
"Ternyata ilmu bela diri kamu jauh di luar dugaanku," ujar Rezi pada Rama.
"Mhm, biasa saja. Aku tidak pernah ikut latihan bela diri, tapi kami biasa melawan hewan buas di hutan," ujar Rama.
"Wah, hebat dong." Rezi mulai mengagumi Rama.
Ternyata meskipun Rama orang desa, dia bisa memposisikan diri dengan orang-orang di sekitarnya.
Rama tersenyum.
"Sekali lagi aku berterima kasih padamu, seandainya kamu tidak cepat tanggap, aku tidak tahu harus bagaimana," ujar Rama lagi pada Rezi.
Rezi tersenyum.
"Aku antar ke hotel, ya. Mumpung Diska dan Farel masih tidur." Rama menawarkan diri untuk mengantarkan mantan rivalnya itu.
"Tidak usah," tolak Rezi.
"Tolonglah, jangan menolak tawaran dariku, anggap saja ini awal persahabatan kita," ujar Rama.
"Benar juga, ya. Apalagi sebentar lagi kita akan menjadi keluarga," ujar Rezi.
Rama menautkan kedua alisnya, dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Rezi.
"Jadi, kamu belum tahu apa yang terjadi tadi malam di sini?" tanya Rezi memastikan.
Rama menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Rezi.
"Baiklah, akan aku ceritakan di atas mobil," ajak Rezi.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil, lalu ramah melajukan mobilnya meninggalkan rumah kontrakan kedua mertuanya, lalu mengantarkan Rezi ke hotel tempat dia menginap.
Di sepanjang perjalanan Rezi menceritakan apa yang sudah terjadi di antara Zharin Diska dan kedua orang tuanya.
"Jadi, Zharin Putri Pak Bayu dari istrinya yang lain?" tanya Rama mengambil kesimpulan dari apa yang diceritakan oleh Rezi.
"Ya, begitulah. Tapi, sepertinya Diska tidak menerima keberadaan Zharin sebagai saudaranya," ujar Rezi.
"Seharusnya Diska tidak boleh bersikap seperti itu, walau bagaimanapun Pak Bayu tidak bisa memutuskan tali daerah yang ada di antara dirinya dan Zharin," ujar Rama menanggapi.
"Maka dari itu, aku mohon bantuan darimu, agar Diska mau menerima keberadaan Zharin dalam kehidupan mereka," pinta Rezi memohon.
__ADS_1
"Baiklah, Aku akan berusaha membujuk Diska untuk menerima Zharin sebagai kakaknya. Tapi, itu akan aku lakukan setelah Diska menceritakan semuanya kepadaku," ujar Rama.
"Syukurlah kalau begitu, semoga mereka berdua menjadi kakak adik yang saling pengertian," ujar Rezi.
"Hal itu tidak menjadi masalah, semoga sebelum kamu menikah Diska sudah bisa menerima keberadaan Zharin sebagai kakaknya," ujar Rezi penuh harap.
"Kamu tenang saja, aku akan berusaha semampuku, mungkin kemarin Diska menolak hal itu karena dia belum siap menerima kenyataan yang tiba-tiba ada di hadapannya. Kamu tahu sendiri kan bagaimana sifat Diska," ujar Rezi.
"Mhm," gumam Rezi.
"Oh iya, selamat atas hubunganmu dengan Zharin. Semoga kalian hidup bahagia hingga maut memisahkan," ujar Rezi.
Saat ini Rama mulai menerima Rezi sebagai seorang teman, apalagi sebentar lagi mereka akan menjadi keluarga.
20 menit perjalanan mereka pun sampai di depan hotel tempat Rezi menginap.
"Mampir dulu," tawar Rezi basa-basi.
"Enggak usah, takutnya Diska bangun. Aku harus kembali ke kontrakan mertua secepatnya, lain kali kita ngobrol lagi," ujar Rama.
"Ya sudah, kalau begitu, terima kasih sudah mau mengantarkanku ke sini," ujar Rezi.
"Sama-sama. Aku juga berterima kasih padamu sudah membantuku menyelamatkan dusta dari bahaya," ujar Rama.
Dia berharap saat ini istrinya masih terlelap, agar ibu mertua dan Yuyun tidak kerepotan mengurusi sang istri.
Rama tahu bahwa istrinya saat ini masih syok dengan peristiwa yang baru saja dialaminya.
Tak sampai 20 menit Rama pun sudah berada di rumah Ibu mertuanya.
Dia bergegas turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah menuju kamar.
"Lepaskan aku, Aku mohon jangan sentuh aku!" Diska berteriak saat matanya masih terlelap.
Rama berlari menuju kamar menghampiri sang istri yang saat ini masih tertidur dalam mimpi buruknya.
Rama langsung memeluk tubuh istrinya, di sana Yuyun dan Bu Naina sudah berdiri di samping tempat tidur, mereka mengkhawatirkan keadaan di ska saat ini.
"Sayang, kamu tenang Aku di sini. Kamu jangan takut lagi, ya." Rama berusaha menenangkan sang istri.
Tak berapa lama Diska pun membuka matanya, dia langsung memeluk erat tubuh Sang suami saat menyadari Rama berada di sampingnya.
__ADS_1
Farel sudah terbangun dia ikut memeluk tubuh bundanya, seolah dia mengerti saat ini bundanya tengah ketakutan.
Mendapat pelukan dari orang yang dicintainya Diska merasa hatinya mulai tenang.
Bu Naina dan Yuyun pun ikut duduk di atas tempat tidur menunggu cerita apa yang sebenarnya telah terjadi pada Diska.
Rama pun mulai menceritakan apa yang telah terjadi pada istrinya, Setelah dia merasakan istrinya mulai tenang.
"Astaghfirullah al'azhim," lirih Bu Naina.
Wanita paruh baya itu mulai mengelus bahu putrinya.
"Syukurlah, sejak dulu Rezi selalu saja ada melindungi Diska dalam bahaya, dia memang seorang kakak yang baik untuk Diska." Bu Naina memuji sosok Rezi di hadapan Rama.
Meskipun Rama merasa berkecil hati tapi dia setuju dengan ucapan Ibu mertuanya.
"Ya sudah, Rama bawa Diska membersihkan dirinya, supaya dia merasa semakin tenang," ujar Bu Naina.
Setelah itu, Bu Naina dan Yuyun pun keluar dari kamar tersebut.
Yuyun membawa Farel keluar agar Rama bisa mengurusi istrinya yang kini masih syok dengan apa yang barusan terjadi.
Farel yang baru saja bangun tidur mau ikut dengan Yuyun keluar dari kamar.
Setelah itu Rama mengajak Diska untuk mandi, Rama memandikan istrinya dengan air hangat agar Diska merasa rileks.
"Bang, aku takut bertemu lagi dengannya." Diska mengadu pada sang suami setelah dia baru saja selesai mandi.
"Kamu tenang saja, aku akan mengurus pria itu. Dia tidak akan berani lagi menyentuhmu sedikitpun, jangankan menyentuhmu untuk berhadapan denganmu saja dia tidak akan berani lagi," ujar Rama penuh dendam.
Dia akan memastikan Miko takkan hidup dengan aman di desa Silaping.
Dia akan meneror pria itu hingga pria b******n itu hengkang dari desa Silaping dan tidak akan berjumpa lagi dengan Diska.
Diska menatap dalam ke arah sang suami, entah mengapa Diska merasa sang suami memiliki pengaruh yang besar di daerah Silaping.
"Bang, apa yang akan kamu lakukan terhadapnya?" tanya Diska mulai penasaran.
"Aku akan membuat pria breng**k itu hancur, sehancur-hancurnya. Aku tidak akan membiarkannya hidup bahagia sedikitpun," ujar Rama penuh dendam.
Rama akan membuat pria b******n itu menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya terhadap istrinya.
__ADS_1
Dia sudah menghubungi temannya yang ada di daerah Silaping untuk melakukan apa yang sudah direncanakannya.
Diska menautkan kedua alisnya, dia mulai penasaran apa yang akan dilakukan oleh sang suami terhadap pria breng**k itu.