Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 96


__ADS_3

Rezi juga tidak sengaja berpapasan dengan Miko, jantungnya mulai berdetak dengan kencang.


Hatinya mulai berkecamuk, dia merasa saat ini dalam bahaya.


Rezi masih mengingat dengan jelas apa yang sudah dilakukan oleh Miko terhadap Diska beberapa tahun yang lalu.


"Ram, ikuti mobil itu," seru Rezi mengagetkan Rama.


Rama masih bingung dengan kehadiran Rezi yang tiba-tiba.


"Ayo, Diska dalam bahaya," ujar Rezi pada Rama.


Saat mendengar istrinya tengah dalam bahaya, Rama pun langsung masuk ke dalam mobil, yang diikuti oleh Rezi.


"Ikuti mobil merah itu," perintah Rezi kepada Rama.


Rama mengikuti apa yang diucapkan oleh rivalnya itu, meskipun saat ini masih ada rasa kesal terhadap Rezi, Rama menyampaikan perasaan tersebut karena yang terpenting saat ini adalah keselamatan istrinya.


Rama melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata sehingga kini mereka berada tepat di belakang mobil merah yang dikemudikan oleh Miko.


Mobil merah yang dikendarai oleh miko kini terlihat masuk ke dalam sebuah pemukiman yang terlihat sangat sepi.


Jantung Rama dan Rezi mulai berdetak dengan kencang, saat ini mereka yakin bahwa Diska berada dalam bahaya.


"Dulu pria itu sempat berniat jahat terhadap Diska, Aku khawatir dengan keadaannya saat ini karena setelah Diska permisi keluar sejak itu dia tidak kembali lagi ke dalam ruangan," ujar Rezi memberi penjelasan kepada Rama.


Agar Rama percaya bahwa saat ini istrinya benar-benar berada dalam bahaya.


"Iya, aku tahu hal itu, Diska sudah menceritakan semua tentang pria itu padaku, saat ini pria itu merupakan kepala klinik tempat Diska bekerja," jelas Rama pada Rezi.


"Apakah dia berniat melakukan hal yang tidak-tidak terhadap Diska seperti yang dilakukannya pada masa lalu?" Rezi menerka.


Rama pun diam, pikirannya saat ini kacau, bayangan istrinya tengah dijahati oleh orang-orang jahat kini mulai melintasi pikirannya.


"Di desa aku sudah menyewa pengawal saat Dia bekerja di klinik, tapi aku lupa jika dia juga ikut ke sini. Aku lupa menyuruh pengawal saat kami berada di sini," ujar Rama.


Dia menyesali kelalaiannya kali ini, dia tak menyangka Miko akan bertindak jahat pada istrinya saat mereka mengikuti acara pelatihan.


"Lihat! Mobil Miko berhenti di rumah yang terlihat sepi, kita harus turun di sini," ujar Rezi pada Rama.

__ADS_1


Setelah mereka pun turun dari mobil, mereka melangkah masuk ke dalam pekarangan.


Saat itu Rama dan Rezi masuk ke dalam pekarangan rumah tersebut, terlihat tiga orang berbadan kokoh di depan pintu untuk berjaga-jaga.


"Kita harus menyusup ke dalam rumah tersebut kemungkinan besar anda sudah berada di sana," ujar Rezi kepada Rama.


Sementara itu Miko sudah berada di dalam kamar yang mana di sana Diska berbaring tak sadarkan diri karena obat bius yang disuntikkan Miko ke dalam tubuh Diska.


Miko melangkah menghampiri Diska yang ada di tempat tidur.


Perlahan dia mengusap wajah Diska, wajah wanita yang selama ini dikaguminya.


Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan memiliki wanita yang dikaguminya.


Dia akan beraksi, dia akan memiliki wanita yang dikaguminya secara utuh sehingga wanita itu akan jatuh ke dalam pelukannya.


"Diska, selama ini hanya kamu yang ada di benakku dan di hatiku, dengan cara ini aku yakin kamu akan menjadi milikku seutuhnya dan tidak akan ada lagi orang yang akan menghalangi cintaku padamu," ujar Miko.


Pria itu mulai membuka hijab Diska, dia menikmati keindahan wajah polos Diska serta rambutnya yang terurai indah.


Miko mendekatkan wajahnya ke wajah wanita yang dikaguminya itu, dia menikmati aroma tubuh Diska.


"Mhm," gumam Diska terbangun.


Diska kaget saat melihat Niko kini berada di hadapannya, dia merasa panik saat mengetahui hijabnya sudah terlepas.


"Apa yang kamu lakukan?" bentak Diska cemas.


"Aku akan memilikimu seutuhnya, hahaha." Miko tertawa dengan lepas.


Dia semakin tidak sabar untuk menyentuh wanita yang sudah ada di hadapannya.


Seketika Diska berusaha menjauh dari pria bejat itu.


"Ke mana kamu akan pergi, Sayang. Kamu tidak akan bisa ke mana-mana, karena tempat ini jauh dari keramaian, hahaha." Miko kembali tertawa meledek Diska.


Pria itu melangkah menghampiri dusta hingga akhirnya Diska tersudut di dinding tidak bisa melarikan diri dari pria itu.


"Jangan berani kamu sentuh aku, karena suamiku akan menghancurkan hidupmu," ancam Diska pada Miko.

__ADS_1


"Terserah apa yang akan dilakukan suamimu terhadapku, yang pasti aku ingin memilikimu seutuhnya," ujar Miko tegas.


Diska menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dirinya saat ini tengah berada dalam bahaya tanpa seorangpun yang akan bisa menolongnya.


Dia pun mulai menangis, membayangkan hal buruk yang akan terjadi pada dirinya.


"Cup cup cup, Kamu tidak usah menangis sayang, ada aku disini aku akan menjadi orang yang paling mencintaimu dan menyayangimu," ujar Miko.


Pria itu kini tidak sadar bahwa apa yang dilakukannya merupakan kesalahan besar, cinta yang dinyatakannya terhadap Diska bukanlah wujud rasa cinta yang dimilikinya. Namun, hanya obsesi yang mencuat dari dirinya.


"Kamu tidak mencintaiku, kamu hanya obsesi untuk memiliki diriku, Aku mohon jangan sakiti aku." Diska mulai memohon menangis di hadapan Miko.


"Hahahaha, jangan menangis, Sayang. Kamu tak seorang diri di sini kamu bersamaku, aku akan memberikan kebahagiaan untukmu," ujar Miko.


Diska tak sanggup lagi berkata apa-apa, dia hanya menangis sambil memikirkan cara agar bisa lepas dari pria b*****t itu.


Diska mencoba mencari berbagai benda yang ada di ruangan itu untuk melepaskan diri dari Miko.


Seketika dia mengingat satu hal lalu dia menendang barang berharga milik Miko sehingga pria itu merasa kesakitan.


"Auw," pekik Miko.


Di saat Miko lengah, Siska melepaskan diri dari cengkraman pria b******n itu. Dia berlari menuju pintu kamar.


Namun, usahanya sia-sia karena pintu kamar terkunci dan kuncinya tidak ada di sana.


"Hahahaha, Kamu tidak akan bisa lepas dariku. Malam ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya," ujar Miko geram.


Miko pun melangkah menghampiri Diska yang kini berada di pintu, wanita itu pun berusaha menghindar tapi sayang kekuatan Diska jauhkanlah dari Miko.


Miko menghempaskan tubuh Diska ke atas tempat tidur, setelah itu dia langsung mencengkram tangan Diska dengan erat.


"Kamu sudah membuat aku semakin emosi, seharusnya kita bisa menikmati penyatuan tubuh kita. Tapi, kamu malah membuat aku semakin menginginkan tubuhmu," ujar Miko dengan nada yang sangat menakutkan bagi Diska.


"Kali ini Kamu tidak akan bisa lepas dariku."


Miko hendak mengecup bibir Diska, tapi Diska langsung memalingkan wajahnya sehingga Miko mencium pipi Diska.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2