Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 90


__ADS_3

"Kakak!" seru Diska bersemangat.


Diska berdiri lalu hendak menghampiri Rezi, dia sangat merindukan Rezi, sudah lama mereka tidak bertemu membuat Diska ingin mencurahkan isi hatinya.


Dia sudah tidak sabar bercerita berbagai yang dialaminya selama berada di desa.


Begitulah Diska dengan Rezi, dia selalu menceritakan berbagai hal yang dirasakannya pada pria yang sudah dianggapnya sebagai kakak kandungnya.


Meskipun dia tahu pria itu menyukai dirinya, Diska masih tetap bersikap manja pada Rezi.


Saat Diska sudah berdiri, Rama yang duduk di sampingnya memegangi tangan istrinya, dia memberi isyarat untuk tidak menghampiri Rezi.


Sebenarnya Rama enggan untuk ikut pertemuan istrinya dengan pemuda yang jelas-jelas menyukai istrinya itu, tapi demi menghargai sang istri dia rela ikut.


Diska menoleh ke arah suaminya, akhirnya dia pun kembali duduk, Diska mengerti suasana hati sang suami saat ini, akhirnya dia memilih untuk mematuhi apa yang diinginkan oleh suaminya.


Rezi dan Zharin melangkah menuju meja yang ditempati oleh sepasang suami istri itu.


"Hai, Dis, Ram," sapa Rezi ramah pada mereka.


Rezi mengulurkan tangannya ke arah Rama hendak menjabat tangan Rama.


Rama melirik tangan Rezi yang kini sudah menggantung di udara, Diska menyenggol lengan sang suami akhirnya Rama pun menerima uluran tangan Rezi.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Rezi ramah.


"Alhamdulillah, baik, Kak. Kamu bagaimana kabarnya?" jawab Diska.


"Alhamdulillah, juga baik." Rezi tersenyum.


Zharin hanya diam berdiri di samping Rezi.


"Eh, iya. Kenalkan ini Zharin," ujar Rezi pada Diska dan Rama.


"Mhm, kakak ini yang waktu itu ketemu di rumah sakit ya, Kak?" tanya Diska pada Rezi.


"Iya," jawab Rezi mengangguk.


"Mhm," gumam Diska.


Zharin menatap Diska, dia terlihat tidak suka dengan Diska, yang bersikap manja pada calon suaminya.


Setelah itu mereka pun duduk di kursi yang telah tersedia, Rezi duduk tepat di hadapan Diska dan di samping Zharin.


Mereka mulai membuka topik pembicaraan, Rezi dan Diska asyik bercerita sedangkan Rama dan Zharin lebih banyak diam.


Zharin melihat Rama yang tidak suka melihat keakraban istrinya dengan Rezi.


"Apakah suaminya menyimpan kekesalan saat istrinya asyik bercerita dengan pria lain di hadapannya?" gumam Zharin membaca pikiran Rama.


"Oh, iya, Dis. Aku mau ketemu sama Om Bayu, bisa?" tanya Rezi pada Diska.

__ADS_1


"Bisa, dong, Kak. Kita habis ini mau ke rumah Mama dan papa, ikut bareng kita saja." Diska menawarkan Rezi untuk ikut dengannya dan Rama.


Rama dan Diska ke kota Padang dengan mobil yang sudah dibelinya beberapa minggu yang lalu, karena mereka tinggal di desa mobil jarang mereka pakai, mereka lebih sering menggunakan sepeda motor kecuali pergi ke luar kota seperti sekarang.


Rama hanya tersenyum mendengar tawaran Diska pada Rezi, dia berusaha mencoba memaklumi apa yang dilakukan istrinya.


Hati Rama terasa panas terbakar api cemburu, tapi marah pun pada sang istri sia-sia karena tak akan ada gunanya.


"Oh iya, Diska. Aku lupa mengatakan padamu, aku dan Zharin akan menikah," ujar Rezi pada Diska.


Rezi memberitahukan rencananya yang akan menikahi Zharin pada wanita yang dulu sempat dicintainya.


Rezi meraih tangan Zharin, lalu memamerkan pada Diska bahwa dia sudah bisa move on dan akan hidup bahagia bersama wanita yang kini ada di sampingnya.


"Apa? Benarkah?" tanya Diska tak percaya.


Wajah Diska berbinar saat mendengar berita bahagia yang diucapkan oleh Rezi.


Dia ikut bahagia dengan kebahagiaan yang akan didapat oleh pria yang selama ini selalu menjadi pahlawan baginya.


Rama pun ikut bahagia dengan apa yang dikatakan oleh Rezi, itu artinya dia tidak perlu khawatir lagi jika Rezi ada niat untuk mengambil Diska darinya.


Zharin tersenyum pada Diska dan Rama, dia tak menyangka Diska akan sesenang itu mendengar berita bahagia di antara dirinya dan Rezi.


"Kak Zharin, aku senang kamu mau menjadi istri kakak tampanku ini," ujar Diska bahagia.


Akhirnya mereka pernah bercerita mengobrol membahas berbagai hal mengenai hari-hari yang sudah mereka lewati.


Satu jam berlalu, mereka pun keluar dar kafe tersebut.


Rezi memandang kagum pada mobil milik Rama, pria desa itu membeli mobil baru dengan harga cash.



"Ayo, Kak," ajak Diska setelah mereka berada di samping mobil tersebut.


Mereka pun naik ke dalam mobil tersebut, setelah itu Rama melajukan mobil dengan kecepatan sedang, dia langsung mengarahkan mobilnya menuju rumah kontrakan kedua mertuanya.


30 menit perjalanan, mereka sampai di depan rumah kontrakan orang tua Diska.


Rama menghentikan mobilnya tepat di depan rumah tersebut, Diska turun dari mobil lalu membuka pagar rumah.


Setelah itu Rama memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah tersebut.


Mereka turun dari mobil, lalu melangkah masuk ke dalam rumah.


Saat mereka baru saja sampai di teras rumah. Zharin menghentikan langkahnya, dia takut untuk ikut masuk ke dalam rumah tersebut.


Rezi memandang wanita yang kini sudah menggantikan posisi Diska di hatinya.


Dia menatap dalam gadis yang mewarnai hari-harinya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Rezi pada Diska.


"Mhm, aku takut," lirih Zharin.


"Kamu tenang saja, ada aku di sini," ujar Rezi.


Rezi menangkup wajah Zharin, lalu menatap gadis itu dalam.


"Semua akan baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir. Kita akan bicarakan masalah ini dengan baik-baik nanti," ujar Rezi memberi keyakinan pada Zharin.


Setelah itu Rezi menggenggam erat tangan Zharin.


"Ada apa, Kak?" tanya Diska yang tiba-tiba datang.


Dia heran melihat Rezi tak kunjung masuk ke dalam rumah.


"Eh, eng-enggak apa-apa," lirih Rezi.


"Kalau begitu ayo masuk," ajak Diska ramah.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah.


Rama tidak banyak basa-basi, dia langsung menghampiri putranya yang ada di dalam kamar bersama Yuyun.


Dia enggan untuk memasang wajah manis di hadapan Rezi, dia memilih menghindar.


Diska mempersilakan Rezi dan Zharin untuk duduk di ruang tamu.


"Tunggu sebentar, ya." Diska pun menghampiri Yuyun lalu meminta Yuyun untuk membuatkan minuman.


"Sepertinya, mama dan papa belum pulang," ujar Diska.


"Enggak apa-apa, aku bisa menunggu," ujar Rezi.


Diska menemani Rezi dan Zharin di ruang tamu, saat mengobrol, Zharin melihat foto keluarga Pak Bayu saat pernikahan Diska dan Rama.


Dia melihat dalam pada foto pria yang menurut ibunya pria tersebut adalah ayah kandungnya.


Seketika pelupuk matanya dibanjiri air mata yang ditahannya agar tak jatuh.


Tak berapa lama, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.


"Sepertinya itu papa dan mama datang," ujar Diska.


Mereka pun menunggu kedua orang tua Diska masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum," ucap Papa dan Mama Diska.


Mereka masuk lalu melihat Rezi dan Zharin kini duduk di ruang tamu.


"Ada tamu ternyata," ujar Pak Bayu.

__ADS_1


Bayu melihat wanita yang berada di samping Rezi, dia teringat sesuatu hal.


Bersambung...


__ADS_2