Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 101


__ADS_3

Yoland kini telah berada di loket, bus Bintang Pasaman. Bus yang akan berangkat ke Padang malam ini masih dalam perjalanan menjemput pelanggan yang juga akan berangkat ke Padang malam ini.


Tak berapa lama Yoland menunggu, bus pun datang. Semua penumpang yang menunggu di loket ikut masuk ke dalam bus, termasuk Yoland.


Dia memilih duduk di bagian jendela, menatapi pemandangan malam yang gelap.


Sepanjang perjalanan dia hanya menangis, dia mencemaskan keadaan sang suami saat ini.


Yoland belum siap menerima sang suami dipenjara, dia akan berusaha mengeluarkan sang suami dari jeratan hukum yang dijalaninya saat ini.


Saat Yoland sampai di kota Padang, dia langsung ke rumah saudara sepupunya. Biasanya Yoland akan singgah di rumah sepupunya itu saat berkunjung ke kota Padang.


Keesokan harinya Yoland berangkat ke kantor polisi diantar oleh sepupunya.


Saat Yoland masuk ke dalam kantor polisi, sepupu Yoland pun langsung pergi meninggalkan Yoland di sana, karena dia harus masuk kantor.


"Permisi, Pak. Saya istri dari Miko Wijaya. Apakah saya bisa bertemu dengan yang bersangkutan?" tanya Yoland saat bertemu dengan seorang polisi yang ada di sana.


"Oh, iya. Silakan duduk, tunggu sebentar ya, Buk," ujar sang polisi.


Setelah itu dia masuk ke dalam ruangan sel tahanan yang belum diproses.


Tak berapa lama si polisi membawa Miko keluar dari sel menuju ruang berkunjung.


Miko melihat sang istri yang kini duduk di hadapannya.


Yoland menatap sedih ke arah sang suami yang kini terlihat acak-acakan dan kotor.


Yoland juga melihat wajah Miko yang lebam akibat sebuah pukulan.


"Land, tolong keluarkan aku dari sini," ujar Miko memohon pada sang istri.


"Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Yoland kesal melihat sang suami.


Rasa kasihan terhadap sang suami tertutupi oleh berita bahwa sang suami menculik seorang wanita.


"Mhm." Miko tertunduk.


Dia sudah melakukan hal bejat, dan perlakuannya itu akan menyakiti hati sang istri.


"Katakan, Bang. Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Yoland lagi pada sang suami.


Dia mendesak sang suami untuk jujur padanya agar Yoland dapat mengambil sikap.

__ADS_1


"Aku sudah menculik seorang wanita," jujur Miko pada sang istri.


"Untuk apa kamu menculik wanita itu?" tanya Yoland pada sang suami.


Hatinya terasa sakit mendengar penuturan dari sang suami. Dia langsung yakin bahwa wanita yang diculik oleh sang suami adalah dokter cantik yang baru bekerja di klinik Silaping, tak lain tak bukan adalah Diska.


Miko terdiam, dia tak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak mungkin menjawab pertanyaan sang istri.


"Apakah kamu menculik wanita itu untuk melampiaskan hasratmu yang ingin memilikinya?" tanya Yoland memastikan dugaannya itu tidak salah.


Miko mengangkat wajahnya, kini dia menatap sang istri dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Dari mana Yoland tahu tentang Diska, aku tidak pernah membahas Diska di saat bersamanya," gumam Miko di dalam hati.


"Kamu pasti heran, dari mana aku tahu tentang wanita itu. Wajar jika aku mengetahui semua tentang wanita yang menjadi obsesi dalam hidupmu. Setiap malam kamu memyebut namanya dan menyatakan cinta pada wanita itu," ujar Yoland.


"Land, maafkan aku," lirih Miko.


"Maaf? Apakah dengan maafmu bisa memperbaiki hatiku yang sudah hancur berkeping-keping?" tanya Yoland pada sang suami.


"Mungkin lebih baik kamu mendekam di dalam penjara dari pada aku menyelamatkanmu," ujar Yoland.


Hati Yoland semakin tertutup untuk Miko karena dia juga sempat melihat berita di internet bahwa seorang dokter yang terkenal di desa Silaping berusaha memper**sa teman seprofesi dengannya.


Di sana dia melihat berita bahwa suaminya ditahan karena menculik wanita yang berinisial D. Yoland langsung menerka bahwa wanita yang diincar oleh sang suami adalah dokter Diska yang kini tengah mengikuti pelatihan bersama sang suami dalam satu minggu ini.


Emosinya memuncak, rasa sakit hatinya semakin dalam terhadap sang suami.


"Yoland, aku mohon tolong keluarkan aku dari sini," pinta Miko memohon pada istrinya.


"Aku enggak bisa memaafkanmu, Bang. Kamu sudah mengkhianati cintaku, selama ini aku setia dan kita hidup bahagia, tapi kenapa kamu berubah setelah bertemu dengan wanita itu," ujar Yoland meluapkan rasa sesak yang ada di hatinya.


"Yoland, aku tahu salah. Aku akan berubah," ujar Miko.


"Tidak,--"


"Maaf, Buk. Waktu kunjung sudah habis, ibuk bisa kembali besok," ujar seorang polisi menghampiri mereka.


Akhirnya Yoland pun keluar dari ruang kunjung itu.


Entah mengapa rasa kasihan dan iba yang ada di hati Yoland berubah menjadi kebencian, mungkin rasa kecewanya lebih besar dari rasa sakit yang dirasakannya.


Yoland keluar dari kantor polisi, masalah ini semakin berat baginya karena Yoland sudah mengetahui sosok Rama, sudah dipastikan dia tidak akan bisa apa-apa. dalam melawan Rama.

__ADS_1


Yoland yakin semua ini pasti perbuatan Rama yang sudah menjebloskan sang suami ke dalam penjara.


Saat sore Rama dan Rezi menyelamatkan Diska, Rama langsung menghubungi polisi.


Setelah itu Rama mengajak Diska untuk membuat laporan tentang tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Miko terhadapnya.


Rama sengaja membebaskan anak buah Miko dan menjebloskan Miko ke dalam penjara.


Rama juga sudah bisa memastikan, pria itu tidak akan lagi bisa meraih jabatan yang saat ini didudukinya.


Seketika dia akan dilengserkan dari jabatannya.


Rama tidak akan membiarkan, Miko hidup dengan tenang.


Dia juga mengontrol Yoland saat ini, Rama juga akan memberi pelajaran pada Yoland yang mana dia sempat ingin menyakiti istrinya.


Yoland kini duduk termenung di pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda, dia sengaja datang ke sana untuk menenangkan hatinya kini yang gundah gulana.


Pikirannya benar-benar kacau, dia sendiri tidak tahu harus bagaimana.


Di saat hatinya ingin minta cerai pada sang suami yang sudah melukai dirinya, di saat itu juga rasa cinta yang ada untuk sang suami menolak hal itu.


Yoland kini menatap jauh ke lautan lepas, deburan ombak terdengar jelas di telinganya.


"Hai," sapa seorang pria duduk di samping Yoland.


Pria itu tahu bahwa saat ini Yoland Tenga memiliki masalah yang besar.


Yoland menoleh ke arah sang pria, dia menatap risih pada pria yang kini duduk di sampingnya.


Dia pun mengabaikan sosok pria yang kini di sampingnya itu.


"Hei, sepertinya masalah membuatmu terlihat sombong dan angkuh," ujar si pria pada Yoland.


Yoland mengernyitkan dahinya heran saat mendengar ucapan si pria.


"Apa maksudmu??" tanya Yoland pada si pria.


"Hahahaha, aku tidak memiliki maksud apa-apa," ujar si pria.


"Lalu, apa yang kamu inginkan?" tanya Yoland pada si pria.


"Aku ingin kamu tinggalkan suamimu, dan menjauhlah dari kehidupannya," ujar Si pria.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2