Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 76


__ADS_3

"Permisi, Bang, Kak. Ini pesanannya," ujar si pelayan yang baru saja datang menghampiri mereka.


"Eh, iya, terima kasih," ucap Rudi


Si pelayan pun meletakkan makanan yang dipesan Rudi dan Yuyun tadi di atas meja.


"Selamat menikmati, Kak, Bang," ujar Si pelayan sebelum dia pergi meninggalkan Rudi dan Yuyun.


Rudi tersenyum pada si pelayan, setelah pelayan meninggalkan mereka, Rudi dan Yuyun mulai menikmati mie rebus yang mereka pesan.


Saat ini hati Rudi sudah lega, dia mulai menikmati paras cantik wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya, dia mulai mengagumi paras cantik dan anggun yang selalu berpenampilan dengan sederhana.


Yuyun juga merasa lega dengan kesepakatan yang sudah mereka setujui, kini dia mencoba untuk menambatkan hatinya di hati Rudi.


"Bismillah, ya Allah. Aku serahkan semuanya pada-Mu," gumam Mbak Yuyun di dalam hati.


"Ayo, dimakan, nanti keburu dingin enggak enak," ujar Rama pada Yuyun.


Mereka pun menyantap mie rebus pesanan mereka dengan lahap, sesekali mereka saling menatap dalam, tatapan yang kini mulai menunjukkan rasa kagum antara satu dan lainnya.


****


Diska keluar dari ruangannya beriringan dengan Gina, saat berada di teras rumah sakit, Gina melihat suaminya sudah berada di parkiran.


"Dis, Abangmu sudah nungguin tuh, ada urusan keluarga katanya," ujar Gina hendak pamit pada Diska.


"Oh, ya sudah, Kak. Hati-hati, ya," ujar Diska membiarkan Gina pulang lebih awal.


"Kamu enggak apa-apa di sini?" tanya Gina khawatir meninggalkan Diska di sana sendirian.


"Enggak apa-apa kok, Kak. Lagian sebentar lagi Bang Rama pasti sampai, soalnya Bang Rama tadi bilang udah di jalan," ujar Diska membiarkan Gina pergi.


"Oh, Ya udah kalau gitu. Aku tinggal, ya," ujar Gina.


Gina pun meninggalkan Diska lalu naik ke dalam mobil milik sang suami yang sudah menungggu di pinggir jalan.


Diska pun milih duduk di sebuah bangku panjang yang terdapat di depan klinik, dia pun mulai asyik dengan ponselnya sambil menunggu sang suami.


Miko baru saja keluar dari ruangannya, dia melangkah menyusuri koridor klinik.


Klinik di Silaping lebih besar dari klinik yang ada di desa-desa lainnya, karena klinik di Silaping merupakan Klinik kecamatan yang mana peralatannya lebih lengkap dibandingkan klinik desa lainnya.


Tidak hanya peralatannya saja, dokter yang bekerja di sana juga lebih banyak, desa Silaping merupakan pusat kecamatan Ranah batahan yang mencakup beberapa desa yang ada dalam kawasan Ranah Batahan tersebut.

__ADS_1


Miko memperhatikan semua ruangan yang ada di klinik itu, semua dokter yang bekerja di rawat jalan sudah terlihat tidak ada lagi di ruangannya begitu juga dengan Diska.


Dokter dan perawat yang tertinggal di sana hanya di gedung ruang IGD.


Sedangkan di gedung rawat inap, di sana masih ada Dokter dan para perawat yang bekerja di shift sore.


Saat Miko berada di depan gedung utama, dia melihat Diska tengah duduk di sebuah bangku panjang yang terdapat di depan klinik, dia pun melangkah menghampirinya Diska yang kini duduk seorang diri di sana.


"Hai, Dokter Diska," sapa Miko dengan senyum yang lebar.


Diska mendongakkan kepalanya ke atas, dia tak percaya saat melihat sosok Miko kini sedang berada di hadapannya.


Diska mulai gugup, dia takut kejadian beberapa tahun yang lalu terjadi lagi.


Dia pun berdiri, lalu hendak melangkah meninggalkan Miko.


Pria itu pun meraih tangan Diska sehingga langkah Diska terhenti.


"Le-lepaskan aku," lirih Diska.


Diska berusaha melepaskan cengkraman Miko, tapi tenaganya tak sekuat tenaga pria itu.


"A-apa yang kau inginkan?" tanya Diska semakin takut.


Selama ini Miko masih memendam rasa ketertarikannya, dia masih menyukai wanita yang sejak lama ingin dimilikinya, tapi dia tidak memiliki cara untuk mendekatinya karena Diska selalu dibuntuti oleh Rezi.


"Tolong lepaskan aku atau aku akan berteriak!" ancam Diska.


Diska memohon pada pria itu, buliran bening mulai membasahi pipinya karena takut.


"Sayang," panggil Rama yang tiba-tiba datang.


Roma kini sudah berdiri tepat di belakang istrinya.


Seketika Miko melepaskan tangan Diska dari cengkramannya.


"Bang Rama, ayo pulang!" ajak Diska.


Diska menarik tangan sang suami dan melangkah meninggalkan Miko begitu saja.


Pria itu mulai bertanya-tanya dengan sosok yang baru saja datang menjemput Diska


"Siapa pria itu?" gumam Miko mulai bertanya-tanya di dalam hati.

__ADS_1


Tatapan Rama penuh amarah tertuju pada Miko, Rama yang tadi sempat melihat tangan istrinya disentuh oleh pria lain.


Diska dapat merasakan amarah sang suami yang kini hanya diam, dia menaiki sebuah sepeda motor yang sedang heboh dipakai oleh masyarakat saat ini.


"Ayo, Naik," ajak Rama pada istrinya.


Diska yang merasa takjub dengan sepeda motor yang baru saja dibeli sang suami, kini tak berani berkomentar pada suaminya itu.


Diska langsung menaiki sepeda motor tersebut. Sang suami langsung melajukan sepeda motor itu meninggalkan klinik dengan hati penuh amarah.


Untuk saat ini Diska memilih diam, dia akan menjelaskan apa yang baru saja terjadi kepada sang suami setelah mereka sampai di rumah.


Di sepanjang jalan Rama tidak berbicara sedikitpun.


Ada rasa kesal yang ditunjukkannya pada sang istri, hari ini adalah hari pertama Diska bekerja, justru Rama. melihat istrinya berpegangan tangan dengan pria lain.


Saat mereka sampai di depan rumah Uci Desmi.


"Masuklah terlebih dahulu, aku masih ada urusan," ujar Rama pada Diska tanpa melihat wajah istrinya.


Diska mengikuti apa yang diperintahkan oleh sang suami, dia turun dari sepeda motor lalu melangkah masuk ke dalam rumah Uci Desmi.


Rama kembali melajukan sepeda motornya setelah memastikan sang istri masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum," ucap Diska saat dia sudah berada di depan pintu.


"Wa'alaikummussalam," jawab Uci Desmi.


Wanita paruh baya itu pun membukakan pintu untuk Diska.


"Lho, Rama mana?" tanya Uci Desmi pada Diska.


"Enggak tahu, Ci. Katanya tadi masih ada urusan yang harus diselesaikannya," jawab Diska.


"Farel sama Mbak Yuyun ke mana, Ci?" tanya Diska heran melihat suasana rumah sepi.


"Farel masih tidur, sedangkan Mbak Yuyun tadi pergi bersama Rudi," jawab Uci Desmi.


"Oh, begitu." Diska pun mengangguk.


Setelah itu Diska pun masuk ke dalam kamar dia bersiap-siap untuk membersihkan diri karena pekerjaannya hari ini sangat melelahkan.


Sementara itu Rama melajukan sepeda motornya menuju sebuah rumah, dia mencari seseorang.

__ADS_1


Dia tidak bisa membiarkan apa yang sudah terjadi pada istrinya tadi.


Bersambung...


__ADS_2