Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.7


__ADS_3

Suasana berubah hening kala Daniel pergi untuk bersiap siap.


"I have something important to say.." ungkap pak Darwin begitu pelan dan hati-hati.Bening menatapnya serius.


"Seperti yang sudah sering saya katakan,Saya sudah menganggap kamu putri saya.Saya pikir saya harus menceritakan ini kepada kamu nak.." ujarnya masih dengan tampang yang serius.


Pikiran Bening menjadi tak karuan.Ia mencoba menerka nerka cerita apa yang akan ia dengar.Selama ini jika berbicara dengannya,pak Darwin tak seserius sekarang, kebanyakan hanyalah candaan yang berujung tawa.


"Tapi saya akan mengatakan ini bukan untuk membuat beban.Are you ready to hear?" tanyanya pelan.


Bening bingung harus menjawab apa.Pak Darwin sendiri takut jika apa yang akan ia katakan didengar putranya.


"Nak...kami telah bercerai....Om dan Tante Melia sudah bercerai" ucapan itu bagaikan petir di siang bolong.Bening benar benar kaget.Jantungnya berdegup kencang.Ia merasa kepalanya berdenyut nyeri sungguh tak percaya dengan ucapan yang barusan ia dengar itu.


"Om, jangan bercanda..." jawabnya lirih.Pak Darwin tersenyum getir dan memegang tangan gadis itu yang sudah bergetar.


"Perceraian bukanlah suatu hal yang bisa dicandai..." ungkap pak Darwin.Bening hanya melongo mendengarnya.Ia berharap dirinya sedang bermimpi.Tetapi kenyataannya,ia tengah berhadapan dengan pak Darwin sekarang dan mendengar sendiri kenyataan pahit itu.


"Kak Daniel tahu Om?" tanyanya penasaran yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Pak Darwin.


Bening menekan pelipisnya dengan kedua tangannya yang bertumpu di meja.


"Bagaimana dengan kak Daniel.Apa dia setuju om dan Tante bercerai? " tanyanya polos.Sikapnya berubah bak seorang wartawan yang menginterogasi.


"Kami orang tua, seringkali punya problem yang tak bisa didiskusikan dengan anak.Ada banyak keputusan yang harus kami ambil sendiri,tak melibatkan anak.Intinya,kami sudah memutuskan untuk bercerai dan Daniel belum tahu.


Om juga akan pulang ke New York untuk menjalani pengobatan.Itu artinya Om akan meninggalkan Daniel di sini bersama mommynya.Om harap,kamu bisa menjadi teman dan adik yang baik buat dia.Dia sudah cukup terluka selama beberapa tahun terakhir dengan seringnya ia menyaksikan kami berselisih." kata pak Daniel dengan raut wajah sedih dan penuh penyesalan.


Bening mencoba memahami perkataannya yang cukup sulit ia cerna."Apakah keputusannya sudah final om? Bisakah dirubah?Kasihan kak Daniel kalau sampai dia tahu,ia pasti akan sedih..." Mata bening sudah mulai berkaca-kaca.


"Kami sudah sering mendiskusikannya.Hingga akhirnya memilih jalan ini. Iya, dampaknya akan buruk jika dia mengetahuinya.Mungkin dia akan stress, kesehatan fisik dan mental terganggu, kesulitan di sekolah dan berbagai kemungkinan buruk yang lain.Karena itulah om dan Tante melia memutuskan untuk tidak memberi tahunya dulu.Kami juga akan mengupayakan hal hal yang terbaik untuknya, menjaga perasaannya.." jelas pak Darwin.

__ADS_1


Gadis itu menghela nafas panjang.Ia tak habis pikir,pak Darwin menjelaskan dengan rinci efek perceraian yang mereka lakukan terhadap anak mereka.Tetapi mereka tetap memilih untuk bercerai.Bagaimana jika Daniel akan mengalami semua hal buruk yang ia sebutkan itu? Belum bercerai saja sikapnya sudah mulai berubah beberapa tahun terakhir.Seharusnya, mereka mempertimbangkannya lagi dan lagi.Mungkinkah mereka benar-benar menyayangi Daniel?


"Om...." Bening tak kuasa menahan air matanya.Entah mengapa membayangkan akibat perceraian yang diucapkan pak Darwin membuat hatinya tercabik-cabik.Tapi ia bisa apa?Ia ingin marah kepada pria paruh baya yang ada di hadapannya.Tetapi apa haknya? Toh bercerai adalah jalan terbaik yang sudah mereka ambil menurut mereka sendiri.


"Boleh saya bertanya lagi?" tanya Bening dengan berurai air mata.Pak Darwin mengangguk pelan dengan senyumnya.


"Apakah ini artinya Daniel tidak akan bisa untuk mempunyai keluarga yang utuh lagi?until whenever..?"tanyanya masih berharap akan ada keajaiban yang akan terjadi.


"Saya tidak bisa menjamin hal itu terjadi.Tetapi om dan tante Melia sudah sepakat untuk tetap mengurus Daniel sama sama,menjaga perasaannya, layaknya seperti orang tua pada umumnya,walau itu tak mudah.Ini berat nak...berat banget.."Jawab pak Darwin berusaha memberikan kalimat yang bisa ia pahami.


"Does that mean there's still a chance?" tanyanya penuh harap.


"I hope so..." ungkap pak Darwin yang sontak membuatnya lega.


"Yes....!" ia mengangkat tangan kanannya dan mengepalkan seperti baru saja memenangkan pertandingan.Hembusan angin segar tiba tiba ia rasakan meniup di wajahnya.


"Tapi, whatever happens tommorow,only God knows.Saya dan Tante Melia akan menyembuhkan diri kami masing-masing, anggap saja kami sedang sakit hingga saat ini dan ke depannya kami berjuang untuk sembuh sehingga kalau diizinkan Tuhan kami bisa kembali menjadi seperti dulu menjadi orang tua yang utuh bagi kakak kamu Daniel..."jelasnya kembali membuat hati Bening berbunga-bunga.


"So... I'll take my son,okay?tolong jaga rahasia ini ya.." pinta pak Darwin.


"Siap om...But you also have to keep my biggest secret..." Bening berlagak seperti seseorang yang mempunyai rahasia besar.


"What is it?"Pak Darwin mulai penasaran.Bening membungkukkan badannya demikian pun pak Darwin yang turut membungkukkan badannya dan memasang telinganya.Bening mengatupkan sedikit kedua telapak tangannya dan mulai berbisik.


"Saya jatuh cinta kepada anak om...." ungkapnya pelan kemudian wajahnya bersemu merah setelah mengatakannya.Entah dari mana datangnya keberanian itu sehingga ia mampu dan berani mengungkapkan perasaannya.


Pak Darwin tersenyum bahagia.


"Really?"Tanyanya kaget.Tetapi sesungguhnya ia sendiri tahu dengan melihat cara Bening memperlakukannya,cara dia bertutur kata, bagaimana dia sangat peduli terhadap putranya.


Bagaimana pun,insting seorang ayah seringkali tidak salah.

__ADS_1


Bening mengangguk malu.Pak Darwin menepuk tangannya lembut.


"Thank you.Saya sudah tahu.Saya sudah melihatnya.Really like my expectations.Om dukung..."meskipun masih malu tapi Bening sangat bersukacita pak Darwin mendukungnya.


"Om mau bilang rahasianya.Sini om bisikin.." pak Darwin pun ikut meniru cara Bening untuk menyampaikannya.


"Make him fall in love with you..." ucapnya dengan berbisik.Bening tersenyum dengan mengangguk anggukan kepalanya.


"Bicarain apa sih...pake bisik bisik segala.Bukan gosip kan..." suara Daniel mengagetkan keduanya.


Wajah bening berubah panik.Ia berharap, mudah mudahan Daniel tidak mendengarkan apa yang keduanya bicarakan.Dia akan kehilangan muka kalau sampai lelaki yang ia sukai itu mengetahui rahasianya yang sudah susah payah ia jaga.


"Iya...kami memang sedang bergosip.About you,boy..." Bening yang mendengarnya berdebar debar.Selesai sudah.Ternyata pak Darwin tidak bisa menjaga rahasianya.Pikirnya.Ia memegang kedua pipinya.


"It's all because....kamu lama banget siap siapnya.Lihat penampilan kamu...like going on a date..." godanya kepada putranya sambil tersenyum ke arah bening yang sudah menundukkan kepalanya malu.


"Daddy... Apa apaan sih? Dari tadi bicaranya ngawur aja..." protes Daniel yang tak terima dicandai ayahnya.


"Yuk,kita jalan sekarang dek .. sorry ya nunggunya lama...Tadi saya nelpon dulu soalnya..." ungkap Daniel yang akhirnya jujur kenapa ia bersiapnya lama.


"Dari dulu juga kamu selalu membuat adik kamu menunggu,boy .... nggak baik lho... nanti dia bosan dan ninggalin kamu...." goda ayahnya tak henti hentinya.


"Apa apaan sih,dad? stop, okay? " pinta Daniel yang sudah kesal dengan ayahnya.Pak Darwin terkekeh mendengar ocehannya.Bening juga mempelototkan matanya mendengar penuturan pak Darwin.


"Ayo,dek...."Daniel meraih tangan Bening, menggenggamnya untuk segera pergi dari hadapan bapaknya.


"Saya pamit Om... sampai jumpa di rumah sebentar malam..." pamitnya kemudian mengikuti langkah Daniel yang masih menggenggam tangannya.


Setelah beberapa langkah ia menoleh kepada pak Darwin yang langsung mengangkat jempolnya dengan senyum yang menggodanya.Ia membalas dengan senyuman khasnya..


Bening sesekali melirik ke arah Daniel ketika mereka mulai melaju di jalanan.Pandangan lelaki itu fokus ke jalanan si depannya.

__ADS_1


"Pasti yang kamu telepon tadi adalah Widya.Apa yang dibilang om Darwin ada benarnya.Selama ini kamu selalu mementingkan Widya.Perhatian kamu berbeda kepadanya.Mungkinkah kamu sedang jatuh cinta?" lirih Bening dalam hatinya dengat raut wajah yang sendu.


__ADS_2