
"Hei, ada apa?" tanya Rezi pada Zharin yang tiba-tiba berhenti di atas panggung pelaminan.
"Pria itu," lirih Zharin menunjuk pada Pak Bayu yang kini sedang duduk bergandengan dengan istrinya di samping pelaminan sang pengantin.
"Ada apa dengan Pak Bayu?" tanya Rezi heran.
Zharin tidak menjawab pertanyaan dari Rezi, dia pun turun dari panggung pelaminan, lalu melangkah ke luar dari ballroom hotel.
Rezi heran dengan apa yang dilakukan oleh Zharin, dia pun mengejar gadis itu.
Diska melihat Rezi yang tengah mengejar Zharin.
"Bang, sepertinya itu Kak Rezi, tadi aku melihat dia datang dengan seorang wanita, tapi kenapa. dia pergi begitu saja?" tanya Diska pada Rama.
Rama mengangkat bahunya, dia juga tidak tahu apa yang terjadi pada pria yang selama ini menjaga Diska selam dia tak ada di samping Diska.
"Ada apa, Rin?" tanya Rezi saat Zharin telah duduk di sebuah bangku yang ada di luar ballroom hotel.
"Pria itu," lirih Zharin.
"Siapa?" tanya Rezi.
Zharin masih diam, gadis itu teringat pada kejadian beberapa hari yang lalu di saat ibunya masih dirawat di rumah sakit.
Saat itu, Zharin pergi ke kantin untuk mencari makanan pengisi perutnya.
Zharin tidak sengaja menabrak seorang pria berjas putih, dia terjatuh karena itu.
Si pria itu pun mengulurkan tangannya pada Zharin.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya si pria yang sudah berumur itu.
Entah mengapa saat Zharin memegang tangan sang pria, jantungnya berdetak dengan kencang. Ada sesuatu yang membuat dirinya merasa tidak nyaman.
Zharin sempat memegangi dadanya yang tiba-tiba berdebar tak keruan.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Si pria padanya.
"Eh, tidak apa-apa. Ma-maaf, Dok," ujar Zharin.
Zharin yakin pria itu seorang dokter karena dia mengenakan jas putih yang biasa dipakai oleh seorang dokter.
"Ya sudah, lain kali kamu hati-hati," lirih Si pria itu pada Zharin.
Sang pria melangkah meninggalkan Zharin, di saat itu Zharin menatapi punggung pria itu, seakan dia masih ingin selalu berada di dekat sang pria.
Jantungnya yang berdebar kencang perlahan mulai stabil, entah mengapa setiap bertemu dengan pria itu jantungnya berdegup dengan kencang.
__ADS_1
"Hei, Rin," panggil Rezi.
Suara Rezi membuyarkan lamunan Zharin.
"Hei, apa yang terjadi?" tanya Rezi pada Zharin.
"Mhm, tidak. Tidak apa-apa," jawab Zharin.
Zharin tidak bisa mengungkapkan apa yang terjadi pada Rezi.
"Lalu mengapa kamu tiba-tiba keluar dari tempat acara?" tanya Rezi.
Zharin terdiam.
"Siapa pria itu sebenarnya, apa hubungannya denganku?" gumam Zharin di dalam hati.
"Mhm, tidak apa-apa. Bagaimana kalau kamu saja yang bertemu dengan pengantinnya tanpa diriku?" tanya Zharin pada Rezi.
Rezi menautkan kedua alisnya.
"Apakah, Zharin ada hubungannya dengan Rama?" gumam Rezi di dalam hati.
Rezi mulai mencurigai Rama, dia tidak bisa membiarkan Rama berbuat sesuatu yang akan menyakiti Diska.
"Aku harus menyelidiki pria itu," gumam Rezi mulai curiga dengan suami wanita yang dicintainya.
"Iya, aku akan tetap masuk. Tapi, aku menunggumu di bawah," lirih Zharin.
"Ya udah, ayo, masuk!" ajak Rezi.
Rezi akan mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan Rama.
Mereka pun kembali masuk ke dalam ballroom hotel tempat acara resepsi pernikahan Diska dan Rama diselenggarakan.
Di dalam ruangan itu, Rezi meminta Zharin duduk di sebuah kursi, dari sana mereka dapat menyaksikan hiburan yang ditampilkan oleh musisi yang diundang dalam acara tersebut.
"Aku ke sana sebentar mengucapkan selamat pada kedua mempelai," ujar Rezi sebelum meninggalkan Zharin seorang diri di sana.
Rezi melangkah naik ke panggung pelaminan. Dia menghampiri kedua orang tua Diska, lalu mengucapkan selamat pada Pak Bayu dan Bu Naina.
Zharin memperhatikan keakraban yang terjalin antara Rezi dan Pak Bayu.
"Selamat ya, Om, Tante. Semoga Diska bahagia dengan pria pilihannya," ucap Rezi saat menjabat tangan Pak Bayu.
Walau hatinya saat ini terluka, tapi dia berusaha untuk ikhlas melepaskan Diska bersama orang yang dicintainya.
"Zi, Tante minta maaf atas apa yangs udah terjadi, Tante juga mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah kamu lakukan untuk Diska. Mungkin kalian tidak berjodoh sehingga Allah tidak memberi kalian kesempatan untuk bersama," ujar Bu Naina penuh penyesalan.
__ADS_1
Ada rasa bersalah di dalam dirinya tapi dia tidak bisa memaksa Diska untuk menikah dengan pria yang sama sekali tidak dicintainya.
Sebagai seorang ibu, Naina juga ingin melihat kebahagiaan putri satu-satunya, yang mana kebahagiaan di diri putrinya ada pada Rama.
Naina juga dapat melihat kebahagiaan Farel saat dia bersama ayah kandungnya.
"Iya, Tante. Aku melakukan semua itu ikhlas, aku tidak ingin memaksa Diska untuk memilih diriku karena aku tidak mau ada penyesalan di kemudian hari," ujar Rezi dengan lapang dada.
Setelah itu, Rezi menghampiri Rama dan Diska. Rezi menjabat erat tangan Rama.
"Bro, aku ikhlaskan Diska bersamamu. Tapi, ingat jika sekali saja kau menyakiti wanita yang paling berharga dalam hidupku ini, maka kamu akan habis di tanganku," ujar Rezi mengancam Rama.
Seolah-olah Rama merupakan seorang pria yang memiliki kedok di belakang semua kebaikannya. Rezi sudah bersiap untuk membongkar kedok Rama.
Diska hanya tersenyum getir mendengar ucapan Rezi, dia tahu betul pria yang dianggapnya sebagai kakak itu kini tengah menahan luka di hatinya.
Diska pun memeluk erat tubuh Rezi.
"Maafkan aku, Kak. Aku tidak pernah ingin menyakiti dirimu. Aku hanya ingin mencari kebahagiaanku yang pernah hilang," lirih Diska berharap Rezi memahami keadaan dirinya saat ini.
Rama melihat interaksi istrinya dengan Rezi, ada rasa cemburu melihat pria itu memeluk sang istri, tapi dia berusaha menahan diri karena dia tahu sang istri hanya mencintai dirinya seorang.
Rezi menangkup wajah cantik Diska, wanita yang dibalut dengan gaun pengantin yang indah itu terlihat semakin cantik di matanya.
"Aku bahagia, jika kamu bahagia, maka jangan pernah sekali pun kamu bersedih di hadapanku," lirih Rezi.
Rezi berusaha tegar di hadapan Diska, dia tidak ingin terlihat rapuh di hadapan wanita yang dicintainya itu.
Setelah itu Rezi turun dari panggung pelaminan, dia pun melangkah menghampiri Zharin yang masih setia duduk di tempatnya tadi.
Wanita itu asyik menikmati lantunan lagu yang dinyanyikan oleh artis yang sudah diundang dalam acara resepsi pernikahan Rama dan Diska.
"Maaf, sudah membuatmu menunggu," ujar Rezi saat dia sudah berada di samping Zharin.
"Tidak apa-apa," sahut Zharin.
"Bagaimana sebelum kita pulang kita menikmati hidangan yang sudah tersedia," ujar Rezi.
"Boleh," sahut Zharin.
Akhirnya mereka pun mengambil makanan untuk mereka nikmati dalam menikmati tampilan musik yang berlangsung.
Di saat Zharin hendak mengambil makanan, Zharin tidak sengaja menabrak pak Bayu.
"Auw," lirih Zharin.
Bersambung...
__ADS_1