Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.78


__ADS_3

Dalam keadaan marah, Daniel melangkah keluar dari rumah sakit menuju parkiran.Ia ingin segera memperbaiki handphonenya yang telah rusak terlebih ia ingin menyelamatkan data datanya.


Ia tak ingin satupun foto,video atau apa pun itu tentang dirinya dengan adiknya serta keluarganya hilang.


"Loh,Daniel udah pulang nak?"tanya ibunya saat kembali dari rumah.


"Mmm.. nggak tahu sih ma, tadi katanya mau ngambil sesuatu cuma sampai sekarang belum balik..."jawab Bening tetap melihat ke arah pintu.


Sudah berapa jam ia menunggu tapi pemuda itu tak kunjung datang padahal katanya perginya hanya sebentar.Bahkan tas ranselnya pun masih berada di situ.Sehingga Bening yakin ia akan kembali.


"Mau makan ini nggak"ibunya menawarkan beberapa kue dan roti yang ia bawa.


"Entar aja ma..."tolak Bening karena fokusnya masih ke kakaknya.


Ibunya yang duduk di sofa dalam kamar tersebut terus memperhatikan putrinya yang gelisah.Pasti Bening merasa cemas karena Daniel akan berangkat besok.Ia takut kakaknya tersebut tak datang lagi untuk berpamitan.Begitu pikir ibunya.Ia ingin bertanya tanya tapi tak tega jika pertanyaannya malah membuatnya akan menjadi lebih sedih.


"Tadi kalian ngopi,ya?"ujar sang bunda.


"Iya,ma..kak Daniel bawain kopi kintamani kesukaan aku..."Bening tersenyum memandangi dua cup kopi yang terletak di atas meja.Ia mengambil cup kopi yang tadi diminum oleh Daniel.Masih ada sisanya kira kira 1/4.


"Hmmmm... nikmatnya... mudah mudahan sampai ke tulang belakang ya,biar lekas sembuh..."goda sang bunda.

__ADS_1


"Mama apaan sih?ada ada aja..."Bening tersipu malu.


"Itu pasti punyanya Daniel,ya?"tebak bu Livia.


"Kok tahu ma?"Bening yang polos tak tahu maksud bundanya.


"Udah tahu mama.Gampang banget ditebak.Coba lihat cara kamu pegang,cara kamu hirup padahal mungkin saja aroma kopinya sudah hilang.Coba diminum.Habisin, pasti kamu nggak mau kan?"kata bu Livia semakin niat menggoda putrinya.


"Mama ih...aku bukannya nggak mau minum ma.Tapi nanti kalau kak Daniel balik lagi terus nanyain kopinya, gimana?Kan malu... kesannya nanti aku rakus banget..."Bening membela diri.


"Kayak Daniel siapa aja,pake malu segala.Itu karena kamu nggak tega kan?"bu Livia tertawa kecil.


"Mama...."Wajah gadis itu kini bak kepiting rebus.


"Nggak...kan kamu tahu kisah cinta mama sama papa gimana? Papa udah cerita kan?"Bening mengangguk.


Ia ingin bertanya lagi dan mendengar versi ibunya juga ingin curhat tentang perasaannya yang semakin jatuh cinta kepada kakaknya tapi ia takut nanti Daniel tiba tiba datang.Ia tak mau pemuda itu salah paham jika mendengar pembicaraan mereka.


"Selamat sore..."Bening langsung menoleh kepada suara itu.Pikirnya yang datang adalah kakaknya.Ia harus menelan kecewa karena yang datang bukanla orang yang ia tunggu tunggu.


Bastian dan kedua orang tuanya datang mengunjunginya.

__ADS_1


"Selamat sore pak...,bu.. Bastian.."bu Livia menyambut kedatangan mereka.


"Gimana keadaan kamu,nak? Maaf ya, baru bisa kunjung hari ini..."ucap ibunya Bastian.


"Udah lebih baik tan..."jawab Bening.


"Masih nyeri nggak?"ayahnya Bastian ikut bertanya.


"Udah berkurang om.. mungkin karena minum obat.. Sudah operasi juga."Bening menjawab seadanya.


"Ya iyalah, nggak mungkin papa kamu biarin kamu menderita.Kalau pasien lain aja dia tangani sebaik mungkin, apalagi kamu putrinya.."pak Indra memberi perbandingan.


"Tapi dokternya aku bukan papa om.Temannya papa, namanya dokter Made, beliau spesialis tulang."mereka malah tertawa mendengar Bening yang begitu polos menjelaskan.


"Intinya kamu diberi tindakan yang terbaik aja,beb.. dan itu pasti tak lepas dari campur tangan om Cahyo.."tambah Bastian.


Mereka pun mulai bercerita dan menanyakan kejadiannya.Untungnya bu Livia dengan sigap menjawab kronologinya sedangkan Bastian fokus pada dua buah bucket bunga yang ada di atas meja.Tak terlihat bunga yang kemarin ia bawa saat mengunjungi pujaan hatinya tersebut.


Sedangkan Bening juga fokus pada pikirannya sendiri.Ia masih berharap kakaknya akan muncul di balik pintu.


"Kamu di mana kak?Kok belum datang juga?"entah mengapa perasaannya berubah menjadi tak enak dan semakin gelisah.

__ADS_1


Bening sampai berdoa dalam hatinya agar sang kakak segera kembali.Mudah mudahan Daniel tidak salah paham melihat kunjungan Bastian dan kedua orang tuanya.


__ADS_2