Cinta Saja Tidak Cukup

Cinta Saja Tidak Cukup
Bab.49


__ADS_3

Bali memang dikenal memiliki pemandangan alam yang super cantik.Banyak orang akan jatuh cinta melihat lukisan ajaib persembahan alam yang disuguhkannya.


Bali juga adalah surga untuk semuanya yang kaya akan budaya, tempat wisata, kuliner dan lainnya.


Salah satunya adalah Cave Dining at the Samabe.Lokasinya terletak di jalan Pura Barong, Sawangan,Nusa Dua.Salah satu yang menarik dari tempat ini adalah seperti berada di hamparan pasir putih.


Hampir seperti pantai pribadi,selain suasananya yang mendukung,menu makanan dan minumannya sendiri enak dan lezat.Tempat ini sangat romantis karena bisa menikmati pemandangan laut lepas dari dalam gua.


Bukan pertama kalinya bu Melia dan pak Darwin ke tempat tersebut.Terakhir kalinya mereka pergi saat bu Melia mengandung anak keduanya dengan jarak usia yang cukup jauh dari Daniel anak pertama mereka.Masih kuat dalam ingatan bagaimana bahagianya mereka saat itu.Bisa hamil lagi adalah suatu anugerah yang sangat besar.Oleh karena itu,pak Darwin menghadiahkannya makan malam romantis dengan berbagai kejutan juga hadiah yang luar biasa ia terima.


Entah mengapa pak Darwin malah kembali membawanya ke tempat itu padahal dengan menyebut tempatnya saja ia akan terus teringat dengan anak keduanya yang dari hasil USG berjenis kelamin perempuan.Kini pria itu malah memilih tempat itu untuk dinner keduanya.


Tidakkah ia takut rasa trauma bisa kembali muncul yang malah akan merusak suasana? Entahlah...bu Melia juga ingin memberi yang terbaik, kenangan yang indah sebelum pak Darwin pulang ke New York.


Meskipun jantungnya berdetak tak karuan,dengan sekuat tenaga,sebisa mungkin,ia akan mengontrol perasaannya untuk menghargai perasaan dan usaha mantan suaminya tersebut.Ia pasti sudah bersusah payah merencanakannya di tengah kondisinya yang sedang berjuang melawan sakit.Rasanya tak berperasaan jika ia lebih mementingkan egonya dibandingkan pengorbanan pak Darwin.


Sejak awal masuk bu Melia dibuat takjub bukan hanya karena keindahannya tetapi lebih kepada sikap pak Darwin kepadanya.Bagaimana tidak,ia diperlakukan bak putri raja.Sebucket bunga mawar merah diterimanya dari pelayan.


"Saya tahu semua permintaan maaf bagaimanapun saya melakukannya dan apapun bentuknya tidak akan mampu melupakan rasa sakit yang pernah saya beri tapi saya akan terus meminta maaf karena kamu adalah belahan jiwaku,ibu dari anakku,hartaku dan duniaku.How much I love you Mrs.Scott..."


Ucapan yang tertulis pada kartunya membuat hatinya terenyuh.Selama ini ia berpikir pria itu pasti pada akhirnya akan menyerah dengan sikapnya yang kasar dan selalu berteriak histeris jika berbicara dengannya.Ternyata ia salah besar.Dia tak pernah menyerah.Hampir tiga tahun pria itu tak henti hentinya berjuang dengan berbagai cara.


Bahkan orang tuanya ikut datang dari New York untuk memediasi keduanya tetapi sayangnya bu Melia tak tersentuh.Ia tetap tak merubah pilihan dan keputusannya untuk bercerai.


Mengingat semuanya itu, membuat hatinya sedih.Ia dihantui rasa bersalah dan penyesalan, bukan karena menyesal bercerai tetapi dirinya lebih menyesali semua sikapnya selama ini yang sudah mengecewakan pria itu, anaknya juga keluarga besar keduanya.

__ADS_1


"Silahkan duduk mom..."ucapnya lembut menyediakan dan mempersilahkan bu Melia duduk pada kursi yang berhadapan dengannya ditengahi sebuah meja yang sudah dihias indah.


"Thank you dad..."jawabnya.Dengan penuh haru ditatapnya sosok pria yang ada di depannya.Apa yang diperbuat pak Darwin sekarang untuknya membuat rasa bersalah itu semakin besar.Ia malu pada dirinya sendiri.Ia tak pantas mendapatkan semua perlakuan istimewa itu.Mereka telah bercerai.Untuk apa lagi ia capek-capek melakukan semuanya.


"Your welcome,mom...Are you happy mom?"tanya dengan nada lembut.


Tak menjawab bu Melia malah menutup mulutnya kemudian matanya mulai berkaca-kaca.Meskipun ia telah menahannya agar tidak jatuh tapi sepertinya ia kalah.Tangisnya pecah.


Melihat bu Melia seperti itu,pak Darwin bangkit dari tempat duduknya dan menggeser kursinya agar lebih dekat dengan wanita itu.


"Hey....kok malah nangis....?"Meski awalnya ia takut bu Melia marah, tetapi ia dengan lembutnya mengelus punggung wanita itu.


"Udah dong mom.... jangan menangis lagi...kan mommy udah janji nggak bakal menangis lagi.."Bu Melia semakin terharu mendengarnya.


"Maaf ya...saya merusak suasananya..saya nggak pantas diperlakukan seperti ini..."ucap bu Melia.


Bu Melia mengusap air matanya dibantu pak Darwin dengan memberikan selembar tissue.


"Jangan menangis lagi ya nanti make up-nya luntur..."pak Darwin mencoba bergurau.


"Jelek ya...ketebalan ya,dad? padahal aku pikir masih seperti biasanya karena daddy kan nggak suka jika makeup aku ketebalan.. "ujarnya mengambil handphone untuk bercermin.


Pak Darwin tersenyum mendengarnya.Ia bangga wanita itu tak merubah keinginannnya pada wajahnya dan selalu mengingatnya, buktinya malam ini dengan polesan yang tipis aura kecantikan alamiahnya terpancar indah.


"Nggak kok... mommy sangat cantik...dan selalu menjadi yang tercantik..."Bu Melia kini menjadi malu sendiri dengan ucapannya.Pak Darwin mumujinya bertubi tubi membuatnya salah tingkah.

__ADS_1


Tak bisa dipungkiri ia sangat bahagia, hatinya berbunga-bunga.Perasaannya tak bisa dijelaskan.Suasana yang tenang dibalut lampu yang temaram,menambah keromantisan malam itu.


"Terima kasih dad... bukan rayuan gombal,kan?"seringai bu Melia sambil tersenyum.


"Bukanlah... bukan rayuan gombal tapi ungkapan hati..."jawabnya.


"Apaan sih dad?"pelayan datang menyuguhkan keduanya minuman.


"Ayo diminum mom...."ucapnya.


"Terima kasih.Itu minumannya dad?"tanya bu Melia untuk minuman yang jika dilihat dari warnanya adalah orange atau jeruk yang tidak disukai pria itu.Ia juga khawatir jika minuman untuk pria itu tidak tepat untuk kesehatannya.


"Safety kok...free sugar...Kata dokter Cahyo..Jeruk boleh... Buah ini memiliki beberapa kandungan vitamin c,fenolik,karatenoid dan asam sitrat yang bermanfaat untuk penderita kanker karena bisa meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi pertumbuhan sel kanker,bisa meningkatkan penyerapan zat besi dan menjaga kesehatan tulang.."jelasnya meniru ucapan sahabatnya dokter Cahyo.


"Hafal sekali dad..Mas Cahyo mungkin tak serinci itu jelasnya" tawa bu Melia.Pria itu ikut terkekeh.


"Aku hanya ingin kamu tahu mom... kalau aku sungguh sungguh ingin sembuh.Aku akan mengikuti semua anjuran dokter bahkan jika dulunya aku tidak menyukai buah ini tapi mulai sekarang aku akan sering meminumnya juga buah atau makanan lainnya yang dianjurkan dokter.Asalkan itu untuk kesembuhan saya..kamu dan Daniel adalah support system aku untuk sembuh.."Bu Melia kembali berkaca-kaca mendengar penuturannya.


"Semoga kamu cepat sembuh dad..."wanita itu mendoakannya.


"Amin... tolong doakan saya terus mom..Saya yakin, doa orang benar dan baik seperti mommy akan Tuhan dengarkan.."ucapnya.


"Tak ada yang tak baik di mata Tuhan..Kita semua pernah berbuat dosa.Tak ada yang bisa menakar kebenaran.. Daddy juga layak mendapat berkat Tuhan.Semangat ..."bu Melia mengepalkan tangan kanannya dan mengangkatnya untuk memberi semangat kepada ayah Daniel.


"Thank you mom.."keduanya tersenyum sumringah.Pria itu benar benar membiusnya dengan tatapannya yang penuh cinta.Kalau dulu hatinya akan meleleh dan tak kuat jika terus ditatap seperti itu tapi kali ini ia tak ingin terlalu percaya diri.Meskipun tersanjung tetapi rasa takut tetaplah ada.

__ADS_1


Keduanya tenggelam dalam perasaan masing-masing.ada harapan yang besar yang terpatri di hati mereka masing-masing.Bu Melia hanya ingin kebahagiaan itu terus ada menggantikan tahun tahun yang suram.Mereka terus menyesap minuman yang ada.Nyanyian alam bersama deru ombak kian menambah warna.


"Saya punya sesuatu yang ingin saya sampaikan mom.. Semoga mommy tidak tersinggung dengan keinginan saya melainkan berbesar hati mengindahkan permohonan saya ini..."ungkap pak Darwin dengan wajah yang mengiba.Sontak saja wanita itu menjadi deg-degan.


__ADS_2