
"Wa'alaikummussalam," jawab Diska.
Diska melangkah dari dapur menuju pintu rumah, dia pun membukakan pintu rumah Uci Desmi.
Rudi heran saat mendengar suara seseorang yang tidak asing di telinganya, tapi sudah lama dia tak mendengar suara itu.
"Siapa yang menjawab salam?" tanya Rudi pada Rama yang berdiri di belakangnya.
Rama hanya mengangkat bahunya, dia tidak ingin menjawab pertanyaan sahabatnya.
"Di-dis-ka?" lirih Rudi tak percaya saat melihat wanita yang pernah mengisi hatinya.
"Ru-di," pekik Diska senang.
Diska senang bisa kembali bertemu dengan Rudi, bagi Diska Rudi sudah dianggapnya sebagai seorang sahabat karena Rudi selalu ada di saat dia membutuhkannya.
Rudi tersenyum, lalu menoleh ke arah Rama.
"Jadi ini alasan kamu mau datang ke rumah Uci Desmi? Hah?" tanya Rudi pada Rama sambil mendorong tubuh sahabatnya.
Rama hanya tersenyum tersipu malu.
Diska menatap pria yang dicintainya itu, terlihat penampilan Rama sudah lebih baik dari pada saat dia berjumpa tadi pagi.
"Ayo masuk," ajak Diska.
"Kebetulan nih, makanannya sudah masak, kita langsung makan siang aja, ya," ajak Diska.
Kegugupan yang sedari tadi menyelinap di hati Diska tiba-tiba hilang dengan kehadiran Rudi bersama Rama.
Suasana di rumah Uci Desmi tiba-tiba ramai dengan kehadiran Rudi bersama Rama.
"Siapa, Dis?" tanya Uci Desmi pada Diska. Dia penasaran dengan siapa yang datang.
"Rudi sama Bang Rama, Ci," jawab Diska sambil melangkah menuju dapur.
"Sama Rama aja panggil Abang, sama aku panggil nama doang," protes Rudi.
Rudi sengaja menggoda Diska agar Rama dan Diska tidak gugup. Dia tahu, hati keduanya saat ini tengah berdegup kencang karena bertemu kembali setelah berpisah selama 3 tahun.
"Apa kabar, Uci?" sapa Rudi saat mereka sudah berada di dapur.
"Alhamdulillah, baik," jawab Uci Desmi.
Mata Rudi dan Rama tertuju pada seorang anak kecil yang berada di pangkuan Mbak Yuyun.
__ADS_1
Rudi melihat dengan jelas, anak kecil yang berumur 2 tahun itu sangat mirip dengan foto Rama waktu kecil.
Rama juga melihat anak kecil tersebut, jantungnya berdetak semakin kencang saat melihat Farel.
Entah mengapa hatinya ingin memeluk dan mendekap erat anak kecil itu.
Diska melihat reaksi Rama dan Rudi saat bertemu dengan Farel, Diska pun langsung mengambil Farel dari pangkuan Mbak Yuyun. Dia menggendong pangeran kecilnya.
"Farel, lihat tuh ini teman bunda," ujar Diska pada putranya sebagai jawaban pertanyaan Rama dan Rudi tentang sosok mungil di dalam ruangan itu.
"Ini putra kamu, Dis?" tanya Rudi.
"Iya, hanya dia yang aku miliki di dunia ini," ujar Diska.
Tiba-tiba Diska merasa sedih saat memperkenalkan Farel pada Rudi dan Rama.
Ingin rasanya Diska memberitahu Rama bahwa Farel adalah putranya, tapi Diska takut hubungan rumah tangga Rama dan Annisa hancur, karena Diska masih mengira hubungan Rama dan Annisa baik-baik saja.
Rudi, Rama, dan Uci Desmi heran saat mendengar ucapan Diska.
"Apa maksud kamu?" tanya Rudi penasaran.
"Eh, enggak apa-apa. Lupakan saja, ayo kita makan," ajak Diska.
"Nona, kenapa tidak langsung beritahu bahwa Farel adalah putra Rama?" gumam Mbak Yuyun di dalam hati.
Rama pun mau duduk di samping Diska, saat itu Farel menarik baju Rama.
Deg.
Jantung Rama merasakan sebuah getaran hebat saat bersentuhan dengan Farel.
"Whuaaa." Tiba-tiba tangis Farel pecah.
Semua orang di dalam ruang makan itu kaget melihat Farel yang tiba-tiba menangis.
Sejak tadi dia anteng dan baik-baik saja, entah mengapa anak kecil itu tiba-tiba menangis.
Rama menoleh ke arah Rama, dia tidak kuat melihat bocah mungil itu meneteskan air mata akhirnya Rama pun mengambil Farel dari gendongan Diska.
"Anak pintar, jangan nangis, cup cup cup," ujar Rama menghibur Farel.
"Hu, hu, hu." Perlahan tangis Farel berhenti.
Dia terlihat sangat menikmati berada di dalam dekapan Rama.
__ADS_1
Dekapan pria asing baginya itu terasa begitu menghangatkan hatinya, Farel mulai tersenyum dan merebahkan kepalanya di dada bidang Rama.
Hati Diska seketika terasa hancur lebur, dia merasa bersalah karena telah menjauhkan Farel dari ayah kandungnya.
Terlihat dengan jelas anak kecil itu menikmati kedekatannya dengan ayah kandungnya.
Sedangkan Rama merasa sangat dekat dengan anak kecil yang baru saja dilihatnya.
Dia merasa ada ikatan batin antara dirinya dan anak kecil itu.
"Farel, Sayang. Sama Bunda, ya. Om Rama mau makan dulu, ujar Diska membujuk Farel agar mau berpindah ke dalam pelukannya.
"Biarkan saja, Dek. Kamu makanlah duluan," ujar Rama.
Akhirnya mereka pun menikmati makan siang bersama, sementara itu Farel masih saja merasa nyaman berada dalam pelukan Rama.
Diska menikmati makan siang kali ini dengan tergesa-gesa, dia merasa tidak enak dengan Rama yang belum makan sama sekali.
"Udah dulu ya, Nak. Biarkan om Rama makan dulu," ujar Diska lagi.
Diska pun mengambil Farel dari pelukan Rama, tapi Farel kembali menangis sekencang-kencangnya.
Rudi yang baru saja selesai makan langsung berdiri, lalu dia membujuk Farel untuk mau dengannya, Rudi mengira Farel lebih suka berada di dalam pelukan laki-laki.
Namun, semua yang dilakukan Rudi sia-sia. Farel tidak mau berpindah dari dekapan Rama.
Hingga akhirnya Rama menikmati makan siangnya sambil memangku putranya yang sama sekali tidak diketahuinya.
Air mata Diska mulai membendung di pelupuk matanya, dia tak tahan melihat tingkah Farel yang selalu ingin berada di dekat ayah kandungnya itu, Mbak Yuyun juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Diska.
Usai mereka menikmati makan siang, mereka berpindah berkumpul di ruang keluarga agar mereka dapat mengobrol.lebih santai lagi.
Sepanjang obrolan mereka, Rudi melihat dengan jelas akan kedekatan Rama dan Farel, dia mulai curiga dengan kemiripan wajah Farel dan Rama di waktu kecil.
Rudi pernah melihat foto Rama sewaktu kecil di album keluarganya, saat itu ibunya bilang dia dan Rama sudah berteman sejak mereka masih berumur satu tahun. Di sana ibu Rama menyimpan foto dirinya dan Rama, dari situlah Rudi tahu bahwa Farel sangat mirip dengan Rama.
"Dis, ayah Farel kenapa tidak ikut datang ke sini?" tanya Rudi tiba-tiba.
Rudi sangat penasaran dengan jawaban Diska.
"Mhm, a-ayahnya Farel,--" Diska bingung harus menjawab apa.
Rudi semakin curiga saat melihat Diska bingung menjawab pertanyaan darinya.
Diska menatap dalam ke arah Rama dan Farel, Rama juga terlihat sedang menunggu jawaban dari Diska tentang ayahnya anak kecil yang kini berada di pangkuannya.
__ADS_1
"Ayahnya Farel sudah menikah dengan orang lain," ujar Mbak Yuyun membantu Diska menjawab pertanyaan dari Rudi.
Bersambung...