ih...amit amit..."Bantah Bastian.
"Loh,kan ada lagunya... seiring sejalan..dan jadi kenangan...atau aku salah mungkin..." Bening menutup mulutnya sambil tertawa kecil.
"Kita akan sampai di tujuan kita...cieh..." Ujar Bastian meyakinkan diri.
Bening mencebikkan bibirnya,ia tahu laki laki itu sudah kembali ke mode semula.
"Well.... anyway... Kalau kamu nggak suka makan yang disajikan dalam porsi mungil nggak apa-apa...di masa depan kita akan buka juga restoran Padang... gimana?"ujar Bastian dengan menaikturunkan alisnya.
"Apaan sih? beneran kumat lagi anehnya.." sewot Bening tetapi tetap saja salah tingkah kala Bastian menggombalinya di depan Daniel sang pujaan hati.
Widya terkekeh melihat keduanya.
"Eh... katanya kak Bastian mau nyanyi?Kapan?"tanya Widya.Ia akui kalau dirinya sangat suka mendengar Bastian bernyanyi.
"Beneran mau nyanyi? emang konsep restoran ini live music ya?"Ujar Bening mencari tahu.
"Yap... konsepnya begitu.Kalau kata Gerardo Gonzalez, seorang Chef terkena menegaskan bahwa musik merupakan indikator pertama dan terkuat untuk membentuk konsep sebuah rumah makan dan branding sebuah rumah makan atau restoran.
So, kami mau mencoba mengaplikasikannya.Semoga musik yang kami suguhkan memberikan kepuasan kepada para tamu dan meningkatkan penjualan."terang Bastian.
"Kita jadi pesan makanan nggak?"tanya Daniel, risih mendengar candaan musuhnya itu.
"Ya udah, silahkan pesan...aku nyanyi dulu ya ..tuh teman aku udah manggil... enjoy the food.Hope you like it..." Bastian berdiri berpamitan sebentar kepada ketiganya.
Mereka akhirnya memilih untuk memesan pizza tuna,spring chicken & foie roulade.
Perlahan lantunan musik yang didengungkan mulai memberi nuansa yang berbeda.
" Selamat malam semuanya... Terima kasih sudah hadir di sini malam ini... karena itu, saya mau mempersembahkan lagu ini untuk kalian semua.Selamat menikmati setiap menu yang sudah dipesan, semoga jatuh cinta sehingga esok atau lusa bisa kembali ke sini..."ungkap Bastian disambut gelak tawa oleh tamu undangan yang hadir.Bening menggeleng gelengkan kepalanya.Bibirnya mengukir senyum.
Cantik... ingin rasa hati berbisik
untuk melepas keresahan dirimu
O cantik.. bukan kuingin mengganggumu
__ADS_1
Tapi apa arti merindu.. selalu..( ow)
walau mentari terbit di Utara
Hatiku hanya untukmu....
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita
ini kesungguhan...
Sungguh aku sayang kamu..
Cantik...
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu.. selalu..(ow)
Walau mentari terbit di Utara
Hatiku hanya untukmu...
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita
ini kesungguhan..
sungguh aku sayang kamu...
Ingin ku berjalan menyusuri cinta..
Cinta yang abadi untukmu selamanya
Hey..he ya ya ya he ya..
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita
ini kesungguhan.. sungguh aku sayang kamu...
Dengan suaranya yang merdu, Bastian membawakan sebuah lagu Kahitna yang berjudul cantik.Tak ayal,para tamu yang hadir juga ikut bernyanyi bersama-sama.
Bening memilih untuk fokus kepada makanannya.Ia tak mau terlalu percaya diri bahwa lagu itu ditujukan padanya.Berbeda dengan Widya yang terharu dan terkagum-kagum mendengar Bastian bernyanyi.
"Ben...terima nggak? Diterima ya, kasihan..." ujar Widya entah mengapa dia bisa menerjemahkannya ke arah situ.
"Terima apaan.. jangan ngaco deh Wid..." bantah Bening.
"Nggak peka banget sih ...biar nanti kita bisa double date..." ucap Widya dengan ceplosnya.
"Double date? Maksudnya?" tanya Bening mengulangi ucapan sahabatnya itu.
"Iya...kami lupa bilang ke kamu Ben...Kita sudah jadian..." ungkap Widya dengan girangnya.
"What??" tanya Bening kaget.Sejenak ia menghentikan makannya.Irama jantung nya berpacu dengan begitu cepat.Seperti terkena sengatan listrik, begitulah yang ia rasakan ketika mendengar perkataan Widya.
Kepalanya terasa pening.Berbagai emosi bercampur aduk menjadi satu.Akhirnya apa yang ia takutkan selama ini pun terjadi.
"Trus Kapan jadiannya" tanyanya lagi berusaha untuk tidak panik.
"Seminggu yang lalu..." Jawab Widya antusias sedangkan Daniel tak berbicara sepatah kata pun meskipun di awal dia juga kaget Widya membongkar status mereka.
Bening berusaha kuat walau hatinya menangis.Ia berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata.Entah apa yang akan dipikirkan Widya dan Daniel jika ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Diambilnya air mineral dan meneguknya.
"Selamat ya Wid...kak...aku senang banget dengarnya.Kalian memang cocok.Best couple..." ucapnya menahan air mata agar tak jatuh.
"Makasih ya Ben... semoga kamu juga bisa secepatnya punya pacar...biar bisa double date..." Widya mengulang kalimatnya sembari memegang tangan sahabatnya itu.
" Nggak ah ... nggak mau double date... nggak ada privasinya nanti.."kata Bening berusaha mengontrol perasaannya.
__ADS_1
"Emang mau ngapain sih dek sampai harus privasi segala..."timpal Daniel baru mengeluarkan suaranya.
"Nggak juga... cuma kan nanti siapa tahu kak Daniel nya nggak setuju..." bantah Bening sekenanya saja.
"Dia pasti setuju kok Ben, soalnya kalau perginya sama kamu mami pasti bolehin...di mata mami aku kamu itu sosok yang sempurna.Dia pengen banget aku bisa kayak kamu...Dia selalu banding bandingin kita tau nggak" akhirnya Widya menceritakan semuanya.Mungjkin karena virus kasmaran yang tengah menyerangnya sehingga ia mengungkapkan semua apa yang tidak ia ceritakan sebelumnya.
"Masa sih? padahal menurut aku kamu udah sempurna banget loh Wid... cantik, pintar..." Bening mendeskripsikan sahabatnya itu.
"Iya kan... setiap orang perspektifnya beda beda dek....."kata Daniel sembari mengunyah makanannya.
"Iya,tapi apa yang mau dibandingin dari saya kak?" tanya Bening yang justru merasa sedikit insecure dengan dirinya jika dibandingkan dengan Widya.
"Kamu tau nggak Ben,mami itu selalu bilang kayak gini...coba kamu lihat si Bening..Tiap hari dia belajar tanpa disuruh orang tuanya.Dia nggak ngebantah orang tuanya.Dia juara di kelas.Coba kamu seperti dia.. Sedangkan kamu,apa yang mau kamu banggain?" Widya mereka ulang kata kata ibunya dengan segala mimiknya.
Bening tampak kaget mendengarnya.Dirinya tak menyangka sampai sejauh itu yang Bu Vitha lakukan ke anaknya.
"Ya..... mungkin biar kamu bisa punya contoh yang kamu tiru dan bisa buat kamu berubah menjadi lebih baik Wid...." ujar Daniel berusaha memberi Widya pikiran yang positif.
"Jadi, maksud kamu... selama ini aku nggak baik?"tanya Widya yang langsung tersulut emosi.
"Bukan begitu maksudnya... berpikir saja kalau mami kamu ngelakuin semua untuk kebaikan kamu...Dia terlalu sayang sama kamu.." terang Daniel dengan nada yang selembut mungkin.
"Sayang apanya?Dia itu terlalu overprotektif tau nggak... Selalu mengatur semua kehidupan aku sampai hal terkecil pun.Dia mengatur semuanya dari aku bangun pagi hingga tidur lagi.Bayangin aja, aku itu udah dibikin jadwal sama dia selama liburan ini aku ikut les tambahan.. hanya karena aku nggak bisa dapat juara satu.Dia ngelakuin semuanya tanpa memberi kesempatan untuk mendengarkan pendapat aku.
Semenjak mereka bercerai aku merasa kehidupan aku itu seperti berada dalam setoples kaca tau nggak... yang benar-benar harus dijaga agar jangan sampai pecah dan isinya tumpah...
kebayang dong gimana rasanya jadi aku... capek banget tau nggak..."Widya berkata dengan berurai air mata.
Bening mengelus elus tangannya menenangkan Widya.
"Jangan nangis dong,Wid... Udah ya....yang kuat ya..." Bening juga tak kuasa menahan air matanya.
Perasaannya bercampur aduk.Antara sedih mendengar curhatan Widya dan kesedihan yang pertama ketika mengetahui keduanya sudah jadian.
Ia juga sempat merasa tercekat saat Widya kembali menyesali perceraian kedua orang tuanya.Ia memandang Daniel.Entah bagaimana jadinya jika laki laki itu juga tau orang tuanya sudah bercerai.
Ia merasa ada kesempatannya untuk menangis dibandingkan beberapa menit lalu.
"Udah ya... jangan nangis di sini ya... malu .. dilihatin orang orang.. nanti mereka pikirnya aneh lagi lihat kalian berdua menangis bersamaan... udah ya..please...."ucap Daniel meredam kesedihan pacarnya itu.
Widya menyeka air matanya dan menepuk nepuk pipinya agar tak terlihat memerah.
Bening juga demikian."Aku sayang kamu Wid..." ungkap Bening membuat Widya terharu.Keduanya saling memegang tangan, tersenyum kemudian tertawa bersama.
"Satu hal lagi...aku lupa cerita..." kata Widya membuat Daniel dan Bening dilanda penasaran.
"Sebenarnya tadi aku ke sini, nggak diizinin mami...?" cerita Widya pelan.
"What?????"Daniel benar benar dibuat kaget oleh pacarnya itu.
"Wid.... aduh kamu tuh ya.... Gimana dong?" ujar Bening tak kalah kagetnya.
"Ya,aku udah berusaha minta izin... Udah memohon mohon...tapi gak dibolehin.aku pengen banget ke sini..ya,aku milih untuk kabur lewat belakang..." cerita Widya dengan polosnya membuat mereka yang mendengarnya melongo.
"Ya, udah.... habisin makanannya trus kita pulang ya..."ucap Daniel memberi keputusan.
Widya menurutinya.Setelah menghabiskan makanan di piringnya,mereka berpamitan.
"Maaf ya dek...kami duluan... tolong bilang ke Bastian ya..." pamit Bastian.
"Iya... sorry Ben...kami tinggal ya..." tambah Widya.
Bening dilanda kegundahan tatkala Daniel menggenggam tangan Widya dan menuntunnya keluar dari restoran.
πΎπΎππΎπΎ
"Hei.... kok sendiri?"Bastian menghampiri Bening ketika sudah menuntaskan Beberapa lagu.
"Mereka duluan... soalnya Widya ke sininya ternyata nggak minta izin sama maminya" terang Bening.
"Ohh....anak itu aneh aneh saja..." sahut Bastian lalu duduk di samping gadis itu.
Bening hanya mengaduk ngaduk makanannya.
"Bosan ya,beb?"tanya Bastian melihat raut wajah Bening yang tampak suntuk.
Bening menggeleng dan tersenyum.Ia ingin menceritakan kesedihannya tetapi tak mungkin ia melakukannya mengingat perasaan Bastian padanya.Ia memilih untuk menjaga perasaan laki laki itu agar tak mengalami patah hati seperti dirinya.
"By the way,suara kakak bagus banget..."pujinya.
__ADS_1
"Thank you... kalau kamu suka aku bisa menyanyi buat kamu anytime..." gombalnya lagi.
Bening menahan tawanya.Meskipun kesal tetapi ia sedikit terhibur.