
Rama menghampiri Miko, Diska mulai panik melihat apa yang dilakukan oleh suaminya.
Langkah Miko terhenti seketika saat melihat suami wanita yang dikaguminya kini menghampirinya.
"Sore, Pak," sapa Rama dengan ramah.
Miko heran melihat sikap Rama yang menyapanya dengan ramah.
"I-iya," lirih Miko.
"Sekali lagi anda berbuat macam-macam pada istriku, maka apa yang diucapkan istriku akan menjadi kenyataan," ujar Rama penuh penekanan.
Sebenarnya Rama tahu apa yang telah terjadi tadi siang, karena dia menyimpan sebuah penyadap suara di saku kemeja yang dikenakan oleh istrinya tanpa sepengetahuan Diska.
Rama tadi sempat mendengar istrinya minta tolong dari alat yang disambungkan oleh Rama melalui ponselnya.
Kebetulan di saat itu Rama masih berada di daerah Silaping bertemu dengan temannya, dia langsung bergegas menuju klinik, tapi dia tidak jadi menemui istrinya saat melihat Riska tengah berbicara dengan seorang wanita yaitu Yoland, istri Miko.
Rama juga tahu apa yang sudah mereka bicarakan di dalam ruangan Diska, Rama sangat geram pada Miko tapi, dia tidak boleh gegabah.
Sang pemuda desa itu salut dengan istrinya yang berani mengancam pria brengsek yang ingin melecehkan dirinya.
Miko hanya diam mendengar ucapan Rama, dia dapat melihat sorotan mata Rama yang terlihat sangat serius dengan apa yang diucapkannya.
Rama menunjukkan bahwa dia tidak main-main dengan perkataannya.
Setelah dia berbisik pada Miko, dia pun membalikkan tubuhnya lalu dia melangkah menghampiri sang istri yang berdiri di samping sepeda motornya.
Rama menaiki sepeda motornya yang jelas-jelas masih sangat baru.
"Ayo, Sayang," ujar Rama meminta Diska untuk menaiki sepeda motor sang suami.
Diska pun menaiki sepeda motor itu, lalu langsung memeluk erat pinggang sang suami.
Diska sengaja melakukan itu agar Miko melihat bahwa dirinya sangat mencintai suaminya meskipun di mata Miko hanya seperti tukang ojek.
Rama pun melajukan sepeda motornya meninggalkan klinik, dan pulang ke rumah.
Hati Miko memanas melihat apa yang dilihatnya, dia kesal tapi dia juga takut dengan ancaman yang diberikan oleh suami Diska.
Dia merasa apa yang dikatakan Rama tidak hanya ucapan semata, dia melihat sorotan mata yang menyimpan amarah terhadap dirinya.
Miko baru saja kembali dari luar bersama istrinya, dia terpaksa kembali lagi ke klinik karena ada barang-barang miliknya yang tertinggal di ruangannya.
__ADS_1
Istrinya menunggunya di atas mobil, Yoland enggan turun dari mobilnya dan memilih memainkan ponselnya saat sang suami kembali masuk ke dalam klinik untuk mengambil barang miliknya yang tertinggal.
Setelah beberapa waktu sang istri menunggu, Miko pun datang.
"Kita langsung pulang, ya," ajak Miko.
Miko kasihan sama putrinya yang kini ditinggal bersama pembantunya.
Saat Miko baru saja melajukan mobilnya keluar dari kawasan klinik, terdengar suara ban mobil Miko yang pecah.
Seketika ban mobil milik Miko pun kempes.
"Ada apa, Bang?" tanya Yoland.
"Sepertinya aku telah melindas sesuatu yang berbahaya," jawab Miko.
Miko pun turun dari mobilnya, dia melihat dengan jelas ban mobilnya pecah.
Dia tidak tahu apa penyebabnya, dia pun memeriksa ban serep yang biasa dibawanya.
Dia pun mengeluarkan perkakas mengganti ban di sana.
Yoland pun turun dari mobil untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Aku juga enggak tahu, tiba-tiba bannya pecah gitu aja," jawab Miko.
Miko berusaha mengganti ban yang pecah itu seorang diri, tak berapa lama seorang pria datang menghampirinya.
"Ada apa, Pak?" tanya pria itu padanya.
"Eh, ini. Sepertinya bannya pecah, Saya juga tidak tahu kenapa bisa pecah," mencariku memberitahu sang pria masalah yang dialaminya.
"Oh, Apakah Bapak butuh bantuan dari saya?" Si pria merasa kasihan melihat Miko yang mengganti ban mobilnya dengan pakaian yang sangat rapi.
Miko memperhatikan si pria itu.
"Oh, boleh. kebetulan saya tidak terlalu paham dalam mengganti ban mobil," ujar Miko dengan senang hati.
Setelah itu si pria pun menggantikan posisi Miko untuk mengganti ban mobil.
Tak berapa lama si pria pun menyelesaikan pekerjaannya, mengganti ban mobil hanyalah pekerjaan yang paling mudah baginya karena dia sudah biasa melakukan hal itu.
"Sudah selesai, Pak," wajar si pria pada Miko.
__ADS_1
Miko pun mengeluarkan dompetnya dan hendak memberikan uang kepada si pria sebagai tanda terima kasih.
"Terima kasih," ucap Niko sambil menyelamkan selembar uang rp100.000 ke tangan pria itu.
"Tidak usah, Pak." Si pria menolak pemberian yang diberikan oleh Miko kepadanya.
"Ah, ambillah sebagai tanda terima kasih kamu sudah membantuku," ucap Miko memaksa si pria untuk menerima uang yang diberikannya.
Akhirnya si pria itu pun menerima uang yang diberikan oleh Miko.
Sebelum ke dalam mobilnya, si pria mendekati Miko lalu berbisik.
"Ini baru permulaan, jika Bapak ingin hidup tenang di sini tolong jauhi wanita yang bernama Diska," bisik si pria.
Setelah itu dia pun meninggalkan Miko yang kini berdiri heran, dia mencoba untuk menganalisa kata-kata yang dilontarkan oleh si pria.
"Siapa pria itu apa yang dimaksudkannya? Apakah ini merupakan ancaman untukku agar tidak mendekati wanita yang selama ini aku kagumi," gumam Miko di dalam hati.
Apa yang baru saja terjadi pada mobil Miko merupakan sebuah teror yang dilakukan oleh teman-teman Rama yang ada di desa Silaping.
Miko masuk ke dalam mobil dalam keadaan diam dan wajah yang terlihat sedang berpikir keras.
"Kamu kenapa, Bang?" tanya Yoland penasaran saat melihat wajah suaminya yang terlihat ketakutan.
"Tidak apa-apa," jawab Miko.
Setelah itu Miko pun mengajukan mobilnya meninggalkan kawasan tersebut menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh dari klinik.
Sesampai di rumah Miko langsung masuk ke dalam kamar, dia juga langsung melangkah menuju kamar mandi menghilangkan rasa stres dan panik yang baru saja dialaminya.
Di dalam kamar mandi Miko memilih berendam dengan air hangat untuk merilekskan tubuhnya yang terasa tegang menjalani hari ini.
Yoland heran melihat sikap Niko yang k tadi hanya diam, sepertinya nikotin yang mengalami masalah yang dia enggan untuk menceritakan pada istrinya.
Di saat mereka merendamkan diri di bathtub, dia terus aja memikirkan kata-kata rumah serta aja diberikan oleh pria itu kepadanya.
"Siapa sebenarnya suami Diska itu? sepertinya dia bukan orang biasa di desa ini," untuk Miko di dalam hati.
"Aku harus cari tahu semua tentang pria itu, saat ini aku masih menginginkan wanita itu menjadi milikku," rumah Miko di dalam hati.
Dia tidak menyerah dengan apa yang barusan terjadi terhadap dirinya. dia akan membalas dan meluapkan rasa cintanya pada Diska pada waktu yang tepat nantinya.
Bersambung...
__ADS_1