Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.89


__ADS_3

"Tante......"Bening memeluk bu Melia saat mereka menemuinya di sebuah restoran untuk makan siang.


"Halllo sayang...tambak cantik aja..."bu Melia mencium kening dan pipi gadis tersebut secara bergantian.


"Makasih tan...tante juga makin cantik aja.."ungkap Bening.


"Kamu itu ya, dari dulu nggak pernah berubah.. kalau dipuji pasti balik muji juga...tante kangen banget sama kamu"kata bu Melia lalu kembali memeluk Bening.


"Hallo om..."Bening memberi salam pada pak Darwin yang sejak tadi terus tersenyum menatap keduanya.


"Hallo nak..."pak Darwin juga memeluknya yang sudah dianggap sebagai putrinya sendiri.


"Om apa kabar? Sehat?"tanya Bening.


"Iya,sehat... Karena udah nemu obatnya yang tepat..."bisik pak Darwin membuat Bening tertawa kecil karena ia tahu maksud ucapan pak Darwin.


Pria paruh baya tersebut selalu menganggap istrinya tercinta adalah obat bagi penyakitnya dahulu.


"So sweet...Om pasti bahagia banget ya, sekarang.Di rumah pasti suasananya udah berbeda, udah rame, karena ada Daniah"Bening tersenyum kagum kepada keduanya.Ia mengagumi kisah cinta dan pernikahan mereka yang telah melalui banyak sekali masalah dengan prosesnya yang lumayan lama.


"Iya, sih nak... cuma masih pengen satu lagi tapi dari rahimnya wanita cantik ini.Udah diusahain siang dan malam tapi nggak jadi jadi.."pak Darwin merangkul pinggang istrinya berniat untuk bercanda.


"Apaan sih, daddy?Malu maluin aja"sanggah istrinya dengan wajah yang menahan malu.


"Loh, kenapa my? Emang kita doanya selalu siang dan malam kan? Memangnya mommy mikir apaan?"mendengar jawaban tersebut membuat istrinya merasa malu sendiri.


"Tau ah..."bu Melia menepuk lengan suaminya membuat mereka semua tertawa.


"Hai...Daniah...."Bening membungkuk di depan anak kecil tersebut untuk menyetarakan tinggi tinggi badan mereka.

__ADS_1


"Hai anty..."jawabnya dengan malu malu padahal sering juga melakukan video call.


"Kangen nggak ama anty?Anty udah nepatin janji anty untuk pulang dan ketemu sama Daniah.Senang nggak?"anak kecil itu mengangguk dengan senyumnya yang imut.


"Makasih anty..."Diciumnya kedua pipi Bening dengan caranya yang menggemaskan.


"Uuuh.... kamu sweet banget nak.."Bening memeluknya erat lalu menggendongnya.Gadis kecil itu pun terlihat nyaman di bahunya.


Daniah selalu membuatnya kangen.Celotehannya, caranya berbicara,matanya yang biru, wajahnya yang bak boneka telah berhasil mencuri perhatiannya.


Jika menilik ke belakang, Bening merasa bersalah dahulu pernah tidak menyukai kehadirannya.Ia bahkan tak berkunjung ke rumah Daniel jika pulang ke Bali hanya untuk menghindari diri, bertemu dengan bayinya Daniel dan Widya.


Selain karena rasa kecewanya terhadap kedua orang tuanya,ia juga pernah cemburu dengan gadis kecil itu karena merasa bahwa ia akan mencuri perhatian dan kasih sayang bu Melia serta pak Darwin yang selama ini menganggapnya sebagai putri mereka lengkap dengan kasih sayang yang tulus.


Bening pernah takut jika kehadiran gadis itu mampu merampas apa yang selama ini ia dapatkan.Ditambah lagi dengan hadirnya Daniah membuat Bening harus mengubur mimpinya untuk bisa dicintai oleh kakaknya Daniel, ayahnya Daniah.


"Ayo Dar...Mel...kita pesan makanannya, sudah lapar nih..."suara pak Cahyo mencairkan suasana.Ia dan pak Darwin pun sibuk dengan pesanan mereka lalu mengobrol sambil menunggu pesanan.


"Oh...iga bakar?Iya benar..kita berdua pesan yang itu aja ya"bu Melia pun memutuskan untuk kembali memesan menu yang sempat ia rekomendasikan.Ia ingin kembali menikmatinya.


"Kamu mau pesan apa nak?"tanya bu Livia pada putrinya.


"Aku mau ikut mama sama tante aja.Biar seru..Tapi Daniah mau makan apa?Dia sukanya apa,tan?"tanya Bening pada bu Melia karena tak ingin salah.


"Dia suka banget sama princess spaghetti atau mozzarella cheese stick.Anak ini penyuka keju banget,nak... beda banget sama ayahnya? Mungkin nurunin seleranya Widya kali ya..."ungkap bu Melia dengan semangatnya.


Sedangkan Bening mulai mengingat ingat kembali masa masa dulu ia bersahabat dan mengenal Widya.Setahunya, Widya paling anti sama makanan yang berbau keju.Tapi kemudian Bening menepis pikirannya, mungkin saja gadis itu telah berubah selera.Tinggal di luar negeri dan menyukai keju.


"Kalau gitu aku pesannya sama kayak Daniah aja tan...maaf iga bakarnya batal..."kata Bening.

__ADS_1


"Loh? Kenapa? Entar nggak kenyang? Konsernya mulai jam berapa emang?Nanti kamu kelaparan di sana.."timpal sang bunda.


"Jam enam ma.. masih lama, lagian yang konser bukan anakmu ini.Jadi,nanti kalau aku lapar pasti makan..."jawab Bening yang paham akan kekhawatiran ibunya.


"Aku mau coba menu andalannya si princess ini...Ya Niah ya... nanti kita lomba ya? Siapa yang makannya paling cepat dan paling banyak, bakal dapat hadiah... Gimana..?"tanya Bening pada Daniah yang masih duduk di pangkuannya.


"Boleh... siapa takut? Tapi nanti hadiahnya apa, anty?"tanya gadis kecil itu begitu bersemangat.


"Kalau boneka, gimana?"Bening memberi tawaran.


"Nggak mau... gimana kalau ice cream aja hadiahnya?"Daniah balik memberi usulannya.


"Jangan... Kamu nggak boleh makan ice cream,nak... Ingat nggak kemarin dokter bilang apa? Kamu demam karena tenggorokan kamu bengkak? Kamu nggak mau sakit lagi kan?"bu Melia sebagai neneknya langsung mengingatkannya.


"Daniah sayang,anty ini kan dokter.Boleh nggak anty lihat lagi tenggorokannya biar bisa mastiin kamu udah boleh makan ice cream atau belum.Coba buka mulutnya sayang?Masih sakit nggak di sini? Kalau minum air sakit nggak"Bening memegangi daerah tonsilnya dari luar dengan selembut mungkin.Ia juga dengan telatennya memberi komando pada gadis kecil itu untuk membuka mulutnya meski ia melihatnya hanya dengan senter dari handphonenya.


"Udah nggak sakit lagi anty.."jawabnya.


"Okay,anty udah periksa.Tadi anty bilang,anty dokter kan?Nah kalau anty bilang, Daniah belum boleh makan ice cream,kamu nurut nggak?"setelah berpikir sejenak dengan ekspresinya yang lucu, gadis kecil itu pun mengangguk.


Bu Melia yang mengamatinya hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Kalau gitu aku mau boneka aja tante tapi bukan beruang.Aku mau yang barbie..."ujarnya.


Mereka pun menikmati menu makanan yang sudah dipesan.Sedangkan Bening dengan lembutnya menyuapi Daniah dan terus berinteraksi dengannya.


Pada malam harinya,Bening menghadiri konser Bastian, seorang penyanyi yang tengah digandrungi oleh banyak orang karena suaranya yang khas, merdu dan juga lagu lagunya yang menyentuh kalbu.


Banyak orang yang terpukau,malam itu ia dengan tampangnya yang menawan telah berhasil menghipnotis para penggemarnya.Mereka benar benar puas dengan tampilannya.Suasana menjadi semakin seru saat terakhir sebelum mengakhiri konsernya ia tampak menggenggam tangan seorang wanita cantik.Dengan sangat romantisnya,ia mengungkapkan bagaimana wanita tersebut menjadi orang yang sangat penting untuk perjalanan karirnya.Bahkan lagu terakhir yang ia nyanyikan khusus ia ciptakan untuk si gadis istimewa tersebut sebagai ucapan terima kasihnya.

__ADS_1


Riuh tepuk tangan menggema dari para penonton.Ada yang baper dan ada juga yang patah hati.


Demikian pula halnya dengan Daniel.Ia yang ingin tidur lebih awal karena besoknya mengikuti penerbangan yang pertama ke Bali kini kehilangan rasa kantuknya saat mendapat kiriman video.Tubuhnya terasa gerah melihat perlakuan Bastian terhadap Bening.Adegan tersebut telah berhasil membuatnya terbakar cemburu.


__ADS_2