
"Tunggu dulu,Ben...."Dengan malas Bening menghentikan langkahnya.
"Ada apa lagi,Wid...?"tanya Bening kesal.
"Tolong jangan bilang ke Daniel aku sudah mengatakan semuanya.Dia pasti akan murka.Barusan,dia mengirim aku chat,dia mengancamku,Ben..."kata Widya.
Bening yang sudah sangat kesal mencoba menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.Widya ternyata tak pernah berubah.Ia selalu mengandalkan orang lain untuk masalahnya sendiri dan mengatur semuanya menurut idenya sendiri.
"Yang kamu katakan tadi adalah kebenarannya,kan? Harusnya tidak usah kamu yakin aku tidak akan menceritakannya kepada siapapun, termasuk Daniel.."Widya kaget saat Bening malah berkata demikian.Ia pikir, gadis itu akan nurut saja sama seperti dahulu.
"Ben, please..."ujarnya dengan wajah memelas.
"Ayolah,Wid.. berubah.. Kamu yang paling tahu masalahmu sendiri,bukan aku.Besok atau lusa kalau kita bertemu lagi,aku harap kita tidak akan membahas ini lagi.Permisi..."kata Bening lalu segera keluar dari tempat tersebut.Ia mengelus tengkuknya sendiri, karena masih merinding membayangkan cerita Widya.
"Iya,malam nek...."sapa Bening dengan lembutnya saat mengangkat telepon dari neneknya.
"Kamu besok bisa ke rumah nggak?Nenek kangen.."katanya dari seberang.
"Iya,nek...bisa.Aku juga kangen banget sama nenek..Maaf, beberapa minggu ini nggak pulang.Aku ke sana sekarang ya..."kata Bening.
"Sekarang?Tapi ini udah malam nak.. Nggak apa apa, esok aja..."ujar sang nenek.
"Nggak apa-apa nek, kebetulan aku lagi di luar..Nenek mau dibeliin apa, gitu?"tawar Bening.
"Nggak usah... nenek hanya mau ketemu kamu.Mau mastiin kamu baik baik aja..."ucap nenek Marlyn.
"Iya,nek ..aku baik baik aja... sampai ketemu di rumah..."kata Bening lalu menutup teleponnya.
Lagi lagi nama Daniel terpampang di layar handphonenya.Pemuda itu terus saja menghubunginya entah untuk tujuan apa.Mungkin ia tahu kalau Bening menemui Widya.Gadis itu menggeleng gelengkan kepalanya untuk menghilangkan ingatannya tentang cerita yang baru saja Widya katakan.
Bening pun telah sampai di depan rumah neneknya.Rumah yang pernah ia tinggali saat masih kuliah.Rumah masa muda sang bunda.Ia melihat pintu gerbangnya terkunci.
"Selamat malam,dok..."sapa seorang pria paruh baya yang sudah lama bekerja untuk keluarga neneknya.
"Malam om Wan..Apa kabar?"tanyanya ramah setelah pria itu membukakan pintu.
"Baik...Sehat dok.. berkat vitamin yang waktu itu dokter kasih..."ucap pak Wawan sumringah.
__ADS_1
"Oh,ya? Syukurlah kalau begitu.Emang masih ada?"tanya Bening karena seingatnya vitamin yang ia kasih hanya untuk sepuluh hari.
"Saya beli lagi di apotik dok..."jawabnya.
"Oh,gitu... nanti kalau habis om tinggal bilang aja, nggak usah beli lagi di apotik.."kata Bening.
"Oh,iya... tadi ada yang ke sini dok..,Dia nanyain dokter juga.Katanya,dia temannya dokter..."Bening mengernyitkan dahinya.
"Malam Ben..."sapa pamannya yang sudah diberitahu oleh neneknya tentang kedatangannya.Bening pun berpamitan dengan pak Wawan saat melihat pamannya sudah berdiri di depan pintu untuk menyambutnya.
"Malam om..."Bening menyalami pamannya.
"Akhirnya, kamu datang nak... udah berapa minggu loh...sibuk ya di rumah sakit?"kata sang paman sembari merangkulnya.
"Nggak juga om... hanya kemarin sempat pulang ke Bali..."jawab Bening.
"Iya,om lihat di berita... Bastian sempat cerita kok .. Kalian baik baik aja kan?"tanya pamannya.
"Iya,om... kami baik baik aja.. Cuma dia lagi sibuk banget sekarang, jadi nggak bisa ke sini..."ucap Bening.
"Ayo, masuk nak... udah ditungguin..."Bening pun masuk dan melihat nenek serta bibinya tengah duduk di ruang keluarga.
"Malam,Ben.Wah, tambah cantik aja kamu.Pasti karena baru pulang dari Bali ya?Romantis banget sih Bastian..."bibinya menyambutnya kemudian memeluknya.
"Tante bisa aja..Tante sehat?"tanya Bening mengalihkan pembicaraan.Bibinya itu selalu saja menggodanya dan mencari tahu perkembangan hubungannya dengan Bastian.
"Iya, sehat..kamu juga kan? Udah jadian belum?"Benar saja dugaan Bening.Ia pasti akan mendapatkan pertanyaan itu lagi dan lagi.
"Belum tan, tapi kita tetap berteman baik kok..."jawab Bening malu malu.
"Hmmmm... jawabannya selalu aja gitu.. Kamu nggak kasian apa Ben,nganggurin perasaannya terus?Dia pemuda yang baik loh.."bibi Tina selalu saja berkata seperti itu.
"Dia cuma nganggap aku adeknya kok,tan..."ujar Bening.
"Tapi kalau dia nyatain, kamu terima kan?Ih, padahal tante pikir kalian udah jadian loh di Bali kemarin...Dia udah romantis banget lagi caranya, ngajak kamu naik ke panggung, dinyanyiin lagu .."kata bibinya.
Bening hanya tersenyum mendengarnya.Ia memaklumi karena bibirnya tersebut adalah salah satu fans Bastian Nenek dan pamannya yang sebelumnya cemas ikut tersenyum mendengar ocehan istrinya.
__ADS_1
"Hallo,nek..."Bening membungkuk di hadapan neneknya.
"Syukurlah ... akhirnya kamu datang... Nenek kangen banget sama kamu nak ..."ungkap neneknya sembari mengusap lembut pipi sang cucu.Keduanya pun berpelukan erat.
"Maaf nek... akhir akhir ini,aku sibuk jadi nggak sempat datang..Tapi nenek baik baik aja kan? obat hipertensinya diminum teratur, nggak?"tanya Bening.
"Iya...bu dokter..."jawab nenek Marlyn.
"Ah ... nenek..."Bening kembali memeluk neneknya.
Suasana pun tiba tiba saja hening.Paman,bibi dan neneknya saling berpandangan.
"Tadi ada yang ke sini, nyariin kamu nak..."kata paman.Pak Wawan juga tadi mengatakan hal yang sama hanya ia tak sempat memberi tahu siapa orang yang sudah mencarinya ke rumah neneknya.Tidak mungkin Bastian,Meva atau dokter Rio yang belum lama ini datang ke rumah itu.
"Oh,ya? siapa om?"tanya Bening penasaran.
"Daniel... "kata bibinya.
Meskipun tahu Daniel menghubunginya terus tapi ia tak menyangka pemuda itu akan mencarinya sampai ke rumah neneknya.Itu berarti ia sudah ke pergi juga ke apartemennya.
"Terakhir dia ke sini kalau nggak salah waktu kalian SMP ya?"tanya pamannya
"Iya,om..."jawab Bening.
"Ternyata dia udah pulang,nak?"sahut sang nenek karena Bening pernah curhat pada neneknya tentang Daniel.
"Udah lama sekali ya?Tapi dia masih ingat alamat rumah ini.. Terus sekarang udah beda banget.. Tinggi, berotot..yah walau wajahnya bonyok dan penampilannya lusuh tetapi masih terlihat ganteng kok,Ben..By the way,dia profesinya apa sih, sekarang? Petinju ya?"Bening bingung dengan ucapan bibinya.
"Ya, habisnya kayak petinju yang baru aja pulang bertanding gitu..."jelas bu Tina saat suaminya meliriknya.
"Tapi setahu aku,dia bukan petinju tante..."sanggah Bening.
"Mungkin dia baru kena musibah nak, kecelakaan atau apa?Dia juga nggak cerita.Tapi intinya tadi dia ke sini untuk bersilaturahmi setelah sekian lama nggak datang..."ucap sang nenek dengan tatapan yang memberi kode kepada anak dan mantunya agar tidak fokus bercerita tentang wajah Bastian.
"Iya,Ben...dia juga bilang dia akan sering sering ke sini sebelumnya.Bahkan tadi dia nelpon mbak Livia loh, kalau dia sedang ke sini.."kata pamannya dan Bening semakin bingung apa yang sedang dilakukan Daniel.
"Tapi, bukannya dia udah punya istri dan anak ya?Kamu waktu itu bilang gitu kan,Ben?Atau jangan jangan tadi itu dia baru habis berantem sama istrinya?"lagi lagi bi Tina kembali membahasnya.
__ADS_1
"Yah... siapapun teman kamu,kami akan menerima mereka dengan baik jika mereka juga punya niat yang baik datang ke rumah ini..."kata sang nenek.
"Dan intinya kamu baik baik saja,nak...kami hanya mau mastiin itu.."tambah pamannya.