Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 81


__ADS_3

"Ke ke ma-mana me-mereka?" lirih Diska ketakutan.


"Mereka semua sedang menikmati makan siang dan istirahat di luar klinik," jawab Miko.


Miko sengaja memberi uang bawahannya untuk pergi makan siang dan meninggalkan gedung rawat jalan, agar gedung itu kosong dan tidak akan ada yang bisa membantu Diska.


"Kamu jangan macam-macam denganku! Sedikit kau menyentuhku, suamiku akan menghancurkan hidupmu!" ancam Diska.


Dia berusaha memberanikan diri, meskipun dia benar-benar sangat takut. Diska takut Miko akan berbuat nekat terhadap dirinya.


Miko berpikir sejenak.


"Apa yang dilakukan oleh suamimu yang hanya mirip seorang tukang ojek itu?" ujar Miko menghina suami Diska.


"Dia bisa menghancurkanmu, bahkan dia bisa memberhentikanmu dari pekerjaanmu saat ini!" ujar Diska


Diska berusaha tetap berani, Diska hanya ingat dengan sosok suaminya yang ditakuti oleh semua preman yang ada di Ranah Batahan.


Diska juga pernah diceritakan oleh suami Gina, bahwa Rama adalah pemuda yang disegani di daerah Ranah Batahan.


Miko terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Diska. Dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Diska, tapi dia juga takut dengan hancurnya karirnya yang kini menjabat sebagai kepala klinik di sana.


Miko terdiam sejenak, lalu terdengar suara kaki yang melangkah mendekati ruangan itu.


Duarr duarr duarr.


Terdengar seseorang menggendor paksa pintu ruangan tempat Riska pemeriksa pasiennya.


Miko menoleh ke arah pintu, dia tak menyangka ada orang yang akan datang ke ruangan tersebut.


"Buka pintunya!" teriak seseorang dari luar ruangan itu.


"Jika kamu berani lagi menyakitiku maka karirmu akan hancur di tangan suamiku," ancam Diska lagi berbisik.


"Aku juga bisa memberhentikanmu di klinik ini jika dia tahu apa yang sudah aku lakukan padamu," ujar Miko balik mengancam Diska.


"Bukalah pintunya, jangan bilang siapa-siapa bahwa aku ada di ruangan ini," perintah Miko mengancam Diska.


Akhirnya Diska pun melangkah menuju pintu, dia membukakan pintu ruangan tersebut. Sedangkan Miko bersembunyi di kamar mandi.


Saat bisa membuka pintu ruangannya, dia melihat seorang wanita dengan gaya sosialita.


Wanita itu mengenakan pakaian yang terlihat mahal, tak lupa kalung emas yang melingkar di lehernya serta di pergelangan tangannya.


"Maaf, Buk. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Diska pada wanita tersebut.


"Tadi aku mendengar seseorang meminta tolong," ujar Yoland.

__ADS_1


"Mhm, di mana ya, Buk?" tanya Diska.


Diska masih berusaha melindungi Miko, karena saat ini yang dia inginkan adalah bekerja dengan tenang di klinik tersebut.


Dia berharap dengan bantuannya ini Miko sadar dengan apa yang sudah dilakukannya dan tidak akan pernah lagi mengganggunya.


"Saya juga tidak tahu," jawab Yoland.


"Mhm." Diska bingung harus bagaimana.


"Ya sudah, kalau begitu. Saya mau ke lantai 2," ujar Diska.


"Maaf, Bu. Ibu mau bertemu siapa?" tanya Diska ramah


"Saya ingin bertemu dengan suami saya, kamu orang baru ya di sini?" tanya Yoland dengan tatapan merendahkan pada Diska


"Eh, iya, Bu," jawab Diska.


"Pantesan kamu tidak kenal dengan saya," ujar Yoland lagi dengan angkuh.


Setelah itu Yoland pun melangkah menaiki anak tangga, dia hendak bertemu dengan sang suami.


Sebelum Yoland melangkah dia tidak sengaja membaca papan nama dokter praktek yang ada di pintu ruangan Diska.


Papan nama itu tidak asing baginya, tapi dia lupa di mana atau mendengar nama dokter tersebut.


Miko keluar dari toilet setelah tidak lagi mendengar suara istrinya berbicara dengan Diska.


Dia pun bergegas melangkah menuju ruangannya, dia takut istrinya mengetahui apa yang baru saja dilakukannya terhadap Diska.


"Sayang, kamu di sini?" tanya Miko saat melihat istrinya hendak membuka pintu ruangannya.


Yoland heran melihat suaminya yang baru saja datang, padahal dia sama sekali tidak melihat suaminya itu di lantai satu tadi.


"Kamu dari mana, Bang?" tanya Yoland penuh curiga.


"Mhm, i-itu, ta-tadi aku ke bawah untuk meminta karyawan membelikan diriku makanan untuk diriku. Aku kan tidak membawa bekal," jawab Miko mencari alasan agar istrinya tidak mencurigai dirinya.


"Benarkah?" tanya Yoland masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.


"Iya." Miko menjawab pertanyaan dari sang istri.


"Oh, iya. Ayo kita makan bersama," ajak Yoland pada suaminya.


Yoland melingkarkan tangannya di lengan kekar sang suami , saat ini Yoland berusaha berdamai dengan hatinya, dia berusaha untuk melupakannya pertengkaran yang sudah terjadi di antara dirinya dan sang suami.


Yoland mengajak Miko melangkah keluar klinik tanpa membiarkan sang suami masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


Mau tak mau Miko harus mengikuti apa yang dikatakan oleh istrinya, saat ini dia bersyukur istrinya tidak lagi mempermasalahkan apa yang terjadi tadi malam.


Dia juga beruntung saat ini istrinya tidak lagi menyimpan amarah terhadap dirinya, kini pada kebun melangkah keluar dari kawasan klinik.


Mereka masuk ke dalam mobil milik Miko yang terparkir di parkiran khusus untuk dirinya sebagai kepala klinik.


Saat itu, Gina dan perawat senior itu baru saja sampai di depan klinik.


"Lho, itu Pak Miko mau ke mana?" tanya Gina heran.


"Entahlah," jawab perawat senior itu.


Mereka pun membiarkan kepergian Miko dan istrinya.


Setelah itu Gina pun melangkah masuk ke gedung klinik, saat ini dia l dengan mengkhawatirkan keadaan Diska yang ditinggalkannya seorang diri di ruangan" tersebut.


"Dis," panggil Gina Setelah dia berada di ruangan Diska.


Diska menghentikan kegiatannya, setelah kepergian Miko, Diska memilih untuk menenangkan dirinya dengan melakukan shalat sunat.


"Kamu baik-baik saja, kan?" tanya Gina bisa bernapas lega melihat Diska baik-baik saja.


"Iya, Kak. Aku baik-baik saja," jawab Diska.


Diska menutupi apa yang baru saja dilakukan oleh Miko terhadap dirinya.


"Syukurlah, tadi aku hendak mencari seseorang untuk membelikan makanan tapi ada senior yang memintaku untuk menemaninya membeli makanan ke rumah makan puncak," jelas Gina memberi alasan kepergiannya yang lama.


"Oh, tidak apa-apa, Kak," ujar Diska.


Gina sudah membawakan 2 bungkus nasi rames Padang untuk mereka.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita makan dulu," ajak Gina pada Diska.


Setelah itu mereka pun menyantap makan siang berdua di ruang tersebut.


Saat jam pulang datang Diska dan Gina keluar dari ruangan mereka.


Mereka melangkah keluar dari klinik, di depan klinik Rama sudah duduk di bangku panjang yang ada di sana.


"Sayang, kamu sudah di sini?" tanya Diska surprise melihat suaminya sudah berada di sana.


"Aku tidak ingin istriku diganggu orang lagi, makanya aku datang lebih awal," jawab Rama.


"Ya sudah, ayo pulang," ajak Diska.


Bersamaan di saat mereka hendak melangkah menuju parkiran, mobil Miko memasuki kawasan klinik.

__ADS_1


Langkah Rama terhenti, dia menatap tajam ke arah Miko yang baru saja keluar dari mobilnya.


Bersambung...


__ADS_2