
Daniel melangkah masuk ke dalam rumah dengan menenteng sebuah paperbag di tangannya.
Sebelumnya ia sudah mengirim pesan kepada gadis itu bahwa ia akan menyandangi rumahnya.
Saat membaca pesan tersebut Bening merasa senang karena ia juga ingin menemuinya untuk berpamitan karena dalam waktu tiga hari ia akan berliburke Jakarta mengunjungi nenek dan kakeknya yang sudah lama tak ia temui.
Mendengar bunyi mobil Daniel yang sangat dihafalnya, Bening segera keluar.
"hey,kak...."sambut Bening dengan wajah sumringah saat kakaknya turun dari mobil.
"Hey dek....lama ya nunggunya?"ujar Daniel tak melupakan senyumnya yang mempesona.
"Lumayan...buat betis saya pegal..."Bening memberi jawaban andalannya.
"Hmm... andalan...."Daniel mengacak acak rambutnya.
"Ih.... udah rapi kak...."Bening kembali merapikan rambutnya yang terurai.
"Aku acakin lagi ya..."goda pemuda itu bersiap siap untuk memegang kepalanya.
"Ya....jangan dong kak... Tante nggak datang? janjinya mau ke sini lho.."Bening celingak-celinguk mencari sosok yang sudah berjanji padanya.
"Mommy nggak jadi ke sini.Mommy nunggu kita di rumah.."jawab Daniel.
"Maksudnya?"Bening mengernyitkan dahinya.
Mereka sudah berjanji untuk makan malam bersama di rumah Bening, karena keesokkan harinya gadis itu bersama ibunya akan berangkat ke Jakarta.
"Aku ke sini mau minta izin sama tante mau ngajak kamu ke rumah.Kita makan malam di rumah ya...?"Daniel menyampaikan niatnya saat keduanya sudah duduk di ruang keluarga.
"Mau ya dek,ya...."pinta pemuda itu ketika dilihatnya Bening tampak berpikir.
"Tapi kak... besok aku berangkatnya pagi... jadi mau tidur lebih awal..."Bening memberi tahu alasannya.
"Mau ke mana?"Daniel pura pura bertanya padahal ia sudah mendengar dari ibunya perihal rencana gadis itu.
"Ke Jakarta... memangnya tante nggak bilang?"tanya Bening.
"Bilang sih ..tapi aku pikir nggak jadi.."Daniel menjawab asal.
"Gimana ya,kak...?"Bening tampak bingung.Satu sisi ia ingin sekali pergi ke rumah Daniel karena semenjak Widya memintanya untuk tidak terlalu dekat dengan Daniel ia hampir tak pernah bke rumah itu lagi meskipun ia merindukan suasananya.
"Please..."Daniel mengatupkan kedua tangannya memohon kesediaan gadis itu.
"Aku telpon mama dulu ya .."Bening langsung mengambil handphone-nya dan menghubungi sang bunda.
__ADS_1
"Gimana, tante izinin nggak?Kalau enggak,biar aku aja yang ngomong,,yah?"kata Daniel ketika gadis itu mengakhiri panggilannya.
"Iya, mama ngizinin,cuma jangan lama lama ya,kak..."jawab Bening membuat pemuda itu menghirup nafas lega.
"Ya, udah kita berangkat sekarang yuk..."Daniel tak ingin membuang buang waktu.Setelah sang adik mengambil tasnya keduanya bergegas menuju mobil.
"Di Jakarta, rencananya berapa hari dek...?"tanya Daniel di sela konsentrasinya membawa mobil.
"Mungkin tiga hari sampai waktu liburannya habis..."jawab Bening.
"Lama amat?"protes Daniel seperti tak rela untuk ditinggal padahal waktunya tidaklah lama.
"Lama dari mananya kak?Tiga hari doang..."bantah Bening.
"Tetap aja lama..."Daniel memutar mobilnya.
"Kita mau ke mana kak...?"tanya Bening karena ia tahu arah yang mereka tuju sekarang bukanlah menuju rumah Daniel.
"Ngopi dulu yuk ... udah lama nggak ngopi bareng..."jawab Daniel santai.
"Tapi kak..."Daniel menarik tangan adiknya yang enggan untuk turun dari mobil.Terpaksa gadis itu pun menuruti kemauannya.
Daniel langsung memesan kopi untuknya dan juga andalan adiknya kopi hitam khas kintamani.Gadis itu sangat menyukai suguhan kopi hitam pekat yang tidak terlalu asam da pahit.
"SMSan sama siapa?"tanya Daniel saat duduk berhadapan dengan adiknya.
"Ngobrol apa aja?"Daniel tak bisa menyembunyikan rasa ingin tahunya.
"Dia nanya,besok pagi mau diantar atau tidak ke bandara?"jawab Bening.
"Cuma nanyain itu?Terus, kenapa senyum senyum?"Daniel curiga ada hal lain yang mereka bahas.
"Iya.....tau aja kak Bastian,pasti ada ada aja becandanya.Nggak pernah serius .."Bening menyikapinya santai apalagi Daniel juga mengenal bagaimana perangai Bastian.
"Dan kamu suka?"Daniel dengan wajah masamnya bertanya.
"Astaga..kok jadinya kita malah bahas ini sih kak? Lihat tuh muka kakak sampai tegang gitu..serem.Lagian kenapa sih kak,kok benci banget sama kak Bastian?Tapi,kita ngomong yang lain aja ya.Ganti topik...Eh, gimana persiapan ujiannya?"tanya Bening mulai menyeruput kopinya.
"Wow,enak banget..seger...."Bening sampai menghirup aroma kopinya dengan uap yang masih mengepul.Gadis itu tampak sangat menikmatinya terlihat dari ekspresinya yang sungguh bahagia.
"Aku nggak benci sama dia.Aku nggak suka aja dia terlalu dekat sama kamu.Itu karena aku takut dia ngelakuin hal yang nggak pantas sama kamu.."Daniel memberi tahu alasannya.
"Astaga kakak...Itu terus yang kakak omong.. Emangnya aku ini gadis apaan?"protes Bening.Bukan kali pertamanya Daniel berkata demikian.
"Ya, aku cuma khawatir aja..Tapi kalau kamu nggak suka aku minta maaf..."Ungkap Daniel.
__ADS_1
"Tapi apa yang kakak khawatirin itu nggak ada dasarnya tahu nggak?Kami nggak pacaran?Kan sudah saya bilang,kami nggak pacaran?Jadi nggak mungkin ngelakuin hal yang aneh? Masih SMA juga.."Bening mulai meninggikan nadanya.
Rasa tenang yang tadi didapatnya setelah menghirup aroma kopi perlahan sirna.
"Mungkin kamunya enggak,dek..Tapi kan kamu nggak tahu isi pikiran anak itu.Dia anak band.Pasti tahulah gimana pergaulannya..."Daniel makin menjadi jadi.Bukannya sulut setelah diberi pengertian tapi malah menjadi semakin menyebalkan.
"Oh my God...aku kena dia kak, kenal teman2 bandnya.Ada yang kuliah bahkan ada yang udah kerja.Aku tahu mereka.Semuanya baik banget sama aku.Kak Bastian nggak rokok, nggak make..."jelas Bening dengan wajah kesal.
"Ya, syukurlah kalau mereka seperti ini.Tapi kan, sebagian besar..."
"Stop kak.Jangan dilanjutin.Kakak kenapa sih, sekarang suka banget berpikir negatif?Nah, kalau dibalik, jika ada orang yang berpikir negatif tentang kakak, terima nggak?"tantang Bening.
"Ya, kalau akunya baik baik aja,di jalan yang benar, ngapain pusing dengan pikirannya orang lain?"jawab Daniel.
"Nah itu tahu.."sahut Bening lalu diam,tak berkata lagi juga tak menyentuh kopinya lagi.
Menyadari adiknya kesal Daniel memaksa otaknya untuk bekerja keras mengembalikan mood Bening agar kembali ceria.
"Aku minta maaf dek... sorry kalau kamu jadi marah.. Maafin ya, please..."Bening melirik sebentar pada kakaknya.
"Dek...Aku nyanyi ya.."ujar Daniel
"Jangan... jangan..."Bening menggagalkan rencananya karena ia tahu bagaimana suara pemuda itu.Dia selalu menyebut Bastian dengan sebutan tenor padahal suaranya sendiri tidak bisa disebut jenis suara apa.Sungguh tak enak didengar.
"Iya,aku maafin... lagian,kita obrolin apa sih dari tadi.. nggak jelas..buang buang waktu aja"Bening melihat jam di tangannya.
"Iya, juga ya..."Keduanya pun tertawa sambil menikmati kopi masing-masing.
"Dek... tadi kamu nanya, gimana persiapan ujiannya..Mau aku jawab jujur nggak?"kata Daniel.Bening mengangguk ingin mendengar jawaban pemuda itu.
"Tadinya aku udah prepare buat ujian.Udah belajar,meski aku kecewa karena kamu udah berubah nggak lagi ingetin aku untuk belajar.."urai Daniel.
"Kan udah ada Widya.Dia selalu ingetin kan? Kalau diingetin pacar kan, rasanya pasti berbeda.Semangat empat lima langsung berkobar..."potong Bening.
"Udah ya... kita jangan bahas orang lain dulu.Aku tetap belajar kok, meskipun kamu nggak ingetin,karena aku tahu kamu mendoakan aku untuk lulus.Jadi kalau kamu berdoa, tugas aku adalah belajar.Cuma waktu mommy bilang kamu akan ke Jakarta,aku jadi ciut, nggak ada semangat lagi.So, boleh nggak kalau aku minta kamu jangan ke Jakarta?Selama aku ujian, please kamu jangan ke mana - mana..."pinta Daniel dengan wajah memelas.
"Tapi kak..."
"Please...aku mohon.. nanti kita ke sananya sama sama.Tapi setelah ujian selesai.."Daniel memegang kedua jemari tangan Bening.
"Tapi tiketnya?Terus gimana ngomong ke mama? Kakek sama nenek juga udah tahu,aku bakal ke sana.Mereka pasti sedih banget kalau kali ini nggak jadi lagi.Apalagi kakek sering banget bolak balik rumah sakit.."Bening benar benar bingung dan bimbang.
Daniel menatapnya sedih.Melihat ekspresinya Bening menjadi tak tega.Ia takut jika pemuda itu tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan soal ujian yang malah akan berpengaruh pada hasilnya.Tapi alasan apa yang akan ia sampaikan kepada ibu dan juga kakek serta neneknya yang sangat merindukannya.
"Nanti aku ngomong sama mama ya, mudah mudahan kakek sama nenek juga nggak kecewa kalau aku nggak jadi pulang..."Ucap Bening setelah beberapa menit berpikir.
__ADS_1
"Yes...!!!"Daniel langsung memeluk adiknya dan berterima kasih.