Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 112


__ADS_3

"Sayang," lirih Pak Bayu sambil menoleh ke arah istrinya.


"Diska," lirih Pak Bayu lagi sambil menoleh ke arah putrinya.


"Papa sudah bertemu dengan ibunya Zharin." Pak Bayu menghela napas sejenak.


Dia memperhatikan reaksi kedua wanita yang selama ini paling berarti dalam hidupnya.


Diska masih diam, dia menunggu kelanjutan ucapan dari papanya.


Sementara itu Naina, berusaha menenangkan hatinya yang kini mulai berdebar-debar.


Ada rasa takut di hatinya, Naina takut sesuatu yang menyakitkan terlontar dari mulut sang suami.


"Saat papa bertemu dengan Ibu Zharin, kami mendapatinya tengah terbaring pingsan di dalam kamar,--"


Bayu mulai menceritakan apa yang terjadi selama berada di Bandung. Tak satu pun yan ditutupinya pada istri dan putrinya.


Pak Bayu menggenggam erat tangan sang istri, dia menatap dalam pada wanita yang telah bertahun-tahun menemaninya.


"Sayang, aku minta maaf saat berada di Bandung tidak bisa menghubungimu dan memberi kabar padamu. aku takut memberitahu mu tentang hal ini melalui telepon, Aku tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kita," ujar Pak Bayu pada istrinya.


Naina merasa terharu saat mendengar penuturan yang disampaikan oleh suaminya.


Kini hal-hal negatif yang menyelinap di hatinya beberapa hari yang lalu hilang begitu saja, Naina bersyukur mendapatkan seorang pria yang bertanggung jawab dan menjaga perasaannya.


"Hari ini papa mau minta izin sama kalian, papa ingin menunaikan kewajiban papa sebagai seorang suami dan ayah terhadap ibu Zharin dan Zharin," ujar Pak Bayu memohon pada istrinya.


Tatapan Pak Bayu terlihat tulus dan memohon pada istrinya, terlihat dengan jelas Pak Bayu berharap Bu Naina mengizinkan Pak Bayu melakukan hal itu.


Naina masih diam, dia terlihat tengah mempertimbangkan apa yang diminta oleh sang suami.


"Pa, apa yang akan papa lakukan?" tanya Diska pada papanya.


Dia ingin tahu apa yang akan papanya lakukan terhadap Zharin dan ibunya.


"Papa akan membantu Zharin dan ibunya dari segi finansial," jawab Bayu.


"Apakah kamu mau balikan dengan ibunya Zharin, Pa?" tanya Naina ragu dan sangat hati-hati.


Naina tidak mau sang suami merasa tersinggung dengan pertanyaan darinya.


"Sayang, untuk saat ini aku hanya ingin membantu kehidupan mereka dengan segi ekonomi. Meskipun saat ini, Sarah masih berstatus sebagai istriku, aku tidak ingin menyakiti dirimu," tutur Bayu.


Bayu tidak ingin Naina kecewa, meskipun di hatinya dia ingin kembali bersatu dengan ibu Zharin.


Dia ingin mencoba membina rumah tangganya dengan kedua istrinya, dia ingin bersikap adil pada kedua wanita itu, tapi Pak Bayu sadar diri bahwa selama ini hanya Naina yang selalu ada di sampingnya dalam berbagai hal situasi yang dihadapinya.


Hanya Naina yang selalu ada di saat dia terpuruk dan jatuh, berbagai rintangan hidup telah mereka lewati, cinta dan kasih sayang Naina tidak pernah kurang untuk dirinya, sehingga Pak Bayu merasa tidak memiliki hak untuk memutuskan hal ini seorang diri.


Pak Bayu diam,.dia tidak menjawab apa-apa demi menjaga perasaan sang istri.

__ADS_1


"Jika kamu memang menginginkan dia hidup bersama kita, aku tidak.akan merasa keberatan. Aku tahu, walau bagaimanapun dia masih sah sebagai istrimu," ujar Naina dengan berat hati.


Dari awal dia juga sudah mengetahui bahwa pria yang dinikahinya sudah memiliki istri selain dirinya, jadi dia sudah menyiapkan hati untuk berbagi suami dengan wanita yang terlebih dahulu memiliki suaminya itu.


"Naina," lirih Pak Bayu.


Bayu tak sanggup berkata-kata, dia masih takut melukai hati sang istri.


Pak Bayu memilih untuk membiarkan Naina menyuruh dirinya membawa Sarah ke dalam kehidupannya.


"Sayang, aku tahu kamu pasti menginginkan Sarah untuk ada di dekatmu. Bertahun-tahun kamu lalui tanpa mereka, kini setelah mereka kamu temukan kenapa kamu tidak membawanya tinggal bersama kita," ujar Naina lagi.


Pak Bayu memeluk erat tubuh sang istri, dia tak menyangka Naina akan berlapang dada menerima Sarah dalam kehidupannya.


Rama dan Diska hanya diam, mereka membiarkan kedua orang tua Diska untuk mendiskusikan apa yang terbaik.


"Sayang, bawalah Sarah ke sini," ujar Naina pada sang suami.


"Baiklah, aku akan membujuk Sarah untuk ikut dengan kita," lirih Pak Bayu.


Pak Bayu merasa lega setelah mendengarkan ucapan istrinya, dia tahu betul bagaimana Naina.


Naina sengaja melakukan hal itu karena dia tidak ingin memiliki suami seutuhnya tapi pikirannya tertuju pada wanita yang bernama Sarah.


Mengalah selangkah tidak akan membuatnya dirinya kalah.


Rama berdiri, lalu dia menarik tangan sang istri dia memberikan peluang kepada kedua orang tua tersebut untuk saling mengungkap.apa yang ada hati mereka.


"Ke mana?" tanya Diska pada sang suami.


"Ke mana saja, yang penting kita jalan," ujar Rama pada sang istri.


"Apa aku harus mengganti baju?" tanya Diska.


Saat ini Diska mengenakan baju kaos dan celana jeans kulot dengan jilbab sarung.


"Enggak usah, kita keliling-keliling aja, kok. Lagian kita pergi juga enggak lama-lama, Farel tinggal," jawab Rama.


"Ya udah, ayo," ajak Diska.


Sebelum mereka berangkat Diska memberitahu Yuyun kepergiannya agar kedua orang tuanya tidak susah mencari dirinya nanti.


Mereka pun melangkah keluar, lalu masuk ke dalam mobil.


Rama melajukan mobilnya, meninggalkan rumah kontrakan kedua orang tuanya.


Pria satu anak itu pun membawa istrinya berkeliling kota Padang.


Dia terus melajukan mobilnya tanpa tujuan dengan kecepatan sedang, Rama tengah mencari-cari makanan yang enak di kota Padang.


"Kita mau ke mana, Sayang?" tanya Diska pada sang suami.

__ADS_1


Diska mulai bertanya karena sejak tadi sang suami hanya berkeliling tidak jelas.


"Aku juga tidak tahu mau ke mana, hehe," kekeh Rama juga bingung.


"Memangnya kamu mau cari apa, Sayang?" tanya Diska pada sang suami.


"Aku juga tidak tahu mau mencari apa, Aku mau ngajakin kamu makan sesuatu yang berbeda," jawab Rama.


"Mhm, aku juga bingung mau makan apa," ujar Diska.


Suami istri itu mulai berpikir.


"Sayang, bagaimana kalau kita makan Soerabi Bandung?" ajak Diska.


Dia teringat sebuah resto mewah yang menyediakan Soerabi Bandung, dia pernah pergi ke resto itu dengan Rezi.


"Kamu tahu jalannya?" tanya Rama pada istrinya.


"Kalau aku enggak salah, dekat dengan GOR," jawab Diska.


Rama tampak berpikir.


"Oh, resto Enhaii?" ujar Rama memastikan.


"Kayaknya iya," ujar Diska.


"Ya udah, kita langsung ke sana," ujar Rama.


Rama pun mulai melajukan mobilnya menuju jalan GOR Agus Salim yang terletak di tengah-tengah kota Padang.


Tak berapa lama perjalanan mereka pun sampai di resto Enhaii, Rama menghentikan mobilnya lalu memarkirkan mobilnya di parkiran resto.



"Tumben sepi," gumam Diska saat mereka sudah turun dari mobil.


Setelah itu merek melangkah masuk ke dalam resto tersebut.



"Kita duduk di mana? Kamu mau di luar atau di dalam?" tanya Rama pada sang istri.



"Mhm, terserah kamu aja," jawab Diska.


Rama pun mengajak Diska masuk ke dalam resto itu.


Saat mereka baru saja masuk ke dalam resto tersebut.


Rama membulatkan matanya saat melihat seorang wanita di dalam resto itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2