Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 85


__ADS_3

Rama dan Rudi sudah duduk di tempat mereka masing-masing, kini semua orang sedang menunggu mempelai wanita.


Mbak Yuyun pun keluar digandeng oleh majikannya saat aba-aba keluar dari kamar sudah disampaikan kepada mereka.


Diska menggandeng Mbak Yuyun keluar, apa yang dilakukan oleh Diska bukan memperlihatkan bahwa dia seorang majikan Mbak Yuyun, Diska justru menunjukkan bahwa dia adalah saudara dari Yuyun yang juga ikut bahagia dengan kebahagiaan yang didapat oleh Yuyun saat ini.


Semua mata memandang ke arah Yuyun yang mengenakan gaun indah berwarna putih, dengan hijab yang melekat di kepalanya.


Semua orang takjub melihat Yuyun yang selalu berpenampilan sederhana kini tampil dengan cantik.


Rudi juga takjub melihat kecantikan calon istrinya yang sudah dirias.


Diska mendudukkan Yuyun tepat di samping Rudi yang kini tengah mengenakan kemeja putih dan jas hitam.


Mereka kini telah duduk di hadapan penghulu, Yuyun akan dinikahkan oleh wali hakim karena Yuyun tidak memiliki ayah maupun saudara laki-laki, jadi hak menikahkannya dilimpahkan pada sang wali hakim.


"Saya terima nikahnya Yunita binti Ahmadi dengan mahar tersebut dibayar tunai," ujar Rudi dengan tegasnya menyambut ucapan Ijab dari wali hakim.


"Bagaimana saksi?" tanya si penghulu pada saksi yang ada di sana.


"Sah," sahut 2 saksi yang duduk di samping mereka.


"Alhamdulillah," seru Sang Penghulu.


"Alhamdulillah." Para tamu pun ikut mengucapkan syukur atas kebahagiaan yang kini didapat oleh Rudi.


Lalu Pak penghulu pun mulai membacakan do'a untuk pasangan pengantin.


Semua orang yang ada di sana ikut berdo'a sesuai arahan dari bapak penghulu.


Ibu Rudi terharu melihat putra bungsunya sudah mendapatkan jodoh dan pendamping hidup.


Dia meneteskan air mata bahagia untuk sang putra. Meskipun dia tidak bisa apa-apa, tapi menyaksikan Rudi menikah dia sudah merasa sangat bahagia.


Kedua kakak Rudi juga datang menghadiri acara pernikahan adiknya, mereka tak menyangka Rama akan membantu saudara laki-laki mereka dalam berbagai hal yang berkaitan dengan acara pernikahan tersebut.


Setelah mereka sah menjadi sepasang suami istri, mereka mengabadikan pernikahan mereka dengan mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan.


Setelah acara akad nikah, para tamu undangan disuguhkan dengan hidangan yang sudah mereka masak secara gotong royong oleh ibu-ibu warga Desa Tanjung.


Acara pernikahan kali ini tidak terlalu mewah seperti pernikahan Rama, sesuai permintaan Rudi pernikahan ini cukup dilakukan dengan cara sederhana.

__ADS_1


Setelah acara pernikahan, pada malam harinya Rudi dan Mbak Yuyun menginap di rumah Rama, rumah tersebut terdiri dari 4 kamar tidur, 2 kamar di lantai 2 dan dua kamar lagi di lantai bawah.


Kedua orang tua Diska tidur. si kamar lantai bawah begitu juga dengan Rudi dan Yuyun.


Sedangkan Rama dan Diska tidur di lantai 2, begitu juga dengan Farel.


Anak kecil itu sudah dibiasakan tidur di kamarnya sendiri.


Semua orang sudah masuk ke dalam kamar masing-masing, begitu juga dengan si pengantin baru.


Rudi dan Yuyun sudah berada di dalam satu kamar.


Jantung mereka kini berdetak dengan kencang, mereka gugup menghadapi situasi mereka saat ini.


Rudi mendekati wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya, Yuyun masih saja menundukkan kepalanya karena malu.


Perlahan Rudi memegangi dagu istrinya, dia mengangkat dagu sang istri agar istrinya dapat melihat wajahnya.


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Rudi pelan.


Rudi tidak ingin meminta haknya sebagai seorang suami tanpa izin dari istrinya.


"Saat ini apa yang ada di diriku, mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut adalah hakmu," lirih Yuyun memberi tanda bahwa Rudi boleh melakukan apa yang mereka inginkan.


"Dengan bismillah juga aku akan menerima hati dan cintamu, aku akan menyerahkan seluruh hidupku untukmu," lirih Yuyun menanggapi ucapan sang suami.


Rudi pun mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, matanya kini tertuju pada bibir merah ranum milik istrinya.


Dengan hitungan detik, Rudi kini mulai mel***t bibir sang istri hingga akhirnya Rudi pun melakukan hal yang harus dilakukannya.


Yuyun menerima perlakuan sang suami dengan ikhlas, mereka pun mulai memadu kasih melepaskan hasrat yang sudah lama terpendam di dalam jiwa mereka.


Kini Rudi dan Yuyun sudah saling memiliki dengan utuh, mereka sudah menjadi sepasang suami istri yang utuh.


****


Di tempat lain, Yoland merasa gelisah dengan sikap sang suami yang kini lebih sering melamun.


Hampir setiap malam sebelum tidur Miko duduk di balkon kamar mereka memandangi kendaraan yang melintas di depan rumah mereka.


"Apa sebenarnya yang terjadi pada Bang Miko?" gumam Yoland di dalam hati.

__ADS_1


Dia melihat gerak gerik sang suami tak ada yang mencurigakan.


Yoland sengaja setiap jam makan siang datang ke klinik untuk mengetahui kegiatan sang suami hingga jam pulang.


Tak ada gerak gerik Miko yang mencurigakan, tapi dia selalu saja melamun setiap kali ingin tidur.


Dengan situasi seperti ini tak ada alasan untuk Yoland mencurigai sang suami.


Yoland yang sudah siap di kamar dengan menggunakan piyama yang sedikit terbuka.


Dia menghampiri sang suami yang duduk di kursi yang menghadap ke jalan.


"Sayang, sudah malam, ayo kita tidur," ajak Yoland merebahkan kepalanya di lengan kekar sang suami.


Dia juga sudah rindu dengan belaian sang suami, beberapa minggu terakhir terhitung sejak Yoland dan Miko bertengkar waktu itu hingga saat ini Miko seperti tidak berselera terhadap istrinya.


"Kamu tidurlah terlebih dahulu, aku akan menyusul nanti," ujar Miko pada istrinya.


"Aku tidak mau tidur jika tidak bersamamu," ujar Yoland merajuk pada sang suami.


"Land, tidurlah terlebih dahulu, biar kamu sehat," ujar Miko memaksa istrinya untuk tidur terlebih dahulu.


"Sayang, kamu kenapa, sih? Sepertinya kamu tengah menghindar dariku?" tanya Yoland berusaha menebak-nebak alasan perubahan sikap sang suami.


"Aku tidak apa-apa, tidak ada masalah apa-apa yang terjadi," jawab Miko.


"Lalu mengapa seolah-olah kamu menjauh dariku?" tanya Yoland lagi mancing sang suami mengungkapkan alasan perubahan sikapnya.


"Tidak ada apa-apa, Yoland. Mungkin aku hanya sedang banyak masalah saja," ujar Miko menjawab pertanyaan sang istri yang sudah galau.


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita tidur," ajak Yoland lagi.


Akhirnya mau tidak mau Miko mengikuti apa yang diinginkan oleh istrinya, mereka masuk ke dalam kamar.


Seperti biasa Yolan meminta Miko menyentuhnya terlebih dahulu sebelum mereka memejamkan mata.


Setelah terjadi pergulatan panas antara Miko dan istrinya, mereka pun tertidur dengan lelap.


Saat mereka sedang tidur dengan nyenyaknya, tiba-tiba Miko berteriak.


"Diska, jangan tinggalkan aku. Diska aku mencintaimu!"

__ADS_1


Teriakan Miko membuat Yoland terbangun, dengan jelas lagi-lagi suaminya mengungkapkan cinta pada wanita lain.


Bersambung...


__ADS_2