Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.26


__ADS_3

Daniel mengambil handphone dan menghubungi Bening untuk menanyakan keberadaan gadis itu.Sudah tiga kali ia mencoba menghubunginya, tetapi belum diangkat oleh adiknya tersebut.


Ia pun berpikir untuk kembali ke rumah makan tempat ia meninggalkan gadis itu bersama Bastian.Saat turun dari mobil,ia melihat motor milik Bastian masih terparkir di sana.Pikirnya, Bening juga pasti masih berada di dalam rumah makan tersebut.


"Selamat siang...mau tanya..teman saya tadi yang masih di dalam atau sudah pulang ya,mbak?"tanya Daniel kepada salah satu pekerja di situ.


"Yang sakit?Oh mas Bastian ya, maksudnya?"tanyanya mengkonfirmasi.


"Iya,betul mbak...tapi yang saya mau tahu adalah teman saya yang perempuan yang tadi nemenin Bastian di sini..."Daniel memberi tahu sedetail mungkin.


"Mas Bastian tadi sudah diantar ke rumah sakit, sepertinya temannya yang mas cari itu juga ikut ke sana..coba saja hubungi langsung ke nomor telepon mereka"jelas wanita tersebut.


"Oh... terima kasih...kalau begitu saya pamit dulu..."ucap Daniel lalu meninggalkan tempat itu.


Sesampainya di dalam mobil ia pun kembali mengambil handphone-nya dan menghubungi Bening.Beberapa menit menunggu tetap saja tak ada tanda-tanda gadis itu akan mengangkat teleponnya.


Ingin menghubungi Bu Livia tetapi ia malu.


Demi menjawab kekhawatirannya,ia pun membawa mobilnya menuju rumah sakit.


Sementara itu Bening pulang bersama ayahnya ke rumah mereka.


"Huh.....aku capek banget pa... hari ini.Ngantuk banget pengen tidur..."ujarnya sambil menutupi mulutnya karena berkali kali menguap.Digeleng gelengkan kepalanya untuk mengusir kantuknya.

__ADS_1


"Ya udah...kamu tidur aja kalau begitu" saran pak Cahyo.


"Nggak ah... nanti siapa yang nemenin papa ngobrol..."Bening melakukan peregangan pada jari jarinya biar kantuknya musnah dan juga air mineral yang ada di mobil sang ayah diteguknya berharap badannya tetap segar.


"Ada ada aja kamu,nak.. bilang aja kalau ada yang mau kamu ceritain..Eh... udah makan siang belum?."Pak Cahyo mengelus elus rambut putrinya.


"Tau aja papa.Udah pa..aku udah makan tadi... papa juga udah kan?."Bening melebarkan senyumnya.


"Udah...tadi di rumah sakit..Teman kamu kenapa?"tanya sang ayah.


"Widya atau kak Bastian,pa?"tanya Bening memastikan maksud ayahnya.


"Dua duanya.Kok bisa hari ini kamu sampai dua kali ke rumah sakit?"pak Cahyo ingin mendapatkan penjelasan putrinya.Hari ini ia mendapat dua buah pesan dari anaknya bahwa ia berada di rumah sakit mengantar temannya.


"Yang tadi pagi aku temani itu Widya,pa...dia hanya check up saja, kebetulan waktu jadwal kontrolnya dia nggak datang.."Bening mulai bercerita.


"Kan sudah cerai pa.Ibunya sibuk.Jadi saya yang nemenin"jawab Bening.Ia ingin sekali menceritakan yang sesungguhnya kepada ayahnya, tetapi niat itu diurungnya lantaran melihat ayahnya yang sudah capek-capek pulang kerja jika disuguhkan oleh kebohongannya pasti ia akan kecewa.Untuk itu ia menahan diri.Ia berjanji dalam hatinya akan tetap jujur saat waktunya telah tepat.


"Oh...Terus teman kamu yang satunya, kenapa?"sambil tetap fokus menyetir pak Cahyo terus mengajak putrinya bercerita.


"Itu dia yang mau aku tanyain,pa.."Bening kembali mengingat bagaimana Bastian yang langsung pucat setelah makan nasi campur sambel pedas.


"Mau nanya apa?"dengan sabarnya pak Cahyo menyambut baik apa yang mau ditanyakan putrinya.

__ADS_1


"Tadi itu kak Bastian tiba tiba saja pucat, keringat dingin, nyeri ulu hati setelah makan nasi campur sambel pedas pa... sampai kami semua kaget panik . Tadi aku sempat telpon papa.. tapi papa nggak angkat.Tidak lama setelah itu dia mencret pa, makanya kami bawa dia ke rumah sakit.Kira kira kenapa ya pa, sampai jadi seperti itu sementara Widya dan kak Daniel kayaknya aman aja, padahal menu yang dipesan sama,nasi campur sambel pedas juga..."cerita Bening.


"Oh... jadi kejadiannya seperti itu.Makanan yang dibuat dengan bumbu pedas seperti cabai rawit mengandung bahan yang dikenal sebagai Capsaicin yang dapat mengiritasi tubuh.Capsaicin bila dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas sebenarnya dapat memberikan manfaat bagi saluran pencernaan yaitu meningkatkan cairan pencernaan dalam perut dan memerangi bakteri penyebab infeksi saluran cerna.."pak Cahyo memandang sebentar pada putrinya.


"Tapi kak Bastian itu ternyata nggak bisa sama sekali makan pedas pa,pasti akan berujung diare.Kata ayahnya ia pernah mengalami kejadian yang sama saat dia SD..."Bening pun menceritakan apa yang diceritakan oleh ayahnya Bastian kepadanya.


"Tau begitu, kenapa masih makan sambel? ekstra pedas lagi?"tanya pak Cahyo.


"Tapi papa jangan ketawa ya, sebenarnya nasi campur sambel pedas itu pesanan saya,tapi dia bilang saya nggak bisa dan nggak boleh makan pedas.Ya udah, dia yang makan deh.Daripada mubasir..."Bening sampai begitu polosnya bercerita.


"Oooooh... tapi kan bisa diganti pesanannya.Bisa pesan makanan yang lain lagi.Hebat banget ya dia? Mau jadi superhero buat kamu dan merelakan dirinya kena diare?wow...."puji ayahnya entah mungkin tujuan untuk mencandai sang putri.


"Apaan sih pa? Mungkin dia mau coba saja pa, mungkin dia berpikir reaksinya tidak akan seperti waktu itu lagi.. waktu dia SD..."Bening membela diri dan ayahnya malah tersenyum mendengarnya.


"Oohhh...Tapi kasihan ya..malang nian nasibnya.. Mungkin kalau dia makannya sedikit nggak sampai seperti itu reaksinya,tapi karena banyak atau dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan apalagi saluran pencernaannya sensitif maka dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dari lambung,usus hingga anus sehingga timbul rasa panas, terbakar,mulas.Otak akan memerintahkan agar makanan yang mengandung Capsaicin dialirkan lebih cepat dari saluran cerna agar tidak kontak terlalu lama dengan dinding usus sehingga menyebabkan diare.Otak juga mengatur agar saluran pencernaan mendapat lebih banyak air untuk meredakan iritasi pada dinding saluran cerna.Hal ini menyebabkan penambahan air pada feses atau kotoran kita sehingga menjadi encer dan terjadilah diare..."jelas pak Cahyo dengan sangat terperinci sehingga Bening menjadi sangat paham.


"Oh.... Tapi itu nggak berbahaya kan,pa?"tanyanya lagi.


"Reaksi tubuh terhadap makanan pedas benar benar normal dan ini hanyalah tanda bahwa tubuh sedang bekerja keras melindungi diri dari bahaya yang dirasakan.Tapi karena ini mengganggu maka sebaiknya dia harus menghindari makanan pedas.Jangan coba coba lagi.Jangan jadi pahlawan kesiangan lagi.Tapi papa salut kok sama dia.Dia tahu kamu nggak bisa makan pedas sampai dia lupa kalau dirinya lebih nggak bisa makan pedas.."ujar pak Cahyo membuat Bening tersipu malu.Tapi memang apa yang dikatakan ayahnya benar adanya.


"Iya sih,pa...by the way mereka kenal loh sama papa.Papa ingat nggak sama pasiennya papa yang bernama Larasati?Itu kakaknya kak Bastian.Dia titip salam, katanya terima kasih.Papanya juga nitip salam..."cerita Bening.


Pak Cahyo pun coba mengingat ingat pasiennya yang namanya disebutkan sang putri.

__ADS_1


"Larasati? Mungkin kalau lihat mukanya pasti papa kenal.. soalnya banyak juga... Nanti sampein salam dari papa ya,ke mereka..."pesan pak Cahyo dan ia berusaha mengingat ingat pasiennya tersebut sekaligus merefresh memorinya.


"Oke pa...siap laksanakan...akan saya sampaikan..."jawab putrinya membuat sang ayah kembali mengacak-acak rambutnya.


__ADS_2