Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 100


__ADS_3

"Mhm, pertemuan kami di saat kami sedang patah hati, hehehe," lirih Zharin.


Zharin tertawa mengingat awal pertemuannya dengan Rezi, setelah itu dia pun menceritakan semuanya pada Diska.


"Kak Rezi, orang yang sangat baik. Andai saja aku tidak mencintai pria lain, aku akan menerima lamarannya. Tapi, takdir berkata aku bukanlah jodoh terbaik untuknya. Semoga Kak Zharin bisa menjadi pendamping hidup yang terbaik untuk dia," ujar Diska.


Diska dan Zharin pun mulai serasi, mereka dengan mudah saling mengenal dan kini terlihat sangat akrab.


Mereka pun terus berkeliling melihat-lihat isi mall, mereka pun mengambil barang-barang yang mereka sukai.


Sementara itu di tempat lain.


"Yoland, aku minta maaf tidak bisa melakukan apa yang kamu minta," ujar Zain pada mantan kekasihnya.


"Kenapa? Kamu tinggal hancurkan wanita itu," ujar Yoland penuh amarah.


Yoland kesal mendapatkan berita dari Zain, bahwa pria yang terkenal dengan bengis di desa Ranah batahan itu tidak sanggup memberi pelajaran kepada wanita kota yang bernama Diska.


"Aku tidak bisa mengganggunya, karena dia merupakan istri dari Rama," ujar Zain menjelaskan.


"Rama? Siapa Rama itu? kapan perlu kamu kasih pelajaran sekaligus padanya," ujar Yoland kesal.


"Tidak bisa, aku tidak bisa berbuat apa-apa jika berkaitan dengan Rama," ujar Zain menyerah.


Zain tidak ingin berurusan dengan Rama, semua orang yang ada di desa Ranah batahan sangat menyegani sosok pria yang bernama Rama.


Meskipun ramah hanyalah seorang pemuda desa yang tidak memiliki apa-apa, tapi dia memiliki pengaruh besar dalam berbagai hal yang ada di daerah ranah batahan.


Para preman maupun para pemuda yang ada di tanah batahan sangat menyegani dan menghormati sosok Rama.


Jika Zain menyakiti istri Rama maka semua preman yang ada di ranah batahan maupun pemuda yang ada di tanah batahan akan membuat perhitungan dengannya.


Zain tidak akan bisa hidup tenang di desa itu jika dia berani menyentuh istri Rama.


"Siapa sih, Rama?" tanya Yoland penasaran.


"Rama, seorang pemuda desa yang berasal dari desa Tanjung. Dia sangat dikenal oleh para pemuda dan masyarakat di daerah Ranah Batahan karena sifatnya yang dikenal ramah dan bijaksana. Di mana pun dia berada dia selalu membantu dan menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Apalagi sejak dia bekerja di pemerintahan desa, hampir semua orang mengenalinya. Pergaulannya dengan para pemuda maupun preman yang ada di kawasan Ranah Batahan juga dikenal dengan baik, sehingga semua orang menyegani dan menakutinya," ujar Zain panjang lebar.

__ADS_1


"Apalagi sekarang dia merupakan orang yang paling kaya di Ranah batahan, meskipun dia selalu berpenampilan acak-acakan dan sederhana, tapi kekayaannya saat ini tidak akan pernah habis, karena dia sudah memiliki 200 hektar kebun sawit," ujar Zain lagi.


"Jika kamu masih bersikeras ingin menyakiti wanita yang bernama Diska, silakan kamu lakukan sendiri, aku tidak mau ikut campur," ujar Zain.


Setelah itu, Zain pun berdiri lalu meninggalkan Yoland yang kini hanya bisa terpaku di tempatnya.


Dia tak menyangka, pria yang selama ini selalu menjadi orang pertama membela dirinya kini meninggalkan dirinya begitu saja.


"Arrrghh, apa yang bisa aku lakukan sekarang?" ujar Yoland.


Drrrttt drrrttt drrrttt.


Terdengar ponsel Yoland berdering pertanda panggilan masuk.


Yoland mengambil ponselnya lalu melihat panggilan nomor tak dikenal tertera di layar ponselnya.


Yoland mengernyitkan dahinya, dia heran dengan nomor yang masuk ke dalam ponselnya.


Dengan perasaan bimbang dia pun menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.


"Apakah benar ini dengan Nyonya Yolan istri dari tuan Miko Wijaya?" tanya seseorang dari seberang sana.


"Iya, Benar. saya istri dari tuan Miko. Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Yolan semakin penasaran dengan siapa dia tengah bicara saat ini.


"Mhm, kami dari kantor polisi ingin menyampaikan bahwa saat ini suami Anda tengah berada di kantor," ujar seorang wanita memberitahukan keberadaan Miko pada istrinya.


"Apa? apa yang sudah terjadi? kenapa suami saya ada di kantor polisi?" tanya Yoland penasaran.


"Dia telah melakukan tindakan kriminal, dia telah mencoba melakukan tindak penculikan serta penganiayaan seorang wanita," ujar wanita yang berbicara dengan Yoland saat ini.


"Astaghfirullah, bukankah dia pergi ke kota Padang untuk mengikuti pelatihan?" tanya Yoland penasaran.


"Memang betul, tapi di luar kegiatan pelatihan tersebut dia sudah melakukan tindak kejahatan," ujar si wanita.


Yoland memutuskan panggilan, dia tidak percaya apa yang tengah terjadi.


"Ya Allah, ujian apa lagi ini?" lirih Yoland.

__ADS_1


Seketika tubuh Yoland terasa lemas, kini kakinya tidak dapat menumpu bobot tubuhnya, dia berusaha mengatur pernapasannya yang kini terasa begitu berat.


Sejenak dia menahan diri, dia menenangkan diri terlebih dahulu hingga akhirnya dia pun berdiri dari duduknya lalu melangkah menuju mobil miliknya yang terparkir di depan cafe.


"Apa yang harus aku lakukan saat ini?" Yoland semakin pusing memikirkan masalah yang kini dihadapi oleh suaminya.


Dia masuk ke dalam mobil lalu perlahan melajukan mobilnya menuju rumah.


Sesampai di rumah Yolan pun bersiap-siap untuk berangkat ke kota Padang.


Dia harus menemui sang suami yang kini dikurung di sebuah kantor polisi yang ada di kota Padang.


"Mak, aku harus ke Padang sekarang, aku mohon tolong jagain putriku. Ada masalah yang tengah dihadapi oleh Bapak di Kota Padang, jadi aku harus berangkat ke kota Padang saat ini juga," ujar Yolan berpamitan dengan asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja dengannya.


"Ya ampun, Non. Masalah apa yang dihadapi Tuhan saat ini?" tanya Asisten rumah tangga Miko dan Yoland.


"Aku juga tidak tahu apa yang kini terjadi padanya, katanya dia kini tengah berada di dalam penjara." Yoland menyampaikan masalah yang kini dihadapi oleh Miko pada sang asisten rumah tangga.


"Astaghfirullah, apa yang sudah dilakukan bapak?" tanya Asisten rumah tangga itu kaget.


Dia ikut prihatin dengan masalah yang kini dihadapi oleh majikannya.


"Aku juga tidak tahu, menurut beritanya dia sudah melakukan tindak penculikan dan penganiayaan seorang wanita," ujar Yoland menyampaikan masalahnya pada si asisten rumah tangganya.


"Ya ampun," lirih sang asisten rumah tangga itu.


"Makanya, Mak. Aku minta tolong jagain anakku, aku akan berangkat malam ini ke Padang menggunakan bis," ujar Yoland.


"Baiklah, Nona. Nona harus banyak-banyak sabar, ya," ujar si asisten rumah tangga itu.


"Iya, Mak. Terima kasih," ucap Yoland.


Yoland pun melangkah keluar dari rumah, dia langsung menuju loket bus, angkutan umum yang berangkat ke kota Padang hanya ada 2 bus, perjalanan pagi pukul 07.00 dan malam pukul 19.00.


Mau tak mau Yoland harus naik bus malam ke kota Padang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2