
"Kamu itu ya,ada ada aja.Masa si adek dilarang pacaran..yang benar saja..."ujar bu Melia.
"Pokoknya nggak boleh.Kalau dia nganggap aku sebagai kakaknya,dia harus nurut..."Daniel tetap kekeh pada keinginannya.
"Tapi alasannya apa?masa hanya karena belum cukup umur?Emang ada aturannya?patokannya gitu kalau mau pacaran?Perasaan suka atau jatuh cinta kepada lawan jenis itu hal yang normal loh.Akan tumbuh dengan sendirinya.Sesuatu yang di luar kendali kita.Bening cantik,pintar,baik, pasti banyaklah yang jatuh cinta sama dia."tanya sang bunda merasa lucu dengan alasan yang putranya ajukan.
Memang benar apa yang dikatakan ibunya.Bila diingat ingat dari mereka duduk di sekolah dasar hingga sekarang tak terhitung berapa kali ia kesal bila ada yang menyukai adiknya tersebut.Ia tak segan untuk menunjukkan ketidaksukaannya.
"Mungkin nanti dia boleh pacaran asal dalam pantauan aku atau orang tuanya."Daniel berucap dengan begitu percaya diri.
"Kok kayak tahanan saja ke mana mana dikawal.Kamu itu, nggak kasihan apa sama adek kamu.Masa kamu boleh pacaran sementara si adek nggak boleh?Nggak adil dong boy..."protes bu Melia.
"Kalau aku kan bisa jaga diri mom.. aku juga pacarannya nggak ngapa-ngapain.."Bu Melia malah tertawa mendengarnya.
"Memangnya pacaran mau ngapain?kalian masih sekolah.Yang utama itu sekolah, belajar.Pacaran itu hanya sebagai penyemangat..."kata bu Melia, tak ingin anaknya salah dalam pergaulannya.
"Justru itu mom.Aku nggak mau si adek disakiti.Dia pengen banget jadi dokter.Dia harus fokus untuk cita-citanya.Pacaran mah, nanti saat semuanya berhasil diraih"ujar Daniel berlaku seperti kedua orang tua Bening saja.
"Kenapa mommy malah tertawa?"Daniel mulai kesal karena ibunya seperti tak mendukungnya.
"Mommy tertawa bukan untuk ngeledekin kamu. Mommy pernah muda, pernah ngelewatin masa masa yang kamu alami sekarang.Melihat kamu sedang kasmaran begini,mommy jadi keinget dulu zaman SMA, zaman semut merah, zaman cinta monyet.Makanya mommy ketawa.
Tapi boy,Kamu masih sangat muda.Sulit untuk mengambil pilihan atau keputusan yang tepat di usia kamu.Jangan memaksakan diri.Nikmati dan syukuri setiap anugerah yang Tuhan kasih, seperti orang tua, keluarga,sahabat,teman dan pacar..."Daniel mengangguk.
Ia berharap bisa terus menjaga orang orang yang istimewa untuk dirinya terutama orang tuanya yang sekarang terlihat lebih bahagia dari sebelumnya.Dirinya sangat bersyukur bisa melihat keajaiban itu datang di saat merasa tidak ada lagi harapan.
Meskipun Daniel tidak tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi di antara keduanya, tetapi ia hanya menikmati kebersamaan yang ada dan tak mau bermimpi buruk lagi.
__ADS_1
"Hey... kalian ada di sini rupanya.."pak Darwin masuk ke kamar putranya.
"Daddy sudah pulang?"bu Melia menyambutnya dengan senyum sumringah.
Ia bahagia karena pak Darwin menepati janjinya untuk pulang lebih cepat karena sudah berjanji akan menemani dirinya membuka kado kado ulang tahun yang sudah 3 tahun terakhir.
"Iya,mom...tadi nggak lama kok meetingnya.Kan udah janji bakal pulang cepat..."jawab pak Darwin membuat Daniel menyunggingkan senyum melihat keduanya.
"Kok senyum senyum boy?"ujar bu Melia pada putranya.
"I,am happy mom..."ujar Daniel.
"Mentang mentang udah punya pacar, bawaannya happy mulu..."goda sang bunda.
"Mommy nggak bisa jaga rahasia..."protesnya.
"Mommy lapar... makan yuk..."ajak Bu Melia pada dua orang laki laki kebanggaannya.
"Ayo .."sambut pak Darwin.
πΎπΎππΎπΎ
Bu Melia dan pak Darwin kini duduk di ruang keluarga dengan setumpuk kado di atas meja bahkan karena saking banyaknya ada yang tergeletak di atas lantai.Mereka telah melewati makan siang bertiga dengan penuh canda tawa.
"Mommy yakin bisa membuka semuanya? Nanti capek loh,mom..."kata pak Darwin yang merasa bahwa bu Melia akan menghabiskan banyak energi untuk melakukan aktivitas membongkar kado yang ada.
"Hmmmm...aku coba dulu ya.Lagia kenapa dibiarkan numpuk begini sih dad?Dan kalo nggak dibuka dan dituntaskan hari ini, mau kapan lagi?"ujar bu Melia.
__ADS_1
"Semua kado kado ini milik mommy.Jadi saya nggak berhak membukanya kecuali atas seizin mommy.."Kalimat tersebut selalu diucapkan pak Darwin dulu saat rumah tangga mereka masih baik baik saja.
Setiap ulang tahun, anniversary pernikahan,Natal dan tahun baru atau acara apapun yang membuat mereka memperoleh kado, semuanya itu menjadi urusan bu Melia.Ternyata pak Darwin tidak berubah.Masih melakukan hal yang sama.
"Thank you daddy.."ucap bu Melia
"You're welcome mommy..."jawab pak Darwin dengan tatapan penuh kasih.
Ia pun mulai membuka satu persatu dari kado yang ada juga ucapan yang tertulis pada setiap kado tersebut.Rata rata mereka yang empunya kado mengucapkan doa yang terbaik untuk kesehatan, kesuksesan juga keharmonisan rumah tangga pak Darwin.Setiap kado yang ada ia tunjukkan kepada mantan suaminya itu, sebagai tanda hormatnya, karena sejatinya dialah tuan atas kado kado tersebut, tetapi kembali lagi pak Darwin menyerahkan sepenuhnya kepada istrinya bagaimana pemanfaatan kado kado tersebut.
Banyak barang barang mahal dan mewah yang mereka dapatkan tapi sangat berbeda kali ini reaksi Bu Melia saat membukanya dibandingkan berapa tahun lalu ia akan bersukacita mendapatkannya.
Kali ini sukacitanya lebih kepada rasa syukur bisa perlahan bangkit dari segala pergumulan dan keterpurukan.
Hingga aktivitas membuka kadonya hampir selesai yang membutuhkan waktu satu jam dengan dibantu pak Darwin, ia menghela nafas lega karena tidak menemukan hal aneh yang ia takutkan, takut tak bisa menerima kenyataan, takut akan kembali tersakiti.
Kini yang terakhir yang akan mereka buka adalah tiga buah kado dari pak Cahyo dan Bu Melia yang masih disimpan rapi oleh pak Darwin selama tiga tahun termasuk yang terbaru dari kedua sahabat mereka tersebut.
Alangkah kagetnya keduanya karena ketiga tiganya kado tersebut berisi foto.Foto yang pertama adalah foto ketika pertama kalinya pak Darwin dan bu Melia bertemu,di Bali saat keduanya sama sama berlibur di pulau Dewata tersebut.Bu Melia adalah teman dekat bu Livia sedangkan pak Darwin adalah teman pak Cahyo.
Kado kedua adalah foto pertunangan mereka dan kado yang ketiga adalah foto pernikahan mereka.Pada setiap foto yang ada mereka selalu tampil dengan senyum sumringah gambaran sukacita yang penuh.
Pak Darwin mengenang bagaimana ia langsung tertarik dan jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap ibu dari anaknya tersebut demikian pun sebaliknya.Setelah pertemuan perdana tersebut ia langsung berkomitmen untuk ke arah yang lebih serius yaitu pertunangan hingga pernikahan.Dalam kurun waktu setahun semua proses itu berlangsung hingga menjadikan keduanya sebagai suami istri.
Entah apa maksud pak Cahyo dan istrinya memberikan ketiga kado tersebut.Tetapi dengan melihat ketika foto tersebut Bu Melia dan pak Darwin seperti dituntun untuk kembali ke masa dulu.
Masa masa indah pertemuan hingga pernikahan mereka.Semua memori yang lama terpendam kini muncul dan menari nari dalam pikiran mereka.Hingga tanpa disadari air mata kini mengalir tak terbendung di wajah bu Melia.
__ADS_1
Mungkin jika ditanya, momen apa yang paling berkesan dalam hidup, pasti kebanyakan orang akan menjawab momen pernikahan.Pernikahan adalah impian setiap orang apalagi jika menikah dengan orang yang tepat dengan harapan pernikahan tersebut adalah yang pertama, terakhir dan tak terceraikan hingga keabadian.