
Tak berapa lama mereka menunggu, sebuah taksi online datang menghampiri mereka.
"Dengan Nona Diska?" tanya si sopir pada Diska saat mobil sudah berhenti di depan mereka.
"Iya, Pak." Diska mengangguk.
Setelah itu sang supir turun dari mobilnya lalu membantu Mbak Yuyun memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil.
"Makasih, Pak," ujar Mbak Yuyun.
Mereka pun masuk ke dalam mobil, sang sopir melajukan mobilnya setelah memastikan penumpangnya duduk dengan nyaman di bangku mereka.
Dia melajukan mobilnya meninggalkan kawasan Bandara Internasional Minangkabau, lalu mengantarkan penumpangnya menuju tujuan yang diminta pelanggannya melalui aplikasi.
Diska mencari penginapan yang berada di kawasan lubuk buaya agar nanti, dia tidak perlu susah-susah menuju loket karena bus Bintang Pasaman akan melewati daerah lubuk buaya.
Setengah jam perjalanan mereka sampai di penginapan yang dituju.
Sang sopir memarkirkan mobilnya di depan penginapan, Diska sudah memesan kamar hotel melalui aplikasi yang ada di ponselnya.
Mereka tidak akan menginap, tapi mereka hanya butuh tempat untuk beristirahat sejenak.
Mereka masuk ke dalam hotel setelah sang sopir mengeluarkan barang-barang mereka dari dalam mobil.
"Saya bayar pakai aplikasi ya, Pak," ujar Diska pada sang sopir.
"Terima kasih, Nona," ujar si sopir lalu meninggalkan penginapan.
"Kita nginap di sini, Nona?" tanya Mbak Yuyun penasaran.
"Tidak, Mbak. Kita akan berangkat ke desa nanti pukul 18.00, jadi kita di sini untuk beristirahat dulu," jawab Diska.
Mbak Yuyun mulai banyak tanya karena ini merupakan kali pertama dibawa berlibur keluar kota.
Selama ini jika mereka pergi jalan masih dalam kota Bandung itu pun menggunakan mobil.
"Oh, gitu.
"Yuk, Mbak kita masuk." Diska mengajak Mbak Yuyun untuk masuk ke dalam kamar yang sudah dipesannya tadi.
Farel masih saja anteng karena sepertinya dia menikmati perjalanan itu. Mungkin hal ini juga pengaruh, Farel sudah biasa dibawa jalan-jalan sama kakek dan neneknya serta bundanya.
"Siang, Nona. Ada yang bisa kami bantu," sapa seorang resepsionis saat Diska sudah berada di dalam penginapan.
__ADS_1
"Saya sudah pesan kamar, melalui aplikasi," ujar Diska sambil menunjukkan bukti di layar ponselnya.
"Oh, iya, Nona. boleh saya check dulu, tunggu sebentar," ujar si resepsionis.
"Oh, iya, Nona. Ini kunci kamarnya," ujar Resepsionis sambil menyerahkan sebuah kunci kamar setelah dia melihat di komputer miliknya.
Mbak Yuyun membawa 2 koper, sedangkan Diska menarik satu koper sambil menggendong putra kesayangannya.
"Mbak, kalau Mbak mau istirahat. Istirahatlah terlebih dahulu, aku sudah pesankan makanan untuk kita, jadi kita tinggal tunggu makanan sambil istirahat," ujar Diska.
"Oh, iya, Nona. Aman," sahut Mbak Yuyun.
Mbak Yuyun pun duduk di sebuah tempat tidur yang tersedia di kamar itu lalu dia mengajak Farel bermain sementara itu Diska memilih untuk mandi karena dia merasa sangat gerah sekali telah melakukan perjalanan jauh.
Setelah mandi, Diska melaksanakan shalat dzuhur dan ashar dengan metode jama'.
Usai Diska shalat dzuhur, dia bergantian menjaga Farel, sementara itu Mbak Yuyun mandi dan juga shalat.
"Yuk kita makan," ajak Diska saat Mbak Yuyun sudah selesai melaksanakan shalat.
Diska sudah memesan nasi rames dari rumah makan ternama di kota Padang.
Dia juga tidak lupa memesan bubur untuk putranya.
Mereka pun menikmati nasi rames yang sudah tersedia secara bergantian.
Pada pukul 18.00, mereka keluar dari kamar, menurut agen bus Bintang Pasaman, mereka sudah berangkat dari loket, berarti sebentar lagi mereka akan melintas di depan penginapan.
Benar saja prediksi Diska, saat mereka berada di luar penginapan, bus Bintang Pasaman sudah menunggu mereka di pinggir jalan.
"Hai, Bu Dokter," sapa agen bus dengan ramah.
Sudah lama tak berjumpa membuat keakraban langsung terjalin.
Diska tersenyum pada sang agen bus, Mbak Yuyun juga ikut tersenyum.
"Ini anaknya Bu dokter? Ayahnya kok enggak ikut?" tanya sang agen.
"Ayahnya lagi sibuk kerja, Bang." Diska berbohong.
Setelah itu agen bus pun membantu Diska mengangkat barang-barang dan me menaikkannya ke atas bus.
"Di bangku biasa kan, Bang?" tanya Diska pada si agen bus.
__ADS_1
"Yo i," sahut si agen bus tersebut.
Mereka pun masuk ke dalam bus, Diska memesan 3 bangku untuk mereka agar Farel tidak merasa sempit saat dalam perjalanan nanti.
"Non, sepertinya mereka kenal dekat sama Nona," ujar Mbak Yuyun saat bus sudah mulai berjalan.
"Iya, Mbak. Dulu waktu aku tugas di sini, aku sering di suruh desa untuk ikut pelatihan ke kota Padang jadi sering naik bus ini. Apalagi bus ke desa cuma ada 2 satu pagi dan satunya lagi sore," jawab Diska menceritakan keadaan di sana.
Mbak Yuyun mengangguk paham mendengar apa yang diceritakan oleh Diska.
Sepanjang perjalanan Mbak Yuyun banyak mempertanyakan suasana di kampung, mereka bercerita hingga lelah dan tertidur di sepanjang perjalanan.
7 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di daerah Silaping. Diska meminta supir mengantarkan dirinya ke rumah Gina.
Diska sudah memberitahu Gina akan kedatangannya ke desa itu. Untuk malam ini mereka akan bermalam di rumah Gina.
Sementara itu, Pak Bayu dan Bu Naina terlihat panik berkali-kali dia mencoba menghubungi nomor ponsel putrinya dan Mbak Yuyun tapi tidak pernah masuk sama sekali.
Pasalnya pak Bayu dapat informasi dari temannya yang bekerja di rumah sakit tempat Diska bertugas bahwa Diska mengajukan cuti selama 2 Minggu.
Pak Bayu khawatir, Diska pergi meninggalkan rumah, dan dia tidak ingin lagi pulang ke rumah karena masalah tadi pagi.
"Mbok, Mbok Suti," panggil Pak Bayu.
Mbok Suti Yang sedang masak di dapur langsung bergegas menghampiri tuannya di ruang keluarga.
"Iya, Tuan," lirih Mbok Suti ketakutan.
"Ke mana Diska dan Mbak Yuyun?" tanya Pak Bayu pada ART di rumahnya.
"Ma-maaf, Tuan. Tadi pagi, Nona Diska bilang mau pergi berlibur, Tuan." Mbok Suti menjawab pertanyaan Pak Bayu sesuai dengan apa yang disuruh Diska tadi pagi.
"Liburan ke mana?" tanya Pak Bayu penasaran.
"Saya juga tidak tahu, Tian. Katanya mereka berlibur sekitar satu Minggu atau dua Minggu," jawab Mbok Suti apa adanya.
"Pa," lirih Bu Naina mulai angkat bicara.
"Mhm," gumam Pak Bayu.
"Coba deh tanya Rezi. Diska pergi ke mana, sepertinya Rezi tahu deh ke mana Diska sekarang," ujar Bu Naina memberi usul.
Berharap sahabat putrinya itu tahu keberadaan putrinya sekarang, mereka tidak tahu akan mencari putrinya ke mana.
__ADS_1
"Apa? Diska pergi ke mana, Om?" tanya Rezi panik saat tahu bahwa Diska pergi membawa Farel dan Mbak Yuyun.
Bersambung...