Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 91


__ADS_3

Bayu teringat pada kejadian di saat pesta pernikahan Diska dan Rama.


Dia bertemu dengan wanita yang kini tengah berada di dalam rumahnya.


"Ka-kamu," lirih Bayu.


Entah mengapa setiap kali bertemu dengan Zharin, Bayu merasa ada sesuatu di antara mereka.


Jantung Zharin kembali berdetak dengan kencang, hal itu membuat Zharin yakin bahwa pria yang ada di hadapannya kini merupakan ayah kandungnya.


"Iya, Pa. Kak Rezi sejak tadi nungguin papa," ujar Diska.


"Mhm," gumam Bayu.


"Sebentar ya, Rezi. Kita ngobrolnya setelah makan malam saja, sebentar lagi mau maghrib," ujar Bayu.


Bayu meminta Rezi untuk menunggu, saat ini dia masih lelah karena bekerja seharian.


Pekerjaannya saat ini di rumah sakit semakin padat karena dokter bedah di rumah sakit itu hanya 3 orang dengan dirinya, sehingga membuat dia sibuk menangani pasien.


"Iya, Om. Enggak apa-apa," ujar Rezi sambil tersenyum.


Diska menemani Zharin dan Rezi di ruang tamu, sementara itu Yuyun langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malam yang tadi sudah dibeli oleh oleh Bu Naina karena mereka tidak sempat masak.


Saat ini Diska tidak ingin memberatkan Yuyun dalam berbagai hal pekerjaan, baginya Yuyun saat ini cukup mengasuh Farel di saat dirinya dan Rama sibuk.


Diska sudah menganggap Yuyun sebagai kakak, sehingga saat ini Diska dan Yuyun tidak lagi seperti pelayan dan majikan tetapi bagaikan 2 saudari karena Yuyun sudah menjadi istri Rudi.


Setelah shalat maghrib, semua orang berkumpul di ruang makan yang sederhana, karena rumah tersebut tidak terlalu besar.


Mereka menyantap makan malam dengan lahapnya.


Mata Zharin terus tertuju pada Pak Bayu, dia tak menyangka kini pria yang selama ini selalu dibutuhkannya tengah berada di hadapannya.


Zharin sangat merindukan sosok sang Ayah, pria yang selama ini dipertanyakan pada sang ibu.


Pak Bayu menyadari tatapan yang dilayangkan oleh Zharin terhadapnya, dia memilih untuk diam.


Pak Bayu ingin berbicara dengan Rezi setelah makan nanti, dia tidak ingin merusak suasana makan malam.


Setelah selesai makan malam semua orang berpindah ke ruang tamu kecuali Rama, sang Pemuda Desa itu memilih untuk berada di kamar bersama putranya dari pada ikut bergabung dengan tamu yang mencari mertuanya.


Dia enggan ikut campur dengan permasalahan atau pembahasan yang akan mereka bicarakan.


"Om," lirih Rezi menarik perhatian Pak Bayu.

__ADS_1


Pak Bayu menoleh ke arah Rezi. Pria itu masih saja menatap dalam ke arah Zharin.


"Mhm," gumam Pak Bayu.


"Begini om, kedatangan kami ke sini ingin bertemu dengan Om ingin mempertanyakan satu hal," ujar Rezi terus terang kepada Pak Bayu.


Dia tidak memiliki kesempatan lain untuk membahas masalah ini dengan Pak Bayu, karena besok dia akan menjadi pemateri dalam pelatihan yang juga akan diikuti oleh Diska.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Bayu penasaran.


"Mhm, apakah Om Bayu kenal dengan Ibu Sarah?" tanya Rezi pelan.


Dia memperhatikan reaksi pak Bayu saat mempertanyakan tentang wanita yang bernama Sarah.


Dia kaget saat mendengar nama istri pertamanya, Wajah Pak Bayu seketika berubah merah, dia bingung. Lalu dia menoleh ke arah Bu Naina.


"Mhm, dari mana kamu kenal dengan Sarah?" tanya Bayu perlahan.


Diska mengernyitkan dahinya, bingung dengan topik yang sedang mereka bicarakan.


Rezi menoleh ke arah Zharin yang kini menatap dalam ke arah Pak Bayu.


"Mhm, aku datang ke sini membawa putri Bu Sarah untuk bertemu sama, Om," ujar Rezi langsung.


"A-apa?" Pak Bayu tak percaya dengan apa yang dikatakan Rezi.


Kini matanya pun tertuju pada Zharin. Begitu juga dengan Bu Naina dia menoleh ke arah Zharin.


Melihat gadis yang kini duduk di samping Rezi, Bu Naina berpindah ke samping Diska.


Bu Naina merangkul Diska dengan erat, dia mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


Diska semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


"Zha-zharin," lirih Pak Bayu.


Pak Bayu tak lagi dapat membendung air matanya yang sejak tadi menggenang di pelupuk matanya.


"Zha-zharin, a-anak a-ayah," lirih Pak Bayu terbata-bata.


Dia merasa sangat senang sekali kembali bertemu dengan gadis kecilnya yang sudah bertahun-tahun menghilang begitu saja.


Mendengar ucapan Pak Bayu, Zharin langsung berdiri lalu menghampiri pria yang sangat dirindukannya selama ini.


Pria yang ingin dikenalnya dan. dijumpainya sejak kecil.

__ADS_1


"A-ayah," lirih Zharin.


Zharin memeluk erat tubuh kokoh yang kini telah dimakan usia.


"Ayah," tangis Zharin pun pecah di dalam pelukan sang ayah.


Diska semakin bingung melihat apa yang terjadi di hadapannya.


Dia tak percaya, papanya memiliki putri selain dirinya.


"Bu, apa sebenarnya yang terjadi," lirih Diska bertanya pada ibu kandungnya.


Bu Naina memeluk erat tubuh putrinya, lalu dia juga ikut menangis.


Bu Naina mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


Perjodohan yang harus dijalaninya membuat Bu Naina terpaksa menjadi istri kedua.


Awalnya Bu Naina tidak tahu bahwa suaminya itu sudah memiliki istri dan anak.


Saat pernikahan Bu Naina dan Pak Bayu telah berlangsung selama 2 tahun, akhirnya Pak Bayu jujur pada Bu Naina bahwa dia sudah memiliki istri sebelum menikah dengannya.


Bu Naina tidak bisa menerima apa yang dikatakan oleh sang suami, ketulusan dan cara Pak Bayu menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi membuat Bu Naina sadar diri bahwa saat ini dia merupakan seorang wanita yang merenggut kebahagiaan wanita lain.


Dengan lapang dada Bu Naina pun rela berbagi suami dengan wanita yang sudah menjadi istri suaminya terlebih dahulu dengan persyaratan merekatkan tinggal di rumah yang sama, dia ingin melihat keadilan yang akan dilakukan oleh sang suami.


Hal yang di luar dugaan pun terjadi, istri tua dari Pak Bayu langsung meninggalkan mereka karena tidak terima apa yang dilakukan oleh sang suami tanpa mendengar penjelasan dari Pak Bayu.


Pak Bayu dan Bu Naina sudah mencari Sarah dan Zharin selama bertahun-tahun hingga akhirnya mereka pun putus asa.


Bu Naina mendampingi sang suami agar tetap kuat menjalani hidup tanpa istri tuanya serta putrinya.


Apa yang sudah dilakukan oleh Bu Naina membuat Pak Bayu sepenuhnya mulai semangat lagi dalam meraih impiannya.


Bu Naina menjadi istri yang baik sehingga Pak Bayu dapat menghilangkan rasa gundah gulananya yang ada di hatinya.


Akhirnya mereka pun mulai menjalani rumah tangga mereka dengan baik.


"Ma, apa yang sebenarnya tengah terjadi?" tanya Diska penasaran.


Dia sudah tak tahan lagi melihat apa yang ada di hadapannya.


Diska merasa sedih saat melihat seseorang memeluk papanya, karena baginya selama ini hanya dialah putri yang paling disayangi oleh papanya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2