
Diska dan Rama tetap melanjutkan aktivitas mereka seperti biasanya.
Hari-hari mereka lalui seperti biasa, Diska bekerja di rumah sakit sedangkan Rama tinggal di rumah menemani Farel bersama Mbak Yuyun.
"Farel makan dulu, yuk," ajak Mbak Yuyun membawakan makanan untuk Farel di tangannya.
Farel sedang asyik bermain dengan Ayahnya.
Mbak Yuyun melihat besarnya kasih sayang Rama pada putranya, dia kagum dengan sikap tanggung jawab yang ditunjukkan oleh Rama pada Diska dan Farel.
"Ya Allah, Nona Diska beruntung memiliki suami yang baik dan bertanggung jawab seperti Bang Rama. Andai saja aku diberikan pria seperti dia maka aku akan sangat bersyukur pada-Mu. Aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya," gumam Mbak Yuyun di dalam hati sambil memperhatikan sosok pria tampan dari desa itu.
"Sini, Mbak. Biar aku yang suapi Farel," tawar Rama.
"Tidak usah, Bang. Ini sudah tugas saya, Bang Rama istirahat saja dulu, biar saya yang ngurus Farel," ujar Mbak Yuyun.
Mbak Yuyun merasa sejak keberadaan Bang Rama, dirinya seperti tidak ada gunanya.
Dia menjadi merasa makan gaji buta dari Diska, padahal Diska dan Rama sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.
"Farel sama, Mbak Yuyun dulu, ya," ujar Mbak Yuyun membujuk Farel.
"Biar ayah istirahat dulu, udah siang ayah capek mainnya," ujar Mbak Yuyun lagi pada bocah kecil itu.
"Ayah bobok?" tanya Farel.
"Iya, Sayang. Anak ayah sama Mbak Yuyun, ya. Anak ayah makan dulu," ujar Rama.
Farel mengangguk.
Setelah itu Rama pun melangkah menuju kamarnya, dia meninggalkan putranya bersama sang pengasuh.
Mbak Yuyun pun menyuapi Farel makan siang seperti biasanya.
Entah mengapa, tiba-tiba Mbak Yuyun ingin membina rumah tangga juga saat melihat kebahagiaan yang didapat oleh majikannya.
"Ya Allah, semoga suatu hari nanti Engkau mempertemukanku dengan seorang pria yang bertanggung jawab dan memberikan kebahagiaan bagiku, aamiin," lirih Mbak Yuyun.
****
Saat makan malam, Diska dan Rama beserta Mbak Yuyun dan Farel berada di ruang makan.
__ADS_1
Mereka hendak menyantap makan siang bersama, sejak kepergian Pak Bayu dan Bu Naina rumah besar itu terasa sangat sepi.
"Mbak," lirih Diska.
Riska memanggil Mbak Yuyun karena ada hal yang ingin disampaikannya.
Mbak Yuyun menoleh ke arah Diska yang duduk di sampingnya, dia menunggu apa yang akan disampaikan oleh Diska kepadanya.
"Ada hal yang pesan ingin aku katakan pada Mbak Yuyun," ujar Diska.
"Apa jangan-jangan Nona Diska ingin memberhentikanku dari pekerjaan ini? lalu aku harus bekerja di mana?" gumam Mbak Yuyun takut dipecat oleh Diska.
"Iya, Nona." Mbak Yuyun gugup.
Jantungnya berdebar kencang takut sesuatu yang besar akan terjadi padanya. dia sudah merasa senang tinggal bersama Diska selama ini.
Dia tidak ingin kembali ke kampungnya karena dia tidak ingin mengingat kejadian menyakitkan di masa lalu.
Rama heran melihat istrinya yang terlihat serius.
Dia juga ikut tegang menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut sang istri.
"Jika seandainya, aku berencana untuk,--"
Dia takut Diska memecatnya, Mbak Yuyun tidak tahu harus ke mana jika Diska memecatnya.
Diska tersenyum melihat Mbak Yuyun yang panik dan cemas.
"Mbak, kenapa berpikiran seperti itu?" tanya Diska heran melihat Mbak Yuyun yang cemas.
"Nona, tidak ingin memecat saya?" tanya Mbak Yuyun merasa lega.
"Hehehe, Mbak ini ada-ada saja, makanya dengarkan dulu apa yang aku mau bilang," ujar Diska.
Mbak Yuyun pun tersenyum malu.
"Mbak, kalau seandainya aku bawa Mbak Yuyun ke desa Bang Rama, Mbak Yuyun mau ikut, enggak?" tanya Diska pada wanita yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya.
"Hah? Nona mau pindah ke desa Bang Rama?" tanya Mbak Yuyun penasaran.
Rama juga kaget mendengar apa yang sudah dikatakan oleh Diska, dia tidak menyangka istrinya menerima tawaran dari Gina.
__ADS_1
"Mhm, rencananya aku mau ikuti saran Bang Rama, mama dan papa. Lagian kalau kami tinggal di sana, Bang Rama bisa bekerja apa yang dia bisa," ujar Diska.
Diska sudah mengambil keputusan untuk pindah ke desa, lagian dia merasa kesepian tanpa adanya mama dan papanya di rumah besar itu.
"Lalu bagaimana dengan rumah ini dan rumah baru, Nona?" tanya Mbak Yuyun.
"Masalah rumah nanti dipikirkan belakangan, aku sudah menerima tawaran dari Kak Gina. Hari ini aku sudah resign dari rumah sakit tempat aku bekerja," ujar Diska memberitahukan keputusan yang sudah diambilnya.
Rama terdiam mendengar ucapan sang istri, dia tidak menyangka istrinya mengambil keputusan tanpa memberitahukannya terlebih dahulu.
Sang Pemuda Desa itu sangat bahagia saat mendengar keputusan yang sudah diambil istrinya, itu artinya dia masih dapat bekerja di kebun seperti biasanya.
Rama merupakan seorang pemuda desa yang sangat rajin bekerja, selama dia tinggal di Bandung tidak pernah bekerja oleh sebab itu dia merasa sangat bosan tapi tidak memperlihatkan kebosanannya itu kepada sang istri demi menjaga hati istri yang dicintainya.
"Lalu kapan kita berangkat ke desa?" tanya Mbak Yuyun penasaran.
"Kita akan berangkat ke desa sekitar 3 hari ke depan, Aku ingin mempersiapkan berbagai hal sebelum berangkat," jawab Diska.
"Sayang?" lirih Rama.
Diska menoleh ke arah sang suami, dia menggenggam tangan suaminya.
"Maaf ya, Sayang. Aku mengambil keputusan ini tanpa memberitahu dirimu terlebih dahulu, karena aku yakin kamu pasti menyetujui apa yang sudah aku putuskan saat ini," ujar Diska.
Rama tersenyum manis kepada sang istri yang dicintainya, dia mengangguk pelan.
"Tidak apa-apa sayang aku setuju dengan apa yang sudah kamu putuskan, mungkin ini yang lebih baik untuk kita ke depan. Aku bahagia dengan keputusanmu," ujar Rama tidak mempermasalahkan apa yang sudah diputuskan oleh istrinya.
"Bagaimana Mbak Yuyun? Apakah Mbak Yuyun mau ikut dengan kami ke desa?" tanya Diska kepada pengasuh putranya.
"Baik Nona. Saya akan ikut ke mana pun Nona pergi, Saya tidak ada tempat lagi selain bersama nona," jawab Mbak Yuyun menerima keputusan dari Diska.
Dia bersyukur Diska masih mau membawanya ke desa tempat tinggal Rama, itu artinya Diska masih membutuhkan tenaganya.
"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu, kita akan berangkat pada hari Jumat, hari Senin aku harus mulai bertugas di klinik desa Silaping," ujar Diska memberitahukan Rama dan Mbak Yuyun.
****
Pada hari Jumat, sesuai dengan hari yang sudah diberitahukan oleh Diska kepada Mbak Yuyun dan Rama, mereka akan berangkat ke Desa Tanjung.
Kini semua orang sudah siap untuk berangkat ke desa, Diska akan meninggalkan rumah milik Pak Bayu dengan para pekerja yang bekerja di sana.
__ADS_1
Diska tidak ingin Rumah itu kosong begitu saja, oleh karena itu dia tidak memberhentikan para pekerja yang ada di rumah tersebut baik dari pelayan maupun tukang kebun serta sopir pribadi Pak Bayu.
Bersambung