Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 88


__ADS_3

Rezi dan Zharin kaget mendengar ucapan ibu Zharin. Mereka saling melempar pandangan. mereka heran dengan apa yang dikatakan oleh ibu Zharin.


"Apa maksud, Ibu? Bukankah selama ini dia senang dengan kehadiran Rezi di rumah ini," gumam Zharin di dalam hati.


"Zharin tidak bisa menikah sebelum dia menemukan ayahnya," ujar Ibu Zharin.


Rezi dan Zharin mengernyitkan dahinya, mereka mencoba untuk mencerna perkataan dari ibu Zharin.


Wanita paruh baya itu pun duduk di samping putrinya yang kini terbaring.


Zharin terbaring di ruang tamu, di atas sebuah kasur santai yang dialasi sebuah tikar nan lusuh.


Meskipun kehidupan Zharin yang serba kekurangan tidak membuat Rezi tidak menyukai wanita itu, wanita yang penuh semangat dalam menjalani hidup.


Dari Zharin lah, Rezi bisa tenang dan santai dalam menghadapi berbagai masalah.


Rezi terdiam, dia menatap wanita paruh baya yang selalu tersenyum padanya.


"Apakah Zharin harus bertemu ayahnya sebelum menikah, Bu?" tanya Rezi pada wanita paruh baya yang kini duduk di hadapannya.


Ibu Zharin mengangguk.


"Ibu ingin Zharin mencari ayahnya sebelum dia menikah, karena Ibu ingin Zharin dinikahkan oleh ayah kandungnya," lirih ibu Zharin.


"Ayah," lirih Zharin.


Ibu Zharin mengangguk lalu dia diam sejenak, kemudian dia mengenang kejadian beberapa tahun yang lalu.


Flash back on.


Gadis kecil Zharin tengah bermain di halaman rumah sederhana, rumah yang berukuran 8 kali 10 meter yang memiliki 2 kamar tidur, rumah itu terdapat di sebuah kompleks perumahan yang mana di sana tinggal para kalangan menengah ke bawah bukan orang-orang kaya.


Saat itu Zharin sedang berumur 4 tahun, ibu Zharin memandangi putrinya dari teras rumah.


Ibu Zharin menunggu suaminya pulang, setelah satu Minggu bertugas di luar kota.


Ayah Zharin mang sering bertugas di luar kota sehingga mereka jarang bertemu dengan pria yang mereka banggakan. Zharin dan ibunya tinggal berdua di rumah sederhana tersebut setiap kali sang suami hari bertugas.


Ibu Zharin tidak tahu apa sebenarnya yang dikerjakan sang suami di luar kota, yang dia tahu sang suami hanyalah bekerja dan bekerja.


Tak berapa lama Ibu Zharin menunggu di depan rumah, dari kejauhan mereka melihat mobil yang sangat mereka kenali, hingga mobil milik suaminya pun berhenti di depan rumah.


Zharin yang sedang asyik bermain membuang mainannya lalu membiarkan mainan itu tergeletak di tanah.

__ADS_1


Zharin dan ibunya melangkah menghampiri mobil tersebut, mereka sudah sangat merindukan sosok pria yang sangat mereka banggakan.


Mereka sangat bahagia dengan kedatangan orang yang mereka nanti-nanti.


Namun, kebahagiaan mereka airnya begitu saja, di saat mereka mendekati mobil itu, ayah Zharin turun dari mobil dengan seorang wanita yang tengah menggendong seorang anak perempuan.


Hati ibu Zharin bertanya-tanya akan sosok wanita yang kini bersama suaminya.


"Siapa wanita ini, Mas?" tanya ibu Zharin pada suaminya.


Matanya mulai berkaca-kaca memikirkan sesuatu hal telah terjadi di antara suaminya dan si wanita itu.


"Ayo, kita masuk dulu ke rumah. Aku akan menceritakan semuanya," ujar ayah Zharin berusaha menenangkan istrinya yang kini terlihat penuh emosi.


Ayah Zharin tidak ingin masalah mereka terlihat oleh para penduduk lainnya.


Akhirnya mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah sederhana tersebut.


Ayah Zharin meminta ibu Zharin duduk tepat di sampingnya.


"Sayang, sebelumnya aku minta maaf. Ini,--"


"Papa," panggil gadis kecil yang berada di gendongan wanita yang bersama suaminya.


"Apakah wanita ini istrimu, Mas?" tanya Ibu Zharin penuh selidik.


Tatapan mata ini Zharin membuat ayah Zharin bingung.


"Dengarkan dulu penjelasan dariku!" ujar Ayah Zharin.


"Tidak ada yang harus kamu jelaskan, semuanya sudah jelas, Mas." Ibu Zharin sangat emosi.


Dia menatap tajam ke arah wanita yang terlihat sangat rapi dan gayanya yang modis membuat Ibu Zharin semakin yakin bahwa wanita itu adalah istri dari suaminya.


"Bu, kamu harus dengarkan penjelasan dariku terlebih dahulu," ujar Ayah Zharin lagi.


Di saat seperti itu, si gadis kecil itu berpindah dari pangkuan ibunya. Lalu dia melangkah menghampiri ayah Zharin.


"Papa, aku mau mainan itu," ujar si anak kecil sambil menunjuk mainan yang dipegang Zharin.


Zharin kini tengah asyik memainkan sebuah boneka yang dibelikan ayahnya saat ulang tahunnya.


Ayah Zharin semakin bingung menjelaskan situasi saat ini pada ibu Zharin.

__ADS_1


"Sebentar ya, Sayang." Ayah Zharin berusaha menenangkan gadis kecil itu.


Hati ibu Zharin semakin hancur dan terluka di saat sang gadis kecil memanggil papa pada suaminya.


Lalu dia meminta kepada Ibu si gadis kecil untuk membawa gadis kecil tersebut keluar dari rumah.


"Bu, Ayah mohon dengarkan penjelasan Ayah terlebih dahulu," ujar Ayah Zharin.


"Aku terpaksa menikah dengannya karena perintah dari kedua orang tuaku, kamu tahu pernikahan kita tidak direstui oleh orang tuaku sehingga kedua orang tuaku memaksa untuk menikahinya," jelas Ayah Zharin pada ibu Zharin.


"Baiklah, Mas. kalau begitu hiduplah bersamanya, Aku akan pergi dari kehidupanmu. Aku akan berusaha membesarkan anak kita seorang diri," ujar ibu Zharin.


Ibu Zharin pun berdiri, dia melangkah masuk menuju kamar, dia mengemas semua barang-barangnya serta barang-barang Zharin.


Setelah itu dia pun melangkahkan kaki meninggalkan rumah sederhana yang sudah 5 tahun mereka huni dalam keluarga kecil yang bahagia.


Ibu Zharin terus melangkah meninggalkan suaminya dan wanita yang bersamanya itu.


Ayah Zharin berusaha menghalangi langkah istrinya yang ingin meninggalkannya, tapi ibu Zharin yang sudah tersakiti tidak ingin lagi bersama suaminya yang sudah menghianati cintanya.


Setelah itu Ibu zarin memilih pergi dari kehidupan suaminya, dia membesarkan zarin seorang diri luntang-lantung di kota, hingga akhirnya dia teringat pada peninggalan kedua orang tuanya yang ada di pesisir pinggiran kota Bandung.


Sejak itu dia tidak lagi bertemu dengan ayah Zharin, hingga di suatu waktu ibu Zharin menemukan sebuah foto yang jatuh di jalanan.


Dia melihat foto itu dengan seksama, dia pun kaget saat mengetahui pria yang ada di dalam foto itu adalah suaminya.


Di dalam Foto tersebut terdapat sebuah tulisan yang memberitahukan nama pria yang ada di foto itu.


Ibu Zharin yang sudah tidak tahu ke mana mencari suaminya itu, akhirnya menyimpan foto tersebut dan dia akan memberikan foto pada putrinya di saat sang putri ingin menikah.


Flash back off.


"Tapi, Bu. di mana aku akan mencari ayah?" tanya Zharin pada ibunya.


"Ibu juga tidak tahu di mana ayahmu sekarang, tapi,--" Ibu Zharin berdiri lalu dia masuk ke dalam sebuah kamar kecil yang ada di rumah tersebut.


Tak berapa lama wanita baru bayar itu membawa selembar foto, dia mengulurkan foto tersebut kepada putrinya.


Di belakang foto tersebut, terdapat sebuah coretan di sana tertulis sebuah nama.


Zharin dan Rezi kaget saat melihat pria yang ada di foto tersebut.


Mereka saling pandang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2