Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.111


__ADS_3

Saat Bening masuk ke dalam restoran, Daniel kembali memutar balik mobilnya dan perlahan mengikuti langkah gadis itu.Meski rasa cemburu menyelimutinya saat melihat bagaimana gadis yang dicintainya itu terlihat lebih ekspresif saat berbicara dengan tetapi ia tetap bertahan untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.


Daniel sangat terpukul ketika Bening menerima Bastian untuk menjadi pacar pertamanya.Ia benar benar kecewa dengan keputusan gadis itu.


"Makasih ya,by... sudah mewujudkan hari ini.Ini adalah hari impian aku selama ini bahkan dari saat kita dekat kala SMA itu.Aku menunggu hari ini bertahun-tahun lamanya dan berdoa siang dan malam agar hari ini terwujud.Rasanya seperti mimpi.Makasih banyak by.Aku sangat sangat bahagia..."Bastian meraih tangan kekasihnya yang baru beberapa menit itu.


"Aku pacar yang ke berapa?"Bening yang mulai gugup saat tangannya terus digenggam oleh Bastian mencoba untuk bertanya.


"Yang pertama lah...dan akan jadi yang terakhir..."kata Bastian dengan percaya dirinya.


Bening hanya tersenyum.


"Boleh aku cium?"Bening mengangguk ragu kala Bastian meminta izin untuk menciumnya.Pikirannya mulai traveling ke mana mana.Meskipun usianya sudah dewasa untuk melakukannya,tapi ia tetap merasa gugup.Saat dirinya sibuk menenangkan diri, Bastian telah selesai mencium keningnya dengan lembut dan hal itu membuatnya bisa kembali bernapas lega.


Pemuda itu menariknya dalam pelukannya.Ia pun hanya menurut saja.

__ADS_1


"Makasih banyak,by...aku janji untuk tidak akan mengecewakan kamu dan akan selalu melakukan yang terbaik untuk membahagiakan kamu.."ucap Bastian sungguh-sungguh.Terbukti dari tatapan matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Seorang penyanyi yang terkenal dengan lagu lagunya yang romantis tapi sayang, caranya menembak pacarnya sangat di luar dari image itu..."Bening mencandainya agar pemuda itu tidak hanyut dalam suasana hatinya.


Sontak saja, Bastian tertawa kecil dan menyeka air mata yang tak bisa dicegah untuk menetes.


"Ikut aku ke Italia ya..Kita akan ke Roma sama sama..aku janji akan belajar cara yang romantis mulai sekarang dan akan mewujudkannya secara maksimal di sana.."janji Bastian.


"Aku becanda kak.. Dari dulu semua yang kakak lakuin untuk aku selalu sweet bahkan tadi juga.Makasih ya..., selalu ngajak aku ke sana dari dulu, tapi maaf aku kayaknya nggak bisa ikut ke sana.."Bastian tersenyum melihat Bening menunjukkan wajah bersalahnya.


Keduanya pun lanjut dengan dengan bercerita tentang aktivitas mereka hari itu lalu Bastian mengantar kekasihnya pulang ke apartemen.


Sementara itu, Daniel yang telah menyaksikan sendiri bagaimana gadis yang ia cintai telah menjadi kekasih orang lain kini pulang ke hotel dengan suasana hati yang tak karuan.Ia belum pernah merasa sesakit itu sebelumnya.


Bayang bayang kata kata dan semua ekspresi Bening tadi membuatnya semakin merasa sedih.Bening tak seekspresif itu kepadanya.Sangat berbeda saat dulu di Bali.

__ADS_1


Ia mengutuki dirinya sendiri dan kembali membenci semua hal yang dilewatinya sepuluh tahun terakhir.Meskipun Bening memberitahunya bahwa ia telah memaafkannya,tapi bukan hanya itu yang ia harapkan.Ia menginginkan lebih untuk bisa menggantikan waktu mereka yang telah lama hilang.Ia ingin mengisi hidupnya ke depan dengan hanya bersama Bening untuk membahagiakannya.


Kini ia tak mungkin melakukan banyak hal lagi seperti yang ia ingin lakukan mengingat status Bening yang telah menjadi pacar orang lain.


Daniel kembali ke hotel dan duduk di rooftop yang tadinya telah ia lakukan bersama Bening meskipun tidak lama.Secangkir kopi menemaninya.Tadinya ia sempat berpikir untuk meminum alkohol untuk menghilangkan stressnya tapi ia berubah pikiran karena hal itu bukanlah cara yang bijak untuk dilakukannya dan jika Bening tahu gadis itu pasti akan kecewa meskipun mungkin saja ia sudah tidak mempedulikannya.


Apalagi tadi ia sempat mengikuti mobil Bastian untuk memastikan ke mana rivalnya itu membawa hartanya.Ia pun bernapas lega karena Bening diantar pulang ke apartemen dan menunggu hingga mobil Bastian keluar dari apartemen.Ia hanya ingin memastikan bahwa Bening baik baik saja dan Bastian tidak melakukan hal yang aneh seperti yang ia takutkan.


Bahkan mbak Yuyu juga telah memberikan laporannya bahwa Bastian tidak melakukan apapun saat akan pulang seperti ciuman perpisahan atau pelukan seperti yang ditanyakannya.


Ia berharap secangkir kopi bisa memberinya inspirasi dan solusi untuk meluluhkan hati Bening.Hingga tegukan terakhir ia tak kunjung mendapatkan ide.Bayangan bu Livia dan pak Cahyo terlintas di pikirannya.Daniel ingin berbagi cerita tentang kesedihannya dan ia pikir salah satu dari orang tua tersebut adalah orang yang tepat.


Maka Ia pun memilih untuk menghubungi bu Livia.Diambilnya handphone-nya dan mengirim pesan untuk wanita tersebut.Ia ingin meminta izin kepadanya sebelum menelponnya mengingat sudah malam dan sudah waktunya untuk beristirahat.Tak disangka bu Livia malah meneleponnya dan merekapun mulai ngobrol meskipun di awal Daniel terus meminta maaf karena sudah mengganggu waktu istirahatnya.


Bening baru saja ingin beristirahat kala handphonenya berbunyi.Sebuah pesan masuk dari Daniel.

__ADS_1


"Terima kasih dek,untuk waktunya tadi.Apapun pilihan dan keputusan kamu, apapun itu,akan aku dukung.Aku akan mengutamakan kebahagiaan kamu dari segalanya dan meletakkannya pada prioritas yang utama dalam hidup aku.. Sesungguhnya aku tak pernah pergi dari dulu karena hati aku di tempat dimana pun kamu berada.I cant go anywhere without doing everything for us.I can't leave this story unfinished."


__ADS_2