Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 97


__ADS_3

Braaakkk.


Rama dan Rezi menghantam pintu kamar tempat Diska berada.


Miko pun menoleh ke arah belakang, dia melihat Rama dan Rezi sudah berdiri di belakangnya.


Mata Rama memanas melihat istrinya dikungkung oleh pria lain, dia melangkah menghampiri pria itu lalu melayangkan sebuah tendangan di lengan Miko sehingga Miko pun terjatuh ke lantai.


Rama mengambil hijab istrinya lalu menutupi aurat istrinya yang sempat terlihat oleh Rezi dan pria b******n itu.


Rezi memberikan bogem mentah untuk pria breng**k tersebut. Hingga Miko tak sadarkan diri.


"Bang, aku takut. dia mau mencoba untuk memp*****aku," ujar Diska mengadukan apa yang sudah dilakukan Miko terhadap dirinya.


"Sudah, kamu tenang sekarang, ya. Aku ada di sini untuk menjagamu," udah lama sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Rama dan Rezi membawa Diska keluar dari rumah tersebut.


Saat mereka keluar dari kamar tersebut, mata Diska tertuju pada beberapa orang penjaga yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


"Apa yang sudah terjadi?" tanya Diska melihat apa yang ada di hadapannya kini.


"Nanti kami akan menceritakannya," ujar Rama pada sang istri.


Mereka pun melangkah keluar dari pekarangan rumah tersebut membiarkan para penjahat itu tergeletak tak sadarkan diri.


"Rama, biar aku yang bawa mobil." Rezi menawarkan diri.


Rama memberikan kunci mobil kepada pria yang dulu sempat menjadi rivalnya.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil, Diska dan Rama duduk di bangku belakang.


Rama menenangkan istrinya yang masih syok dengan apa yang baru saja dialaminya.


Setelah Rama dan Diska duduk dengan Rezi pun menyalakan mobil dan melajukannya meninggalkan rumah kosong itu.


Drrrttt drrrttt drrrttt.


Terdengar ponsel Rezi berdering pertanda panggilan masuk.


Desi mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya lalu dia melihat layar ponsel, di sana tertera nama Zharin tengah memanggilnya.


Rezi langsung menaikkan tombol hijau untuk menjawab panggilan dari kekasihnya.

__ADS_1


Dia meletakkan ponselnya di telinga dan memegang setir di tangan sebelahnya lagi.


"Halo," ujar Rezi saat panggilan sudah tersambung.


"Kamu ada di mana?" tanya Zharin mulai khawatir dengan keadaan Rezi yang sejak tadi belum kembali ke hotel.


Sebagaimana janji Rezi dia akan kembali setelah ashar, tapi hingga saat ini Rezi juga belum sampai di hotel.


"Aku sedang di jalan, kamu tunggu aku sebentar lagi," ujar Rezi.


"Di jalan ke mana? bukannya Kamu mau pelatihannya di hotel ini, lalu kamu mau ke mana?" tanya Zharin lagi.


"Nanti aku ceritakan, yang penting kamu tetap berada di hotel jangan pergi kemana-mana sebelum aku datang," ujar Rezi memberi peringatan kepada Zharin.


"Ya, sudah kalau begitu, tapi kamu pulangnya jangan kemalaman, ya. Aku takut sendirian di sini," ujar Zharin.


Sejak tadi pagi Zharin berkurung di dalam kamar hotel menunggu Rezi selesai memberi materi di acara pelatihan para dokter dan ahli kesehatan yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan.


Setelah itu zarin pun memutus panggilan, dia meletakkan ponselnya di nakas lalu kembali berbaring di atas tempat tidur.


Sejak pagi berkurung di dalam kamar hotel membuat dirinya bosan, dia tidak tahu harus berbuat apa di sana.


Rezi memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku.


Rezi membawa mobilnya ke rumah kontrakan tersebut karena dia tahu Diska dan Rama menginap di rumah kedua orang tua Diska selama Diska mengikuti pelatihan.


Bersyukur ingatan Rezi yang kuat, dia tidak perlu bertanya pada Rama maupun Diska arah jalan menuju rumah kedua orang tua Diska.


Sementara itu Diska kini mulai tenang berada di dalam pelukan sang suami.


Rama mengusap lembut kepala istrinya hingga akhirnya Diska pun terlelap di dalam pelukan Rama.


Saat mereka sampai di depan rumah kontrakan kedua orang tua Diska, Rezi langsung memasukkan mobil ke dalam pekarangan rumah tersebut.


Rama membuka pintu mobil lalu mengangkat tubuh sang istri yang kini terlelap.


Dia menggendong tubuh sang istri masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum," ucap Rezi saat masuk ke dalam rumah itu.


"Wa'alaikummussalam," jawab Bu Naina dari dalam kamar.


Dia melangkah keluar untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Matanya membulat saat melihat Rezi dan Rama masuk ke dalam rumah.


"Apa yang terjadi?" tanya Bu Naina kaget melihat putrinya yang digendong oleh Rama ke dalam kamar.


Rama dan Rezi belum menjawab pertanyaan dari Bu Naina, Rama membawa Diska masuk ke dalam kamar yang mereka tempati lalu membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur yang mana Farel juga sedang terlelap di sana.


Tak berapa lama setelah itu Yuyun juga keluar dari dapur, dia penasaran apa yang tengah terjadi karena dia mendengar suara ribut-ribut dari luar.


Rama kembali keluar dari kamar lalu duduk di sofa ruang keluarga menemui Bu Naina yang kini sedang panik melihat putrinya yang datang dengan keadaan berantakan.


"Apa yang sudah terjadi, Rama?" tanya Bu Naina sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang telah menimpa putrinya.


Rama menghela napas sejenak, setelah itu dia pun menceritakan apa yang telah terjadi pada istrinya kepada Ibu mertuanya.


"Ya Allah, beruntung kalian cepat datang menyelamatkan Diska," lirih Bu Naina.


"Iya, Ma. bersyukur Rezi memperhatikan Diska yang keluar dari aula sebelum acara selesai. Rezi mengkhawatirkan keadaan Diska. yang sudah lama tidak juga kunjung masuk ke dalam aula," jelas Rama pada ibu mertuanya.


"Zi," lirih Rama meminta perhatian dari pria yang selama ini menaruh hati kepada istrinya.


Rezi pun menoleh ke arah Rama.


"Terima kasih kamu sudah membantu dan menyelamatkan Diska hari ini, seandainya kamu tidak ada di tempat waktu itu mungkin aku agar kehilangan istriku," tutur Rama.


"Sudahlah, aku merasa cemas saat melihat Miku keluar dengan wajah yang sulit diartikan, Aku teringat dengan kejadian beberapa tahun yang lalu makanya aku memintamu untuk mengikutinya," ujar Rezi.


"Lalu bagaimana keadaan Diska saat ini?" tanya Bu Naina khawatir.


"Alhamdulillah, saat ini kondisi Diska baik-baik saja," jawab Rama.


"Sekarang apa yang dilakukan Diska di dalam kamar?" tanya Bu Naina.


"Dia masih tertidur, mungkin pengaruh obat bius yang diberikan Miko kepadanya," jawab Rama.


Tak menunggu lama setelah memastikan Diska aman di rumah kedua orang tuanya, Rezi pun berpamitan untuk pulang.


Rezi tak bisa berlama-lama di rumah kedua orang tua Diska karena saat ini kekasihnya tengah menunggu dirinya.


Dia juga takut terjadi apa-apa pada wanita yang sangat dicintainya itu.


Rama tersenyum kepada Rezi, setelah itu dia pun mengantar Rezi keluar rumah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2